Landak

Common
Kalimantan Barat
Luas
8.390,31 km²
Posisi
utara
Jumlah Tetangga
5 wilayah
Pesisir
Ya

Dipublikasikan: Januari 2025

History

#

Sejarah Kabupaten Landak: Dari Kerajaan Tertua hingga Era Otonomi

Kabupaten Landak, yang terletak di posisi kardinal utara Kalimantan Barat, merupakan wilayah dengan akar sejarah yang sangat dalam. Mencakup area seluas 8.390,31 km², Landak bukan sekadar entitas administratif, melainkan situs dari salah satu peradaban tertua di Pulau Kalimantan yang memiliki koneksi maritim melalui jalur sungai yang strategis.

##

Akar Prasejarah dan Kerajaan Landak

Sejarah Landak berpusat pada Kerajaan Landak yang diyakini berdiri sejak tahun 1292 Masehi. Berdasarkan naskah kuno, kerajaan ini didirikan oleh Raden Ismahayana yang bergelar Raja Ismahayana. Uniknya, Landak memiliki kaitan sejarah dengan Kerajaan Majapahit di Jawa; konon Raden Ismahayana adalah keturunan dari bangsawan Majapahit yang berakulturasi dengan kearifan lokal Dayak. Ibu kota kerajaan pertama kali berada di Ningrat Batur, sebelum akhirnya berpindah ke Ngabang. Kekayaan alam berupa emas dan intan di wilayah ini menjadikan Landak sebagai pusat perdagangan penting di utara Kalimantan sejak masa lampau.

##

Masa Kolonial dan Perlawanan Rakyat

Kehadiran bangsa Eropa, khususnya Belanda, mulai terasa signifikan pada abad ke-19. Pada tahun 1818, Belanda melalui perwakilan Resident di Pontianak mulai melakukan intervensi politik terhadap Kesultanan Landak. Salah satu peristiwa sejarah yang paling membekas adalah keterlibatan tokoh lokal dalam menentang pendudukan Jepang melalui peristiwa Mandor. Tokoh-tokoh dari Landak menjadi korban dalam tragedi penyembelihan massal oleh tentara Jepang pada tahun 1943-1944. Semangat patriotisme ini kemudian berlanjut pada masa revolusi kemerdekaan, di mana para pejuang Landak turut serta mempertahankan kedaulatan Indonesia dari upaya kembalinya Belanda (NICA).

##

Era Kemerdekaan dan Pembentukan Kabupaten

Pasca-kemerdekaan, status administrasi Landak mengalami beberapa transisi. Awalnya, Landak merupakan bagian dari Kabupaten Pontianak. Namun, aspirasi masyarakat untuk mengelola daerahnya sendiri memuncak pada akhir era 1990-an. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 55 Tahun 1999, Kabupaten Landak resmi terbentuk sebagai hasil pemekaran dari Kabupaten Pontianak. Nama "Landak" sendiri diambil dari nama sungai utama yang membelah wilayah ini, serta merujuk pada kekayaan fauna dan filosofi perlindungan diri.

##

Warisan Budaya dan Identitas Modern

Secara kultural, Landak adalah rumah bagi masyarakat Dayak Kanayatn dan Melayu yang hidup berdampingan. Salah satu warisan budaya yang paling menonjol adalah perayaan Naik Dango, sebuah ritual pasca-panen sebagai bentuk syukur kepada Sang Hyang Tatau. Situs sejarah yang masih berdiri kokoh hingga kini adalah Keraton Jazirah Ismahayana di Ngabang, yang tetap menjadi simbol identitas budaya bagi masyarakat setempat.

Kini, dengan berbatasan langsung dengan lima wilayah kabupaten tetangga (Sanggau, Mempawah, Bengkayang, Kubu Raya, dan Sintang), Landak berkembang menjadi pusat agraris dan perkebunan. Pembangunan monumen dan pelestarian rumah betang (rumah panjang) menjadi bukti bahwa modernitas di Landak tidak meninggalkan akar sejarahnya yang agung. Dari tambang intan tradisional hingga pusat pemerintahan di Ngabang, Landak terus menuliskan sejarahnya sebagai pilar penting di utara Kalimantan Barat.

