Kuliner Legendaris

Pasar Santa

di Jakarta Selatan, Jakarta

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Akar Sejarah dan Evolusi Budaya

Didirikan pada tahun 1970-an, Pasar Santa pada mulanya melayani kebutuhan rumah tangga masyarakat kelas menengah ke atas di kawasan Kebayoran Baru. Namun, titik balik yang mengubah wajah pasar ini terjadi sekitar tahun 2014, ketika komunitas kopi dan kreatif mulai menghuni lantai atas (Lantai Atas Pasar Santa).

Secara historis, Pasar Santa adalah saksi bisu perkembangan Jakarta Selatan. Signifikansi budayanya terletak pada kemampuannya untuk bertahan di tengah gempuran mal mewah. Pasar ini menjadi "ruang ketiga" bagi warga Jakarta—sebuah tempat di mana status sosial luruh di depan meja kayu sederhana dan aroma rempah yang tajam. Di sini, tradisi makan "ngemper" atau duduk di lorong sempit menjadi bagian dari identitas lokal yang sangat kuat.

Kuliner Ikonik: Dari Warisan Tradisional hingga Inovasi Modern

Pasar Santa memiliki beberapa pilar kuliner yang menjadikannya destinasi wajib bagi para pencinta makanan.

#

1. Kopi Dunia: Tradisi dalam Gelas Kecil

Salah satu toko paling legendaris adalah Toko Kopi Dunia. Berdiri jauh sebelum tren kafe kekinian melanda Jakarta, toko ini dikelola oleh keluarga yang telah menekuni bisnis kopi selama puluhan tahun. Keunikannya terletak pada metode roasting tradisional menggunakan mesin tua yang menghasilkan aroma sangat pekat. Mereka menyediakan berbagai jenis biji kopi dari seluruh nusantara, mulai dari Mandheling hingga Toraja, yang digiling langsung di tempat sesuai permintaan pelanggan.

#

2. Sate Padang Ajo Ramon

Meskipun pusatnya berada di area parkir luar, Sate Padang Ajo Ramon adalah identitas tak terpisahkan dari Pasar Santa. Keistimewaannya terletak pada kuah kental berwarna cokelat kemerahan yang kaya akan rempah seperti jinten, ketumbar, dan kunyit. Daging lidah sapinya yang empuk diproses melalui teknik perebusan lama dengan bumbu rahasia sebelum dibakar di atas arang tempurung kelapa. Ini adalah standar emas sate Padang di Jakarta Selatan.

#

3. Mie Chino dan Revolusi Bakmi

Di lantai atas, Mie Chino menjadi salah satu pionir yang membawa kembali popularitas bakmi karet. Menggunakan resep turun-temurun dengan modifikasi modern, mie yang disajikan memiliki tekstur yang kenyal dan kokoh. Rahasianya terletak pada penggunaan telur bebek dalam adonan mie dan minyak ayam bawang yang dibuat secara manual (homemade).

Teknik Memasak dan Bahan Unik

Keunikan kuliner di Pasar Santa terletak pada dedikasi terhadap metode tradisional. Banyak pedagang di sini menolak menggunakan penyedap rasa instan secara berlebihan.

Teknik Pengasapan dan Pembakaran:

Banyak gerai di Pasar Santa, terutama yang menyajikan hidangan daging, masih menggunakan arang kayu atau batok kelapa. Teknik ini memberikan aroma smoky yang autentik yang tidak bisa dihasilkan oleh kompor gas. Misalnya, dalam pembuatan sate atau daging sei, suhu api dijaga sedemikian rupa agar sari daging tetap terkunci di dalam (juicy).

Pengolahan Rempah Manual:

Beberapa warung masakan Padang dan hidangan tradisional di lantai dasar masih menggunakan batu gilingan (ulekan) untuk menghaluskan bumbu dasar. Mereka percaya bahwa panas yang dihasilkan dari mesin blender dapat mengubah profil rasa dari cabai dan bawang.

