Kuantan Singingi
CommonDipublikasikan: Januari 2025
History
#
Sejarah dan Warisan Budaya Kuantan Singingi: Mutiara Riau di Jalur Sungai
Kuantan Singingi, atau yang sering dijuluki sebagai "Kota Jalur," merupakan wilayah di Provinsi Riau yang menyimpan narasi sejarah panjang yang berakar pada peradaban sungai. Terletak di bagian barat Riau dengan luas wilayah mencapai 5.295,3 km², daerah ini secara geografis berbatasan langsung dengan tujuh wilayah administratif, termasuk Provinsi Sumatera Barat dan Jambi, yang menjadikannya titik temu budaya Minangkabau dan Melayu.
##
Akar Prasejarah dan Masa Kerajaan
Secara historis, wilayah ini merupakan bagian dari Kerajaan Kandis, yang diyakini sebagai salah satu kerajaan tertua di Sumatera, sezaman dengan Kerajaan Koto Alang. Pada abad ke-14, pengaruh Kerajaan Pagaruyung mulai mendominasi melalui keberadaan "Rantau Nan Kurang Oso Duo Puluah". Struktur sosial masyarakat Kuantan Singingi dibangun di atas sistem persukuan yang kuat, di mana kepemimpinan adat dipegang oleh para Penghulu. Hubungan dagang melalui Sungai Kuantan menjadikan wilayah ini strategis sebagai jalur transportasi lada dan emas menuju pesisir timur Sumatera.
##
Era Kolonial dan Perlawanan Rakyat
Memasuki masa kolonial Belanda, Kuantan Singingi menjadi saksi bisu perlawanan gigih rakyat. Salah satu peristiwa heroik yang tercatat adalah Perang Manggis yang dipimpin oleh pahlawan lokal seperti KH. Umar bin Daud dan Datuok Bandaro. Belanda sangat berkepentingan dengan wilayah ini karena potensi sumber daya alamnya. Pada tahun 1905, Belanda secara formal mulai menancapkan kuku kekuasaannya melalui sistem Controleur yang berkedudukan di Teluk Kuantan. Meskipun berada di pedalaman, akses sungai memungkinkan Kuantan Singingi tetap terhubung dengan dinamika global pada masa itu.
##
Masa Kemerdekaan dan Pembentukan Administratif
Pasca proklamasi kemerdekaan 1945, Kuantan Singingi awalnya merupakan bagian dari Kabupaten Indragiri. Namun, aspirasi masyarakat untuk mengelola daerah sendiri tumbuh kuat. Melalui perjuangan panjang para tokoh masyarakat seperti H. Zulkifli, wilayah ini akhirnya resmi memisahkan diri dari Kabupaten Indragiri Hulu. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 53 Tahun 1999, Kuantan Singingi sah berdiri sebagai kabupaten mandiri dengan Teluk Kuantan sebagai pusat pemerintahannya.
##
Warisan Budaya: Pacu Jalur
Identitas sejarah Kuantan Singingi tidak terlepas dari Pacu Jalur. Tradisi ini bermula pada awal abad ke-17 sebagai sarana transportasi dan kemudian berkembang menjadi perlombaan untuk memperingati hari-hari besar. Awalnya, jalur (perahu panjang) digunakan untuk mengangkut hasil bumi, namun di bawah tekanan kolonial, masyarakat mengubahnya menjadi simbol persatuan dan kekuatan kolektif. Hingga kini, Festival Pacu Jalur di Tepian Narosa telah menjadi agenda pariwisata nasional yang menghubungkan nilai historis dengan olahraga modern.
##
Perkembangan Modern
Saat ini, Kuantan Singingi bertransformasi menjadi pusat perkebunan karet dan sawit yang signifikan di Riau. Monumen-monumen sejarah seperti Tugu Proklamasi di Teluk Kuantan dan sisa-sisa arsitektur kolonial masih berdiri sebagai pengingat masa lalu. Integrasi antara kekayaan adat "Tali Bapilin Tigo" dengan pembangunan infrastruktur menjadikan wilayah ini salah satu pilar stabilitas ekonomi di bagian barat Riau, menghubungkan pedalaman Sumatera dengan jalur perdagangan pesisir.