Geography

#

Profil Geografis Kabupaten Landak, Kalimantan Barat

Kabupaten Landak merupakan entitas wilayah strategis yang terletak di bagian utara Provinsi Kalimantan Barat. Secara astronomis, wilayah ini membentang pada koordinat 0°10” Lintang Selatan hingga 1°10” Lintang Utara dan 109°5” hingga 110°10” Bujur Timur. Memiliki luas wilayah mencapai 8.390,31 km², Landak berbatasan langsung dengan lima wilayah administratif, yaitu Kabupaten Bengkayang di utara, Kabupaten Sanggau di timur dan selatan, serta Kabupaten Mempawah dan Kabupaten Kubu Raya di sisi barat.

##

Topografi dan bentang Alam

Topografi Kabupaten Landak sangat bervariasi, mulai dari dataran rendah yang landai hingga kawasan perbukitan bergelombang. Meskipun didominasi oleh daratan pedalaman, wilayah ini secara administratif memiliki garis pantai yang membentang di sepanjang perairan Laut Indonesia pada sisi barat daya, memberikan akses maritim yang penting bagi konektivitas regional. Di bagian utara, bentang alam didominasi oleh rangkaian Pegunungan Niut yang menjadi hulu bagi banyak daerah aliran sungai. Lembah-lembah subur terbentuk di sela-sela perbukitan, menciptakan sistem drainase alami yang kompleks.

##

Hidrologi dan Karakteristik Sungai

Sungai Landak merupakan arteri hidrologis utama yang membelah wilayah ini. Sungai ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi tradisional, tetapi juga mengairi lembah-lembah pertanian di sekitarnya. Karakteristik sungai di Landak cenderung memiliki arus yang tenang di bagian hilir namun jeram yang menantang di bagian hulu, terutama di kawasan yang mendekati perbatasan Bengkayang. Fenomena geografi unik lainnya adalah keberadaan sejumlah air terjun (riam) yang tersebar di wilayah perbukitan, seperti Riam Bedawan dan Riam Angan Tembawang, yang terbentuk akibat patahan geologis pada formasi batuan purba.

##

Iklim dan Variasi Musiman

Landak berada di zona iklim tropis basah (Af) dengan curah hujan yang tinggi sepanjang tahun. Suhu rata-rata harian berkisar antara 22°C hingga 33°C dengan tingkat kelembapan yang cukup tinggi. Musim penghujan biasanya berlangsung antara bulan Oktober hingga Maret, dipengaruhi oleh angin muson barat yang membawa massa uap air besar. Sebaliknya, musim kemarau yang relatif singkat terjadi pada Juli hingga Agustus, meskipun hujan tetap turun dengan intensitas lebih rendah (hujan lokal).

##

Kekayaan Sumber Daya Alam dan Biodiversitas

Secara geologis, Landak kaya akan cadangan mineral, terutama emas dan intan yang secara historis telah menjadi identitas wilayah ini (Kecamatan Ngabang). Sektor agraris didominasi oleh perkebunan kelapa sawit dan karet, sementara hutan hujan tropisnya menyimpan keanekaragaman hayati yang tinggi. Zona ekologi Landak mencakup hutan dipterokarp dataran rendah yang menjadi habitat bagi flora endemik seperti kantong semar (Nepenthes) dan fauna langka seperti orangutan Kalimantan dan berbagai spesies burung enggang. Kelestarian kawasan hutan di bagian utara menjadi zona penyangga krusial bagi keseimbangan ekosistem di Kalimantan Barat.

