Mamberamo Tengah
CommonDipublikasikan: Januari 2025
History
Sejarah dan Perkembangan Mamberamo Tengah: Jantung Pegunungan Papua
#
Asal-Usul dan Akar Budaya Lokal
Mamberamo Tengah, yang kini menjadi bagian dari Provinsi Papua Pegunungan, memiliki akar sejarah yang mendalam pada peradaban suku-suku asli di pedalaman Papua, terutama suku Kobakma, Gem, dan Ilugwa. Secara etimologis, nama "Mamberamo" berasal dari bahasa lokal yang merujuk pada aliran sungai besar yang membelah tanah Papua. Wilayah seluas 4.104,55 km² ini secara historis merupakan titik temu bagi jalur perdagangan tradisional antar-suku di wilayah timur Pegunungan Tengah. Masyarakat setempat mempraktikkan sistem kepemimpinan tradisional yang dipimpin oleh Ondoafi atau kepala suku, yang mengatur tata kelola tanah dan ritual adat seperti upacara bakar batu (Barapen) sebagai simbol perdamaian dan syukur.
#
Masa Kolonial dan Misi Penginjilan
Pada masa kolonial Belanda, wilayah ini termasuk dalam kategori wilayah yang sulit dijangkau (terra incognita). Kontak dengan dunia luar mulai intensif terjadi pada awal abad ke-20 melalui ekspedisi ilmiah dan misi penginjilan. Pada tahun 1950-an, para misionaris dari berbagai organisasi, termasuk Christian and Missionary Alliance (CAMA), mulai masuk ke wilayah Kobakma dan Kelila. Kehadiran tokoh-tokoh penginjil ini tidak hanya membawa ajaran agama, tetapi juga memperkenalkan sistem pendidikan formal dan kesehatan modern pertama di Mamberamo Tengah. Lapangan terbang perintis dibangun secara gotong royong oleh masyarakat lokal untuk membuka isolasi geografis yang selama berabad-abad memisahkan mereka dari pesisir utara.
#
Era Kemerdekaan dan Integrasi Nasional
Pasca-Integrasi Papua ke dalam pangkuan NKRI melalui Penentuan Pendapat Rakyat (Peperas) tahun 1969, Mamberamo Tengah awalnya merupakan bagian dari Kabupaten Jayawijaya. Dinamika politik lokal mulai berkembang pesat seiring dengan tuntutan pemerataan pembangunan di wilayah timur Indonesia. Tokoh-tokoh lokal mulai menyuarakan perlunya otonomi daerah untuk memperpendek rentang kendali pemerintahan. Sejarah mencatat momentum krusial pada 4 Januari 2008, ketika Kabupaten Mamberamo Tengah resmi dibentuk berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2008. Kobakma ditetapkan sebagai ibu kota kabupaten, menandai babak baru dalam tata kelola pemerintahan mandiri.
#
Pembangunan Modern dan Identitas Baru
Sejak menjadi kabupaten otonom, Mamberamo Tengah mengalami transformasi signifikan. Meskipun berada di wilayah pegunungan yang terisolasi, kabupaten ini memiliki keunikan karena memiliki akses ke wilayah perairan sungai yang luas, menjadikannya daerah yang memiliki karakteristik "pesisir sungai" di pedalaman. Pembangunan infrastruktur jalan yang menghubungkan Kobakma dengan Wamena dan wilayah tetangga di sekelilingnya (yang berbatasan dengan 7 wilayah administratif lain) menjadi prioritas utama untuk menekan harga komoditas.
Dalam konteks budaya, situs-situs bekas pendaratan pesawat misi pertama dan gereja-gereja tua di Kelila kini dipandang sebagai monumen sejarah perjuangan peradaban modern di Mamberamo Tengah. Dengan berdirinya Provinsi Papua Pegunungan pada tahun 2022, Mamberamo Tengah kini memposisikan diri sebagai pilar penting dalam ketahanan pangan dan pelestarian budaya kearifan lokal di wilayah timur Indonesia, sambil tetap mempertahankan jati diri masyarakat pegunungan yang tangguh dan religius.