Geography
#
Profil Geografis Kabupaten Kuantan Singingi
Kabupaten Kuantan Singingi, atau yang sering dijuluki sebagai Kota Jalur, merupakan entitas geografis yang strategis di Provinsi Riau. Secara astronomis, wilayah ini terletak antara 0°00’ LU – 1°00’ LS dan 101°02’ BT – 101°55’ BT. Menempati posisi di bagian barat Provinsi Riau, kabupaten ini memiliki luas wilayah mencapai 5.295,3 km². Uniknya, meski berada di pedalaman daratan Sumatera, wilayah ini memiliki karakteristik geografis yang dinamis dengan garis pantai yang membentang di sepanjang perairan yang terhubung ke sistem Laut Indonesia melalui jaringan hidrologi yang kompleks.
##
Topografi dan bentang Alam
Topografi Kuantan Singingi mencerminkan transisi antara dataran rendah Riau dengan kaki pegunungan Bukit Barisan. Bagian barat dan selatan wilayah ini didominasi oleh perbukitan dengan elevasi yang bervariasi, menciptakan lembah-lembah subur. Fitur geografis yang paling ikonik adalah Sungai Kuantan (Batang Kuantan), yang membelah kabupaten ini. Sungai ini menjadi urat nadi kehidupan dan pusat kebudayaan masyarakat setempat. Aliran sungai yang berkelok-kelok menciptakan dataran aluvial yang kaya nutrisi, sangat mendukung sektor agraris di sepanjang bantarannya.
##
Iklim dan Pola Cuaca
Kabupaten ini memiliki iklim tropis basah dengan variasi musiman yang dipengaruhi oleh angin monsun. Suhu udara rata-rata berkisar antara 23°C hingga 33°C dengan kelembapan tinggi sepanjang tahun. Curah hujan di Kuantan Singingi cukup signifikan, terutama pada periode Oktober hingga Maret. Pola cuaca ini membentuk ekosistem yang selalu hijau, di mana vegetasi hutan hujan tropis tumbuh dengan lebat di zona-zona yang belum terjamah oleh konversi lahan.
##
Kekayaan Sumber Daya Alam
Kuantan Singingi dikenal sebagai lumbung kekayaan alam di Riau. Di sektor pertambangan, wilayah ini memiliki deposit mineral berharga seperti emas, batu bara, dan pasir kuarsa. Emas khususnya memiliki sejarah panjang dalam ekonomi lokal melalui penambangan rakyat. Di sektor perkebunan, komoditas utama adalah kelapa sawit dan karet yang membentang luas di dataran tinggi dan rendah. Selain itu, sektor kehutanan masih memegang peranan penting, meskipun kini lebih difokuskan pada konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan.
##
Ekologi dan Biodiversitas
Secara ekologis, Kuantan Singingi merupakan bagian dari jantung Pulau Sumatera yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi. Sebagian wilayahnya berbatasan langsung dengan kawasan konservasi seperti Taman Nasional Bukit Tiga Puluh. Hutan-hutan di sini menjadi habitat bagi flora dan fauna endemik, termasuk beberapa spesies primata dan burung tropis. Upaya pelestarian ekosistem sungai juga menjadi fokus utama, mengingat Sungai Kuantan merupakan habitat bagi berbagai jenis ikan air tawar lokal yang menjadi sumber protein bagi penduduk sekitar.
##
Konektivitas Geografis
Secara administratif, Kuantan Singingi memiliki posisi geopolitik yang kuat dengan dikelilingi oleh tujuh wilayah tetangga yang saling berbatasan. Hal ini menjadikannya titik simpul transportasi darat yang menghubungkan Provinsi Riau dengan Provinsi Sumatera Barat dan Jambi di bagian selatan dan barat. Sinergi antarwilayah ini memperkuat posisi Kuantan Singingi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah barat Riau.
Culture
#
Pesona Budaya Kuantan Singingi: Warisan Luhur di Jantung Riau
Kuantan Singingi, atau yang akrab disapa Kuansing, merupakan kabupaten di wilayah barat Provinsi Riau yang menyimpan kekayaan tradisi tiada tara. Dengan luas wilayah 5.295,3 km² dan berbatasan dengan tujuh wilayah tetangga, kabupaten ini menjadi titik temu budaya Melayu daratan yang kental dengan nilai-nilai agamis dan gotong royong. Meskipun berada di pedalaman, denyut kehidupan masyarakatnya sangat dipengaruhi oleh aliran Sungai Kuantan yang membelah wilayah ini.