Culture

Kekayaan Budaya Kabupaten Landak: Jantung Tradisi Dayak dan Melayu

Kabupaten Landak, yang terletak di bagian utara Kalimantan Barat dengan luas wilayah mencapai 8.390,31 km², merupakan wilayah yang menyimpan kedalaman sejarah dan kekayaan budaya yang autentik. Sebagai daerah yang dulunya merupakan pusat Kerajaan Landak, wilayah ini menjadi titik temu harmonis antara tradisi Dayak yang agraris dan budaya Melayu yang kental dengan nuansa kesultanan.

#

Tradisi, Ritual, dan Upacara Adat

Landak sangat dikenal dengan upacara Naik Dango, sebuah ritual pascapanen masyarakat Dayak Kanayatn sebagai bentuk syukur kepada *Ahadiat* (Tuhan). Ritual ini dipusatkan di Rumah Radakng (rumah panjang) dan melibatkan prosesi penyimpanan padi ke dalam *dango* (lumbung). Selain itu, terdapat tradisi Tumpang Negeri yang dilaksanakan oleh Keraton Ismahayana Landak. Ritual ini bertujuan untuk menolak bala dan memohon keselamatan bagi seluruh penduduk, yang puncaknya ditandai dengan pelarungan sesaji di sungai.

#

Kesenian, Tari, dan Musik Tradisional

Dunia seni di Landak didominasi oleh dentuman Agukng (gong) dan petikan Sape. Tari Ayun Pala merupakan salah satu tarian sakral yang berhubungan dengan tradisi masa lalu, sementara Tari Tingkilan menunjukkan pengaruh Melayu yang dinamis. Dalam pertunjukan lisan, masyarakat mengenal Nyanyi Sunyi atau sastra lisan yang diturunkan antargenerasi. Kerajinan tangan khas Landak meliputi anyaman rotan dan bambu dengan motif tampuk manggis serta ukiran khas Dayak yang menghiasi perisai (Talawang).

#

Kuliner Khas dan Cita Rasa Lokal

Kuliner Landak menawarkan keunikan bahan-bahan hutan. Lemang (beras ketan yang dimasak dalam bambu) adalah hidangan wajib saat perayaan adat. Selain itu, terdapat Tempoyak (durian fermentasi) yang sering diolah dengan ikan sungai. Makanan unik lainnya adalah Rebung yang dimasak dengan santan serta Kue Pasung, penganan manis tradisional yang dibungkus daun pisang berbentuk kerucut, yang sering muncul dalam acara-acara sakral di pedalaman.

#

Bahasa dan Dialek Lokal

Masyarakat Landak mayoritas menggunakan Bahasa Dayak Kanayatn dengan dialek Ahe yang khas. Terdapat pula penggunaan Bahasa Melayu dialek Landak yang memiliki intonasi lembut. Ekspresi lokal seperti kata "Okeng" atau sapaan akrab lainnya menjadi penciri identitas sosial yang mempererat hubungan antarwarga di pasar-pasar tradisional maupun di lingkungan rumah betang.

#

Busana dan Tekstil Tradisional

Pakaian adat Landak mencerminkan strata sosial dan fungsi ritual. Masyarakat Dayak menggunakan King Baba (untuk pria) dan King Bibinge (untuk wanita) yang terbuat dari serat kulit kayu *kapuo* atau *ampuro*, dihiasi dengan manik-manik dan bulu burung Enggang. Sementara itu, pengaruh Kesultanan Landak terlihat pada pakaian Teluk Belanga dan kain Songket Landak yang memiliki motif pucuk rebung, mencerminkan kejayaan masa lalu di tepian sungai.

#

Kehidupan Beragama dan Festival Budaya

Kehidupan religius di Landak berjalan beriringan dengan adat. Perayaan Natal dan Idul Fitri dirayakan dengan semangat gotong royong (bejebe). Festival Budaya Landak yang diadakan secara berkala menjadi ajang pameran kekuatan budaya, mulai dari lomba menyumpit, pangkak gasing, hingga pawai budaya yang diikuti oleh lima wilayah tetangga yang berbatasan langsung, mempertegas posisi Landak sebagai benteng budaya di Kalimantan Barat.

