Batu Angkek-Angkek
di Tanah Datar, Sumatera Barat
Dipublikasikan: Januari 2025
Tentang
Asal-Usul Historis dan Periode Pembentukan
Keberadaan Batu Angkek-Angkek berkaitan erat dengan sosok Datuk Bandaro Kayo, seorang tokoh adat yang sangat berpengaruh di wilayah Sungayang pada masa silam. Secara historis, batu ini ditemukan saat proses pembangunan tiang utama (tonggak tuo) sebuah rumah gadang yang direncanakan oleh Datuk Bandaro Kayo. Berdasarkan penuturan turun-temurun, peristiwa ini terjadi ratusan tahun yang lalu, diperkirakan pada masa awal konsolidasi adat Minangkabau di kawasan Luhak Nan Tuo.
Saat penggalian lubang untuk tiang tersebut dilakukan, terjadi sebuah fenomena aneh yang terekam dalam sejarah lisan masyarakat setempat. Terjadi gempa lokal dan suara dentuman yang berasal dari dalam tanah. Setelah digali lebih dalam, ditemukanlah sebuah batu logam yang bentuknya menyerupai punggung kura-kura. Sejak penemuannya, batu ini dianggap memiliki "jiwa" atau kekuatan supranatural oleh masyarakat sekitar, sehingga proses pembangunan rumah gadang dialihkan fungsinya untuk melindungi keberadaan batu tersebut.
Karakteristik Fisik dan Detail Konstruksi
Secara visual, Batu Angkek-Angkek memiliki warna tembaga kecokelatan dengan tekstur permukaan yang tidak rata, menyerupai logam kuno atau mineral padat yang telah teroksidasi selama berabad-abad. Ukurannya tidak terlalu besar, namun bobotnya menjadi misteri utama yang menarik ribuan wisatawan setiap tahunnya.
Batu ini ditempatkan di dalam sebuah bangunan kayu yang menyerupai rumah gadang kecil dengan arsitektur khas Minangkabau. Bangunan ini berfungsi sebagai panggung atau pelindung agar batu tetap terjaga dari cuaca. Konstruksi di sekeliling batu didominasi oleh ukiran kayu tradisional yang melambangkan filosofi Alam Takambang Jadi Guru. Tidak ada penggunaan semen atau beton yang berlebihan di area inti batu, guna menjaga keaslian atmosfer sejarah dan kesakralan situs tersebut.
Signifikansi Sejarah dan Peristiwa Terkait
Nilai sejarah utama dari Batu Angkek-Angkek terletak pada fungsinya sebagai "media peramal" atau instrumen spiritual bagi masyarakat adat. Di masa lalu, sebelum para pemuka adat mengambil keputusan besar—seperti menentukan waktu panen, mengangkat penghulu baru, atau menyelesaikan sengketa antar-nagari—mereka sering berkonsultasi secara spiritual di hadapan batu ini.
Peristiwa yang paling terkenal dan masih dipraktikkan hingga kini adalah ritual mengangkat batu. Konon, jika seseorang memiliki niat yang tulus dan keinginannya akan dikabulkan oleh Tuhan, maka batu tersebut akan terasa ringan saat diangkat ke atas pangkuan. Sebaliknya, meski diangkat oleh orang yang bertubuh kekar sekalipun, batu tersebut akan terasa sangat berat dan tak bergeming jika "izin" atau restu alam tidak berpihak padanya. Fenomena ini secara historis memperkuat posisi Nagari Balai Tabuah sebagai pusat spiritualitas di Tanah Datar.
Tokoh Penting dan Kaitan dengan Periode Kerajaan
Nama Datuk Bandaro Kayo menetap sebagai sosok sentral dalam narasi Batu Angkek-Angkek. Beliau bukan hanya seorang kepala suku, tetapi juga dianggap sebagai penjaga amanah leluhur. Keberadaan situs ini juga sering dikaitkan dengan periode transisi antara pengaruh Hindu-Buddha dari Kerajaan Pagaruyung menuju era Islam di Sumatera Barat.
Meskipun batu ini tidak memiliki prasasti tertulis seperti Batu Prasasti Adityawarman, keberadaannya membuktikan bahwa masyarakat Minangkabau pada masa itu memiliki keterikatan yang kuat dengan benda-benda alam sebagai simbol komunikasi dengan kekuatan Yang Maha Kuasa. Batu Angkek-Angkek menjadi bukti nyata bagaimana kearifan lokal berinteraksi dengan kepercayaan metafisika dalam struktur sosial masyarakat Tanah Datar.
Status Pelestarian dan Upaya Restorasi
Saat ini, Batu Angkek-Angkek dikelola secara swadaya oleh keturunan Datuk Bandaro Kayo secara turun-temurun, di bawah pengawasan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dan Dinas Kebudayaan setempat. Situs ini telah ditetapkan sebagai salah satu objek wisata sejarah unggulan dalam peta pariwisata Sumatera Barat.
Upaya restorasi lebih banyak difokuskan pada pemeliharaan bangunan pelindung (rumah tempat batu berada) agar tidak lapuk dimakan usia. Kebijakan pelestarian di sini sangat unik karena sangat menekankan pada aspek "keaslian". Pengunjung dilarang melakukan tindakan yang dapat merusak fisik batu, dan prosedur pengangkatan batu pun diatur dengan tata krama adat yang ketat. Hal ini bertujuan agar nilai sakral dan fisik batu tetap terjaga untuk generasi mendatang.
Kepentingan Budaya dan Religi
Dalam konteks budaya, Batu Angkek-Angkek adalah jembatan antara masa lalu dan masa kini. Ia merepresentasikan filosofi bahwa manusia harus selalu meminta petunjuk kepada Sang Pencipta dalam setiap langkahnya. Meskipun praktik mengangkat batu ini memiliki unsur mistis, masyarakat setempat telah menyelaraskannya dengan nilai-nilai Islam yang kuat di Sumatera Barat. Sebelum mengangkat batu, seseorang diharuskan membaca basmalah dan berdoa kepada Allah SWT, sehingga ritual ini lebih dipandang sebagai sarana meditatif dan penguatan niat, bukan bentuk kemusyrikan.
Fakta Unik dan Penutup
Satu fakta unik yang jarang diketahui adalah bahwa berat Batu Angkek-Angkek secara ilmiah belum pernah dipastikan secara tetap karena hasilnya selalu berubah-ubah saat ditimbang secara manual oleh orang yang berbeda. Selain itu, suara dentuman yang terjadi saat penemuannya ratusan tahun lalu masih diceritakan dengan detail oleh para tetua adat sebagai momen "kelahiran" pusaka Sungayang.
Batu Angkek-Angkek tetap berdiri sebagai monumen bisu yang menyaksikan pasang surut sejarah di Tanah Datar. Ia bukan sekadar atraksi bagi mereka yang ingin menguji keberuntungan, melainkan simbol keteguhan prinsip adat Minangkabau yang berbunyi: Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Keberadaannya terus mengingatkan kita akan kekayaan peradaban di pedalaman Sumatera Barat yang tetap lestari di tengah arus modernisasi.
📋 Informasi Kunjungan
Tempat Menarik Lainnya di Tanah Datar
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiJelajahi Tanah Datar
Pelajari lebih lanjut tentang Tanah Datar dan tempat-tempat menarik lainnya.
Lihat Profil Tanah Datar