Situs Sejarah

Kraton Ismahayana Landak

di Landak, Kalimantan Barat

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Asal-usul dan Fondasi Sejarah

Akar sejarah Kerajaan Landak bermula jauh sebelum bangunan keraton yang ada saat ini berdiri. Berdasarkan manuskrip lokal dan tradisi lisan, kerajaan ini diyakini didirikan pada tahun 1292 Masehi. Tokoh pendiri yang paling tersohor adalah Ratu Sapudak, seorang penguasa yang berasal dari keturunan Majapahit. Pada masa awal, pusat pemerintahan tidak berada di lokasi saat ini, melainkan berpindah-pindah mulai dari Ningrat Batur hingga akhirnya menetap di Ngabang.

Nama "Ismahayana" sendiri merujuk pada dinasti yang memerintah, yang mengalami transformasi besar saat masuknya pengaruh Islam. Transisi dari corak Hindu ke Islam terjadi secara signifikan pada masa pemerintahan Raden Ismahayana, yang setelah memeluk Islam bergelar Sultan Abdul Kahar. Sejak saat itu, Keraton Landak menjadi pusat penyebaran agama Islam di wilayah pedalaman Kalimantan Barat, sekaligus menjadi jembatan diplomasi antara masyarakat pesisir dan pedalaman.

Arsitektur dan Detail Konstruksi

Struktur Keraton Ismahayana Landak yang dapat kita saksikan saat ini merupakan hasil pembangunan kembali dan renovasi dari struktur-struktur sebelumnya. Arsitekturnya mengusung gaya rumah panggung khas Melayu Kalimantan, namun dengan sentuhan detail yang sangat spesifik.

Bangunan utama didominasi oleh kayu ulin (kayu besi) yang dikenal karena kekuatannya terhadap cuaca ekstrem. Keraton ini terdiri dari beberapa bagian utama:

1. Balairung: Ruang depan yang luas, berfungsi sebagai tempat pertemuan sultan dengan rakyat serta upacara adat.

2. Singgasana (Puade): Area sakral tempat sultan duduk saat prosesi resmi, dihiasi dengan ukiran khas yang memadukan motif flora dan geometris Islam.

3. Kamar Kediaman: Bagian pribadi keluarga sultan yang terletak di bagian belakang.

Salah satu keunikan konstruksinya adalah sistem ventilasi dan jendela besar yang dirancang untuk sirkulasi udara maksimal di iklim tropis. Orientasi bangunan menghadap ke sungai bukan tanpa alasan; sungai merupakan urat nadi transportasi dan perdagangan utama pada masa itu, sehingga keraton berfungsi sebagai titik kontrol ekonomi wilayah.

Signifikansi Sejarah dan Peristiwa Penting

Keraton Ismahayana Landak memegang reputasi unik dalam sejarah nusantara karena kekayaan alamnya, terutama intan. Salah satu fakta sejarah yang paling menonjol adalah kepemilikan "Intan Danau Raja", sebuah berlian raksasa yang melegenda dan menjadi simbol kemakmuran Kerajaan Landak. Keberadaan intan ini sempat memicu ketegangan diplomatik dan intrik politik dengan pihak kolonial Belanda dan kerajaan tetangga.

Selama masa penjajahan Belanda, Keraton Landak menunjukkan sikap yang dinamis. Meskipun berada di bawah tekanan politik Lange Contract (perjanjian panjang) dengan Belanda, para sultan Landak tetap berhasil mempertahankan kedaulatan adat dan agama di wilayahnya. Keraton menjadi tempat perlindungan bagi nilai-nilai tradisional dari asimilasi budaya Barat yang dipaksakan.

Tokoh Penting dan Dinasti Ismahayana

Beberapa figur kunci yang melekat pada sejarah keraton ini antara lain:

  • Pangeran Ismahayana: Sultan pertama yang memeluk Islam dan meletakkan dasar hukum syariat di pemerintahan.
  • Gusti Abdul Aziz: Sultan yang memimpin pada masa peralihan menuju era modern dan dikenal sangat memperhatikan kesejahteraan rakyatnya.
  • Gusti Suryansyah: Sosok yang berperan penting dalam menghidupkan kembali marwah keraton di era kontemporer.

Gelar "Gusti" yang digunakan oleh keturunan bangsawan Landak merupakan penanda silsilah yang masih dipertahankan dengan ketat hingga generasi saat ini, menunjukkan keberlanjutan garis keturunan yang tidak terputus selama berabad-abad.

Kepentingan Budaya dan Religi

Secara kultural, Keraton Ismahayana adalah episentrum perayaan adat. Setiap tahun, keraton menjadi pusat pelaksanaan ritual Tumpang Negeri. Ritual ini adalah upacara pembersihan negeri dari segala malapetaka, yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, baik etnis Melayu maupun Dayak. Hal ini membuktikan bahwa Keraton Landak berfungsi sebagai pemersatu etnis (multikulturalisme) di Landak.

Secara religi, Masjid Jami' yang berada tidak jauh dari kompleks keraton melengkapi fungsi keraton sebagai pusat spiritual. Hubungan erat antara Sultan sebagai Ulul Amri (pemimpin pemerintahan) dan para ulama tercermin dalam tata kota keraton yang menempatkan masjid sebagai elemen integral dari istana.

Status Preservasi dan Upaya Restorasi

Masuk ke abad ke-21, Keraton Ismahayana Landak telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya oleh Pemerintah Republik Indonesia. Meskipun sempat mengalami masa-masa suram akibat pelapukan kayu dan kurangnya biaya perawatan pada pertengahan abad ke-20, upaya restorasi besar-besaran telah dilakukan.

Pemerintah Kabupaten Landak bersama keluarga ahli waris keraton terus melakukan pembenahan fisik tanpa menghilangkan keaslian materialnya. Saat ini, keraton berfungsi ganda: sebagai museum tempat penyimpanan benda-benda pusaka (seperti meriam kuno, talam kuningan, dan silsilah kerajaan) serta sebagai kantor lembaga adat yang masih aktif mengurusi persoalan tradisi masyarakat Landak.

Kesimpulan: Warisan yang Tak Lekang Waktu

Kraton Ismahayana Landak bukan sekadar artefak kayu yang membisu. Ia adalah identitas hidup yang menceritakan bagaimana sebuah entitas politik tradisional mampu bertahan di tengah arus modernisasi. Kekhasan sejarahnya, mulai dari legenda intan hingga perannya dalam memadukan keberagaman etnis, menjadikan situs ini sebagai salah satu mutiara sejarah paling berharga di Kalimantan Barat. Mengunjungi Keraton Ismahayana berarti menapaki jejak kejayaan masa lalu untuk memahami jati diri bangsa di masa depan.

πŸ“‹ Informasi Kunjungan

address
Jl. Pangeran Sanca Nata, Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat
entrance fee
Sukarela
opening hours
Setiap hari, 08:00 - 16:00

Tempat Menarik Lainnya di Landak

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Landak

Pelajari lebih lanjut tentang Landak dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Landak