##
Tradisi Pacu Jalur dan Perayaan Budaya
Ikon budaya paling megah di Kuantan Singingi adalah Pacu Jalur. Tradisi ini bukan sekadar lomba dayung sampan panjang, melainkan manifestasi integrasi sosial masyarakat. Jalur, sebutan untuk perahu yang terbuat dari kayu gelondongan utuh sepanjang 25 hingga 40 meter, dikerjakan secara gotong royong melalui prosesi Menebang Kayu dan Menarik Jalur. Festival ini biasanya memuncak pada perayaan kemerdekaan di Tepian Narosa, Teluk Kuantan. Keunikan Pacu Jalur terletak pada peran "Tukang Tari" yang menari di ujung haluan jalur saat perlombaan berlangsung, sebagai simbol pemberi semangat dan keseimbangan.
##
Kesenian dan Pertunjukan Tradisional
Dalam ranah seni pertunjukan, Kuansing memiliki Randai Kuantan. Berbeda dengan Randai Minangkabau, Randai Kuantan memadukan teater rakyat, tarian, dan musik yang diiringi instrumen biola serta akordeon. Narasi yang dibawakan biasanya berkisar pada hikayat lokal atau kritik sosial. Selain itu, terdapat tari tradisional seperti Tari Somba yang digunakan untuk menyambut tamu kehormatan, mencerminkan keramah-tamahan masyarakat setempat. Musik tradisional didominasi oleh dentuman Rabab dan Calempong, yang memberikan nuansa ritmis khas Melayu pedalaman.
##
Kuliner dan Cita Rasa Lokal
Khazanah kuliner Kuansing sangat spesifik. Salah satu primadonanya adalah Gulai Siput (Gulai Cipuik) yang dimasak dengan kuah kuning santan yang gurih. Ada pula Konji Barayak, bubur berbahan tepung beras yang dimasak saat acara adat atau gotong royong, melambangkan kebersamaan. Untuk kudapan, Wajik Beras Ketan dan Lopek Bugi menjadi hidangan wajib dalam upacara adat. Masyarakat juga mengenal teknik pengawetan ikan sungai melalui proses pengasapan yang menghasilkan Ikan Salai berkualitas tinggi.
##
Busana, Tenun, dan Identitas Visual
Secara visual, identitas Kuansing tercermin dalam busana tradisionalnya. Batik Kuansing kini mulai naik daun dengan motif-motif yang terinspirasi dari alam dan tradisi, seperti motif perahu jalur, pendayung, dan tumbuhan lokal. Pakaian adat laki-laki biasanya berupa Baju Kurung Cekak Musang lengkap dengan kain samping (sesamping) dari tenun songket, sementara perempuan mengenakan Baju Kurung Basiba yang sopan dan anggun, menunjukkan pengaruh nilai Islam yang kuat.
##
Bahasa dan Kehidupan Religi
Masyarakat menggunakan Bahasa Melayu dialek Kuantan yang memiliki kemiripan intonasi dengan bahasa di wilayah pesisir namun dengan kosa kata yang unik. Ungkapan seperti "Kito Basatu Nagori Maju" sering digaungkan sebagai perekat persatuan. Dalam aspek religi, tradisi Manjapuik Limau sebelum bulan Ramadan menjadi ritual penyucian diri yang masih lestari hingga kini, mempertegas posisi Kuansing sebagai wilayah yang memegang teguh adat yang bersendikan syarak.
Tourism
Menjelajahi Pesona Kuantan Singingi: Jantung Budaya dan Alam Riau
Kabupaten Kuantan Singingi, atau yang akrab disapa Kuansing, merupakan destinasi unggulan di bagian barat Provinsi Riau. Dengan luas wilayah mencapai 5295,3 km², daerah ini menawarkan perpaduan unik antara bentang alam yang asri, tradisi sungai yang ikonik, dan keramahan penduduk lokal. Berbatasan dengan tujuh wilayah administratif, Kuansing menjadi titik temu budaya yang kaya dan aksesibel bagi para pelancong.
