Wisata Alam

Air Terjun 87 Tingkat

di Indragiri Hilir, Riau

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Menjelajahi Pesona Tersembunyi Air Terjun 87 Tingkat: Permata Hijau Indragiri Hilir

Kabupaten Indragiri Hilir di Provinsi Riau selama ini mungkin lebih dikenal dengan hamparan perkebunan kelapa terluas di Indonesia atau ekosistem mangrove yang masif di pesisir timur Sumatera. Namun, jauh di pedalaman daratannya, tersembunyi sebuah keajaiban geologis yang menantang imajinasi: Air Terjun 87 Tingkat. Terletak di kawasan Sanglar, Kecamatan Reteh, destinasi ini menawarkan simfoni alam yang memadukan gemuruh air, rimbunnya hutan tropis, dan struktur batuan yang unik.

#

Keajaiban Geologis: Struktur Bertingkat yang Tak Berujung

Sesuai dengan namanya, daya tarik utama destinasi ini adalah formasi bebatuan yang membentuk puluhan tingkatan air terjun. Meskipun angka "87" sering kali dianggap sebagai representasi simbolis dari banyaknya undakan yang ada, pengunjung memang akan disuguhi pemandangan air yang jatuh dari satu level ke level berikutnya dalam urutan yang seolah tidak terputus.

Berbeda dengan air terjun vertikal tunggal yang menjulang tinggi, Air Terjun 87 Tingkat memiliki karakteristik cascade yang memanjang. Setiap tingkatan memiliki ketinggian yang bervariasi, mulai dari hanya satu meter hingga ada yang mencapai lebih dari lima meter. Batuan penyusunnya merupakan batuan sedimen dan beku purba yang telah terkikis oleh aliran air selama ribuan tahun, menciptakan kolam-kolam alami di setiap undakannya yang jernih dan menyegarkan.

#

Ekosistem dan Biodiversitas Hutan Hujan Tropis

Berada di kawasan hutan yang masih relatif asri, Air Terjun 87 Tingkat merupakan bagian dari bentang alam Bukit Tiga Puluh yang melintasi batas Riau dan Jambi. Ekosistem di sekitarnya adalah hutan hujan tropis dataran rendah yang menjadi rumah bagi flora dan fauna endemik.

Saat menyusuri jalur menuju air terjun, pengunjung akan menjumpai pohon-pohon raksasa dari jenis Dipterocarpaceae, seperti Meranti dan Keruing, yang menjulang tinggi membentuk kanopi rapat. Tanaman epifit seperti anggrek hutan dan paku-pakuan menyelimuti batang pohon, menciptakan suasana hijau yang pekat. Jika beruntung, suara lengkingan Siamang (Symphalangus syndactylus) atau kepakan sayap burung Rangkong akan menemani perjalanan Anda. Keberadaan air terjun ini sangat krusial sebagai sumber air bagi satwa liar di sekitarnya, menjadikannya titik pusat kehidupan di tengah hutan Reteh.

#

Pengalaman Wisata dan Aktivitas Luar Ruangan

Mengunjungi Air Terjun 87 Tingkat bukanlah sekadar wisata santai, melainkan sebuah petualangan fisik yang memuaskan. Beberapa aktivitas utama yang dapat dilakukan antara lain:

1. River Trekking dan Climbing: Karena air terjun ini terdiri dari banyak tingkat, aktivitas utama adalah mendaki setiap undakan. Bebatuan di sini cenderung tidak terlalu licin karena teksturnya yang kasar, namun kewaspadaan tetap diperlukan. Merasakan sensasi memanjat di antara aliran air adalah pengalaman yang memacu adrenalin.

2. Pemandian Alami: Di beberapa tingkatan besar, terbentuk kolam alami (plunge pool) dengan kedalaman yang aman untuk berenang. Airnya yang dingin dan kaya mineral dipercaya dapat menyegarkan tubuh setelah lelah menempuh perjalanan jauh.

3. Fotografi Alam: Struktur bertingkat yang simetris memberikan sudut pandang fotografi yang dramatis. Kabut tipis yang muncul dari percikan air (water spray) saat terkena sinar matahari pagi menciptakan efek cahaya Tyndall yang luar biasa di antara celah pepohonan.

