Situs Sejarah

Masjid Pintu Seribu (Masjid Nurul Yaqin)

di Tangerang, Banten

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Menelusuri Jejak Spiritual dan Misteri Arsitektur Masjid Pintu Seribu (Masjid Nurul Yaqin)

Masjid Nurul Yaqin, yang lebih dikenal oleh masyarakat luas dengan sebutan Masjid Pintu Seribu, merupakan salah satu situs sejarah dan religi paling unik yang terletak di Kampung Bayur, Kelurahan Periuk Jaya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Banten. Berdiri megah di atas lahan seluas kurang lebih satu hektar, masjid ini bukan sekadar tempat ibadah, melainkan simbol keteguhan iman dan manifestasi seni arsitektur yang sarat dengan simbolisme sufistik.

#

Asal-usul Historis dan Sosok Pendiri

Sejarah Masjid Pintu Seribu tidak dapat dilepaskan dari sosok Al-Faqir Syekh Ami Al-Ishaqi. Beliau adalah seorang pendakwah keturunan Arab yang membangun masjid ini pada tahun 1978. Berbeda dengan pembangunan masjid pada umumnya yang melibatkan kepanitiaan besar atau pendanaan dari pemerintah, Masjid Nurul Yaqin dibangun secara mandiri oleh Syekh Ami Al-Ishaqi dengan biaya pribadi dan bantuan tenaga dari para santrinya.

Syekh Ami Al-Ishaqi membangun masjid ini tanpa menggunakan cetak biru atau desain arsitektur formal di atas kertas. Pembangunannya dilakukan secara bertahap, mengikuti petunjuk spiritual yang diyakini oleh sang pendiri. Hal inilah yang menyebabkan struktur bangunan masjid ini memiliki lorong-lorong yang menyerupai labirin dan tata letak yang tidak konvensional jika dibandingkan dengan masjid-masjid modern di Indonesia.

#

Karakteristik Arsitektur dan Detail Konstruksi

Nama "Pintu Seribu" bukanlah sekadar kiasan. Meskipun jumlah pintunya tidak tepat seribu, masjid ini memang memiliki ratusan pintu dan lorong sempit yang saling terhubung. Setiap pintu memiliki tinggi sekitar dua meter, namun beberapa pintu masuk ke ruang bawah tanah dibuat jauh lebih rendah, memaksa pengunjung untuk menunduk sebagai simbol kerendahan hati di hadapan Sang Pencipta.

Gaya arsitektur Masjid Pintu Seribu merupakan perpaduan antara corak lokal, pengaruh Barat (barok), dan ornamen khas Timur Tengah. Salah satu ciri yang paling mencolok adalah keberadaan angka "99" yang menghiasi beberapa bagian dinding masjid. Angka ini merupakan representasi dari Asmaul Husna atau 99 nama Allah yang agung.

Struktur bangunan terdiri dari tiga lantai. Lantai pertama digunakan sebagai tempat zikir dan kegiatan taklim. Lantai kedua dan ketiga berfungsi sebagai ruang ibadah utama dan aula. Material yang digunakan pun tergolong sederhana pada masanya, namun karena konstruksinya yang tebal dan kokoh, masjid ini mampu bertahan menghadapi cuaca dan waktu tanpa mengalami kerusakan struktural yang berarti.

#

Makna Filosofis dan Lorong Labirin

Salah satu bagian yang paling ikonik dari Masjid Nurul Yaqin adalah area bawah tanahnya yang gelap dan menyerupai labirin. Di dalam lorong-lorong ini, terdapat ruang-ruang kecil yang hanya cukup untuk satu orang. Ruangan-ruangan ini disebut sebagai tempat khalwat atau menyendiri untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Keberadaan lorong gelap ini mengandung filosofi tentang perjalanan hidup manusia yang penuh dengan kegelapan dan liku-liku sebelum akhirnya menemukan cahaya ilahi. Di ujung salah satu lorong, terdapat sebuah tasbih raksasa yang terbuat dari kayu jati. Tasbih ini memiliki butiran sebesar kepala manusia dan merupakan salah satu tasbih terbesar di Indonesia, yang sering menjadi daya tarik utama bagi para peziarah.

