Wisata Alam

Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung

di Maros, Sulawesi Selatan

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Menjelajahi Keajaiban Karst dan Kerajaan Kupu-Kupu: Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung

Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung (TN Babul) bukan sekadar destinasi wisata alam biasa di Sulawesi Selatan. Terletak di Kabupaten Maros dan Pangkajene Kepulauan (Pangkep), kawasan seluas kurang lebih 43.750 hektar ini merupakan bentang alam karst terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok Selatan. Dikenal secara internasional melalui catatan naturalis Alfred Russel Wallace sebagai "The Kingdom of Butterfly", taman nasional ini menawarkan perpaduan magis antara tebing terjal, gua bawah tanah, air terjun yang menderu, dan keanekaragaman hayati yang tiada duanya.

#

Arsitektur Alam: Karst Tower dan Labirin Gua

Ciri khas utama dari TN Babul adalah ekosistem karstnya yang unik. Pengunjung akan disambut oleh deretan bukit kapur yang menjulang vertikal, menciptakan pemandangan layaknya menara-menara alam (karst tower) yang diselimuti vegetasi hijau. Di balik dinding-dinding batu ini, tersimpan sistem perguaan yang sangat kompleks.

Terdapat lebih dari 200 gua di kawasan ini, yang terbagi dalam gua prasejarah dan gua alam yang kaya akan ornamen geologi. Gua Leang-Leang dan Leang Pettae, misalnya, menyimpan bukti sejarah peradaban manusia purba melalui lukisan tangan (stensil) dan gambar babi rusa yang diperkirakan berusia puluhan ribu tahun. Sementara itu, bagi pecinta petualangan, Gua Mimpi dan Gua Batu menawarkan stalaktit dan stalagmit yang masih aktif, membentuk formasi kristal yang berkilauan saat terkena cahaya senter.

#

Air Terjun Bantimurung: Jantung Wisata Maros

Titik paling ikonik di taman nasional ini adalah Air Terjun Bantimurung. Dengan lebar sekitar 20 meter dan ketinggian 15 meter, air terjun ini mengalir di atas landasan batu gamping yang keras dan licin, menciptakan kolam alami di bawahnya. Yang membedakan air terjun ini dari tempat lain adalah arus airnya yang stabil sepanjang tahun dan keberadaan pelangi tipis yang sering muncul di antara percikan air saat matahari terik.

Di sekitar air terjun, pengunjung bisa merasakan sensasi "seluncuran alami" di atas ban dalam mengikuti arus air yang mengalir di atas permukaan batu. Suara gemuruh air yang berpadu dengan kicauan burung dari hutan di sekelilingnya menciptakan atmosfer relaksasi yang sempurna bagi wisatawan keluarga maupun fotografer alam.

#

Kerajaan Kupu-Kupu dan Biodiversitas Endemik

Julukan "The Kingdom of Butterfly" yang diberikan oleh Wallace pada tahun 1857 bukanlah tanpa alasan. Di kawasan ini, tercatat terdapat sekitar 250 spesies kupu-kupu, di antaranya merupakan spesies endemik yang hanya bisa ditemukan di Sulawesi Selatan, seperti Papilio androcles yang memiliki ekor panjang dan Troides helena.

Selain kupu-kupu, TN Babul juga menjadi habitat bagi berbagai fauna dilindungi lainnya. Kera Hitam Sulawesi (Macaca maura) sering terlihat bergelantungan di dahan pohon di sekitar jalur pendakian. Kuskus Beruang (Ailurops ursinus) dan berbagai jenis burung rangkong juga mendiami kanopi hutan hujan tropis yang masih terjaga. Keanekaragaman flora di sini juga sangat tinggi, mulai dari kayu hitam (Diospyros celebica) hingga berbagai jenis anggrek hutan yang menempel pada tebing-tebing karst.