Tourism

#

Menjelajahi Pesona Kabupaten Landak: Jantung Budaya dan Alam Kalimantan Barat

Kabupaten Landak, yang terletak di bagian utara Kalimantan Barat, merupakan destinasi yang memadukan kekayaan sejarah Kerajaan Melayu dengan kemegahan alam tropis. Membentang seluas 8.390,31 km², wilayah yang berbatasan dengan lima kabupaten (Bengkayang, Sanggau, Kubu Raya, Mempawah, dan Sintang) ini menawarkan pengalaman wisata yang autentik dan tak terlupakan.

##

Keajaiban Alam: Dari Air Terjun Hingga Pesisir

Meskipun didominasi oleh perbukitan hijau, Landak memiliki akses ke wilayah pesisir yang eksotis. Namun, daya tarik utama alamnya terletak pada Air Terjun Riam Merasap yang megah, sering dijuluki "Niagara Kecil" karena lebarnya yang mencapai 8 meter dengan debit air yang kuat. Selain itu, Riam Bedawat menawarkan pemandangan air terjun bertingkat tujuh yang tersembunyi di dalam hutan primer, memberikan suasana tenang bagi para pencinta alam. Bagi penyuka panorama ketinggian, pendakian ke Bukit Jamur menyuguhkan fenomena "negeri di atas awan" saat fajar menyingsing.

##

Wisata Budaya dan Warisan Sejarah

Landak adalah rumah bagi Keraton Ismahayana Ngabang, salah satu pusat pemerintahan tertua di Kalimantan Barat. Pengunjung dapat mengeksplorasi arsitektur kayu khas Melayu dan melihat peninggalan bersejarah Kesultanan Landak. Selain itu, kehidupan masyarakat Dayak yang harmonis dapat dirasakan di rumah-rumah betang (rumah panjang). Wisatawan berkesempatan menyaksikan ritual adat seperti Naik Dango, sebuah perayaan syukur atas hasil panen padi yang dipenuhi dengan tarian tradisional dan musik sape yang memikat.

##

Petualangan dan Pengalaman Unik

Bagi pencari adrenalin, menyusuri goa-goa alam seperti Goa Maria di Anjongan (perbatasan) atau menjelajahi labirin Goa Kelelawar memberikan tantangan tersendiri. Aktivitas river tubing menyusuri aliran sungai yang jernih di antara bebatuan besar menjadi cara terbaik untuk menikmati ekosistem sungai Landak. Pengalaman unik lainnya adalah mengunjungi tambang intan tradisional di Ngabang, di mana Anda bisa melihat langsung proses pendulangan batu mulia yang telah melegenda sejak berabad-abad lalu.

##

Kuliner Khas dan Keramahtamahan

Perjalanan ke Landak belum lengkap tanpa mencicipi Lemang Kantong Semar, kuliner unik berupa beras ketan yang dimasak di dalam kantong tumbuhan pemakan serangga. Selain itu, nikmati gurihnya Ikan Bakar khas Sungai Landak yang disajikan dengan sambal terasi lokal. Untuk akomodasi, pusat kota Ngabang menyediakan berbagai pilihan hotel melati hingga hotel berbintang yang nyaman, sementara di desa wisata, homestay bersama penduduk lokal menawarkan kehangatan budaya yang tulus.

##

Waktu Kunjungan Terbaik

Waktu terbaik untuk berkunjung adalah antara bulan Juni hingga Agustus. Selain karena cuaca yang relatif cerah untuk aktivitas luar ruangan, pada periode ini sering diselenggarakan festival budaya dan ritual adat besar yang memungkinkan wisatawan berinteraksi langsung dengan kearifan lokal masyarakat Landak.

