Candi Agung Amuntai
di Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan
Dipublikasikan: Januari 2025
Tentang
Asal-Usul dan Periode Pendirian
Secara historis, Candi Agung Amuntai diperkirakan dibangun pada bad ke-14, sekitar tahun 1355 Masehi. Pembangunannya sangat erat kaitannya dengan sosok Empu Jatmika, seorang saudagar kaya dari Kerajaan Keling (India Selatan atau Jawa, menurut versi tutur yang berbeda) yang bermigrasi ke Pulau Kalimantan. Empu Jatmika mendirikan Kerajaan Negara Dipa, yang menjadi cikal bakal Kesultanan Banjar di kemudian hari.
Berbeda dengan candi-candi di Pulau Jawa yang umumnya berfungsi sebagai tempat pemujaan dewa, Candi Agung diyakini memiliki fungsi yang lebih kompleks, mulai dari pusat pemerintahan, tempat upacara penobatan raja, hingga simbol kedaulatan wilayah. Situs ini menandai perpindahan pusat kekuasaan dari wilayah pesisir menuju pedalaman (daerah aliran sungai Barito), yang menunjukkan strategi pertahanan dan penguasaan sumber daya alam pada masa itu.
Arsitektur dan Material Konstruksi yang Unik
Salah satu aspek paling menarik dari Candi Agung Amuntai adalah material bangunannya. Jika candi di Jawa Tengah menggunakan batu andesit dan candi di Jawa Timur menggunakan bata merah bakar, Candi Agung memiliki karakteristik tersendiri. Struktur utama candi ini tersusun dari bata merah yang memiliki ukuran jauh lebih besar daripada bata modern saat ini.
Hasil penelitian arkeologis menunjukkan bahwa bata-bata tersebut memiliki kualitas yang sangat tinggi, mampu bertahan ratusan tahun meski berada di lingkungan lahan basah atau rawa. Pondasi candi dibangun di atas tanah yang diperkeras, menunjukkan pemahaman teknik sipil yang mumpuni oleh para pembangunnya dalam menghadapi kontur tanah Kalimantan yang cenderung labil. Arsitekturnya tidak menampilkan relief-relief dewa yang rumit, melainkan lebih menekankan pada bentuk geometris yang kokoh, mencerminkan gaya transisi yang unik di Nusantara.
Signifikansi Sejarah dan Peristiwa Penting
Candi Agung menjadi saksi bisu peristiwa-peristiwa besar dalam kronik Hikayat Banjar. Di sinilah tempat di mana Empu Jatmika memerintah, meskipun ia sendiri tidak berani mengangkat diri menjadi raja karena merasa bukan keturunan bangsawan murni (titisan dewa). Ia kemudian membuat patung kayu cendana sebagai simbol raja sementara hingga akhirnya muncul sosok legendaris Putri Junjung Buih.
Peristiwa "munculnya" Putri Junjung Buih dari pusaran air sungai di dekat candi merupakan momen sakral yang sering dikaitkan dengan situs ini. Selain itu, Candi Agung menjadi tempat pertemuan antara Pangeran Suryanata (dari Majapahit) dengan Putri Junjung Buih, yang kemudian menyatukan darah bangsawan Jawa dan Kalimantan, memperkuat legitimasi politik Kerajaan Negara Dipa di tanah Borneo.
Tokoh-Tokoh Kunci dan Relasi Kekuasaan
Selain Empu Jatmika dan Putri Junjung Buih, nama-nama seperti Lambung Mangkurat sangat melekat pada sejarah situs ini. Lambung Mangkurat, putra Empu Jatmika, dikenal sebagai patih yang sangat kuat dan berpengaruh dalam mengatur roda pemerintahan Negara Dipa. Keberadaan Candi Agung juga membuktikan adanya hubungan diplomatik dan kultural yang kuat dengan Kerajaan Majapahit. Hal ini dibuktikan dengan penemuan fragmen-fragmen keramik dan pola struktur bangunan yang memiliki kemiripan dengan langgam bangunan era Majapahit, namun tetap mengadopsi kearifan lokal Kalimantan.
Pelestarian dan Ekskavasi Arkeologis
Keberadaan Candi Agung Amuntai sempat tertutup oleh tanah dan semak belukar selama berabad-abad sebelum akhirnya ditemukan kembali dan dilakukan ekskavasi serius pada tahun 1962 oleh tim arkeologi. Upaya restorasi terus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan Balai Pelestarian Kebudayaan.
Saat ini, lokasi candi telah dipugar dengan penambahan atap pelindung untuk menjaga bata-bata kuno dari pelapukan akibat cuaca ekstrem. Di area situs juga terdapat museum kecil yang menyimpan artefak hasil penggalian, seperti pecahan tembikar, peralatan upacara, dan benda-benda logam. Penataan kawasan ini bertujuan untuk menyeimbangkan fungsi situs sebagai objek wisata sejarah dan sebagai cagar budaya yang dilindungi undang-undang.
Makna Religi dan Tradisi Budaya
Hingga saat ini, Candi Agung Amuntai masih dianggap sebagai tempat keramat oleh sebagian masyarakat. Di sekitar lokasi candi, terdapat "Tiang Sangga" dan "Sumur Agung" yang sering dikunjungi masyarakat untuk melakukan ritual atau sekadar mengambil air yang diyakini memiliki berkah.
Setiap tahun, situs ini menjadi pusat kunjungan bagi mereka yang ingin melakukan napak tilas sejarah. Keberadaannya membuktikan bahwa sebelum Islam masuk secara masif ke Kalimantan, telah terdapat peradaban yang sangat maju dengan sistem kepercayaan yang terorganisir. Candi ini juga menjadi bukti bahwa masyarakat Banjar memiliki akar sejarah yang kosmopolitan, hasil persilangan berbagai budaya besar di Nusantara.
Fakta Unik dan Misteri yang Tersisa
Salah satu fakta unik mengenai Candi Agung adalah lokasinya yang berada di pertemuan sungai-sungai besar, yang menurut ilmu tata kota kuno merupakan posisi paling strategis untuk perdagangan dan pertahanan. Selain itu, meski disebut "candi", bentuk fisiknya lebih menyerupai struktur panggung atau batur (platform), yang memicu diskusi di kalangan sejarawan apakah bangunan ini dulunya merupakan dasar dari sebuah istana kayu yang megah atau memang bangunan pemujaan terbuka.
Hingga kini, Candi Agung Amuntai tetap berdiri sebagai monumen kebanggaan masyarakat Hulu Sungai Utara. Ia adalah jembatan yang menghubungkan masa kini dengan kejayaan masa lalu, mengingatkan generasi muda Kalimantan tentang pentingnya menjaga warisan leluhur di tengah arus modernisasi. Sebagai situs sejarah, Candi Agung bukan hanya tentang batu dan tanah, melainkan tentang ruh perjuangan dan kedaulatan sebuah bangsa.
π Informasi Kunjungan
Tempat Menarik Lainnya di Hulu Sungai Utara
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiJelajahi Hulu Sungai Utara
Pelajari lebih lanjut tentang Hulu Sungai Utara dan tempat-tempat menarik lainnya.
Lihat Profil Hulu Sungai Utara