Simpang Sepuluh Barabai
di Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan
Dipublikasikan: Januari 2025
Tentang
Filosofi Desain dan Konsep Tata Ruang
Secara arsitektural, Simpang Sepuluh Barabai mengadopsi konsep radial concentric, di mana sepuluh ruas jalan utama bertemu di satu titik pusat yang ditandai dengan monumen megah. Angka "sepuluh" pada persimpangan ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan representasi dari konektivitas wilayah HST yang menghubungkan berbagai distrik dan desa-desa di sekitarnya.
Desain ini menciptakan dinamika visual yang unik. Dari sudut pandang udara, formasi jalan-jalan tersebut menyerupai pancaran sinar matahari atau replika roda kemudi yang melambangkan gerak maju pembangunan daerah. Penataan ruang di sekitar simpang ini mengikuti prinsip urban node, di mana area tersebut berfungsi sebagai "jantung" yang memompa aktivitas sosial, ekonomi, dan pemerintahan di Barabai.
Estetika Monumen: Perpaduan Modernitas dan Tradisi
Pusat dari Simpang Sepuluh adalah sebuah monumen atau tugu yang menjadi vocal point utama. Arsitektur monumen ini menampilkan garis-garis tegas yang mencerminkan visi masa depan, namun tetap menyisipkan elemen dekoratif yang terinspirasi dari motif Banjar. Salah satu elemen yang paling menonjol adalah penggunaan ornamen ukiran tradisional yang sering ditemukan pada rumah-rumah Bubungan Tinggi, namun diaplikasikan menggunakan material modern seperti beton bertulang dan komposit logam.
Struktur monumen ini dirancang sedemikian rupa untuk memiliki proporsi yang seimbang dengan lebar jalan di sekelilingnya. Pencahayaan (lighting design) pada malam hari menjadi elemen krusial yang menambah nilai estetika. Penggunaan lampu LED berwarna-warni yang menyoroti kolom-kolom monumen menciptakan efek dramatis, menjadikan Simpang Sepuluh sebagai objek fotografi arsitektural yang populer.
Konteks Sejarah dan Perkembangan Kawasan
Pembangunan Simpang Sepuluh Barabai berkaitan erat dengan upaya penataan kota yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah untuk menciptakan identitas visual yang kuat. Barabai, yang secara historis dikenal sebagai kota yang asri dan tenang, membutuhkan sebuah simbol yang mampu merepresentasikan semangat "Murakata" (Mufakat, Rakat, dan Seiya Sekata).
Meskipun informasi mengenai arsitek spesifiknya sering kali bersifat kolektif dari tim teknis Dinas Pekerjaan Umum setempat, rancangannya menunjukkan pemahaman mendalam tentang teknik sipil dan estetika lingkungan. Pembangunannya melibatkan perhitungan matang mengenai drainase perkotaan, mengingat Barabai berada di dataran rendah yang dikelilingi oleh pegunungan Meratus. Sistem pembuangan air di sekitar simpang dirancang terintegrasi dengan kanal-kanal kota untuk mencegah genangan, sebuah inovasi struktural yang krusial bagi keberlangsungan bangunan di lahan basah Kalimantan.
Inovasi Struktural dan Material
Dari sisi teknis, konstruksi di Simpang Sepuluh menghadapi tantangan berupa beban lalu lintas yang terus meningkat. Oleh karena itu, perkerasan jalan di titik temu sepuluh ruas ini menggunakan spesifikasi teknis tinggi, sering kali melibatkan beton kelas tinggi (K-350 ke atas) sebelum dilapisi aspal untuk menahan gaya geser dari kendaraan yang berbelok di radius sempit.
Keunikan lainnya terletak pada elemen lansekapnya. Di sekeliling monumen, terdapat taman-taman kecil yang berfungsi sebagai buffer atau penyangga hijau. Pemilihan vegetasi di area ini tidak sembarangan; tanaman yang dipilih adalah jenis yang mampu menyerap polutan kendaraan bermotor namun tetap memiliki nilai estetika, seperti pucuk merah dan berbagai jenis palem yang menambah kesan tropis yang elegan.
Signifikansi Sosial dan Budaya
Bagi masyarakat Barabai, Simpang Sepuluh lebih dari sekadar elemen infrastruktur. Ia adalah ruang publik yang inklusif. Secara sosiologis, lokasi ini menjadi tempat berkumpulnya massa pada momen-momen penting, seperti perayaan hari jadi kabupaten atau kegiatan keagamaan. Keberadaan simpang ini mempertegas status Barabai sebagai "Kota Pendidikan" dan "Kota Perdagangan" di wilayah Banua Anam.
Ada sebuah cerita yang melekat di masyarakat bahwa Simpang Sepuluh adalah "pintu gerbang" menuju keindahan Pegunungan Meratus. Wisatawan yang ingin menuju kawasan wisata alam di Hantakan atau Pagat biasanya akan melewati persimpangan ini, menjadikannya sebagai titik orientasi atau wayfinding yang paling krusial di Kalimantan Selatan bagian tengah.
Pengalaman Pengunjung dan Pemanfaatan Terkini
Saat ini, Simpang Sepuluh Barabai telah menjadi destinasi wisata urban. Pemerintah setempat telah menambahkan fasilitas pendukung seperti trotoar yang lebar dan ramah pejalan kaki di beberapa sisi jalan yang menuju ke simpang. Hal ini memungkinkan pengunjung untuk menikmati kemegahan arsitektur monumen dari jarak dekat tanpa mengganggu arus lalu lintas.
Pada sore hari, kawasan ini bertransformasi menjadi pusat kuliner dan interaksi sosial. Pedagang kaki lima yang tertata rapi di sekitar area tertentu (tanpa mengganggu estetika utama) memberikan pengalaman street food khas Banjar bagi para pengunjung. Integrasi antara fungsi transportasi, estetika arsitektural, dan kegiatan ekonomi kerakyatan inilah yang membuat Simpang Sepuluh menjadi contoh sukses pembangunan ruang publik di tingkat kabupaten.
Kesimpulan: Warisan Arsitektural Hulu Sungai Tengah
Simpang Sepuluh Barabai adalah bukti nyata bahwa identitas sebuah daerah dapat dikomunikasikan melalui karya arsitektur dan penataan kota yang cerdas. Dengan menggabungkan sepuluh jalur kehidupan menjadi satu titik pusat, bangunan ikonik ini mengajarkan tentang persatuan dalam keberagaman. Struktur ini akan terus berdiri sebagai saksi bisu perkembangan zaman di Barabai, sekaligus menjadi pengingat bagi generasi mendatang tentang pentingnya membangun kota yang memiliki jiwa, karakter, dan akar budaya yang kuat. Sebagai ikon Kalimantan Selatan, Simpang Sepuluh tetap menjadi standar bagi pembangunan monumen kota yang fungsional sekaligus artistik.
π Informasi Kunjungan
Tempat Menarik Lainnya di Hulu Sungai Tengah
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiJelajahi Hulu Sungai Tengah
Pelajari lebih lanjut tentang Hulu Sungai Tengah dan tempat-tempat menarik lainnya.
Lihat Profil Hulu Sungai Tengah