Pusat Kebudayaan

Museum Negeri Nusa Tenggara Barat

di Mataram, Nusa Tenggara Barat

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Keanekaragaman Koleksi dan Pelestarian Warisan Budaya

Kekuatan utama Museum Negeri NTB terletak pada kemampuannya mengonservasi dan memamerkan keragaman etnis di NTB. Koleksi museum ini diklasifikasikan ke dalam berbagai disiplin ilmu, mulai dari geologika, biologika, etnografika, hingga numismatika. Salah satu daya tarik utamanya adalah koleksi naskah kuno (Lontar) yang ditulis di atas daun palem, yang memuat hukum adat, pengobatan tradisional (husada), hingga silsilah kerajaan-kerajaan di masa lalu.

Upaya pelestarian di museum ini dilakukan secara komprehensif. Selain perawatan fisik terhadap benda-benda logam seperti keris dan mahkota raja, museum ini juga aktif dalam digitalisasi naskah. Hal ini krusial untuk menjaga agar pengetahuan yang terkandung dalam aksara Sasak dan Jejawan tidak hilang ditelan zaman, sekaligus memudahkan para peneliti untuk mengakses isi naskah tanpa merusak fisik aslinya.

Seni Tradisional dan Kriya: Representasi Identitas Lokal

Museum Negeri NTB menjadi rumah bagi berbagai bentuk kriya yang mencerminkan ketekunan masyarakat lokal. Di sini, pengunjung dapat melihat secara detail teknik pembuatan kain tenun ikat dan songket Lombok-Sumbawa yang menggunakan pewarna alami. Program "Belajar Bersama Maestro" sering kali diadakan, di mana para perajin tenun dari Desa Sukarara atau Pringgasela didatangkan untuk mendemonstrasikan proses nyisig dan nyukit di hadapan publik.

Selain kriya, museum ini secara rutin menampilkan pertunjukan seni pertunjukan tradisional. Kesenian Gendang Beleq yang megah, tarian Pego Bulaeng dari Sumbawa, hingga drama tradisional Cepung sering dipentaskan di area panggung terbuka museum. Kehadiran pertunjukan ini memastikan bahwa fungsi museum melampaui sekadar tempat pameran statis, melainkan menjadi panggung hidup bagi ekspresi budaya yang dinamis.

Program Edukasi dan Literasi Budaya

Sebagai lembaga pendidikan non-formal, Museum Negeri NTB memiliki tanggung jawab besar dalam menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda. Salah satu program unggulannya adalah "Museum Keliling". Program ini membawa sebagian koleksi dan replika artefak ke sekolah-sekolah di pelosok Pulau Lombok dan Sumbawa yang memiliki keterbatasan akses untuk mengunjungi Mataram.

Di dalam lingkungan museum sendiri, terdapat kegiatan "Lomba Cerdas Cermat Kebudayaan" dan "Lomba Permainan Tradisional" seperti Gasing dan Egrang. Kegiatan ini dirancang agar anak-anak sekolah dasar dan menengah tidak merasa asing dengan akar budaya mereka. Selain itu, workshop penulisan aksara tradisional secara berkala diadakan untuk memastikan literasi lokal tetap terjaga di tengah gempuran budaya digital.

Peran dalam Pemberdayaan Masyarakat dan Komunitas

Museum Negeri NTB bertransformasi menjadi ruang publik yang inklusif bagi berbagai komunitas kreatif di Mataram. Museum ini sering menjadi tuan rumah bagi pertemuan komunitas sejarah, pecinta fotografi, hingga pegiat sastra. Keterlibatan masyarakat ini diwujudkan melalui program "Museum di Hatiku", yang bertujuan membangun rasa memiliki (sense of belonging) masyarakat terhadap warisan budayanya.

Museum juga berperan sebagai kurator bagi UMKM berbasis budaya. Dalam berbagai kesempatan, museum menyediakan ruang bagi para perajin gerabah Banyumulek atau pembuat perhiasan mutiara untuk memamerkan karya mereka, menghubungkan nilai sejarah artefak dengan potensi ekonomi kreatif masa kini.

Festival Budaya dan Event Ikonik

Setiap tahunnya, Museum Negeri NTB menjadi pusat perhatian melalui penyelenggaraan berbagai festival. Salah satu yang paling dinanti adalah "Pameran Bersama" yang melibatkan museum-museum dari provinsi lain di Indonesia, guna menunjukkan keterkaitan sejarah antarwilayah. Selain itu, perayaan hari jadi museum sering dirangkaikan dengan ritual adat seperti Selamatan atau doa bersama yang melibatkan tokoh-tokoh adat dari majelis krama adat.

Event besar seperti "Festival Museum NTB" biasanya diisi dengan karnaval kostum tradisional yang dimodifikasi, lomba memasak masakan khas daerah seperti Ayam Taliwang dan Sepat, serta seminar internasional yang membahas arkeologi dan antropologi kawasan Wallacea. Festival ini menjadi magnet bagi wisatawan domestik maupun mancanegara, memposisikan museum sebagai destinasi wisata budaya unggulan di Mataram.

Tantangan dan Masa Depan Pengembangan Budaya

Di tengah arus globalisasi, Museum Negeri NTB terus berinovasi untuk tetap relevan. Pengembangan fasilitas seperti ruang audio-visual yang modern, pemanfaatan teknologi Augmented Reality (AR) untuk beberapa koleksi unggulan, serta pembenahan narasi koleksi yang lebih interaktif terus dilakukan. Hal ini bertujuan agar pengunjung generasi Z dapat menikmati sejarah dengan cara yang lebih menyenangkan dan mudah dipahami.

Pihak pengelola museum juga aktif menjalin kerja sama dengan lembaga internasional untuk penelitian arkeologi bawah air, mengingat wilayah NTB memiliki sejarah maritim yang panjang dengan banyaknya situs kapal karam (shipwreck) yang membawa komoditas perdagangan masa lalu. Penelitian ini diharapkan dapat menambah khazanah koleksi keramik dan barang logam di masa depan.

Penutup: Museum sebagai Jati Diri Bangsa

Museum Negeri Nusa Tenggara Barat adalah detak jantung kebudayaan di Mataram. Ia bukan sekadar bangunan megah dengan arsitektur khas rumah tradisional, melainkan sebuah institusi yang menyimpan jiwa dan identitas masyarakat NTB. Melalui integrasi antara konservasi, edukasi, dan rekreasi, museum ini berhasil membuktikan bahwa nilai-nilai tradisional tidak harus ditinggalkan untuk menjadi maju.

Dengan mengunjungi dan terlibat dalam program-program di Museum Negeri NTB, masyarakat tidak hanya belajar tentang siapa nenek moyang mereka, tetapi juga memahami posisi mereka dalam peradaban dunia. Museum ini tetap berdiri kokoh sebagai penjaga memori kolektif, memastikan bahwa setiap helai benang songket dan setiap goresan di atas lontar akan tetap bercerita kepada generasi-generasi yang akan datang tentang kejayaan dan kearifan lokal Nusa Tenggara Barat.

πŸ“‹ Informasi Kunjungan

address
Jl. Panji Tilar Negara No.6, Taman Sari, Kec. Ampenan, Kota Mataram
entrance fee
Rp 5.000 per orang
opening hours
Selasa - Minggu, 08:00 - 16:00

Tempat Menarik Lainnya di Mataram

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Mataram

Pelajari lebih lanjut tentang Mataram dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Mataram