Economy

#

Profil Ekonomi Kabupaten Landak: Potensi Agraris dan Kekayaan Alami

Kabupaten Landak, yang terletak di bagian utara Provinsi Kalimantan Barat, merupakan wilayah strategis dengan luas mencapai 8.390,31 km². Secara geografis, kabupaten ini berbatasan langsung dengan lima wilayah administratif, menjadikannya titik simpul perdagangan darat yang vital di koridor utara provinsi. Meskipun secara topografis didominasi oleh perbukitan dan pedalaman, Landak memiliki aksesibilitas yang berkembang pesat menuju wilayah pesisir Laut Indonesia, yang memberikan dimensi ekonomi maritim pada struktur pendapatannya.

##

Sektor Pertanian dan Perkebunan

Sektor agraris merupakan tulang punggung ekonomi Kabupaten Landak. Komoditas unggulan yang menjadi penggerak utama adalah kelapa sawit dan karet. Keberadaan perusahaan besar swasta (PBS) dan perkebunan rakyat yang luas telah menciptakan ekosistem industri hulu yang kuat. Selain itu, Landak dikenal sebagai salah satu lumbung pangan Kalimantan Barat melalui produksi padi di wilayah Mandor dan Sengah Temila. Integrasi antara lahan sawah irigasi dan perkebunan menciptakan stabilitas ketahanan pangan lokal sekaligus komoditas ekspor.

##

Industri Pengolahan dan Sumber Daya Alam

Sektor industri di Landak berfokus pada pengolahan hasil perkebunan, terutama pabrik pengolahan Crude Palm Oil (CPO). Selain sektor hijau, Kabupaten Landak memiliki kekayaan sumber daya mineral yang signifikan, termasuk emas dan intan. Pertambangan rakyat maupun skala industri di wilayah Ngabang dan sekitarnya memberikan kontribusi besar pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Uniknya, Landak juga mengembangkan potensi ekonomi maritim di sepanjang garis pantainya, di mana sektor perikanan tangkap dan budidaya air payau mulai dikelola secara profesional untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor.

##

Kerajinan Tradisional dan Produk Lokal

Transformasi ekonomi kreatif di Landak tercermin pada pelestarian kerajinan tradisional suku Dayak dan Melayu. Produk lokal seperti anyaman rotan, kain tenun khas Landak, serta ukiran kayu menjadi produk bernilai tambah yang dipasarkan hingga ke tingkat nasional. Sektor pariwisata, yang berbasis pada wisata budaya (seperti Keraton Ismahayana) dan wisata alam (Air Terjun Riam Merasap), mulai terintegrasi dengan sektor jasa, menciptakan lapangan kerja baru bagi generasi muda di bidang perhotelan dan kuliner.

##

Infrastruktur dan Tren Ketenagakerjaan

Pemerintah Kabupaten Landak terus mengakselerasi pembangunan infrastruktur transportasi untuk menurunkan biaya logistik. Perbaikan jalan trans-Kalimantan yang melintasi wilayah ini sangat krusial bagi distribusi barang menuju pelabuhan dan perbatasan Malaysia. Tren ketenagakerjaan saat ini menunjukkan pergeseran dari sektor primer (pertanian mentah) menuju sektor sekunder dan jasa. Pendidikan vokasi yang berorientasi pada teknis perkebunan dan mekanisasi pertanian menjadi fokus untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal dalam menghadapi arus investasi yang terus mengalir ke wilayah utara Kalimantan Barat ini.

Demographics

#

Profil Demografis Kabupaten Landak, Kalimantan Barat

Kabupaten Landak, yang terletak di bagian utara Provinsi Kalimantan Barat dengan luas wilayah mencapai 8.390,31 km², memiliki karakteristik demografis yang unik sebagai wilayah agraris dengan dinamika sosial yang kuat. Sebagai daerah yang berbatasan dengan lima wilayah administratif (Bengkayang, Sanggau, Mempawah, Kubu Raya, dan Sarawak, Malaysia), Landak menjadi titik temu mobilitas penduduk di pedalaman Kalimantan.

