Situs Sejarah

Makam Papan Tinggi

di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Asal-Usul dan Periodisasi Sejarah

Secara historis, Barus dikenal di dunia internasional dengan nama Fansur. Kota ini merupakan pengekspor utama komoditas kapur barus (kamper) dan kemenyan yang sangat berharga di Mesir Kuno, Yunani, hingga Tiongkok. Makam Papan Tinggi diyakini telah ada sejak abad ke-7 hingga ke-9 Masehi. Periode ini bertepatan dengan masa awal penyebaran Islam setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW.

Situs ini merupakan tempat peristirahatan terakhir Syekh Mahmud bin Abdurrahman bin Muadz bin Jabal, seorang ulama besar yang diyakini berasal dari Hadramaut, Yaman. Berdasarkan tradisi lisan dan catatan sejarah lokal, Syekh Mahmud datang ke Barus pada masa kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab atau awal Dinasti Umayyah. Kedatangannya tidak hanya untuk berdagang, tetapi membawa misi dakwah Islam ke tanah Batak dan wilayah sekitarnya. Hal ini menjadikan Barus sebagai salah satu pintu gerbang pertama masuknya Islam di Indonesia.

Arsitektur dan Detail Konstruksi

Untuk mencapai makam ini, pengunjung harus menapaki sekitar 710 hingga 730 anak tangga yang dibangun secara vertikal menyusuri lereng bukit yang terjal. Perjalanan menuju puncak ini sering dimaknai sebagai simbol perjuangan spiritual dan keteguhan iman.

Setibanya di puncak, pengunjung akan menemukan sebuah makam tunggal yang memiliki dimensi luar biasa. Panjang makam Syekh Mahmud mencapai sekitar 7 meter, sebuah ukuran yang sangat tidak lazim untuk manusia modern. Panjang makam ini sering dikaitkan dengan karamah atau kebesaran sosok yang dimakamkan, meskipun secara arkeologis hal ini juga mencerminkan gaya pemakaman tokoh-tokoh suci di masa lampau yang menggunakan nisan panjang sebagai tanda kehormatan.

Batu nisan (maqam) di situs ini terbuat dari batu granit atau andesit keras yang dipahat dengan sangat halus. Gaya nisannya menunjukkan karakteristik tipologi nisan Aceh kuno dan pengaruh Persia-Arab, dengan ukiran kaligrafi Arab yang memuat ayat-ayat Al-Qur'an serta identitas tokoh yang dimakamkan. Konstruksi makam dikelilingi oleh pagar besi pelindung dan lantai yang telah mengalami pengerasan untuk menampung para peziarah.

Signifikansi Sejarah dan Peristiwa Terkait

Pentingnya Makam Papan Tinggi diperkuat oleh fakta bahwa Barus disebut dalam literatur kuno oleh Claudius Ptolemaeus, seorang geografer Yunani pada abad ke-2 Masehi, sebagai Barousai. Penemuan Makam Papan Tinggi mengonfirmasi bahwa komunitas Muslim telah menetap di Barus pada abad-abad awal Hijriah.

Salah satu peristiwa bersejarah yang paling signifikan terkait situs ini adalah peresmian Tugu Titik Nol Pusat Peradaban Islam Nusantara di Barus oleh Presiden Joko Widodo pada Maret 2017. Pengakuan negara ini menegaskan posisi Makam Papan Tinggi dan Barus sebagai pilar utama dalam historiografi Islam di Indonesia, menggeser narasi lama yang sering kali hanya menitikberatkan pada Kerajaan Samudera Pasai sebagai titik awal.

Tokoh dan Koneksi Lintas Zaman

Syekh Mahmud sendiri merupakan figur sentral. Ia diyakini sebagai kerabat dekat dari sahabat Nabi, Muadz bin Jabal. Kehadirannya di Barus menunjukkan adanya jalur pelayaran langsung antara Timur Tengah dengan pesisir barat Sumatera demi mencari bahan baku balsem untuk pengawetan mumi di Mesir dan wewangian di istana-istana besar dunia. Selain Syekh Mahmud, wilayah Barus juga memiliki kompleks makam kuno lainnya seperti Makam Mahligai, yang menunjukkan bahwa pada masa itu telah terbentuk struktur masyarakat Islam yang terorganisir di Tapanuli Tengah.

Pentingnya Budaya dan Religi

Bagi masyarakat lokal dan peziarah dari berbagai penjuru Nusantara, Makam Papan Tinggi adalah situs religius yang sangat sakral. Aktivitas ziarah di sini bukan sekadar berdoa, melainkan bentuk penghormatan terhadap leluhur pembawa cahaya agama. Secara kultural, keberadaan makam ini menciptakan sinkretisme yang harmonis antara nilai-nilai Islam dengan kearifan lokal masyarakat pesisir Tapanuli. Ada tradisi lisan yang menyebutkan bahwa barang siapa yang mampu menghitung anak tangga dengan jumlah yang sama saat naik dan turun, maka keinginannya akan terkabul—sebuah mitos budaya yang menambah daya tarik wisata religi di tempat ini.

Status Pelestarian dan Restorasi

Saat ini, Makam Papan Tinggi dikelola di bawah pengawasan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah II Sumatera Utara. Situs ini telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya. Upaya restorasi telah dilakukan beberapa kali, terutama pada pembangunan anak tangga semen yang lebih permanen dan aman dibandingkan jalur tanah di masa lalu. Meskipun demikian, tantangan pelestarian tetap ada, terutama terkait abrasi tanah di perbukitan dan perlindungan ukiran kaligrafi pada nisan dari pertumbuhan lumut serta cuaca ekstrem.

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah terus berupaya mengintegrasikan Makam Papan Tinggi ke dalam rute wisata sejarah internasional. Pembangunan infrastruktur pendukung di kaki bukit, seperti pusat informasi dan fasilitas umum, terus ditingkatkan untuk mendukung kenyamanan wisatawan tanpa mengurangi kesakralan situs.

Fakta Unik dan Penutup

Satu fakta unik yang jarang diketahui adalah bahwa kapur barus yang dihasilkan dari hutan di sekitar lokasi makam ini digunakan dalam proses mumifikasi raja-raja Mesir Kuno, termasuk Ramses II. Hal ini membuktikan bahwa jauh sebelum Syekh Mahmud wafat dan dimakamkan di Papan Tinggi, lokasi ini sudah menjadi titik koordinat penting dalam peta perdagangan global.

Makam Papan Tinggi bukan hanya tentang kematian, melainkan tentang jejak abadi peradaban. Ia berdiri sebagai pengingat bahwa di puncak bukit terpencil di Tapanuli Tengah, tersimpan jawaban atas teka-teki sejarah awal Nusantara yang menghubungkan samudera, iman, dan perdagangan dunia.

📋 Informasi Kunjungan

address
Desa Pananggahan, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah
entrance fee
Sukarela
opening hours
Setiap hari, 06:00 - 18:00

Tempat Menarik Lainnya di Tapanuli Tengah

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Tapanuli Tengah

Pelajari lebih lanjut tentang Tapanuli Tengah dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Tapanuli Tengah