Museum B.J. Habibie
di Parepare, Sulawesi Selatan
Dipublikasikan: Januari 2025
Tentang
Jejak Sang Visioner: Sejarah dan Signifikansi Museum B.J. Habibie di Parepare
Museum B.J. Habibie bukan sekadar bangunan penyimpan artefak, melainkan sebuah monumen penghormatan bagi putra terbaik bangsa yang lahir di tanah Sulawesi Selatan. Terletak strategis di Kota Parepare, museum ini berdiri di atas fondasi sejarah yang kuat, menempati lokasi yang secara emosional dan historis terhubung langsung dengan masa kecil Bacharuddin Jusuf Habibie, Presiden ke-3 Republik Indonesia.
#
Asal-Usul dan Periode Pendirian
Pembangunan Museum B.J. Habibie berawal dari gagasan Pemerintah Kota Parepare untuk mengabadikan jejak langkah sang "Bapak Teknologi Indonesia". Keputusan ini diperkuat oleh fakta bahwa Parepare adalah tempat kelahiran Habibie pada 25 Juni 1936. Lokasi yang dipilih untuk pembangunan museum ini pun sangat spesifik: lahan tempat berdirinya rumah kelahiran B.J. Habibie di Jalan Alwi Abdul Jalil Habibie (dahulu dikenal sebagai Jalan Panglima Polem), Kecamatan Ujung.
Proses transformasi lokasi ini menjadi museum dimulai secara intensif pada tahun 2020. Wali Kota Parepare, Taufan Pawe, menginisiasi proyek ini sebagai bentuk penghormatan terakhir setelah wafatnya Habibie pada September 2019. Pembangunan fisik dilakukan dengan tetap mempertahankan nilai sentimentil dari tapak tanah aslinya, guna memberikan pengalaman otentik bagi pengunjung yang ingin menelusuri akar kehidupan sang visioner. Museum ini akhirnya diresmikan sebagai museum kepresidenan pertama di Indonesia yang didirikan di luar Ibu Kota Jakarta yang dikelola oleh pemerintah daerah.
#
Gaya Arsitektur dan Detail Konstruksi
Secara arsitektural, Museum B.J. Habibie mengadopsi gaya modern-kontemporer namun tetap menyelipkan elemen lokal. Bangunan ini dirancang untuk mencerminkan kepribadian Habibie yang teknokratis namun rendah hati. Fasad museum didominasi oleh garis-garis tegas yang melambangkan presisi ilmu pengetahuan, bidang yang ditekuni Habibie sepanjang hayatnya.
Interior museum dibagi menjadi beberapa zona tematik yang mengikuti alur kronologis kehidupan Habibie. Penggunaan material kaca besar di beberapa sudut memberikan kesan keterbukaan dan transparansi, filosofi yang selalu dipegang teguh oleh Habibie dalam kepemimpinannya. Salah satu detail konstruksi yang unik adalah integrasi teknologi digital dalam penyajian informasi, mencerminkan semangat inovasi yang menjadi identitas utama sang tokoh. Struktur bangunan dibuat dua lantai dengan tata cahaya yang diatur sedemikian rupa untuk menonjolkan koleksi-koleksi penting tanpa merusak material aslinya.
#
Signifikansi Sejarah dan Peristiwa Terkait
Museum ini memiliki signifikansi sejarah yang luas, melampaui batas geografis Parepare. Di tempat inilah, memori kolektif tentang masa kecil "Rudy" (nama panggilan Habibie) disimpan. Peristiwa-peristiwa penting seperti masa pengungsian keluarga Habibie saat berkecamuknya perang kemerdekaan, hingga keberangkatan Habibie muda ke Bandung dan Jerman untuk menuntut ilmu, dinarasikan dengan apik melalui diorama dan arsip foto.
Keberadaan museum ini juga menjadi simbol transisi demokrasi di Indonesia. Sebagai Presiden yang memimpin di masa reformasi, Habibie memegang peranan kunci dalam peletakan dasar kebebasan pers dan otonomi daerah. Museum ini menyimpan dokumen-dokumen penting terkait kebijakan-kebijakan krusial tersebut, menjadikannya pusat studi bagi para peneliti sejarah politik Indonesia.
