Kuliner Legendaris

Roti Mantao Parepare

di Parepare, Sulawesi Selatan

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Jejak Sejarah dan Asal-Usul Roti Mantao

Roti Mantao Parepare memiliki akar sejarah yang kuat dalam tradisi kuliner Tionghoa. Kata "Mantao" sendiri berasal dari bahasa Mandarin, Mántou, yang merujuk pada roti kukus tanpa isi. Kehadiran Mantao di Parepare bermula dari para imigran Tionghoa yang menetap di kota pelabuhan ini. Seiring berjalannya waktu, resep asli tersebut mengalami adaptasi lokal yang signifikan, menyesuaikan dengan lidah masyarakat Bugis-Makassar.

Salah satu pionir yang paling bertanggung jawab mempopulerkan kudapan ini adalah Toko Sinar Terang. Berdiri sejak era 1980-an, toko ini menjadi tonggak sejarah yang mengubah Mantao dari sekadar roti rumahan menjadi komoditas oleh-oleh paling dicari di Sulawesi Selatan. Keluarga pemilik Toko Sinar Terang berhasil menjaga konsistensi rasa selama lebih dari empat dekade, menjadikan nama mereka sinonim dengan kualitas Mantao yang autentik.

Karakteristik Unik: Perbedaan Mantao Parepare dengan Bakpao

Banyak orang sering menyamakan Mantao dengan Bakpao, namun bagi masyarakat Parepare, keduanya adalah entitas yang berbeda. Jika Bakpao umumnya memiliki isian daging atau kacang dan tekstur yang sangat empuk (fluffy), Mantao Parepare memiliki tekstur yang lebih padat, kenyal, namun tetap lembut di bagian dalam.

Keunikan utama Mantao Parepare terletak pada fleksibilitas penyajiannya. Roti ini tidak memiliki isian di dalamnya. Bentuknya menyerupai balok kecil atau bantalan dengan permukaan yang halus dan berwarna putih bersih. Desain tanpa isi ini justru menjadi kekuatan utamanya, karena memungkinkan penikmatnya untuk bereksplorasi dengan berbagai macam pendamping, baik yang manis maupun gurih.

Rahasia Bahan Baku dan Proses Pembuatan Tradisional

Kualitas Roti Mantao Parepare yang melegenda tidak didapatkan secara instan. Rahasianya terletak pada pemilihan bahan dan teknik pengolahan yang masih mempertahankan unsur tradisional.

#

Bahan Utama

Bahan dasar Mantao sebenarnya sederhana: tepung terigu protein tinggi, air, gula pasir, ragi, dan sedikit mentega putih. Namun, yang membedakan adalah kualitas tepung yang digunakan serta takaran gula yang pas untuk menciptakan rasa manis yang samar (subtle), tidak dominan.

#

Proses Pengolahan

Proses pembuatan dimulai dengan pencampuran bahan hingga menjadi adonan kalis. Tahap krusial adalah fermentasi. Di Parepare, suhu udara pesisir yang cenderung panas sangat memengaruhi aktivitas ragi. Para pengrajin Mantao berpengalaman tahu persis kapan adonan telah mengembang sempurna hanya dengan sentuhan tangan.

Setelah adonan mengembang, ia dibentuk memanjang dan dipotong-potong dengan ukuran presisi. Tahap selanjutnya adalah pengukusan. Penggunaan klakat bambu tradisional masih sering dijumpai di beberapa produsen untuk menjaga aroma tetap segar dan mencegah uap air menetes langsung ke permukaan roti, yang bisa menyebabkan permukaan Mantao menjadi keriput.

Teknik Memasak: Dikukus atau Digoreng?

Salah satu daya tarik utama Roti Mantao Parepare adalah dua cara penyajiannya yang sama-sama populer:

1. Mantao Kukus: Ini adalah cara klasik. Mantao dikukus kembali sesaat sebelum disajikan agar teksturnya kembali lembut dan hangat. Dalam kondisi ini, Mantao sangat cocok dinikmati dengan cocolan susu kental manis atau selai sarikaya khas Sulawesi Selatan.

