Masjid Raya At-Taqwa Amuntai
di Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan
Dipublikasikan: Januari 2025
Tentang
Kemegahan Arsitektur Masjid Raya At-Taqwa Amuntai: Simbol Spiritual dan Identitas Hulu Sungai Utara
Masjid Raya At-Taqwa Amuntai bukan sekadar tempat ibadah; ia adalah manifestasi artistik dan spiritual yang mendominasi cakrawala Kota Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan. Berdiri kokoh di pusat kota, tepat di depan Lapangan Pahlawan, masjid ini menjadi poros kehidupan sosial dan religius masyarakat lokal. Secara arsitektural, bangunan ini merupakan perpaduan harmonis antara estetika modern, pengaruh Timur Tengah, dan kearifan lokal yang mencerminkan karakter masyarakat Banjar yang religius.
#
Konteks Historis dan Evolusi Pembangunan
Sejarah Masjid Raya At-Taqwa Amuntai berakar dari kebutuhan masyarakat akan pusat peribadatan yang representatif seiring dengan pertumbuhan populasi di wilayah "Sungai Itik" (nama lama Amuntai). Pembangunan masjid ini mengalami beberapa fase renovasi besar yang mengubah wajahnya dari bangunan kayu tradisional menjadi struktur beton megah yang kita lihat hari ini.
Proses transformasi paling signifikan terjadi pada akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21, di mana pemerintah daerah bersama masyarakat berkomitmen menjadikan masjid ini sebagai landmark utama. Perubahan ini tidak hanya menyasar pada kapasitas daya tampung jamaah yang kini mencapai ribuan orang, tetapi juga pada peningkatan estetika visual yang menjadikannya salah satu masjid tercantik di Kalimantan Selatan.
#
Estetika Fasad dan Filosofi Desain
Gaya arsitektur Masjid Raya At-Taqwa Amuntai mengadopsi elemen Neo-Vernacular dengan sentuhan Timur Tengah yang kental. Hal ini terlihat jelas pada penggunaan kubah-kubah besar yang mendominasi struktur atap. Kubah utama yang berwarna keemasan dengan aksen pola geometris menjadi titik fokus visual (focal point) dari kejauhan. Penggunaan warna emas ini melambangkan kemuliaan dan kejayaan spiritual.
Fasad bangunan didominasi oleh warna-warna cerah dan bersih, dengan penggunaan material granit dan marmer pada beberapa bagian dinding untuk memberikan kesan mewah namun tetap sejuk. Salah satu ciri khas yang paling menonjol adalah deretan pilar-pilar tinggi yang menyokong struktur utama, menciptakan ruang selasar yang luas dan memberikan sirkulasi udara alami yang optimal—sebuah adaptasi cerdas terhadap iklim tropis Kalimantan yang lembap.
#
Menara dan Ornamen Geometris
Keunikan arsitektural lainnya terletak pada menaranya yang menjulang tinggi secara asimetris di sudut bangunan. Menara ini berfungsi tidak hanya sebagai tempat pelantangan azan, tetapi juga sebagai menara pandang yang memberikan perspektif luas atas tata kota Amuntai yang dibelah oleh pertemuan sungai. Desain menara ini mengadopsi bentuk ramping dengan puncak berbentuk kubah kecil, serasi dengan kubah utama.
Detail ornamen pada jendela dan pintu menggunakan teknik laser cutting pada material logam dan kayu, menampilkan motif kaligrafi Arab dan pola bunga. Pola-pola ini tidak hanya berfungsi sebagai elemen dekoratif, tetapi juga sebagai ventilasi (roster) yang memungkinkan cahaya matahari masuk ke dalam ruang utama secara dramatis, menciptakan efek bayangan yang religius dan tenang di dalam ruang salat.
#
Interior: Ruang Utama dan Mihrab yang Megah
Memasuki bagian dalam masjid, pengunjung akan disambut oleh ruang utama yang luas tanpa banyak sekat pilar di tengah, memberikan kesan lapang dan tidak terputus (uninterrupted space). Plafon masjid dihiasi dengan lukisan awan dan kaligrafi yang melingkar di bawah kubah utama, menciptakan ilusi kedalaman langit.
Titik paling artistik di interior adalah bagian Mihrab. Mihrab Masjid Raya At-Taqwa Amuntai didesain dengan sangat detail menggunakan kombinasi ukiran kayu jati dan sepuhan warna emas. Bentuk lengkungan (arch) pada mihrab mengingatkan pada gaya arsitektur Andalusia, yang dipadukan dengan tulisan ayat-ayat Al-Qur'an dalam gaya khat Tsuluts. Pencahayaan di area ini diatur sedemikian rupa agar memberikan efek hangat, memusatkan perhatian jemaah pada imam dan mimbar.
#
Inovasi Struktural dan Adaptasi Lahan
Mengingat Amuntai adalah wilayah yang didominasi oleh lahan basah dan rawa (lebak), Masjid Raya At-Taqwa dibangun dengan sistem fondasi yang sangat kuat untuk menahan beban bangunan beton yang masif. Penggunaan struktur lantai yang ditinggikan (elevated floor) merupakan adaptasi terhadap karakteristik geografis Hulu Sungai Utara, mencegah masuknya air saat musim hujan atau fenomena pasang sungai.
Halaman masjid juga dirancang dengan konsep open plaza yang dilapisi paving blok berkualitas tinggi, memungkinkan area ini digunakan sebagai ruang tambahan saat pelaksanaan salat Idul Fitri atau Idul Adha. Keberadaan kolam air mancur dan taman kecil di sekeliling masjid tidak hanya mempercantik visual, tetapi juga berfungsi sebagai pengatur suhu mikro di sekitar area bangunan.
#
Signifikansi Budaya dan Pengalaman Pengunjung
Bagi masyarakat Amuntai, Masjid Raya At-Taqwa adalah "jantung" kota. Secara sosiologis, masjid ini menjadi titik temu berbagai lapisan masyarakat. Keberadaannya yang berdekatan dengan pusat perdagangan dan pemerintahan menjadikannya pusat aktivitas yang tak pernah sepi.
Pengalaman bagi pengunjung atau wisatawan religi yang datang ke sini sering kali dimulai dari kekaguman atas simetri bangunannya. Pada malam hari, masjid ini bertransformasi menjadi pemandangan yang memukau berkat sistem pencahayaan (lighting) yang menonjolkan lekuk-lekuk kubah dan menara. Cahaya lampu yang memantul di permukaan dinding putih menciptakan suasana magis yang menenangkan.
#
Penutup: Warisan Arsitektur Banua
Masjid Raya At-Taqwa Amuntai adalah bukti nyata bagaimana arsitektur dapat menyatukan nilai-nilai ketuhanan dengan keindahan materialitas. Ia merupakan simbol kebanggaan warga Hulu Sungai Utara dan menjadi standar bagi pembangunan arsitektur religi di Kalimantan Selatan. Dengan perpaduan antara kemegahan visual, ketahanan struktur di lahan basah, dan fungsi sosial yang kuat, masjid ini tetap berdiri sebagai monumen iman yang tak lekang oleh waktu, mengundang siapa saja untuk masuk dan merasakan kedamaian di bawah kubah emasnya.
📋 Informasi Kunjungan
Tempat Menarik Lainnya di Hulu Sungai Utara
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiJelajahi Hulu Sungai Utara
Pelajari lebih lanjut tentang Hulu Sungai Utara dan tempat-tempat menarik lainnya.
Lihat Profil Hulu Sungai Utara