#
Tokoh Penting dan Koleksi Monumental
Selain sosok sentral B.J. Habibie, museum ini juga memberikan ruang bagi peran Ibu Hasri Ainun Habibie. Kisah cinta legendaris mereka, yang menjadi inspirasi bagi jutaan orang, turut diabadikan dalam ruang khusus. Pengaruh ayahanda Habibie, Alwi Abdul Jalil Habibie, seorang ahli pertanian yang wafat saat Habibie masih remaja, juga digambarkan sebagai sosok yang membentuk karakter disiplin Rudy.
Koleksi yang dipamerkan mencakup replika pesawat N-250 Gatotkaca, mahakarya kedirgantaraan Indonesia yang dirancang oleh Habibie. Selain itu, pengunjung dapat melihat replika medali penghargaan internasional, seperti Edward Warner Award dan Theodore Von Karman Award, yang merupakan pengakuan dunia atas kontribusinya dalam teori aerodinamika (Habibie Factor). Pakaian dinas kepresidenan, kursi kerja asli, hingga catatan tangan teknis mengenai desain struktur pesawat menjadi daya tarik utama yang tidak ditemukan di tempat lain.
#
Upaya Pelestarian dan Restorasi
Pemerintah Kota Parepare bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berkomitmen kuat dalam pelestarian situs ini. Mengingat sebagian besar koleksi berupa dokumen kertas dan material kain, sistem kontrol kelembapan udara (HVAC) dipasang secara khusus untuk mencegah pelapukan. Restorasi dilakukan secara berkala pada replika-replika teknis agar tetap terlihat presisi sesuai desain aslinya.
Status museum ini sebagai cagar budaya modern terus diperkuat melalui kerja sama dengan Museum Nasional dan arsiparis profesional. Upaya digitalisasi arsip juga sedang berlangsung, di mana pengunjung dapat mengakses basis data sejarah Habibie melalui perangkat interaktif di dalam museum, memastikan bahwa data sejarah tetap terjaga meski fisik dokumen aslinya disimpan dalam ruang penyimpanan khusus yang terlindung.
#
Makna Budaya dan Inspirasi Edukasi
Bagi masyarakat Parepare dan Sulawesi Selatan, Museum B.J. Habibie adalah simbol kebanggaan kultural. Ia mematahkan stigma bahwa pusat kemajuan teknologi hanya milik bangsa Barat. Habibie membuktikan bahwa seorang anak dari kota kecil di pesisir Sulawesi bisa menaklukkan dunia dengan intelegensi dan kerja keras.
Museum ini berfungsi sebagai pusat edukasi bagi generasi muda. Slogan "Mata Air" yang sering diucapkan Habibie—bahwa setiap individu harus menjadi mata air yang jernih bagi sekitarnya—menjadi ruh dari museum ini. Secara rutin, museum mengadakan program edukasi kedirgantaraan bagi siswa sekolah, menjadikannya institusi hidup yang terus meregenerasi semangat Habibie dalam diri anak-anak bangsa.
#
Fakta Sejarah Unik
Salah satu fakta unik dari museum ini adalah keberadaan "Kamar Rudy". Meskipun bangunan aslinya telah mengalami renovasi total menjadi museum, posisi kamar tempat Habibie dilahirkan dipertahankan sesuai dengan koordinat aslinya. Selain itu, museum ini dibangun berdekatan dengan Monumen Cinta Sejati Habibie-Ainun yang terletak di alun-alun kota, menciptakan sebuah sirkuit wisata sejarah yang terintegrasi di jantung Kota Parepare. Museum ini juga mencatat sejarah sebagai satu-satunya tempat di Sulawesi Selatan yang menyimpan kronologi detail mengenai pengembangan industri strategis nasional (IPTN) dari sudut pandang personal sang pendiri.
📋 Informasi Kunjungan
Tempat Menarik Lainnya di Parepare
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiJelajahi Parepare
Pelajari lebih lanjut tentang Parepare dan tempat-tempat menarik lainnya.
Lihat Profil Parepare