Makam Sultan Thaha Syaifuddin
di Tebo, Jambi
Dipublikasikan: Januari 2025
Tentang
Latar Belakang Sejarah dan Sosok Sultan Thaha
Sultan Thaha Syaifuddin lahir pada tahun 1816 dan naik takhta menjadi Sultan Jambi pada tahun 1855. Beliau adalah putra dari Sultan Muhammad Fakhruddin. Sejak awal pemerintahannya, Sultan Thaha menunjukkan sikap yang sangat keras terhadap Belanda. Ia dengan tegas menolak memperbarui perjanjian (traktat) yang dianggap merugikan rakyat Jambi, termasuk penolakan terhadap monopoli perdagangan dan pengakuan kedaulatan Belanda atas wilayah Jambi.
Akibat ketegasan tersebut, pada tahun 1858, Belanda melakukan agresi militer ke Jambi dan berhasil menguasai istana. Namun, Sultan Thaha tidak menyerah. Beliau memilih meninggalkan istana dan menyingkir ke pedalaman Jambi, tepatnya ke wilayah hulu sungai (seperti Tebo dan Batanghari), untuk mengorganisir perang gerilya. Beliau memimpin perjuangan dari hutan ke hutan selama hampir setengah abad, sebuah durasi perlawanan yang luar biasa lama dalam sejarah perjuangan daerah di Indonesia.
Lokasi dan Penetapan Situs
Makam ini terletak di tebing sungai yang strategis di Muara Tebo. Lokasi ini dipilih karena di wilayah inilah Sultan Thaha menghabiskan masa-masa terakhir perjuangannya. Beliau gugur dalam sebuah pertempuran sengit melawan patroli Belanda di Desa Betung Bedarah pada tanggal 26 April 1904. Jenazahnya kemudian dimakamkan di Muara Tebo, yang kini menjadi kompleks pemakaman pahlawan nasional tersebut.
Secara administratif, situs ini dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Tebo berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah V. Penetapan Sultan Thaha Syaifuddin sebagai Pahlawan Nasional pada 24 Oktober 1977 melalui Keppres No. 079/TK/1977 semakin memperkuat signifikansi sejarah makam ini sebagai objek cagar budaya yang dilindungi.
Arsitektur dan Detail Konstruksi
Makam Sultan Thaha Syaifuddin memiliki karakteristik arsitektur yang memadukan unsur tradisional Melayu Jambi dengan sentuhan modernitas hasil renovasi. Kompleks makam ini berada di dalam sebuah bangunan cungkup (rumah makam) yang megah.
1. Struktur Cungkup: Bangunan utama makam didominasi oleh warna kuning keemasan, warna yang melambangkan kebesaran dan kejayaan dalam tradisi Melayu. Atapnya memiliki bentuk limas bersusun, mencerminkan strata sosial dan religiusitas masyarakat Jambi.
2. Nisan dan Jirat: Di dalam cungkup, terdapat jirat makam yang ditinggikan dan ditutup dengan kain beludru kuning. Batu nisan yang digunakan memiliki bentuk khas nisan tipe Aceh atau Melayu kuno yang menunjukkan pengaruh Islam yang kuat dalam Kesultanan Jambi.
3. Elemen Dekoratif: Pada bagian dinding dan pagar sekitar makam, terdapat relief-relief yang menceritakan perjalanan hidup dan perjuangan Sultan Thaha. Ornamen ukiran motif flora, seperti motif "Tampuk Manggis" dan "Pucuk Rebung", menghiasi sudut-sudut bangunan, memberikan identitas budaya Jambi yang kental.
4. Kompleks Pendukung: Di luar bangunan utama, terdapat area taman yang tertata rapi, sebuah gapura masuk yang kokoh, serta ruang informasi bagi pengunjung yang ingin mempelajari sejarah perjuangan beliau.
Signifikansi Sejarah dan Peristiwa Terkait
Makam ini menjadi saksi bisu berakhirnya era kedaulatan penuh Kesultanan Jambi. Gugurnya Sultan Thaha seringkali dianggap sebagai titik di mana Belanda secara de facto mulai menguasai seluruh wilayah Jambi, meskipun perlawanan-perlawanan kecil dari pengikutnya masih terus berlanjut.
Satu fakta unik yang sering dibicarakan adalah misteri lokasi keberadaan beliau selama puluhan tahun di hutan. Belanda sempat mengira Sultan Thaha sudah meninggal jauh sebelum 1904 karena usianya yang sudah lanjut. Namun, beliau membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk tetap memimpin pasukan gerilya dari garis depan. Keberhasilan beliau bersembunyi dan berpindah-pindah tempat selama 46 tahun menunjukkan dukungan luar biasa dari rakyat Jambi yang sangat setia dan tidak mau berkhianat kepada penjajah.
Status Pelestarian dan Restorasi
Pemerintah Provinsi Jambi dan Pemerintah Kabupaten Tebo telah melakukan beberapa kali upaya restorasi untuk menjaga keaslian dan kekokohan situs ini. Renovasi besar-besaran dilakukan untuk memperluas area halaman agar dapat menampung peziarah dan wisatawan sejarah.
Situs ini kini telah terdaftar sebagai Cagar Budaya. Upaya pelestarian tidak hanya mencakup fisik bangunan, tetapi juga digitalisasi dokumen sejarah yang terkait dengan Sultan Thaha. Setiap tahun, pada hari jadi Provinsi Jambi atau hari-hari besar nasional, makam ini menjadi pusat kegiatan upacara ziarah nasional yang dihadiri oleh pejabat tinggi dan keluarga keturunan kesultanan.
Kepentingan Budaya dan Religi
Bagi masyarakat Jambi, Makam Sultan Thaha Syaifuddin adalah tempat yang sakral. Selain sebagai situs sejarah, makam ini berfungsi sebagai pusat wisata religi. Banyak warga yang datang untuk mengirimkan doa sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa beliau dalam menyebarkan dan mempertahankan nilai-nilai Islam di Jambi.
Sultan Thaha dikenal sebagai pemimpin yang taat beragama. Perjuangannya tidak hanya didasari oleh semangat nasionalisme, tetapi juga semangat jihad melawan penjajahan bangsa yang dianggap "kafir" pada masa itu. Hal inilah yang membuat makamnya selalu ramai dikunjungi, terutama pada hari Jumat atau hari besar Islam.
Kesimpulan
Makam Sultan Thaha Syaifuddin di Tebo adalah kristalisasi dari semangat pantang menyerah rakyat Jambi. Melalui arsitekturnya yang megah dan sejarah yang melatarbelakanginya, situs ini mengajarkan generasi muda tentang harga sebuah kemerdekaan. Sebagai pahlawan yang tidak pernah sekalipun menandatangani perjanjian menyerah kepada Belanda, Sultan Thaha tetap hidup dalam memori kolektif masyarakat melalui makam ini, menjadikannya situs sejarah paling penting di Provinsi Jambi yang patut dijaga kelestariannya demi identitas bangsa.
π Informasi Kunjungan
Tempat Menarik Lainnya di Tebo
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kami