Tokoh dan Kedai yang Melegenda

Berbicara tentang Pasar Santa tidak lengkap tanpa menyebut nama-nama yang membangun ekosistem ini. Selain Ajo Ramon, ada peran besar dari komunitas seperti ABCD (A Bunch of Caffeine Dealers) yang dahulu sempat bermarkas di sini dan merevolusi cara orang Jakarta meminum kopi.

Ada juga DOG (Dudes of Gourmet) yang memperkenalkan konsep hotdog hitam dengan tinta cumi, yang sempat menjadi sensasi nasional. Keberanian para talenta muda ini untuk bereksperimen di dalam pasar tradisional menciptakan sebuah "sekolah kuliner informal" di mana resep-resep baru lahir setiap harinya.

Tradisi Makan dan Konteks Sosial

Budaya makan di Pasar Santa sangat dipengaruhi oleh tata letaknya. Karena keterbatasan ruang, pengunjung seringkali harus berbagi meja dengan orang asing. Inilah yang melahirkan budaya komunikasi antar-pelanggan yang cair. Di Pasar Santa, tidak ada batasan antara "si kaya" dan "si miskin"; semua orang berkeringat bersama sambil menikmati hidangan yang sama.

Tradisi "jajan pasar" juga masih kental di lantai dasar. Di pagi hari, para ibu rumah tangga dan pekerja kantor berkumpul untuk mencari kue-kue basah tradisional seperti Lupis, Cenil, dan Nagasari yang dibuat dengan santan segar dari parutan kelapa di pasar tersebut. Kesegaran bahan baku yang diambil langsung dari pedagang sayur di lantai bawah adalah kunci utama kelezatan masakan di Pasar Santa.

Resep Warisan: Rahasia Kuah Kental Sate Padang ala Santa

Meskipun resep asli seringkali dirahasiakan, dasar dari kelezatan kuliner di kawasan ini terletak pada penggunaan bumbu yang berani. Sebagai gambaran, kuah sate yang legendaris di sini menggunakan campuran tepung beras sebagai pengental yang dimasak bersama rebusan tulang sapi selama minimal 6 jam. Rempah yang digunakan meliputi:

  • Lengkuas dan jahe yang digeprek.
  • Kunyit yang dibakar untuk menghilangkan bau langu.
  • Campuran bubuk kari melayu yang memberikan sentuhan pedas hangat.
  • Daun kunyit dan asam kandis untuk memberikan dimensi rasa segar.

Pasar Santa di Masa Depan

Kini, Pasar Santa tetap berdiri sebagai benteng kuliner Jakarta Selatan. Meskipun tren terus berganti, kekuatan utama pasar ini adalah kemampuannya untuk beradaptasi tanpa kehilangan jiwanya. Para pedagang lama dan baru hidup berdampingan, menciptakan harmoni rasa yang unik. Bagi masyarakat lokal, makan di Pasar Santa bukan hanya tentang mengenyangkan perut, tetapi tentang merayakan keberagaman kuliner Indonesia dalam suasana yang jujur dan apa adanya.

Keberlanjutan Pasar Santa sebagai destinasi legendaris bergantung pada apresiasi kita terhadap detail-detail kecil: bunyi ulekan bumbu di pagi hari, kepulan asap sate di sore hari, dan aroma kopi yang menyeruak dari lorong-lorong sempit. Inilah warisan yang menjadikan Pasar Santa lebih dari sekadar pasar; ia adalah jantung kuliner Jakarta Selatan yang akan terus berdenyut melewati zaman.

📋 Informasi Kunjungan

address
Jl. Cipaku I, Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
entrance fee
Gratis
opening hours
Setiap hari, 08:00 - 20:00 (bervariasi tiap gerai)

Tempat Menarik Lainnya di Jakarta Selatan

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Jakarta Selatan

Pelajari lebih lanjut tentang Jakarta Selatan dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Jakarta Selatan