Geography
#
Geografi Mamberamo Tengah: Jantung Pegunungan Tengah Papua
Kabupaten Mamberamo Tengah merupakan salah satu wilayah administratif yang kini menjadi bagian dari Provinsi Papua Pegunungan. Secara geografis, kabupaten ini memiliki luas wilayah sebesar 4.104,55 km² yang didominasi oleh bentang alam dataran tinggi dan lembah-lembah curam. Meskipun berada di bawah administrasi provinsi pegunungan, karakteristik wilayah ini cukup unik karena memiliki garis pantai yang membentang di sepanjang Laut Indonesia, yang memberikan akses maritim serta pengaruh ekosistem pesisir pada bagian utaranya.
##
Topografi dan Bentang Alam
Terletak di posisi timur dari Provinsi Papua Pegunungan, Mamberamo Tengah dicirikan oleh topografi yang sangat ekstrem. Wilayah ini merupakan pertemuan antara dataran rendah rawa di bagian utara dan jajaran Pegunungan Jayawijaya di bagian selatan. Ketinggian wilayah bervariasi mulai dari permukaan laut hingga puncaknya yang mencapai lebih dari 3.000 meter di atas permukaan laut.
Salah satu fitur geografis yang paling menonjol adalah keberadaan lembah-lembah sempit yang membelah barisan pegunungan, menciptakan isolasi alami bagi distrik-distrik di dalamnya. Sungai-sungai besar yang mengalir di wilayah ini merupakan anak sungai dari DAS (Daerah Aliran Sungai) Mamberamo yang legendaris, yang berfungsi sebagai urat nadi transportasi dan sumber air utama bagi penduduk lokal.
##
Iklim dan Pola Cuaca
Kabupaten ini memiliki variasi iklim yang kontras. Di wilayah pesisir dan dataran rendah, iklim tropis basah mendominasi dengan suhu udara yang cukup tinggi. Sebaliknya, di wilayah pegunungan, suhu dapat turun drastis hingga di bawah 10 derajat Celcius pada malam hari. Curah hujan di Mamberamo Tengah tergolong sangat tinggi sepanjang tahun, tanpa perbedaan musim kemarau dan hujan yang tegas. Kelembapan udara yang tinggi sering kali memicu kabut tebal di lembah-lembah pegunungan, memengaruhi jarak pandang dan aktivitas penerbangan perintis di wilayah tersebut.
##
Sumber Daya Alam dan Biodiversitas
Kekayaan alam Mamberamo Tengah mencakup sektor kehutanan dan mineral yang melimpah. Hutan hujan tropis yang masih perawan menutupi sebagian besar wilayahnya, menyimpan cadangan kayu komersial dan tanaman endemik. Dalam sektor pertanian, tanah di lembah-lembah subur sangat potensial untuk pengembangan komoditas kopi, ubi jalar, dan buah merah.
Dari sisi ekologis, wilayah ini merupakan zona biodiversitas yang krusial. Hutan Mamberamo Tengah menjadi habitat bagi fauna langka seperti Cenderawasih, kangguru pohon, dan berbagai jenis kakatua. Posisi geografisnya yang berbatasan dengan 7 wilayah administratif lainnya—termasuk Mamberamo Raya di utara dan Jayawijaya di selatan—menjadikan kabupaten ini sebagai koridor ekologi penting bagi migrasi spesies di Pulau Papua. Dengan kekayaan mineral yang masih tersimpan di perut buminya, Mamberamo Tengah merupakan wilayah yang memiliki potensi strategis dalam pembangunan masa depan Papua Pegunungan.
Culture
#
Kekayaan Budaya Mamberamo Tengah: Jantung Tradisi di Pegunungan Papua
Kabupaten Mamberamo Tengah, yang terletak di Provinsi Papua Pegunungan, merupakan wilayah seluas 4.104,55 km² yang memadukan eksotisme pegunungan tinggi dengan aksesibilitas unik menuju wilayah pesisir melalui aliran sungai Mamberamo. Sebagai wilayah yang berbatasan dengan tujuh kabupaten tetangga, Mamberamo Tengah menjadi titik temu berbagai sub-suku, terutama suku Lani (Lani Barat) dan suku Gem yang mendiami lembah-lembah subur di wilayah timur ini.
