Situs Sejarah

Masjid Agung Pondok Tinggi

di Sungai Penuh, Jambi

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Jejak Agung Peradaban Islam: Sejarah dan Arsitektur Masjid Agung Pondok Tinggi

Masjid Agung Pondok Tinggi bukan sekadar tempat ibadah; ia adalah monumen hidup yang merekam denyut sejarah peradaban Islam di dataran tinggi Kerinci. Terletak di Kelurahan Pondok Tinggi, Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi, masjid ini berdiri kokoh sebagai salah satu bukti kemahiran arsitektur lokal dan semangat gotong royong masyarakat "Alam Kerinci" yang telah bertahan melintasi tiga zaman: era kolonial Belanda, pendudukan Jepang, hingga masa kemerdekaan Indonesia.

#

Asal-usul Hubungan Sejarah dan Pendirian

Pembangunan Masjid Agung Pondok Tinggi dimulai pada tahun 1874. Pada masa itu, wilayah Sungai Penuh dan sekitarnya tengah mengalami penguatan identitas keislaman yang bersenyawa dengan adat istiadat setempat. Sebelum masjid ini berdiri, masyarakat Pondok Tinggi melaksanakan ibadah di surau-surau kecil. Namun, seiring bertambahnya populasi dan kebutuhan akan tempat pertemuan besar (musyawarah adat dan agama), muncul inisiasi untuk membangun sebuah masjid agung.

Pembangunannya dilakukan secara bertahap dan memakan waktu puluhan tahun. Struktur utama masjid ini selesai pada tahun 1900-an awal, namun penyempurnaan detailnya terus berlanjut hingga tahun 1920-an. Uniknya, pembangunan masjid ini dilakukan murni dengan tenaga manusia melalui sistem "gotong royong" tanpa bantuan alat berat modern atau tenaga ahli dari luar daerah. Setiap elemen bangunan dipahat, disusun, dan didirikan oleh tangan-tangan terampil penduduk lokal yang mewarisi keahlian bertukang secara turun-temurun.

#

Arsitektur Vernakular: Kemegahan Tanpa Paku

Salah satu fakta sejarah yang paling mengagumkan dari Masjid Agung Pondok Tinggi adalah konstruksinya yang tidak menggunakan paku besi sama sekali. Seluruh bagian bangunan, mulai dari tiang penyangga hingga kerangka atap, disambung menggunakan sistem pasak kayu dan teknik "puting-lubang". Teknik ini membuktikan kecerdasan arsitektur tradisional dalam menghadapi tantangan geografis Kerinci yang merupakan daerah rawan gempa. Kelenturan sambungan kayu memungkinkan bangunan bergoyang mengikuti getaran gempa tanpa mengalami keruntuhan fatal.

Arsitektur masjid ini mengusung gaya vernakular khas Nusantara dengan atap tumpang (tumpang tiga) yang melambangkan filosofi Islam: Iman, Islam, dan Ihsan. Atapnya berbentuk limas bersusun yang semakin ke atas semakin mengecil, di puncaknya dihiasi dengan mustaka. Penggunaan kayu jati dan kayu tembesu berkualitas tinggi menjadi material utama yang membuat masjid ini tetap awet meski telah berusia lebih dari satu abad.

Interior masjid didominasi oleh 36 tiang kayu besar yang disusun dalam formasi lingkaran konsentris. Tiang-tiang ini tidak hanya berfungsi sebagai penyangga beban atap, tetapi juga melambangkan struktur sosial masyarakat adat di Pondok Tinggi. Di bagian dalam, terdapat ukiran-ukiran khas Kerinci yang memadukan motif flora dengan kaligrafi Arab, menciptakan harmoni antara nilai estetika lokal dan identitas religius.

