Bangunan Ikonik

Masjid Baitul Izzah

di Tarakan, Kalimantan Utara

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Kemegahan Arsitektur Masjid Baitul Izzah: Ikon Spiritual dan Estetika Kalimantan Utara

Masjid Baitul Izzah berdiri kokoh di jantung Kota Tarakan, Kalimantan Utara, bukan sekadar sebagai tempat ibadah umat Muslim, melainkan sebagai monumen arsitektural yang mendefinisikan identitas kota. Sebagai masjid terbesar di provinsi ini, kompleks Islamic Center Baitul Izzah menggabungkan elemen estetika Timur Tengah, modernitas struktural, dan filosofi lokal dalam satu kesatuan desain yang monumental.

#

Konteks Sejarah dan Visi Pembangunan

Pembangunan Masjid Baitul Izzah bermula dari aspirasi masyarakat Tarakan untuk memiliki pusat dakwah yang representatif seiring dengan perkembangan kota yang pesat sebagai gerbang ekonomi di perbatasan utara Indonesia. Konstruksinya dimulai pada awal tahun 2000-an dan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2005.

Pemilihan lokasi di Jalan Islamic Center, Kelurahan Kampung Empat, sangat strategis karena berada di dataran yang sedikit lebih tinggi, memberikan visibilitas maksimal dari berbagai sudut kota. Proyek ini dirancang untuk menjadi pusat gravitasi sosial dan spiritual, yang mampu menampung ribuan jamaah sekaligus menjadi landmark visual bagi siapa pun yang berkunjung ke Bumi Paguntaka.

#

Filosofi Desain dan Gaya Arsitektur

Secara visual, Masjid Baitul Izzah mengadopsi gaya arsitektur eklektik yang didominasi oleh pengaruh Neo-Vernakular dan Timur Tengah. Salah satu ciri yang paling menonjol adalah penggunaan kubah-kubah besar yang dilapisi dengan panel enamel berwarna kombinasi hijau dan kuning keemasan. Warna hijau melambangkan kesejukan dan kedamaian Islam, sementara warna kuning keemasan merujuk pada kejayaan dan kemuliaan.

Struktur utama masjid ini terdiri dari satu kubah pusat yang sangat besar, dikelilingi oleh beberapa kubah pendukung yang lebih kecil. Pengaturan ini menciptakan siluet berjenjang yang harmonis. Di sisi-sisi bangunan, berdiri menara-menara tinggi yang menjulang ke langit, berfungsi tidak hanya sebagai tempat pengeras suara azan, tetapi juga sebagai tiang pancang visual yang mempertegas kemegahan bangunan.

#

Detail Fasad dan Ornamen Eksterior

Fasad Masjid Baitul Izzah menampilkan permainan geometri yang rumit. Dinding luar masjid didominasi oleh tekstur batu alam dan ubin keramik berkualitas tinggi yang memberikan kesan kokoh dan bersih. Penggunaan lengkungan (arch) pada jendela dan pintu masuk utama terinspirasi dari arsitektur Moor, memberikan karakter klasik yang elegan.

Salah satu keunikan eksteriornya adalah keberadaan selasar luas yang mengelilingi bangunan utama. Selasar ini didukung oleh pilar-pilar besar dengan ornamen pada bagian kapitalnya. Area transisi antara ruang luar dan dalam ini dirancang untuk memberikan sirkulasi udara alami yang maksimal, mengingat iklim tropis Tarakan yang lembap dan panas.

#

Interior: Kedalaman Spiritual dalam Kemewahan Visual

Memasuki ruang utama shalat, pengunjung akan disuguhi interior yang megah dan lapang tanpa banyak sekat permanen (open-plan). Plafon di bawah kubah utama menjadi pusat perhatian dengan lukisan kaligrafi Arab (khat) yang dikerjakan secara presisi. Kaligrafi ini berisi ayat-ayat suci Al-Qur'an yang ditulis dengan gaya Tsuluth, mengelilingi bagian dalam kubah yang dicat menyerupai langit cerah.