Ukuran, Kepadatan, dan Distribusi Penduduk

Berdasarkan data terbaru, jumlah penduduk Kabupaten Landak terus mengalami pertumbuhan stabil dengan total hunian melampaui 400.000 jiwa. Kepadatan penduduk rata-rata berkisar antara 45 hingga 50 jiwa per km². Namun, distribusi ini tidak merata; konsentrasi penduduk tertinggi berada di Kecamatan Ngabang sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi, sementara wilayah seperti Air Besar memiliki kepadatan yang jauh lebih rendah karena topografi perbukitan dan kawasan hutan.

Komposisi Etnis dan Keragaman Budaya

Landak dikenal sebagai salah satu jantung kebudayaan Dayak di Kalimantan Barat. Etnis Dayak (terutama sub-suku Dayak Kanayatn) merupakan mayoritas dominan, diikuti oleh etnis Melayu dan Tionghoa. Keberadaan keraton di Ngabang mempertegas eksistensi budaya Melayu yang harmonis berdampingan dengan adat istiadat Dayak. Selain itu, program transmigrasi di masa lalu membawa keragaman etnis Jawa, Sunda, dan Madura yang kini telah terintegrasi dalam struktur sosial agraris Landak.

Struktur Usia dan Piramida Penduduk

Kabupaten Landak memiliki struktur penduduk muda (ekspansif). Piramida penduduk menunjukkan basis yang lebar pada kelompok usia 0-14 tahun dan usia produktif (15-64 tahun). Hal ini mengindikasikan angka kelahiran yang masih cukup tinggi serta potensi tenaga kerja yang besar, namun sekaligus memberikan tantangan dalam penyediaan lapangan kerja di sektor non-pertanian.

Pendidikan dan Literasi

Tingkat literasi di Landak telah mencapai angka di atas 94%. Meskipun pendidikan dasar telah merata, terdapat gap pada jenjang pendidikan tinggi. Pemerintah daerah fokus pada peningkatan kualifikasi lulusan SMK dan diploma untuk menyesuaikan dengan kebutuhan industri perkebunan sawit dan karet yang mendominasi ekonomi lokal.

Urbanisasi dan Pola Migrasi

Dinamika penduduk Landak ditandai dengan "urbanisasi internal" menuju Ngabang. Namun, secara umum, pola pemukiman masih bersifat pedesaan (rural) yang terikat pada sektor primer. Migrasi keluar biasanya dilakukan oleh generasi muda untuk menempuh pendidikan di Pontianak, sementara migrasi masuk didorong oleh sektor perkebunan dan perdagangan di sepanjang jalur trans-Kalimantan. Sebagai wilayah yang memiliki akses ke arah utara menuju perbatasan, terdapat pula pola mobilitas tenaga kerja lintas batas yang spesifik di wilayah ini.

💡 Fakta Unik

  • 1.Wilayah ini merupakan lokasi berdirinya Kerajaan Matan, salah satu kerajaan tertua di Kalimantan Barat yang memindahkan pusat pemerintahannya ke tepian Sungai Pawan pada abad ke-19.
  • 2.Tradisi Syukuran Laut yang disebut Ritual Adat Ratib Bejalan dilakukan oleh masyarakat pesisir setempat untuk memohon keselamatan dan hasil tangkapan ikan yang berlimpah.
  • 3.Hutan kota di daerah ini menjadi habitat alami bagi populasi Bekantan dan merupakan salah satu upaya konservasi primata hidung panjang yang paling dekat dengan pemukiman warga.
  • 4.Daerah ini dikenal secara nasional sebagai penghasil Ale-ale, sejenis kerang khas yang diolah menjadi berbagai hidangan kuliner dan bahkan diabadikan sebagai nama bandar udara setempat.

Destinasi di Landak

Semua Destinasi

Tempat Lainnya di Kalimantan Barat

Lokasi Serupa

Panduan Perjalanan Terkait

Memuat panduan terkait...

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Uji Pengetahuanmu!

Apakah kamu bisa menebak Landak dari siluet petanya?