#

Makna Budaya dan Peristiwa Bersejarah

Masjid Agung Pondok Tinggi memiliki peran sentral dalam peristiwa sejarah di Jambi. Pada masa perjuangan kemerdekaan, masjid ini sering dijadikan tempat pertemuan rahasia oleh para pejuang lokal untuk menyusun strategi melawan kolonialis Belanda. Letaknya yang strategis dan dihormati oleh masyarakat menjadikannya tempat yang relatif aman dari pengawasan ketat intelijen Belanda pada masanya.

Salah satu peristiwa ikonik yang mencatat nama masjid ini dalam sejarah nasional adalah kunjungan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Pada tahun 1953, Bung Karno berkunjung ke Sungai Penuh dan menyempatkan diri untuk melaksanakan salat di Masjid Agung Pondok Tinggi. Dalam kunjungan tersebut, Bung Karno menyatakan kekagumannya terhadap arsitektur masjid yang seluruhnya terbuat dari kayu dan menyebutnya sebagai kekayaan budaya bangsa yang harus dijaga. Tak hanya Bung Karno, Wakil Presiden Mohammad Hatta juga pernah mengunjungi situs ini, mempertegas status masjid ini sebagai situs penting di level nasional.

#

Status Pelestarian dan Restorasi

Sebagai "Situs Sejarah", Masjid Agung Pondok Tinggi kini telah ditetapkan sebagai Benda Cagar Budaya di bawah pengawasan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah V. Upaya pelestarian terus dilakukan untuk menjaga keaslian material kayu yang mulai terancam oleh pelapukan alami dan rayap.

Restorasi besar pernah dilakukan pada beberapa bagian, seperti penggantian atap seng yang kini dikembalikan ke estetika yang lebih tradisional, serta penguatan pada beberapa tiang penyangga utama. Namun, pemerintah daerah dan tokoh adat setempat sangat ketat dalam menjaga agar setiap proses perbaikan tidak mengubah bentuk asli atau mengganti teknik sambungan pasak yang menjadi ciri khas utamanya. Pihak pengelola masjid juga secara rutin melakukan pengawetan kayu dengan bahan-bahan tradisional maupun kimiawi khusus cagar budaya untuk memastikan struktur bangunan tetap stabil.

#

Fungsi Sosial dan Keagamaan Kontemporer

Hingga saat ini, Masjid Agung Pondok Tinggi tetap berfungsi sebagai pusat kegiatan keagamaan masyarakat Sungai Penuh. Setiap hari besar Islam, seperti Idul Fitri dan Idul Adha, masjid ini dipenuhi oleh ribuan jamaah yang datang tidak hanya untuk beribadah, tetapi juga untuk menyambung silaturahmi antar-klan adat.

Keunikan lain dari masjid ini adalah keberadaan bedug raksasa yang masih digunakan hingga sekarang untuk menandai masuknya waktu salat. Suara bedug ini memiliki resonansi yang khas, mencerminkan kearifan lokal dalam komunikasi massa sebelum era pengeras suara elektrik. Bagi wisatawan dan peneliti, masjid ini merupakan laboratorium hidup untuk mempelajari bagaimana Islam beradaptasi dengan budaya lokal (inkulturasi) tanpa menghilangkan esensi ajarannya.

Masjid Agung Pondok Tinggi adalah simbol ketangguhan. Ia bertahan dari guncangan gempa bumi besar yang berkali-kali melanda wilayah Kerinci, bertahan dari perubahan zaman, dan tetap berdiri tegak sebagai identitas "Kota Sakti" Sungai Penuh. Keberadaannya mengingatkan generasi muda bahwa kemajuan masa depan tidak boleh melupakan akar sejarah dan kearifan arsitektur masa lalu yang telah teruji oleh waktu.

πŸ“‹ Informasi Kunjungan

address
Pondok Tinggi, Kec. Sungai Penuh, Kota Sungai Penuh
entrance fee
Gratis / Donasi
opening hours
Setiap hari, 24 jam (Waktu ibadah)

Tempat Menarik Lainnya di Sungai Penuh

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Sungai Penuh

Pelajari lebih lanjut tentang Sungai Penuh dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Sungai Penuh