#
Keajaiban Alam dan Wisata Tirta
Meskipun berada di pedalaman Sumatra, Kuansing memiliki karakteristik wilayah yang dialiri sungai-sungai besar yang memberikan nuansa pesisir sungai yang eksotis. Salah satu daya tarik utamanya adalah Air Terjun Guruh Gemurai di Kecamatan Kuantan Mudik. Air terjun ini menawarkan simfoni suara alam yang menenangkan dengan kolam alami yang jernih. Selain itu, terdapat Air Terjun Tujuh Tingkat Batang Koban yang menantang adrenalin, di mana pengunjung harus menyusuri sungai menggunakan perahu mesin (pompong) untuk mencapai lokasi, menyuguhkan pemandangan hutan tropis yang masih perawan.
#
Festival Pacu Jalur: Warisan Budaya Tak Benda
Pengalaman unik yang tidak boleh dilewatkan adalah menyaksikan Festival Pacu Jalur. Ini bukan sekadar balap perahu biasa, melainkan tradisi turun-temurun yang melibatkan perahu kayu sepanjang 25-40 meter yang didayung oleh puluhan pria. Sorak-sorai penonton di sepanjang Tepian Narosa, Teluk Kuantan, menciptakan atmosfer magis yang jarang ditemukan di tempat lain. Untuk wisata sejarah, pengunjung dapat menyambangi Rumah Gadang Kuantan Singingi yang menampilkan arsitektur khas dengan ukiran detail yang merepresentasikan filosofi hidup masyarakat setempat.
#
Petualangan dan Aktivitas Luar Ruangan
Bagi pecinta petualangan, kawasan perbukitan di bagian barat Kuansing menawarkan jalur trekking yang menantang. Menjelajahi kawasan Hutan Lindung Bukit Betabuh memberikan kesempatan untuk melihat flora dan fauna endemik Sumatra. Selain itu, menyusuri Sungai Kuantan dengan perahu tradisional memberikan perspektif berbeda mengenai kehidupan masyarakat bantaran sungai yang masih menjaga kearifan lokal dalam menjaga ekosistem air.
#
Kuliner Khas dan Keramahan Lokal
Perjalanan ke Kuansing belum lengkap tanpa mencicipi Gulai Siput atau Konji Barayak. Konji Barayak adalah kudapan tradisional berbahan tepung beras yang biasanya disajikan dalam acara adat. Untuk buah tangan, Wajik Beras Ketan khas Teluk Kuantan menjadi pilihan favorit. Mengenai akomodasi, tersedia berbagai pilihan hotel melati hingga hotel berbintang di pusat kota Teluk Kuantan. Masyarakat Kuansing dikenal sangat terbuka dan menjunjung tinggi nilai "adat bersandi syarak", sehingga wisatawan akan merasa disambut dengan hangat.
#
Waktu Terbaik untuk Berkunjung
Waktu terbaik untuk mengunjungi Kuantan Singingi adalah pada bulan Agustus, bertepatan dengan perayaan Hari Kemerdekaan RI, di mana Festival Pacu Jalur terbesar digelar. Pada musim ini, seluruh kota berubah menjadi panggung pesta budaya yang sangat meriah. Pastikan memesan akomodasi jauh-jauh hari karena ribuan wisatawan akan memadati Teluk Kuantan untuk menyaksikan perhelatan akbar tersebut.
Economy
#
Profil Ekonomi Kabupaten Kuantan Singingi: Kekuatan Agraris dan Potensi Strategis
Kabupaten Kuantan Singingi, yang sering dijuluki sebagai Kota Jalur, merupakan wilayah seluas 5.295,3 km² yang terletak di bagian barat Provinsi Riau. Secara geografis, wilayah ini berbatasan langsung dengan tujuh daerah tetangga, termasuk Provinsi Sumatra Barat dan Jambi, menjadikannya titik simpul perdagangan darat yang vital di koridor tengah Sumatra. Meskipun berada di pedalaman daratan Riau, kabupaten ini memiliki konektivitas unik melalui aliran Sungai Kuantan yang secara historis menjadi urat nadi transportasi dan ekonomi masyarakat.