##
Tradisi dan Upacara Adat
Kehidupan sosial di Mamberamo Tengah berpusat pada filosofi berbagi dan perdamaian. Salah satu tradisi yang paling sakral adalah Bakar Batu (disebut Wam Maeke dalam bahasa lokal). Berbeda dengan wilayah pesisir, di pegunungan Mamberamo Tengah, upacara ini dilakukan dengan ketelitian tinggi dalam menyusun batu panas, daun pisang, dan ilalang untuk memasak babi, ubi jalar, dan sayuran hutan. Upacara ini bukan sekadar pesta makan, melainkan instrumen diplomasi adat untuk menyelesaikan konflik, merayakan panen, atau menyambut tamu penting. Selain itu, tradisi pembayaran mas kawin menggunakan gelang batu dan kulit kerang tetap dipertahankan sebagai simbol penghargaan terhadap harkat wanita.
##
Seni, Musik, dan Tarian
Ekspresi seni di Mamberamo Tengah sangat dipengaruhi oleh alam sekitarnya. Tarian Pikon dan tarian perang sering dipentaskan dalam berbagai festival budaya. Musik tradisional didominasi oleh alat musik Pikon, yaitu instrumen tiup kecil yang terbuat dari bambu yang menghasilkan suara getaran yang melankolis, biasanya dimainkan oleh kaum pria saat beristirahat di *Honai*. Dalam hal seni kriya, masyarakat lokal mahir menganyam Noken menggunakan serat kulit kayu pohon Manduam. Noken dari wilayah ini memiliki pola anyaman yang rapat dan kuat, mencerminkan ketahanan hidup masyarakat pegunungan.
##
Kuliner Khas
Selain hasil dari Bakar Batu, kuliner Mamberamo Tengah sangat bergantung pada hasil bumi lokal. Ubi Jalar (Hipere) adalah makanan pokok utama dengan berbagai varietas unik yang hanya tumbuh di ketinggian tertentu. Terdapat pula Kelapa Hutan atau Karaku, yang bijinya sering diolah sebagai camilan bergizi. Karena posisinya yang memiliki akses ke wilayah perairan Mamberamo, masyarakat di distrik tertentu juga mengonsumsi ikan sungai besar yang diasapi (ikan asar) dengan bumbu minimalis namun kaya rasa alami.
##
Bahasa dan Busana Tradisional
Masyarakat menggunakan bahasa Lani sebagai *lingua franca* lokal, dengan dialek khas pegunungan tengah yang memiliki penekanan pada nada-nada rendah. Dalam hal busana, atribut tradisional tetap dijaga keberadaannya. Kaum pria menggunakan Koteka yang terbuat dari labu air kering, sementara kaum wanita mengenakan Sali, yaitu rok yang terbuat dari anyaman serat kulit kayu atau rumput kering. Hiasan kepala dari bulu burung Cenderawasih dan nuri merah hanya digunakan dalam upacara adat tertentu sebagai simbol kepemimpinan dan keberanian.
##
Praktik Keagamaan dan Festival
Meskipun mayoritas masyarakat menganut agama Kristen, praktik kepercayaan lokal terhadap roh leluhur dan penjaga alam masih berjalan beriringan secara sinkretis. Keharmonisan ini terlihat dalam Festival Budaya Mamberamo Tengah yang rutin digelar, menampilkan perlombaan memanah, simulasi perang suku yang teatrikal, dan kompetisi memasak tradisional. Festival ini menjadi ajang bagi tujuh wilayah tetangga untuk berkumpul, memperkuat ikatan persaudaraan di tanah Papua Pegunungan yang luas ini.
Tourism
#
Menjelajahi Mamberamo Tengah: Permata Tersembunyi di Jantung Papua Pegunungan
Mamberamo Tengah, sebuah kabupaten seluas 4.104,55 km² di Provinsi Papua Pegunungan, merupakan destinasi yang menawarkan harmoni antara kemegahan alam tropis dan kekayaan budaya pegunungan yang autentik. Terletak di posisi kardinal timur dan berbatasan langsung dengan tujuh wilayah administratif, kabupaten ini memiliki karakteristik unik sebagai wilayah pegunungan yang tetap memiliki aksesibilitas terhadap ekosistem perairan melalui aliran sungai besar yang legendaris.