#

Signifikansi Sejarah dan Peristiwa Terkait

Masjid Pintu Seribu menjadi saksi bisu perkembangan dakwah Islam di wilayah Tangerang, khususnya di kawasan Bayur. Pada masa hidupnya, Syekh Ami Al-Ishaqi menjadikan masjid ini sebagai pusat penyebaran thariqah dan pendidikan akhlak. Masjid ini tidak hanya menarik jamaah lokal, tetapi juga para peziarah dari mancanegara seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.

Keunikan bangunan ini sempat memicu berbagai spekulasi dan mitos di tengah masyarakat. Namun, bagi para pengikut Syekh Ami, setiap jengkal bangunan ini adalah bentuk visualisasi dari ajaran tasawuf yang menekankan pada pembersihan jiwa (tazkiyatun nafs). Hingga saat ini, makam Syekh Ami Al-Ishaqi yang berada di dalam kompleks masjid menjadi pusat perhatian para peziarah yang datang untuk mendoakan beliau sekaligus mengenang jasa-jasanya dalam syiar Islam.

#

Status Pelestarian dan Restoran

Saat ini, Masjid Pintu Seribu dikelola oleh keturunan Syekh Ami Al-Ishaqi dan para santri senior. Secara administratif, masjid ini telah diakui sebagai salah satu destinasi wisata religi unggulan di Kota Tangerang. Meskipun belum sepenuhnya ditetapkan sebagai cagar budaya nasional dengan proteksi ketat, pemerintah daerah setempat terus berupaya mempromosikan situs ini sebagai bagian dari identitas sejarah Banten.

Upaya restorasi dilakukan secara swadaya agar tidak mengubah bentuk asli bangunan. Keaslian dinding yang tidak dicat (semen ekspos) dan struktur pintu yang asli tetap dipertahankan untuk menjaga nilai historis dan kesan mistis yang melekat. Kebersihan dan penataan area parkir menjadi fokus utama pengelola mengingat lonjakan pengunjung yang terjadi setiap hari libur atau peringatan hari besar Islam.

#

Kepentingan Budaya dan Religi

Bagi masyarakat Tangerang, Masjid Nurul Yaqin adalah kebanggaan budaya. Ia merepresentasikan keberagaman ekspresi keagamaan di Tanah Banten. Secara religius, masjid ini tetap aktif digunakan untuk salat lima waktu, pengajian rutin, dan peringatan Maulid Nabi yang biasanya dihadiri oleh ribuan orang.

Salah satu fakta unik yang jarang diketahui adalah bahwa di dalam masjid ini terdapat beberapa ruangan yang didedikasikan untuk menggambarkan "pintu neraka" dan "pintu surga" sebagai pengingat bagi pengunjung akan kehidupan setelah mati. Pesan moral yang kuat inilah yang membuat kunjungan ke Masjid Pintu Seribu bukan hanya sekadar wisata arsitektur, melainkan perjalanan spiritual yang mendalam.

Dengan segala keunikan arsitektur, kedalaman filosofi, dan sejarah panjang pendirinya, Masjid Pintu Seribu tetap berdiri kokoh sebagai mercusuar spiritual di tengah modernisasi Kota Tangerang. Keberadaannya mengingatkan manusia bahwa dalam mencari Tuhan, seseorang terkadang harus melewati lorong-lorong gelap dalam dirinya sendiri sebelum menemukan pintu cahaya yang sejati.

πŸ“‹ Informasi Kunjungan

address
Jl. Kampung Bayur, RT.003/RW.004, Periuk Jaya, Kec. Periuk, Kota Tangerang
entrance fee
Gratis (Donasi sukarela)
opening hours
24 Jam

Tempat Menarik Lainnya di Tangerang

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Tangerang

Pelajari lebih lanjut tentang Tangerang dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Tangerang