##
Sektor Pertanian dan Perkebunan
Sektor perkebunan merupakan tulang punggung utama perekonomian Kuantan Singingi (Kuansing). Kelapa sawit dan karet menjadi komoditas unggulan yang mendominasi penggunaan lahan. Berbeda dengan wilayah pesisir Riau yang didominasi korporasi besar, struktur ekonomi di Kuansing sangat dipengaruhi oleh perkebunan rakyat. Hal ini menciptakan kemandirian ekonomi lokal di mana arus kas masyarakat sangat bergantung pada fluktuasi harga komoditas global. Selain itu, sektor kehutanan juga memberikan kontribusi melalui industri pengolahan kayu yang terintegrasi.
##
Industri dan Produk Lokal
Industri pengolahan hasil perkebunan, khususnya pabrik pengolahan kelapa sawit (PKS) dan pabrik karet (crumb rubber), menjadi sektor industri kunci yang menyerap ribuan tenaga kerja. Di sisi lain, kekayaan budaya lokal melahirkan ekonomi kreatif yang spesifik. Batik Kuansing, dengan motif unik yang terinspirasi dari kearifan lokal seperti perahu jalur, mulai berkembang menjadi produk unggulan yang menembus pasar nasional. Selain itu, kerajinan tangan dari rotan dan kayu menjadi produk komplementer yang mendukung pendapatan rumah tangga di wilayah pedesaan.
##
Pariwisata dan Ekonomi Maritim Sungai
Meskipun tidak memiliki garis pantai laut, Kuantan Singingi mengoptimalkan potensi "maritim sungai" melalui tradisi Pacu Jalur. Festival tahunan ini bukan sekadar budaya, melainkan penggerak ekonomi masif yang melibatkan ribuan UMKM, sektor perhotelan, dan jasa transportasi. Ribuan wisatawan yang hadir setiap tahunnya menciptakan perputaran uang miliaran rupiah dalam waktu singkat, memicu pertumbuhan sektor jasa dan kuliner lokal.
##
Infrastruktur dan Tren Ketenagakerjaan
Pembangunan infrastruktur jalan lintas tengah Sumatra telah mempercepat distribusi barang menuju pelabuhan di pesisir Riau maupun ke arah Sumatra Barat. Tren ketenagakerjaan di Kuansing saat ini mulai bergeser dari sektor primer (pertanian mentah) menuju sektor sekunder dan tersier. Pertumbuhan pusat-pusat perdagangan di Teluk Kuantan mencerminkan peningkatan daya beli masyarakat. Pemerintah daerah terus berfokus pada hilirisasi produk pertanian agar nilai tambah tetap berada di wilayah ini, guna mengurangi ketergantungan pada penjualan bahan mentah. Dengan posisi strategis di bagian barat Riau, Kuantan Singingi berpotensi menjadi pusat logistik dan pengolahan hasil bumi yang diperhitungkan di masa depan.
Demographics
#
Profil Demografis Kabupaten Kuantan Singingi
Kabupaten Kuantan Singingi, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Kuansing, merupakan wilayah strategis di bagian barat Provinsi Riau dengan luas wilayah mencapai 5.295,3 km². Meskipun secara geografis terletak di pedalaman daratan Sumatra, kabupaten ini memiliki karakteristik unik sebagai wilayah yang dialiri oleh sungai-sungai besar, menjadikannya pusat peradaban sungai yang dinamis dan berbatasan langsung dengan tujuh wilayah administratif, termasuk provinsi tetangga, Sumatera Barat.
Struktur dan Distribusi Penduduk
Berdasarkan data terkini, populasi Kuantan Singingi berjumlah lebih dari 334.000 jiwa dengan tingkat kepadatan penduduk rata-rata mencapai 63 jiwa per km². Distribusi penduduk terkonsentrasi di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Kuantan, dengan pusat pertumbuhan ekonomi utama berada di Kecamatan Kuantan Tengah (Teluk Kuantan). Meskipun tren urbanisasi meningkat, karakteristik demografis Kuansing masih didominasi oleh masyarakat rural yang bergantung pada sektor perkebunan kelapa sawit dan karet.
