Situs Sejarah

Keraton Amantubillah

di Kubu Raya, Kalimantan Barat

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Asal-usul Kolonial dan Pendirian Kesultanan Kubu

Sejarah Keraton Amantubillah berakar pada kedatangan para bangsawan dari Hadramaut, Yaman, yang merupakan keturunan langsung dari Rasulullah SAW (kaum Alaydrus). Tokoh sentral dalam pendirian pemukiman ini adalah Syarif Idrus bin Syarif Abdurrahman Alaydrus pada tahun 1772 Masehi. Syarif Idrus merupakan menantu dari Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie, pendiri Kesultanan Pontianak.

Awalnya, wilayah Kubu merupakan sebuah perkampungan di muara sungai yang strategis untuk perdagangan. Seiring dengan berkembangnya pengaruh politik dan ekonomi Syarif Idrus, komunitas ini bertransformasi menjadi sebuah kesultanan yang mandiri. Keraton Amantubillah kemudian dibangun sebagai pusat pemerintahan dan kediaman resmi sultan. Nama "Amantubillah" sendiri memiliki makna mendalam dalam bahasa Arab, yang berarti "Aku beriman kepada Allah," mencerminkan fondasi religi yang sangat kuat dalam tata kelola kerajaan ini.

Arsitektur Khas Melayu Pesisir

Keraton Amantubillah menampilkan gaya arsitektur khas Melayu Kalimantan yang beradaptasi dengan lingkungan lahan basah dan sungai. Bangunan ini didominasi oleh penggunaan kayu ulin (kayu besi) yang dikenal sangat kuat dan tahan lama, bahkan terhadap air pasang surut.

Struktur bangunan berbentuk rumah panggung dengan tiang-tiang penyangga yang tinggi untuk menghindari banjir dan serangan binatang buas di masa lalu. Atapnya berbentuk limas yang curam, dirancang untuk mengalirkan air hujan dengan cepat. Salah satu ciri khas yang menonjol adalah penggunaan warna kuning dan hijau yang mendominasi dinding serta ornamen keraton. Dalam tradisi Melayu, warna kuning melambangkan kebesaran dan kemuliaan raja, sementara hijau melambangkan kemakmuran dan nafas keislaman.

Interior keraton terbagi menjadi beberapa bagian utama: Balairung (ruang tamu utama untuk pertemuan resmi), Penyandaran (ruang keluarga), dan kamar-kamar pribadi sultan. Ukiran-ukiran motif flora dan geometris menghiasi ventilasi serta kusen pintu, menunjukkan kemahiran seni pahat masyarakat lokal pada masa itu.

Signifikansi Sejarah dan Peristiwa Penting

Sepanjang abad ke-18 dan ke-19, Kesultanan Kubu di bawah naungan Keraton Amantubillah menjadi pemain kunci dalam perdagangan hasil bumi seperti rotan, karet, dan kopra. Lokasinya yang berada di jalur perairan strategis menjadikannya titik pertemuan antara pedagang lokal, Bugis, dan bangsa Eropa.

Salah satu peristiwa sejarah yang paling krusial adalah hubungan kompleks antara Kesultanan Kubu dengan pemerintah kolonial Hindia Belanda. Meskipun sempat menandatangani kontrak politik (Korte Verklaring) dengan Belanda, kesultanan ini tetap berusaha mempertahankan otonomi budayanya. Keraton Amantubillah menjadi pusat koordinasi para tetua adat dalam menjaga tatanan sosial masyarakat di tengah tekanan eksternal.

Keunikan lain dari Keraton Amantubillah adalah sistem suksesi dan sistem pemerintahannya yang relatif stabil dibandingkan beberapa kerajaan kecil lainnya di Kalimantan Barat. Hal ini memungkinkan pelestarian tradisi lisan dan manuskrip keagamaan yang hingga kini masih menjadi rujukan sejarah bagi para peneliti.

Tokoh Penting dan Silsilah Kepemimpinan

Tokoh yang paling dihormati tentu saja adalah Syarif Idrus Alaydrus sebagai pendiri. Namun, kepemimpinan Sultan Syarif Abbas Alaydrus dan Sultan Syarif Muhammad Alaydrus juga mencatatkan perkembangan signifikan dalam perluasan wilayah dan penguatan syiar Islam. Para sultan Kubu dikenal sebagai pemimpin yang merangkap ulama, sehingga Keraton Amantubillah tidak hanya berfungsi sebagai istana, tetapi juga sebagai pusat pengajaran agama Islam bagi masyarakat di sepanjang aliran Sungai Kubu.

Status Konservasi dan Upaya Pemugaran

Seiring berjalannya waktu dan pengaruh cuaca tropis yang ekstrem, bangunan asli Keraton Amantubillah sempat mengalami kerusakan serius. Namun, menyadari nilai sejarahnya yang tak ternilai, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan didukung oleh keluarga ahli waris kesultanan, telah melakukan beberapa tahap restorasi.

Pemugaran dilakukan dengan sangat hati-hati untuk mempertahankan otentisitas material. Kayu ulin tetap dipertahankan sebagai bahan utama, dan pola ukiran yang rusak direkonstruksi kembali berdasarkan foto-foto lama dan ingatan para tetua. Saat ini, keraton ini telah ditetapkan sebagai Situs Cagar Budaya, yang menjamin perlindungan hukum dan pemeliharaan rutin dari negara.

Fungsi Budaya dan Religi di Masa Kini

Hingga saat ini, Keraton Amantubillah masih menjadi pusat kegiatan budaya tahunan. Salah satu ritual yang paling terkenal adalah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan tradisi "Robo-Robo" yang diadakan di sekitar wilayah perairan keraton. Acara ini menarik ribuan pengunjung dan menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi antara keluarga besar keraton dengan masyarakat umum.

Di dalam kompleks keraton, pengunjung masih dapat melihat beberapa peninggalan asli seperti meriam kuno, singgasana sultan, dan benda-benda pusaka lainnya. Kehadiran keraton ini memberikan rasa bangga bagi warga Kubu Raya, menjadi pengingat bahwa wilayah mereka pernah menjadi pusat peradaban yang berwibawa di tanah Borneo.

Penutup: Warisan untuk Masa Depan

Keraton Amantubillah bukan sekadar monumen mati. Ia adalah entitas hidup yang terus memberikan inspirasi bagi generasi muda tentang pentingnya menjaga akar budaya di tengah arus modernisasi. Dengan struktur kayunya yang kokoh dan sejarahnya yang harum, keraton ini tetap berdiri tegak di tepi sungai, menceritakan kisah tentang iman, perjuangan, dan kemuliaan sebuah bangsa yang pernah berjaya di Kalimantan Barat. Pemanfaatan situs ini sebagai destinasi wisata sejarah diharapkan dapat terus meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya pelestarian warisan leluhur.

πŸ“‹ Informasi Kunjungan

address
Desa Kubu, Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya
entrance fee
Sukarela
opening hours
Setiap hari, 08:00 - 16:00

Tempat Menarik Lainnya di Kubu Raya

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Kubu Raya

Pelajari lebih lanjut tentang Kubu Raya dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Kubu Raya