Lampu gantung kristal raksasa yang berada tepat di tengah ruang utama menambah kesan mewah dan memberikan pencahayaan yang dramatis saat malam hari. Lantai masjid menggunakan marmer kualitas premium yang memberikan sensasi dingin di kaki, meningkatkan kenyamanan jamaah saat beribadah.

Bagian Mihrab—ceruk tempat imam memimpin shalat—dirancang dengan sangat detail. Mihrab Baitul Izzah menggunakan kombinasi ukiran kayu jati dan aksen emas yang sangat kontras namun harmonis dengan dinding sekitarnya. Desain ini mengarahkan fokus jamaah sepenuhnya ke arah kiblat dengan suasana yang khusyuk.

#

Inovasi Struktural dan Fungsi Ruang

Secara struktural, Masjid Baitul Izzah menerapkan teknologi beton bertulang yang kuat untuk menopang beban kubah raksasa tanpa memerlukan banyak kolom di tengah ruangan. Hal ini memungkinkan saf shalat tidak terputus, sebuah aspek fungsional yang sangat penting dalam arsitektur masjid.

Kompleks Islamic Center ini juga mencakup berbagai fasilitas penunjang. Selain ruang shalat utama, terdapat ruang pertemuan (hall), perpustakaan Islam, kantor administrasi, dan area pendidikan. Integrasi fungsi-fungsi ini menjadikan Baitul Izzah sebagai pusat peradaban, bukan sekadar gedung ibadah yang hanya digunakan lima kali sehari.

Lansekap di sekitar masjid juga ditata dengan apik. Taman-taman hijau dengan pohon palem dan area parkir yang luas memberikan ruang terbuka hijau bagi kota. Penataan drainase di sekitar bangunan juga diperhatikan secara khusus untuk mengantisipasi curah hujan tinggi di wilayah Kalimantan Utara, memastikan struktur bangunan tetap terjaga dari kelembapan tanah.

#

Signifikansi Budaya dan Pengalaman Pengunjung

Bagi masyarakat Tarakan, Masjid Baitul Izzah adalah kebanggaan kolektif. Masjid ini sering menjadi lokasi pelaksanaan acara-acara besar keagamaan tingkat provinsi hingga nasional, seperti MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran). Keberadaannya memperkuat citra Tarakan sebagai kota yang religius namun tetap terbuka terhadap modernitas.

Bagi wisatawan, mengunjungi Baitul Izzah menawarkan pengalaman estetika yang tenang. Saat matahari terbenam, cahaya lampu sorot (floodlight) yang diarahkan ke kubah menciptakan pemandangan yang memukau, memantulkan warna emas ke langit malam. Arsitektur masjid ini berhasil menciptakan dialog antara keagungan tuhan dan kreativitas manusia, menjadikannya objek fotografi arsitektur yang sangat populer di Kalimantan.

#

Kesimpulan

Masjid Baitul Izzah adalah perpaduan sempurna antara fungsi, estetika, dan simbolisme. Melalui pilihan desain kubah yang ikonik, menara yang menjulang, serta detail interior yang mewah, masjid ini telah mengukuhkan posisinya sebagai mahakarya arsitektur di Kalimantan Utara. Ia berdiri sebagai saksi bisu perkembangan Kota Tarakan, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya nilai-nilai spiritual dalam pembangunan sebuah peradaban modern. Struktur ini bukan hanya tentang beton dan batu, melainkan tentang ruh dan identitas masyarakat Borneo Utara yang terus bergerak maju tanpa melupakan akar religiusitasnya.

📋 Informasi Kunjungan

address
Jl. Jenderal Sudirman, Kampung I Skip, Kec. Tarakan Tengah, Kota Tarakan
entrance fee
Gratis
opening hours
Setiap hari, 24 Jam (Waktu ibadah)

Tempat Menarik Lainnya di Tarakan

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Tarakan

Pelajari lebih lanjut tentang Tarakan dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Tarakan