##
Pesona Alam dan Petualangan Sungai
Daya tarik utama Mamberamo Tengah terletak pada lanskap pegunungannya yang hijau dan lembah-lembah yang diselimuti kabut. Berbeda dengan wilayah pesisir laut, "pantai" di sini merujuk pada tepian sungai Mamberamo yang luas, di mana pasir sungai dan bebatuan besar menciptakan panorama yang dramatis. Wisatawan dapat menikmati keindahan air terjun tersembunyi seperti yang terdapat di distrik Kobakma dan Kelila, di mana air jatuh langsung ke kolam alami yang dikelilingi hutan primer. Bagi pecinta petualangan, menyusuri hulu sungai Mamberamo dengan perahu tradisional (longboat) memberikan pengalaman memacu adrenalin sekaligus kesempatan melihat flora langka seperti anggrek hutan Papua dan fauna endemik seperti Cenderawasih yang menari di dahan pohon.
##
Kekayaan Budaya dan Jejak Sejarah
Secara kultural, Mamberamo Tengah dihuni oleh suku-suku asli yang menjaga tradisi leluhur dengan sangat kuat. Pengunjung tidak akan menemukan candi atau museum konvensional, melainkan "museum hidup" berupa perkampungan tradisional dengan rumah Honai yang ikonik. Wisatawan dapat berinteraksi langsung dengan warga lokal, mempelajari teknik ukir kayu tradisional, dan menyaksikan tarian adat yang menggunakan hiasan bulu burung serta manik-manik kuno. Kehidupan sosial di sini adalah situs sejarah itu sendiri, di mana hukum adat dan kearifan lokal dalam menjaga hutan tetap dipraktikkan hingga hari ini.
##
Wisata Kuliner dan Keramahtamahan Lokal
Pengalaman kuliner di Mamberamo Tengah berpusat pada bahan alami dari hutan dan kebun. Papeda dengan ikan kuah kuning dari sungai atau ubi jalar (hipere) yang dibakar dalam ritual Bakar Batu adalah menu wajib. Mencicipi kopi lokal Papua yang ditanam di dataran tinggi Mamberamo memberikan cita rasa unik dengan aroma tanah dan cokelat yang kuat. Keramahtamahan penduduk setempat tercermin dalam sambutan hangat saat tamu memasuki desa; mereka seringkali menawarkan buah-buahan segar atau hasil buruan sebagai tanda persahabatan.
##
Akomodasi dan Waktu Kunjungan Terbaik
Akomodasi di wilayah ini umumnya berupa penginapan sederhana di pusat distrik atau homestay di rumah warga bagi mereka yang menginginkan pengalaman autentik. Fasilitas memang masih terbatas, namun keasrian lingkungan memberikan kemewahan tersendiri. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pada musim kemarau, antara bulan Juni hingga September, saat jalur pendakian lebih aman dan debit air sungai lebih tenang untuk dijelajahi. Mamberamo Tengah bukan sekadar tempat wisata, melainkan perjalanan spiritual untuk memahami kedekatan manusia dengan alam di tanah Papua yang agung.
Economy
#
Profil Ekonomi Kabupaten Mamberamo Tengah: Potensi Pegunungan dan Pesisir
Mamberamo Tengah, yang terletak di Provinsi Papua Pegunungan, merupakan wilayah unik dengan luas 4104,55 km². Meskipun berada di bawah administrasi provinsi pegunungan, kabupaten ini memiliki karakteristik geografis yang strategis dengan posisi kardinal di bagian timur dan berbatasan langsung dengan tujuh wilayah administratif (termasuk Mamberamo Raya, Jayawijaya, dan Tolikara). Salah satu aspek ekonomi yang paling menonjol adalah kepemilikan garis pantai yang membentang di sepanjang Laut Indonesia, memberikan dimensi ganda pada struktur ekonominya: agraris pegunungan dan maritim.