4. Camping: Bagi pecinta alam sejati, mendirikan tenda di sekitar area datar dekat air terjun memungkinkan mereka untuk merasakan ritme hutan di malam hari. Suara gemericik air yang konstan menjadi "white noise" alami yang menenangkan.

#

Aksesibilitas dan Tantangan Perjalanan

Menuju Air Terjun 87 Tingkat memerlukan persiapan fisik dan logistik yang matang. Dari pusat kabupaten di Tembilahan, perjalanan dilanjutkan menuju Kecamatan Reteh. Akses menuju lokasi masih didominasi oleh jalan setapak yang melewati perkebunan penduduk dan hutan sekunder.

Penggunaan kendaraan roda dua jenis trail sangat disarankan karena medan yang bisa menjadi sangat berlumpur saat musim hujan. Setelah mencapai titik pemberhentian terakhir kendaraan, pengunjung harus berjalan kaki (trekking) menembus hutan. Perjalanan ini memakan waktu beberapa jam, namun rasa lelah akan terbayar lunas saat sayup-sayup suara air terjun mulai terdengar dan udara sejuk mulai menyentuh kulit.

#

Waktu Terbaik untuk Berkunjung

Pemilihan waktu kunjungan sangat menentukan pengalaman Anda. Musim peralihan (antara musim kemarau ke musim hujan) adalah waktu terbaik. Pada saat ini, debit air cukup besar untuk memperlihatkan kemegahan 87 tingkatnya, namun aliran air tidak terlalu deras sehingga tetap aman untuk dipanjat atau digunakan berenang. Pada puncak musim kemarau, debit air mungkin mengecil namun kejernihannya akan meningkat secara drastis hingga dasar kolam terlihat jelas.

#

Konservasi dan Perlindungan Lingkungan

Sebagai destinasi yang berada di kawasan peka lingkungan, Air Terjun 87 Tingkat menghadapi tantangan konservasi. Upaya perlindungan hutan di hulu sungai sangat penting untuk menjaga kestabilan debit air. Masyarakat lokal dan pemerintah daerah mulai menyadari potensi ekowisata ini sebagai alternatif ekonomi selain perkebunan.

Pengunjung sangat ditekankan untuk menerapkan prinsip Leave No Trace (Tidak Meninggalkan Jejak). Membawa kembali sampah plastik, tidak mencoret-coret batuan, dan tidak merusak vegetasi adalah kewajiban mutlak bagi siapa pun yang datang. Statusnya sebagai destinasi yang belum terlalu dikomersialkan justru menjadi keuntungan, karena keaslian ekosistemnya masih terjaga dari polusi dan kerusakan massal.

#

Fasilitas dan Akomodasi

Mengingat lokasinya yang terpencil, fasilitas di Air Terjun 87 Tingkat masih sangat minim dan bersifat swadaya. Belum ada penginapan formal atau restoran di lokasi. Pengunjung disarankan membawa perbekalan makanan dan air minum yang cukup dari desa terdekat. Bagi yang ingin menginap, pilihannya adalah berkemah atau mencari homestay sederhana di pemukiman penduduk di Kecamatan Reteh. Keterbatasan fasilitas ini justru menjadi daya tarik bagi wisatawan "backpacker" dan petualang yang mencari autentisitas alam tanpa polesan modernitas.

#

Kesimpulan

Air Terjun 87 Tingkat adalah bukti bahwa Indragiri Hilir memiliki kekayaan alam yang jauh melampaui pesisir pantai dan kebun kelapa. Ia adalah monumen geologis yang menawarkan ketenangan sekaligus tantangan. Bagi mereka yang berani menembus belantara Riau, destinasi ini menjanjikan pertemuan intim dengan alam yang masih murni, di mana setiap tingkatan airnya menceritakan kisah tentang keteguhan alam menjaga keseimbangan bumi. Menjaga kelestariannya berarti memastikan bahwa generasi mendatang masih dapat menyaksikan keajaiban 87 tingkat ini tetap mengalir abadi.

πŸ“‹ Informasi Kunjungan

address
Desa Keritang, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir
entrance fee
Rp 5.000 (biaya pemandu opsional)
opening hours
Setiap hari, 08:00 - 16:00

Tempat Menarik Lainnya di Indragiri Hilir

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Indragiri Hilir

Pelajari lebih lanjut tentang Indragiri Hilir dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Indragiri Hilir