Gong Perdamaian Dunia
di Kota Ambon, Maluku
Dipublikasikan: Januari 2025
Tentang
Simfoni Rekonsiliasi: Tinjauan Arsitektural Gong Perdamaian Dunia Ambon
Gong Perdamaian Dunia (World Peace Gong) di Kota Ambon bukan sekadar monumen statis yang menghiasi pusat kota. Ia adalah sebuah mahakarya arsitektural yang berfungsi sebagai jangkar memori kolektif dan simbol resiliensi masyarakat Maluku. Berdiri megah di kawasan Lapangan Merdeka, Kecamatan Sirimau, bangunan ini merangkum narasi transisi Ambon dari masa konflik menuju era harmoni yang berkelanjutan.
#
Konteks Historis dan Filosofi Pembangunan
Pembangunan Gong Perdamaian Dunia di Ambon didasari oleh peristiwa konflik sosial yang melanda wilayah tersebut pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an. Monumen ini diresmikan pada 25 November 2009 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai gong perdamaian ke-35 di dunia. Namun, secara arsitektural, versi Ambon memiliki kekhasan yang membedakannya dari monumen serupa di New Delhi atau Geneva.
Pemilihan lokasi di jantung Kota Ambon memiliki signifikansi urbanistik. Area ini merupakan titik temu aktivitas publik, pemerintahan, dan sejarah. Secara filosofis, pembangunan struktur ini bertujuan untuk "mengunci" perdamaian agar tidak lagi goyah, menjadikannya sebuah monolit visual yang mengingatkan setiap warga tentang mahalnya nilai persaudaraan.
#
Gaya Arsitektur dan Prinsip Desain
Arsitektur Gong Perdamaian Dunia mengadopsi gaya kontemporer-monumental dengan sentuhan simbolisme universal. Struktur utamanya terdiri dari sebuah paviliun terbuka (open-air pavilion) yang didukung oleh tiang-tiang penyangga kokoh. Desain ini mengedepankan prinsip transparansi dan aksesibilitas, mencerminkan nilai keterbukaan masyarakat Maluku.
Salah satu elemen desain yang paling mencolok adalah penggunaan platform berundak. Pengunjung harus menaiki beberapa anak tangga untuk mencapai dudukan gong, sebuah metafora arsitektural yang melambangkan bahwa perdamaian adalah sebuah pencapaian yang memerlukan upaya dan pendakian spiritual. Atap paviliun dirancang dengan struktur modern yang memberikan perlindungan tanpa memutus koneksi visual dengan langit Ambon, menciptakan permainan cahaya dan bayangan yang dramatis pada badan gong di siang hari.
#
Detail Struktural dan Ornamen Unik
Gong itu sendiri merupakan pusat gravitasi dari seluruh kompleks ini. Dengan diameter sekitar 2 meter, gong ini terbuat dari campuran logam kuningan berkualitas tinggi yang dilapisi warna emas mengkilap. Namun, keunikan arsitektural yang sebenarnya terletak pada permukaan gong tersebut.
Permukaan Gong Perdamaian Dunia Ambon dihiasi dengan simbol-simbol dari berbagai agama besar di dunia, bendera dari 202 negara, serta lambang dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Penempatan lambang-lambang ini dilakukan dengan teknik grafir yang presisi, menciptakan tekstur yang kaya pada permukaan logam. Di bagian tengah gong, terdapat peta dunia yang melambangkan kesatuan global.
Tiang penyangga gong dirancang dengan estetika yang bersih namun kuat. Struktur penyangga ini tidak hanya berfungsi secara mekanis untuk menahan beban logam yang berat, tetapi juga dirancang agar harmonis dengan estetika bangunan sekitarnya. Penggunaan material batu alam pada lantai dasar memberikan kesan membumi (grounded), kontras dengan kilau logam gong yang bersifat surgawi.
#
Inovasi Struktur dan Lansekap
Kompleks Gong Perdamaian Dunia juga mencakup penataan lansekap yang terintegrasi. Di sekitar monumen, terdapat taman yang tertata rapi dengan jalur pedestrian yang luas. Inovasi pada area ini terletak pada integrasi antara ruang terbuka hijau dengan monumen beton. Pencahayaan buatan (lighting design) pada malam hari diatur sedemikian rupa sehingga menyinari gong dari bawah (up-lighting), memberikan efek megah yang terlihat dari kejauhan, bahkan dari area pelabuhan.
Selain itu, terdapat elemen pendukung berupa museum mini di bagian bawah atau sekitar area monumen yang menyimpan dokumentasi sejarah perjalanan perdamaian di Maluku. Integrasi antara ruang publik, fungsi edukasi, dan monumen peringatan ini menjadikan desainnya multifungsi—tidak hanya sebagai objek foto, tetapi sebagai ruang kontemplasi urban.
#
Signifikansi Budaya dan Sosial: "Pela Gandong" dalam Bentuk Fisik
Secara sosiologis, arsitektur Gong Perdamaian Dunia adalah manifestasi fisik dari kearifan lokal Pela Gandong. Struktur ini bertindak sebagai ruang netral di mana masyarakat dari berbagai latar belakang etnis dan agama dapat bertemu. Dalam arsitektur tradisional Maluku, ruang bersama sangatlah penting, dan monumen ini mengadopsi semangat tersebut ke dalam bentuk yang lebih modern dan universal.
Keberadaan gong ini juga menandai transformasi citra Kota Ambon di mata internasional. Dari kota yang pernah diidentikkan dengan konflik, menjadi "Ambon City of Music" dan kota perdamaian. Arsitektur monumen ini menjadi identitas visual baru yang sering muncul dalam literatur pariwisata dan studi perdamaian dunia.
#
Pengalaman Pengunjung dan Penggunaan Saat Ini
Pengunjung yang datang ke Gong Perdamaian Dunia akan merasakan transisi atmosfer dari kebisingan lalu lintas kota menuju ketenangan di area monumen. Desain sirkulasi di sekitar gong memungkinkan orang untuk berjalan mengelilingi objek pusat, memberikan kesempatan untuk mengamati detail bendera dan simbol negara satu per satu.
Saat ini, lokasi ini berfungsi sebagai destinasi wisata utama di Kota Ambon. Selain menjadi tempat edukasi sejarah bagi pelajar, area sekitarnya sering digunakan untuk kegiatan seni dan budaya. Getaran suara gong (yang hanya dibunyikan pada momen-momen peringatan khusus) dianggap memiliki frekuensi yang menenangkan, menambah dimensi auditori pada pengalaman arsitektural yang biasanya didominasi oleh aspek visual.
#
Kesimpulan: Lebih dari Sekadar Logam dan Beton
Gong Perdamaian Dunia di Ambon adalah bukti bagaimana arsitektur dapat digunakan sebagai alat rekonsiliasi. Melalui kombinasi material yang tahan lama, simbolisme yang inklusif, dan penempatan urban yang strategis, bangunan ini berhasil menjalankan fungsinya sebagai penjaga perdamaian. Ia berdiri tegak sebagai pengingat bahwa meskipun struktur bangunan bisa hancur oleh konflik, semangat perdamaian yang dipahat dalam bentuk monumen akan terus menginspirasi generasi mendatang untuk menjaga harmoni di Bumi Raja-Raja.
📋 Informasi Kunjungan
Tempat Menarik Lainnya di Kota Ambon
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiJelajahi Kota Ambon
Pelajari lebih lanjut tentang Kota Ambon dan tempat-tempat menarik lainnya.
Lihat Profil Kota Ambon