#

Aktivitas Outdoor dan Pengalaman Petualangan

Bagi mereka yang mencari tantangan fisik, Gunung Bulusaraung adalah destinasi yang wajib dikunjungi. Dengan ketinggian sekitar 1.353 meter di atas permukaan laut, jalur pendakian ini menawarkan medan yang cukup menantang namun dengan imbalan pemandangan matahari terbit yang spektakuler dari puncaknya. Dari atas sini, hamparan bukit karst yang menyelimuti Maros dan Pangkep terlihat seperti barisan gigi naga yang tak berujung.

Selain pendakian, aktivitas caving (penelusuran gua) menjadi daya tarik utama lainnya. Gua vertikal di kawasan ini menuntut keahlian khusus dan peralatan teknis, menjadikannya magnet bagi para penggiat alam dari seluruh dunia. Bagi wisatawan santai, aktivitas menyusuri sungai bawah tanah di dalam gua merupakan pengalaman yang memberikan perspektif baru tentang keajaiban geologi.

#

Waktu Terbaik untuk Berkunjung

Waktu terbaik untuk mengunjungi Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung adalah pada musim kemarau, antara bulan Juni hingga September. Pada periode ini, debit air di air terjun cenderung stabil dan tidak terlalu keruh. Yang terpenting, musim kemarau adalah waktu di mana kupu-kupu keluar dalam jumlah yang sangat banyak, terutama di sepanjang tepian sungai setelah hujan ringan.

Jika tujuan utama Anda adalah fotografi serangga atau pengamatan burung, datanglah di pagi hari sekitar pukul 08.00 hingga 10.00 WITA. Cahaya matahari yang menembus celah-celah tebing karst memberikan pencahayaan alami yang dramatis bagi objek foto Anda.

#

Konservasi dan Perlindungan Lingkungan

Sebagai Taman Nasional, kawasan ini memiliki status perlindungan yang ketat di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Fokus utamanya adalah perlindungan ekosistem karst yang sangat rentan terhadap kerusakan akibat penambangan semen dan marmer di sekitarnya. Pengelola taman nasional secara rutin melakukan rehabilitasi habitat dan pemantauan populasi kupu-kupu.

Wisatawan diharapkan mematuhi aturan ketat, seperti tidak mengambil spesimen kupu-kupu dari alam, tidak mencoret-coret dinding gua (vandalisme), dan menerapkan prinsip Leave No Trace (tidak meninggalkan sampah). Kelestarian sumber mata air di dalam kawasan karst ini sangat krusial, karena menjadi sumber air utama bagi ribuan warga di Kabupaten Maros.

#

Fasilitas dan Aksesibilitas

Akses menuju TN Babul sangat mudah dan terjangkau. Terletak sekitar 15 kilometer dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin atau sekitar 1 jam perjalanan darat dari pusat Kota Makassar. Jalanan menuju lokasi sudah beraspal mulus dan dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun bus pariwisata.

Fasilitas pendukung di area wisata utama sudah cukup lengkap, meliputi:

  • Area parkir yang luas.
  • Museum Kupu-Kupu yang mengoleksi berbagai spesimen yang telah diawetkan.
  • Penangkaran Kupu-Kupu hidup.
  • Jalur pedestrian (wooden track) yang tertata rapi.
  • Warung makan yang menyajikan kuliner khas Sulawesi Selatan.
  • Penginapan kecil dan area perkemahan bagi yang ingin bermalam di alam terbuka.

Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung adalah bukti kemegahan alam Indonesia Timur. Dengan kombinasi antara sejarah prasejarah, keajaiban geologi karst, dan pesona ribuan sayap kupu-kupu, tempat ini menawarkan pengalaman wisata edukatif dan rekreatif yang mendalam bagi siapa saja yang ingin menyatu dengan alam.

πŸ“‹ Informasi Kunjungan

address
Jl. Poros Maros-Bone No.KM.12, Bantimurung, Maros
entrance fee
Rp 30.000 (Domestik), Rp 255.000 (Mancanegara)
opening hours
Setiap hari, 06:00 - 18:00

Tempat Menarik Lainnya di Maros

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Maros

Pelajari lebih lanjut tentang Maros dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Maros