##
Sektor Pertanian dan Perkebunan
Perekonomian Mamberamo Tengah didominasi oleh sektor pertanian lahan kering dan perkebunan. Komoditas unggulan yang menjadi penopang utama pendapatan masyarakat lokal adalah kopi, kakao, dan buah merah. Kopi dari distrik seperti Kobakma dan Kelila mulai dikenal karena kualitas organoleptiknya yang khas. Selain itu, ubi jalar (hipere) tetap menjadi tanaman pangan pokok yang memiliki nilai ekonomi penting dalam pasar domestik antar-kabupaten di wilayah Lapago.
##
Ekonomi Maritim dan Pesisir
Berbeda dengan kabupaten tetangganya di pegunungan tengah, Mamberamo Tengah memiliki akses ke wilayah pesisir. Ekonomi maritim difokuskan pada perikanan tangkap skala kecil. Potensi ini mulai dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan protein lokal serta pengiriman hasil laut ke wilayah pedalaman pegunungan yang memiliki permintaan tinggi namun akses terbatas. Pengembangan dermaga kecil di wilayah pesisir menjadi prioritas untuk memperlancar arus barang antara wilayah pantai dan pusat pemerintahan di Kobakma.
##
Industri Kreatif dan Kerajinan Tradisional
Sektor industri di wilayah ini masih didominasi oleh industri rumah tangga. Produk lokal yang menonjol adalah kerajinan Noken yang menggunakan serat kayu alami dari hutan tropis Mamberamo. Selain itu, terdapat produksi minyak buah merah tradisional yang diproses secara turun-temurun. Produk ini tidak hanya berfungsi sebagai suplemen kesehatan tetapi juga telah menjadi komoditas perdagangan yang dikirim keluar daerah melalui transportasi udara.
##
Infrastruktur dan Tantangan Ketenagakerjaan
Pembangunan infrastruktur jalan trans-Papua yang menghubungkan Kobakma dengan Wamena menjadi urat nadi pertumbuhan ekonomi. Namun, ketergantungan pada transportasi udara masih sangat tinggi untuk pengiriman logistik berat. Tren ketenagakerjaan menunjukkan pergeseran bertahap dari sektor pertanian subsisten menuju sektor jasa dan konstruksi seiring dengan pemekaran wilayah dan pembangunan gedung pemerintahan.
##
Prospek Pariwisata Ekologis
Mamberamo Tengah memiliki potensi wisata alam berupa sungai-sungai besar dan kawasan hutan lindung yang kaya akan keanekaragaman hayati (seperti Burung Cendrawasih). Pengembangan pariwisata berbasis komunitas sedang dijajaki sebagai sumber pendapatan alternatif bagi masyarakat lokal di masa depan. Dengan pengelolaan yang tepat, integrasi antara potensi maritim di utara dan keindahan pegunungan di selatan dapat menjadikan Mamberamo Tengah sebagai koridor ekonomi yang dinamis di Papua Pegunungan.
Demographics
#
Profil Demografis Kabupaten Mamberamo Tengah
Kabupaten Mamberamo Tengah, yang terletak di Provinsi Papua Pegunungan, merupakan wilayah dengan karakteristik geografis unik seluas 4.104,55 km². Meskipun berada di pegunungan tengah, kabupaten ini memiliki aksesibilitas strategis karena berbatasan langsung dengan tujuh wilayah administratif (Tolikara, Jayawijaya, Yalimo, Yahukimo, Mamberamo Raya, Sarmi, dan Jayapura), menjadikannya koridor penting di posisi kardinal timur pegunungan.
Kepadatan dan Distribusi Penduduk
Berdasarkan data terkini, jumlah penduduk Mamberamo Tengah mencapai lebih dari 51.000 jiwa. Dengan luas wilayah yang besar, kepadatan penduduk tergolong rendah, yakni sekitar 12 jiwa per km². Distribusi penduduk tidak merata; konsentrasi terbesar berada di Distrik Kobakma sebagai pusat pemerintahan, sementara distrik lain seperti Ilugwa, Kelila, Eragayam, dan Lianogoma memiliki pola pemukiman yang lebih tersebar di lereng-lereng bukit dan lembah sungai.
