Masjid Al-Alam Kendari
di Kendari, Sulawesi Tenggara
Dipublikasikan: Januari 2025
Tentang
Kemegahan Arsitektur Terapung: Menelusuri Jejak Estetika Masjid Al-Alam Kendari
Masjid Al-Alam Kendari bukan sekadar rumah ibadah; ia adalah manifestasi visi arsitektural modern yang menyatu dengan ekologi pesisir Sulawesi Tenggara. Terletak megah di tengah Teluk Kendari, masjid ini telah menjadi ikon baru yang mendefinisikan cakrawala kota (city skyline) Kendari. Dengan konsep "Masjid Terapung," bangunan ini menggabungkan kecanggihan teknik sipil dengan simbolisme religius yang mendalam, menjadikannya salah satu destinasi wisata religi paling unik di Indonesia Timur.
#
Visi Arsitektural dan Konsep Desain
Secara arsitektural, Masjid Al-Alam mengadopsi gaya kontemporer yang menjauh dari bentuk kubah tradisional Timur Tengah yang berat. Desainnya lebih condong pada estetika modern yang ramping dan fungsional. Hal yang paling mencolok adalah kehadiran empat menara yang dirancang menyerupai bentuk Burj Al Arab di Dubai, namun tetap memiliki identitas lokal yang kuat.
Filosofi desain masjid ini berpusat pada keterbukaan dan interaksi dengan alam sekitarnya. Alih-alih menggunakan dinding masif yang menutup pandangan, arsitekturnya memaksimalkan bukaan untuk sirkulasi udara alami dan pencahayaan matahari. Penggunaan material kaca dan ruang terbuka di sekeliling koridor memungkinkan jamaah untuk tetap terhubung dengan panorama laut Teluk Kendari, menciptakan suasana spiritual yang tenang dan reflektif.
#
Konteks Histori dan Rekayasa Konstruksi
Pembangunan Masjid Al-Alam dimulai pada tahun 2010 di masa pemerintahan Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam. Lokasinya yang berada di tengah teluk menuntut teknik konstruksi yang luar biasa. Tidak seperti bangunan darat, masjid ini berdiri di atas lahan reklamasi seluas kurang lebih 12.692 meter persegi.
Proses pembangunannya memakan waktu sekitar delapan tahun hingga akhirnya diresmikan pada tahun 2018. Tantangan utama dalam konstruksinya adalah ketahanan terhadap korosi air laut dan stabilitas fondasi di dasar teluk yang berlumpur. Insinyur menggunakan sistem tiang pancang laut (marine piling) yang dalam untuk memastikan struktur tetap kokoh menghadapi arus pasang surut dan potensi aktivitas seismik di wilayah Sulawesi. Penggunaan beton mutu tinggi dengan lapisan anti-sulfat menjadi kunci daya tahan bangunan ini terhadap lingkungan pesisir yang ekstrem.
#
Struktur Unik dan Inovasi Estetika
Salah satu elemen paling ikonik dari Masjid Al-Alam adalah bentuk atapnya. Berbeda dengan kubah bulat konvensional, atap masjid ini berbentuk limas bersusun yang menyerupai kelopak bunga atau layar kapal yang terkembang. Bentuk ini bukan tanpa alasan; ia merupakan penghormatan terhadap budaya maritim masyarakat Sulawesi Tenggara yang dikenal sebagai pelaut ulung.
Empat menara yang berdiri di setiap sudut bangunan memiliki fungsi ganda. Selain sebagai tempat pengeras suara azan, menara-menara ini berfungsi sebagai penyeimbang visual bagi massa bangunan utama yang lebar. Pada malam hari, sistem pencahayaan LED yang dirancang khusus mengubah masjid menjadi permata bercahaya di tengah kegelapan teluk, dengan pantulan cahaya di permukaan air yang menambah dramatisasi visualnya.
Bagian interior masjid menampilkan kemewahan dalam kesederhanaan. Langit-langit yang tinggi memastikan suhu ruangan tetap sejuk meski tanpa penggunaan pendingin udara yang berlebihan. Ornamen kaligrafi yang menghiasi dinding kiblat dikerjakan dengan presisi tinggi, memadukan seni khat Arab dengan motif geometris modern yang bersih.
#
Signifikansi Budaya dan Sosial
Masjid Al-Alam telah melampaui fungsinya sebagai tempat salat lima waktu. Ia telah menjadi "ruang ketiga" bagi warga Kendari—sebuah titik temu sosial di mana batas-batas kelas melebur. Keberadaannya di tengah laut menciptakan metafora tentang kesucian; bahwa untuk menuju rumah Tuhan, seseorang harus melewati perjalanan (melalui jembatan penghubung) meninggalkan hiruk-pikuk keduniawian di daratan.
Secara budaya, masjid ini menjadi simbol kebangkitan Sulawesi Tenggara dalam mengelola potensi pariwisatanya. Kehadirannya memicu pertumbuhan ekonomi di sekitar area pesisir, mulai dari sektor transportasi air hingga UMKM kuliner yang menjamur di sepanjang akses jalan menuju masjid. Masjid ini membuktikan bahwa arsitektur ikonik dapat menjadi katalisator perubahan sosial dan ekonomi daerah.
#
Pengalaman Pengunjung dan Pemanfaatan Kini
Akses menuju Masjid Al-Alam sendiri merupakan bagian dari pengalaman arsitektural. Pengunjung harus melewati jalan akses yang membelah air laut, memberikan sensasi seolah-olah sedang menuju ke tengah samudra. Setibanya di kompleks masjid, luasnya pelataran memberikan ruang bagi pengunjung untuk menikmati angin laut sebelum memasuki ruang utama.
Saat ini, Masjid Al-Alam mampu menampung hingga 10.000 jamaah. Selain kegiatan ibadah rutin, area sekitar masjid sering digunakan untuk kegiatan manasik haji, festival seni Islam, dan lokasi fotografi arsitektur. Pengalaman spiritual yang ditawarkan sangat unik; suara deburan ombak yang samar-samar terdengar di sela-sela lantunan ayat suci memberikan dimensi ketenangan yang sulit ditemukan di masjid-masjid pusat kota lainnya.
#
Penutup: Warisan Arsitektur Modern Sulawesi
Masjid Al-Alam Kendari adalah bukti bahwa inovasi teknik dan nilai religius dapat berjalan beriringan. Dengan mengadopsi tantangan geografis Teluk Kendari sebagai kekuatan desain, masjid ini tidak hanya berdiri sebagai bangunan fisik, tetapi sebagai pernyataan identitas masyarakat Sulawesi Tenggara yang religius namun tetap progresif dan terbuka terhadap zaman.
Kehadirannya memperkaya khazanah arsitektur Islam di Indonesia, membuktikan bahwa identitas sebuah masjid tidak harus selalu terpaku pada kubah dan ornamen masa lalu, melainkan bisa lahir dari dialog jujur antara kebutuhan fungsional, karakteristik tapak, dan aspirasi budaya masyarakatnya. Masjid Al-Alam akan terus berdiri sebagai penjaga teluk, menyambut siapapun yang datang ke Kendari dengan kemegahan yang tenang dan bersahaja.
📋 Informasi Kunjungan
Tempat Menarik Lainnya di Kendari
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiJelajahi Kendari
Pelajari lebih lanjut tentang Kendari dan tempat-tempat menarik lainnya.
Lihat Profil Kendari