Situs Sejarah

Makam K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)

di Jombang, Jawa Timur

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Asal-Usul Historis dan Pendirian

Keberadaan makam ini tidak dapat dipisahkan dari sejarah panjang Pondok Pesantren Tebuireng yang didirikan oleh kakek Gus Dur, Hadratussyaikh K.H. Hasyim Asy'ari, pada tahun 1899. Area pemakaman ini pada awalnya merupakan makam keluarga pesantren yang diperuntukkan bagi para keturunan dan pengasuh pondok.

Penempatan Gus Dur di lokasi ini mengikuti tradisi pesantren di mana para ulama besar dimakamkan di dekat tempat mereka mengabdi. Gus Dur dimakamkan pada 31 Desember 2009 melalui sebuah upacara kenegaraan yang dipimpin langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sejak saat itu, makam ini menjadi magnet bagi jutaan peziarah, yang kemudian mendorong pengelola dan pemerintah untuk menata kawasan tersebut menjadi situs sejarah dan wisata religi yang lebih terorganisir.

Gaya Arsitektur dan Detail Konstruksi

Berbeda dengan makam tokoh-tokoh besar atau presiden lainnya yang cenderung megah dan berhias ornamen mewah, makam Gus Dur menonjol karena kesederhanaannya yang ekstrem. Hal ini sesuai dengan wasiat dan karakter hidup Gus Dur yang rendah hati.

1. Struktur Makam: Makam Gus Dur tidak menggunakan batu nisan yang tinggi atau cungkup (atap pelindung) yang terpisah secara eksklusif. Makam beliau sejajar dengan makam kakeknya (K.H. Hasyim Asy'ari) dan ayahnya (K.H. Wahid Hasyim). Area ini berada di ruang terbuka di tengah kompleks pemakaman keluarga.

2. Batu Nisan (Kijing): Setelah beberapa tahun hanya berupa gundukan tanah dengan rumput, kini makam tersebut memiliki penanda yang sangat unik. Di atas pusaranya terdapat sebuah batu marmer kecil dengan inskripsi dalam empat bahasa: Indonesia, Arab, Inggris, dan Mandarin. Inskripsi tersebut bertuliskan: "Here Rests a Humanist" (Di Sini Beristirahat Seorang Humanis). Penggunaan bahasa Mandarin pada makam seorang ulama NU adalah anomali sejarah yang mempertegas keberpihakan Gus Dur pada minoritas.

3. Kawasan Peziarahan: Pemerintah Kabupaten Jombang bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur membangun koridor peziarah yang luas, area parkir bus yang masif, serta Museum Islam Indonesia K.H. Hasyim Asy'ari yang berada satu kompleks dengan kawasan makam. Arsitektur museum ini berbentuk piramida bertingkat yang melambangkan akulturasi budaya Islam dan lokal.

Signifikansi Sejarah dan Peristiwa Terkait

Makam ini memegang signifikansi sejarah sebagai "Titik Temu Bangsa". Lokasi ini merupakan satu-satunya makam di Indonesia di mana tiga generasi pahlawan dan tokoh kunci sejarah bangsa berkumpul dalam satu petak tanah:

  • K.H. Hasyim Asy'ari: Pendiri NU dan pahlawan nasional yang mengeluarkan Resolusi Jihad.
  • K.H. Wahid Hasyim: Menteri Agama pertama RI dan anggota BPUPKI/PPKI.
  • K.H. Abdurrahman Wahid: Presiden RI ke-4 dan Bapak Pluralisme.

Keberadaan makam ini juga menjadi saksi bisu transisi politik Indonesia. Setiap tahun, tokoh-tokoh politik nasional lintas partai dan latar belakang agama berkumpul di sini dalam acara "Haul Gus Dur", menjadikannya barometer rekonsiliasi politik nasional.

Tokoh Penting dan Koneksi Periodik

Situs ini menghubungkan beberapa periode penting dalam sejarah Indonesia:

  • Masa Pergerakan Nasional: Melalui jejak K.H. Hasyim Asy'ari.
  • Masa Kemerdekaan: Melalui peran K.H. Wahid Hasyim dalam merumuskan Pancasila dan Konstitusi.
  • Masa Reformasi: Melalui kiprah Gus Dur yang mengawal transisi demokrasi Indonesia dari otoritarianisme Orde Baru menuju sistem yang lebih terbuka.

Tokoh-tokoh dunia seperti perwakilan dari Vatikan, komunitas Tionghoa internasional, hingga tokoh-tokoh perdamaian Timur Tengah sering mengunjungi situs ini untuk memberikan penghormatan atas visi kemanusiaan Gus Dur.

Status Preservasi dan Upaya Restorasi

Pemerintah Indonesia telah menetapkan kawasan Makam Tebuireng sebagai salah satu Destinasi Wisata Religi Nasional. Upaya pelestarian difokuskan pada menjaga keaslian suasana pesantren sambil meningkatkan fasilitas aksesibilitas.

Restorasi yang dilakukan bersifat fungsional, seperti pembangunan jalur peziarah (pedestrian) yang terpisah dari kegiatan belajar santri untuk menjaga ketenangan pesantren. Pengelola pesantren (Pihak Keluarga Tebuireng) sangat ketat dalam menjaga agar makam tidak dikomersialisasikan secara berlebihan. Tidak boleh ada pungutan biaya masuk ke area makam, sebuah kebijakan yang tetap dipertahankan untuk menjaga marwah situs sebagai tempat ibadah dan perenungan.

Kepentingan Budaya dan Religi

Secara religius, makam ini adalah pusat praktik tawasul (berdoa dengan wasilah orang saleh) bagi jutaan warga Nahdliyin. Namun, secara budaya, makam ini melampaui batas-batas Islam. Masyarakat Tionghoa menganggap Gus Dur sebagai sosok yang mengembalikan hak sipil mereka (seperti perayaan Imlek), sehingga kunjungan dari warga non-Muslim ke makam ini adalah pemandangan umum yang tidak ditemukan di makam ulama lainnya.

Fakta Historis Unik

Salah satu fakta unik yang jarang diketahui adalah bahwa tanah di makam Gus Dur sempat mengalami fenomena "tanah ambles" tak lama setelah pemakaman karena banyaknya peziarah yang mencoba mengambil tanah makam sebagai berkah (tabarruk). Hal ini kemudian diantisipasi dengan pemberian pembatas yang permanen namun tetap sederhana. Selain itu, makam ini adalah satu-satunya situs religi di Jawa Timur yang memiliki tingkat kunjungan harian rata-rata mencapai 2.000 hingga 10.000 orang, menyaingi kunjungan ke makam Wali Songo.

Sebagai situs sejarah, Makam Gus Dur di Jombang adalah monumen hidup bagi ideologi pluralisme Indonesia. Ia tetap berdiri sebagai pengingat bahwa kekuatan terbesar bangsa ini terletak pada kemampuan untuk menghargai perbedaan, persis seperti pesan yang tertulis pada batu nisannya yang bersahaja.

πŸ“‹ Informasi Kunjungan

address
Kwitang, Cukir, Kec. Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur
entrance fee
Gratis / Donasi sukarela
opening hours
Setiap hari, 08:00 - 16:00 (Kecuali waktu shalat)

Tempat Menarik Lainnya di Jombang

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Jombang

Pelajari lebih lanjut tentang Jombang dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Jombang