Candi Prambanan
di Sleman, Yogyakarta
Dipublikasikan: Januari 2025
Tentang
Asal-usul Historis dan Masa Pembangunan
Prambanan dibangun pada pertengahan abad ke-9, sekitar tahun 850 Masehi. Berdasarkan Prasasti Siwagrha yang berangka tahun 778 Saka (856 M), candi ini mulai dibangun oleh Rakai Pikatan, raja keenam Kerajaan Mataram Kuno dari Wangsa Sanjaya. Pembangunan ini diyakini sebagai tandingan terhadap Candi Borobudur yang bercorak Buddha dan dibangun oleh Wangsa Syailendra. Selain sebagai tempat ibadah, Prambanan didirikan untuk menandai kembalinya kekuasaan Wangsa Sanjaya di Jawa Tengah setelah sekian lama didominasi oleh pengaruh Buddha.
Proses perluasan dan penyempurnaan kompleks ini dilanjutkan secara besar-besaran oleh raja-raja berikutnya, seperti Rakai Kayuwangi dan Balitung Maha Sambu. Pada masa kejayaannya, Candi Prambanan berfungsi sebagai Candi Agung kerajaan, tempat berlangsungnya upacara-upacara keagamaan penting dan pengurbanan suci yang dilakukan oleh kaum brahmana dan keluarga kerajaan.
Arsitektur: Kosmologi Hindu dalam Batu
Arsitektur Prambanan mengikuti tradisi arsitektur Hindu yang berpedoman pada kitab Wastu Sastra. Denah aslinya berbentuk persegi yang terdiri dari tiga zona utama: Bhurloka (halaman luar), Bhuwahloka (halaman tengah), dan Swarloka (halaman dalam yang paling suci).
Puncak tertinggi kompleks ini adalah Candi Siwa yang mencapai ketinggian 47 meter. Keunikan arsitektur Prambanan terletak pada bentuknya yang ramping dan menjulang tinggi, berbeda dengan Borobudur yang cenderung lebar dan masif. Di halaman pusat, terdapat tiga candi utama yang disebut Trimurti: Candi Siwa di tengah, Candi Wisnu di sisi utara, dan Candi Brahma di sisi selatan. Di depan ketiga candi ini berdiri tiga candi Wahana (kendaraan dewa), yaitu Candi Nandi (lembu) untuk Siwa, Candi Garuda untuk Wisnu, dan Candi Angsa untuk Brahma.
Secara teknis, konstruksi Prambanan menggunakan teknik kuncian batu tanpa semen (interlocking). Setiap blok batu andesit dipahat dengan presisi agar dapat saling mengunci, sebuah pencapaian teknik sipil yang luar biasa pada masanya.
Signifikansi Budaya dan Relief Ramayana
Salah satu aspek sejarah yang paling memukau dari Prambanan adalah relief yang terpahat pada dinding pagar langkan. Relief ini menceritakan epos Ramayana yang dimulai dari Candi Siwa dan berlanjut ke Candi Brahma. Uniknya, versi Ramayana yang terpahat di sini memiliki detail lokal yang menunjukkan adaptasi budaya India ke dalam konteks Jawa Kuno.
Selain fungsi religius, Prambanan mencerminkan stratifikasi sosial dan kemajuan intelektual masyarakat Mataram Kuno. Detail pada relief juga menggambarkan flora, fauna, serta instrumen musik tradisional yang digunakan pada masa itu, memberikan wawasan berharga bagi para sejarawan mengenai kehidupan sehari-hari masyarakat abad ke-9.
Masa Kemunduran dan Penemuan Kembali
Kejayaan Prambanan mulai meredup ketika pusat kekuasaan Mataram Kuno dipindahkan ke Jawa Timur oleh Mpu Sindok sekitar tahun 930 Masehi. Faktor penyebab perpindahan ini diduga kuat karena letusan dahsyat Gunung Merapi dan gempa bumi hebat yang merusak struktur candi. Selama berabad-abad, kompleks ini terlantar, tertimbun material vulkanik, dan ditumbuhi semak belukar hingga menjadi reruntuhan yang misterius bagi penduduk lokal.
Masyarakat setempat menciptakan legenda Rara Jonggrang untuk menjelaskan keberadaan candi-candi ini. Nama "Prambanan" sendiri diduga berasal dari kata "Para Brahman" yang merujuk pada masa keemasan kaum Brahmana di tempat tersebut.
Dunia internasional mulai memberikan perhatian kembali pada tahun 1733 ketika C.A. Lons, seorang pegawai VOC, melaporkan keberadaan reruntuhan ini. Namun, penggalian dan identifikasi serius baru dilakukan pada masa pendudukan Inggris (1811-1816) di bawah perintah Colin Mackenzie, bawahan Sir Stamford Raffles.
Upaya Restorasi dan Status Saat Ini
Restorasi besar-besaran dimulai pada tahun 1918 oleh jawatan purbakala pemerintah Hindia Belanda. Namun, pemugaran candi utama (Candi Siwa) baru selesai sepenuhnya pada tahun 1953 dan diresmikan oleh Presiden Soekarno. Tantangan terbesar dalam restorasi adalah fenomena "anastilosis", yaitu menyusun kembali blok-blok batu asli yang telah berserakan. Banyak batu yang telah dicuri atau digunakan penduduk untuk fondasi rumah selama ratusan tahun, sehingga banyak candi perwara (candi pendamping) yang belum bisa dibangun kembali sepenuhnya.
Pada tahun 1991, UNESCO menetapkan Candi Prambanan sebagai Situs Warisan Dunia. Meskipun sempat mengalami kerusakan akibat gempa Yogyakarta tahun 2006, upaya konservasi yang berkelanjutan telah berhasil mengembalikan kestabilan struktur bangunan.
Fakta Unik dan Relevansi Modern
Satu fakta sejarah yang jarang diketahui adalah bahwa kompleks asli Prambanan dulunya dikelilingi oleh kanal air yang dialirkan dari sungai terdekat (Sungai Opak). Hal ini berfungsi sebagai sistem drainase sekaligus simbolisasi samudra kosmik.
Saat ini, Candi Prambanan tidak hanya menjadi objek wisata sejarah. Setiap malam bulan purnama, pelataran candi menjadi latar belakang pementasan Sendratari Ramayana, sebuah pertunjukan kolosal yang menjembatani sejarah kuno dengan seni pertunjukan modern. Selain itu, umat Hindu di Indonesia kembali menggunakan Prambanan sebagai pusat upacara keagamaan besar seperti Tawur Agung Kesanga menjelang hari raya Nyepi, menegaskan kembali fungsi spiritual candi ini setelah seribu tahun berlalu.
Sebagai situs sejarah di Sleman, Prambanan berdiri sebagai monumen ketahanan budaya dan bukti nyata betapa tingginya peradaban nenek moyang bangsa Indonesia dalam bidang arsitektur, astronomi, dan spiritualitas.
π Informasi Kunjungan
Tempat Menarik Lainnya di Sleman
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiJelajahi Sleman
Pelajari lebih lanjut tentang Sleman dan tempat-tempat menarik lainnya.
Lihat Profil Sleman