Komposisi Etnis dan Budaya
Demografi Kuansing dicirikan oleh homogenitas budaya lokal yang kuat namun inklusif. Mayoritas penduduk adalah etnis Melayu Kuantan yang memiliki kedekatan linguistik dan adat dengan Minangkabau. Keberadaan transmigrasi di masa lalu telah membentuk kantong-kantong etnis Jawa dan Sunda yang signifikan di wilayah eks-transmigrasi seperti Singingi dan Singingi Hilir. Keberagaman ini menciptakan harmoni sosial yang unik, di mana tradisi lokal seperti "Pacu Jalur" menjadi pemersatu lintas etnis dan status sosial.
Struktur Usia dan Pendidikan
Piramida penduduk Kuantan Singingi menunjukkan struktur ekspansif dengan dominasi kelompok usia produktif (15-64 tahun). Angka melek huruf di wilayah ini tergolong tinggi, melampaui 98%, mencerminkan akses pendidikan yang semakin merata. Peningkatan jumlah institusi pendidikan tinggi lokal telah membantu menahan laju migrasi keluar bagi lulusan sekolah menengah, meskipun arus migrasi untuk mengejar pendidikan spesialis ke Pekanbaru dan Padang tetap tinggi.
Dinamika Migrasi dan Ketenagakerjaan
Pola migrasi di Kuansing sangat dipengaruhi oleh sektor komoditas. Sebagai daerah perbatasan di bagian barat Riau, terjadi mobilitas sirkuler yang tinggi antara Kuansing dengan wilayah Sumatera Barat. Migrasi masuk didominasi oleh tenaga kerja sektor perkebunan, sementara migrasi keluar biasanya bersifat edukatif atau pencarian kerja di sektor formal perkotaan. Uniknya, meskipun memiliki luas wilayah yang besar, ketergantungan masyarakat terhadap akses sungai tetap menjadi ciri khas dalam mobilitas harian penduduk lokal di wilayah-wilayah pelosok.
💡 Fakta Unik
- 1.Wilayah pesisir ini merupakan lokasi berdirinya situs sejarah Benteng Tujuh Lapis yang menjadi pusat pertahanan terakhir pahlawan nasional Tuanku Tambusai melawan penjajah Belanda.
- 2.Masyarakat setempat melestarikan tradisi budaya Ratib Tegak, sebuah ritual doa bersama yang dilakukan sambil berdiri untuk memohon perlindungan dari mara bahaya.
- 3.Kawasan ini memiliki fenomena alam unik berupa pertemuan air tawar dari sungai dan air asin laut yang menciptakan ekosistem muara yang kaya akan hasil laut.
- 4.Daerah ini dikenal sebagai pusat industri pengolahan kelapa terbesar di Indonesia, sehingga sering dijuluki sebagai Negeri Hamparan Kelapa Dunia.
Destinasi di Kuantan Singingi
Semua Destinasi→Tepian Narosa
Tepian Narosa adalah jantung dari tradisi kolosal Pacu Jalur yang telah mendunia. Terletak di pinggi...
Wisata AlamAir Terjun Guruh Gemurai
Menyuguhkan simfoni alam yang menenangkan, air terjun ini memiliki dua tingkatan dengan debit air ya...
Wisata AlamHutan Lindung Bukit Betabuh
Sebuah paru-paru dunia yang membentang di perbatasan Riau dan Sumatera Barat, menawarkan petualangan...
Tempat RekreasiDanau Kebun Nopi
Awalnya dikembangkan sebagai venue cabang olahraga dayung pada PON XVIII, danau buatan ini kini bert...
Bangunan IkonikMasjid Agung Ar-Raudhah
Masjid megah ini merupakan simbol religiusitas masyarakat Taluk Kuantan dengan arsitektur yang memad...
Kuliner LegendarisSate Itik Kuantan
Kuliner khas yang wajib dicicipi, menyajikan daging itik yang empuk dengan bumbu rempah kaya rasa ya...
Tempat Lainnya di Riau
Lokasi Serupa
Panduan Perjalanan Terkait
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiUji Pengetahuanmu!
Apakah kamu bisa menebak Kuantan Singingi dari siluet petanya?