Situs Sejarah

Rumah Pengasingan Bung Karno

di Bengkulu, Bengkulu

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Asal-Usul dan Masa Pembentukan Situs

Awal mula keberadaan Bung Karno di Bengkulu merupakan bentuk kelanjutan dari kebijakan represif pemerintah Hindia Belanda terhadap tokoh-tokoh pergerakan nasional yang dianggap berbahaya. Sebelum dipindahkan ke Bengkulu, Soekarno menjalani masa pengasingan yang berat di Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur sejak tahun 1934. Namun, karena kondisi kesehatan Soekarno yang menurun akibat terserang penyakit malaria di Ende, serta desakan dari tokoh-tokoh nasional di Jakarta, pemerintah kolonial akhirnya memutuskan untuk memindahkannya ke lokasi yang dianggap lebih "sehat" namun tetap terisolasi dari pusat politik di Jawa.

Pada tahun 1938, Soekarno tiba di Bengkulu. Rumah yang kini menjadi situs sejarah tersebut awalnya bukanlah milik pemerintah kolonial, melainkan rumah sewaan milik seorang pengusaha Tionghoa bernama Tan Eng Chuan. Rumah ini disewa oleh Belanda khusus untuk menampung Soekarno beserta istrinya, Inggit Garnasih, dan anak angkat mereka, Ratna Juami. Di sinilah Soekarno menghabiskan waktu selama empat tahun sebelum akhirnya dibebaskan oleh tentara Jepang pada tahun 1942.

Arsitektur dan Detail Konstruksi

Secara arsitektural, Rumah Pengasingan Bung Karno menampilkan perpaduan gaya yang unik antara arsitektur kolonial Eropa dengan sentuhan lokal dan pengaruh Tionghoa. Bangunan ini berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 4.043 meter persegi dengan luas bangunan utama sekitar 162 meter persegi. Struktur bangunan utama berbentuk persegi panjang dengan dinding yang tebal dan langit-langit yang tinggi, sebuah ciri khas bangunan tropis era kolonial untuk menjaga sirkulasi udara tetap sejuk.

Salah satu keunikan konstruksinya adalah penggunaan jendela-jendela besar dengan daun pintu ganda (krepyak) yang memungkinkan cahaya matahari masuk secara optimal. Lantai rumah masih mempertahankan ubin asli berwarna merah bata yang memberikan kesan hangat dan klasik. Atap bangunan berbentuk limasan yang megah, mencerminkan strata sosial bangunan tersebut pada masanya. Di bagian depan, terdapat selasar atau beranda yang luas, tempat di mana Soekarno sering duduk berdiskusi dengan tamu-tamunya atau sekadar mengamati kehidupan masyarakat Bengkulu yang melintas.

Signifikansi Sejarah dan Peristiwa Penting

Masa pengasingan di Bengkulu merupakan periode yang sangat produktif bagi pemikiran politik dan sosial Soekarno. Jauh dari hiruk-pikuk politik Jakarta, ia justru memiliki waktu untuk mendalami berbagai disiplin ilmu, mulai dari arsitektur, seni, hingga agama. Di rumah ini pula, Soekarno aktif dalam kegiatan kemasyarakatan. Ia bergabung dengan organisasi Muhammadiyah di Bengkulu dan sempat menjabat sebagai Ketua Majelis Pengajaran.

Salah satu peristiwa sejarah yang paling menonjol dari situs ini adalah pertemuan Soekarno dengan Fatmawati. Fatmawati adalah putri dari tokoh Muhammadiyah setempat, Hassan Din. Pertemuan yang berawal dari hubungan guru dan murid ini kemudian berkembang menjadi jalinan asmara yang membawa Fatmawati menjadi istri Soekarno dan Ibu Negara pertama Indonesia. Di rumah inilah, proses transisi kehidupan pribadi Soekarno terjadi, yang kemudian memberikan pengaruh besar pada sejarah simbolis bangsa, termasuk penjahitan Bendera Pusaka Merah Putih oleh Fatmawati di kemudian hari.

Selain itu, keberadaan Soekarno di Bengkulu juga membawa pembaruan dalam bidang arsitektur lokal. Sebagai seorang insinyur lulusan ITB, Soekarno sempat merancang renovasi Masjid Jamik Bengkulu yang lokasinya tidak jauh dari rumah pengasingan tersebut. Rancangan atap bertumpuk yang ikonik pada masjid tersebut merupakan buah pikiran Soekarno selama masa pengasingannya.

Tokoh dan Fakta Unik Sejarah

Selain Soekarno, Inggit Garnasih, dan Fatmawati, rumah ini juga sering dikunjungi oleh tokoh-tokoh lokal yang menjadi murid politik Soekarno. Fakta unik yang jarang diketahui adalah koleksi buku-buku Soekarno yang mencapai ratusan judul dalam berbagai bahasa (Belanda, Inggris, Prancis, dan Jerman) yang tersimpan rapi di dalam rumah ini. Perpustakaan pribadi ini menunjukkan bahwa meski dalam status tahanan kota, intelektualitas Soekarno tidak pernah terbelenggu.

Hal menarik lainnya adalah keberadaan sumur tua di bagian belakang rumah. Hingga saat ini, banyak pengunjung yang datang meyakini bahwa air dari sumur tersebut membawa berkah atau "karisma" karena pernah digunakan oleh Sang Proklamator untuk berwudu dan keperluan sehari-hari. Meskipun ini bersifat mitor lokal, hal tersebut menambah daya tarik kultural bagi situs sejarah ini.

Pelestarian dan Status Saat Ini

Pemerintah Indonesia menyadari sepenuhnya nilai historis yang luar biasa dari bangunan ini. Rumah Pengasingan Bung Karno telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya nasional di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Upaya restorasi telah dilakukan beberapa kali untuk menjaga keutuhan struktur bangunan tanpa menghilangkan keaslian materialnya.

Saat ini, rumah tersebut berfungsi sebagai museum yang tertata rapi. Pengunjung dapat melihat berbagai artefak peninggalan Soekarno, mulai dari tempat tidur besi asli, meja kerja, kursi tamu, hingga sepeda tua yang sering digunakan Soekarno untuk berkeliling kota. Foto-foto dokumentasi masa pengasingan juga dipajang di dinding-dinding ruang utama, memberikan narasi visual yang kuat bagi para wisatawan.

Secara kultural, rumah ini telah menjadi ikon pariwisata utama di Provinsi Bengkulu. Keberadaannya bukan hanya sebagai pengingat akan penderitaan para pendiri bangsa di tangan penjajah, tetapi juga sebagai simbol keteguhan hati dan adaptabilitas seorang pemimpin dalam kondisi tersulit sekalipun. Dengan perawatan yang berkelanjutan dan promosi sebagai destinasi wisata sejarah, Rumah Pengasingan Bung Karno terus menginspirasi generasi muda Indonesia tentang arti penting perjuangan dan cinta tanah air.

πŸ“‹ Informasi Kunjungan

address
Jl. Soekarno Hatta No.8, Anggut Atas, Kec. Ratu Samban, Kota Bengkulu
entrance fee
Rp 5.000 per orang
opening hours
Setiap hari, 08:00 - 16:00

Tempat Menarik Lainnya di Bengkulu

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Bengkulu

Pelajari lebih lanjut tentang Bengkulu dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Bengkulu