Komposisi Etnis dan Keragaman Budaya
Demografi wilayah ini didominasi oleh masyarakat adat suku asli Papua, khususnya Suku Lani dan Suku Gem yang mendiami pegunungan. Kehidupan sosial sangat dipengaruhi oleh sistem kekerabatan yang kuat dan hukum adat. Meskipun mayoritas adalah penduduk asli, terdapat populasi pendatang dari luar Papua (seperti Bugis, Jawa, dan Toraja) yang umumnya terkonsentrasi di pusat distrik untuk sektor perdagangan dan jasa publik.
Struktur Usia dan Piramida Penduduk
Mamberamo Tengah memiliki struktur penduduk muda (piramida ekspansif). Proporsi penduduk usia anak-anak (0-14 tahun) dan usia produktif (15-64 tahun) sangat tinggi. Hal ini menunjukkan angka kelahiran yang tetap stabil, namun juga menghadirkan tantangan dalam penyediaan lapangan kerja di masa depan serta beban ketergantungan yang cukup signifikan bagi kepala keluarga.
Tingkat Pendidikan dan Literasi
Pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan angka literasi yang saat ini masih menghadapi tantangan geografis. Mayoritas penduduk usia sekolah menempuh pendidikan dasar di distrik masing-masing, namun untuk jenjang pendidikan tinggi, terjadi pergerakan keluar menuju Wamena atau Jayapura. Peningkatan sarana pendidikan di Kobakma mulai menunjukkan tren positif pada angka partisipasi sekolah tingkat menengah.
Dinamika Urbanisasi dan Migrasi
Pola urbanisasi di Mamberamo Tengah bersifat internal, di mana penduduk dari kampung-kampung terpencil berpindah ke ibu kota distrik untuk mendapatkan akses kesehatan dan bantuan sosial. Migrasi keluar biasanya bersifat sementara untuk tujuan pendidikan atau mencari kerja di wilayah perkotaan yang lebih besar di Papua Pegunungan. Karakteristik unik wilayah ini adalah statusnya sebagai daerah "perlintasan" yang menghubungkan wilayah pegunungan dengan pesisir utara melalui akses Mamberamo Raya, sehingga memicu mobilitas penduduk yang dinamis antar-wilayah tetangga.
💡 Fakta Unik
- 1.Wilayah ini merupakan titik pertemuan administratif yang unik karena berbatasan langsung dengan Distrik Agats di Kabupaten Asmat dari arah selatan melalui jalur perairan sungai yang luas.
- 2.Masyarakat asli di kawasan pesisir pedalaman ini memiliki tradisi menganyam noken dengan motif khusus yang mencerminkan aliran arus sungai pasang surut di wilayah tersebut.
- 3.Meskipun berada di provinsi yang didominasi pegunungan tinggi, wilayah ini merupakan satu-satunya akses pintu masuk laut utama melalui pelabuhan sungai untuk menyuplai logistik ke pegunungan tengah.
- 4.Lokasi ini dikenal luas sebagai 'Kota di Atas Papan' karena sebagian besar infrastruktur jalannya dibangun menggunakan kayu di atas lahan rawa dan sungai yang mendominasi topografinya.
Destinasi di Mamberamo Tengah
Semua Destinasi→Lembah Kobagma
Terletak di jantung ibu kota kabupaten, lembah ini menawarkan pemandangan hamparan hijau yang dikeli...
Wisata AlamSungai Mamberamo
Sebagai salah satu sungai terpanjang dan terbesar di Papua, aliran airnya yang megah melintasi wilay...
Bangunan IkonikGereja GKI Imanuel Kobagma
Bangunan gereja ini merupakan pusat aktivitas spiritual masyarakat setempat dan menjadi salah satu s...
Wisata AlamPuncak Ilugwa
Destinasi ini menawarkan titik pandang terbaik untuk melihat topografi ekstrem Papua dengan deretan ...
Pusat KebudayaanPasar Tradisional Kobagma
Tempat ini adalah jantung denyut ekonomi dan interaksi sosial lokal, di mana masyarakat dari berbaga...
Wisata AlamHutan Lindung Kelila
Kawasan hutan lindung di Distrik Kelila menyimpan kekayaan flora dan fauna endemik Papua, termasuk b...
Tempat Lainnya di Papua Pegunungan
Lokasi Serupa
Panduan Perjalanan Terkait
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiUji Pengetahuanmu!
Apakah kamu bisa menebak Mamberamo Tengah dari siluet petanya?