Pemandian Air Panas Lejja
di Soppeng, Sulawesi Selatan
Dipublikasikan: Januari 2025
Tentang
Lanskap Vulkanik dan Keajaiban Geologi
Pemandian Air Panas Lejja bukanlah kolam renang biasa. Secara geografis, sumber air panas ini bersumber dari aktivitas vulkanik purba di bawah kaki pegunungan yang mengelilingi Desa Bulue. Fenomena alam ini menghasilkan debit air yang melimpah dengan suhu yang bervariasi, mulai dari 40 hingga 60 derajat Celcius.
Yang membedakan Lejja dari pemandian air panas lainnya di Sulawesi adalah kandungan belerangnya yang sangat tinggi (mencapai 1,5%). Aroma sulfur yang khas akan menyambut pengunjung begitu mendekati area kolam, menandakan kemurnian mineral yang terkandung di dalamnya. Airnya jernih, membawa mineral dari perut bumi yang dipercaya memiliki khasiat terapeutik untuk menyembuhkan berbagai penyakit kulit, gatal-gatal, hingga rematik.
Ekosistem Hutan Lindung Marioriawa
Terletak di ketinggian, Lejja dikelilingi oleh vegetasi hutan tropis yang padat. Pohon-pohon raksasa yang telah berusia puluhan tahun menjulang tinggi, memberikan kanopi alami yang menyejukkan. Keberadaan pohon-pohon besar ini berfungsi sebagai pengatur debit air dan penjaga kestabilan suhu lingkungan.
Seringkali, pengunjung dapat mendengar kicauan burung-burung endemik Sulawesi yang bersahutan di balik rimbunnya dedaunan. Jika beruntung, penampakan fauna lokal seperti kera hitam Sulawesi (Macaca maura) terkadang terlihat di dahan-dahan pohon yang jauh dari keramaian manusia. Kelembapan udara yang tinggi di sekitar pemandian juga mendukung tumbuhnya berbagai jenis lumut dan tanaman paku-pakuan yang memberikan nuansa hijau zamrud pada seluruh kawasan.
Pengalaman dan Aktivitas Luar Ruangan
Pengalaman di Lejja dirancang untuk menyatu dengan alam. Terdapat lima kolam utama dengan karakteristik yang berbeda:
1. Kolam Utama (Suhu Tinggi): Kolam ini berada paling dekat dengan sumber mata air. Suhunya cukup ekstrem dan biasanya hanya digunakan untuk merendam kaki atau sekadar merasakan uap panas yang keluar dari celah bebatuan.
2. Kolam Dewasa dan Anak: Kolam-kolam ini telah diatur suhunya agar nyaman untuk berendam dalam waktu lama. Airnya terus mengalir (running water), sehingga kebersihan dan kadar oksigen dalam air tetap terjaga.
3. Kolam Privat: Bagi pengunjung yang menginginkan privasi lebih, tersedia kolam-kolam kecil yang lebih tertutup.
Selain berendam, aktivitas favorit wisatawan adalah berjalan menyusuri jalan setapak kayu (wooden deck) yang membelah area hutan menuju sumber mata air pusat. Di sini, pengunjung bisa melihat langsung air panas yang mendidih keluar dari sela-sela akar pohon besar—sebuah pemandangan yang menunjukkan betapa kuatnya energi bumi di bawah kaki kita.
Waktu Kunjungan Terbaik dan Variasi Musim
Lejja memiliki daya tarik yang berbeda tergantung pada waktu kunjungan. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pada pagi hari sekali (pukul 06.00 - 08.00 WITA) atau malam hari. Pada pagi hari, kontras antara udara pegunungan yang dingin dengan uap air panas yang membumbung menciptakan suasana mistis yang sangat fotogenik.
Selama musim hujan, debit air panas biasanya meningkat, dan kabut seringkali turun menyelimuti kawasan hutan, memberikan sensasi mandi di atas awan. Namun, bagi Anda yang ingin menikmati kejernihan air secara maksimal tanpa terganggu hujan, bulan Juni hingga September adalah waktu yang ideal. Perlu dicatat bahwa kawasan ini menjadi sangat ramai pada akhir pekan dan hari libur nasional karena merupakan destinasi favorit warga Sulawesi Selatan.
Konservasi dan Perlindungan Lingkungan
Sebagai bagian dari Hutan Lindung Marioriawa, pelestarian lingkungan di Lejja menjadi prioritas utama. Pemerintah daerah dan pengelola setempat menerapkan aturan ketat untuk tidak merusak vegetasi di sekitar sumber air. Akar-akar pohon besar yang menjadi penyangga mata air dibiarkan tumbuh alami tanpa beton yang menghalangi.
Upaya konservasi juga mencakup pengelolaan limbah air belerang agar tidak mencemari ekosistem sungai di bawahnya. Wisatawan sangat dilarang menggunakan sabun atau sampo berbahan kimia keras saat berada di dalam kolam utama untuk menjaga kemurnian mineral air dan mencegah kerusakan mikro-organisme tanah di sekitarnya.
Aksesibilitas dan Fasilitas Pendukung
Pemandian Air Panas Lejja berjarak sekitar 30 kilometer dari pusat Kota Watansoppeng, atau sekitar 4-5 jam perjalanan darat dari Makassar. Perjalanan menuju lokasi menyuguhkan pemandangan sawah terasering dan perbukitan yang menawan. Meski jalannya berkelok, infrastruktur jalan menuju Lejja sudah terbilang baik dan dapat diakses oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.
Fasilitas di dalam kawasan sudah cukup lengkap untuk menunjang kenyamanan wisatawan, di antaranya:
- Vila dan Penginapan: Tersedia pondok-pondok kayu yang menyatu dengan alam bagi pengunjung yang ingin menginap.
- Gazebo (Baruga): Banyak tersedia di pinggir kolam untuk tempat beristirahat keluarga.
- Kantin Lokal: Menyajikan hidangan khas Soppeng yang sangat nikmat disantap setelah berendam air panas.
- Fasilitas Umum: Kamar bilas, ruang ganti, dan area parkir yang luas.
Pemandian Air Panas Lejja bukan sekadar destinasi wisata, melainkan sebuah simfoni alam di mana elemen api (panas bumi), air, dan tanah (hutan) bertemu dengan harmonis. Kunjungan ke sini menjanjikan kesegaran fisik dan ketenangan jiwa yang sulit ditemukan di tengah hiruk-pikuk perkotaan. Bagi para pencinta alam yang mencari pengalaman autentik di Sulawesi Selatan, Lejja adalah destinasi wajib yang menawarkan kehangatan abadi dari jantung bumi Soppeng.
📋 Informasi Kunjungan
Tempat Menarik Lainnya di Soppeng
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiJelajahi Soppeng
Pelajari lebih lanjut tentang Soppeng dan tempat-tempat menarik lainnya.
Lihat Profil Soppeng