2. Mantao Goreng: Inilah yang membuat Mantao Parepare begitu ikonik. Roti yang sudah dikukus kemudian digoreng dalam minyak panas hingga lapisan luarnya berubah menjadi cokelat keemasan dan renyah (crispy). Bagian luarnya memberikan sensasi gurih, sementara bagian dalamnya tetap lembut dan manis. Mantao goreng inilah yang sering disandingkan dengan hidangan berat.

Tradisi Kuliner dan Konteks Budaya Lokal

Di Parepare dan sekitarnya, makan Mantao bukan hanya soal mengganjal perut. Ada budaya makan yang unik yang menyertainya. Mantao goreng sering kali disajikan sebagai pendamping hidangan utama dalam acara-acara keluarga atau pesta adat.

Salah satu kombinasi paling legendaris adalah menyantap Mantao goreng dengan Sapi Lada Hitam atau Ayam Goreng Mentega. Tekstur Mantao yang padat berfungsi layaknya nasi atau roti mantau di masakan Tiongkok modern, yaitu untuk menyerap saus kental yang kaya bumbu. Di warung-warung kopi klasik di Parepare, Mantao goreng juga menjadi teman setia saat menyeruput kopi susu di sore hari.

Bagi masyarakat setempat, membawa sekotak Roti Mantao saat berkunjung ke kerabat di luar kota (seperti ke Makassar atau bahkan ke luar pulau) adalah sebuah keharusan. Ini telah menjadi "bahasa kasih" dan simbol identitas kota Parepare.

Destinasi Utama: Toko Sinar Terang dan Warisannya

Jika Anda berkunjung ke Parepare, titik koordinat kuliner yang paling wajib dikunjungi adalah kawasan Jalan Bau Massepe. Di sinilah Toko Sinar Terang berada. Toko ini tidak pernah sepi pengunjung, terutama saat musim liburan atau hari raya.

Keluarga pengelola toko ini dikenal sangat tertutup mengenai resep rahasia mereka, namun sangat terbuka dalam menjaga standar higienitas dan kualitas. Selain Sinar Terang, kini telah muncul berbagai gerai Mantao lain yang juga menawarkan kualitas bersaing, namun Sinar Terang tetap memegang predikat sebagai "The Original" di hati masyarakat.

Mantao sebagai Penggerak Ekonomi Kreatif

Roti Mantao telah mengangkat nama Parepare ke kancah nasional. Berkat kemajuan teknologi pengemasan, kini tersedia varian Mantao beku (frozen) yang bisa dikirim ke seluruh Indonesia. Hal ini memicu munculnya industri rumah tangga kecil di Parepare yang memproduksi Mantao dengan berbagai inovasi rasa, seperti cokelat, keju, atau pandan, meskipun varian original tetap menjadi primadona.

Keberadaan Roti Mantao juga mendorong tumbuhnya sektor pariwisata kuliner. Wisatawan yang melintasi jalur trans-Sulawesi dari Makassar menuju Toraja hampir dipastikan akan singgah di Parepare hanya untuk mencicipi Mantao goreng yang baru saja diangkat dari penggorengan.

Kesimpulan: Warisan yang Harus Dijaga

Roti Mantao Parepare adalah bukti nyata bagaimana sebuah resep sederhana dapat bertahan selama puluhan tahun dan menjadi bagian dari jiwa sebuah kota. Ia adalah perpaduan antara teknik kuliner Tionghoa dan kearifan lokal Sulawesi Selatan. Teksturnya yang unik, fleksibilitasnya dalam penyajian, dan nilai sejarah yang menyertainya menjadikan Roti Mantao bukan sekadar makanan, melainkan warisan budaya tak benda yang harus terus dilestarikan.

Menikmati sepotong Mantao goreng hangat di tepi pantai Parepare sembari memandang matahari terbenam adalah pengalaman sensorik yang tak terlupakan. Bagi siapa pun yang menginjakkan kaki di Sulawesi Selatan, Roti Mantao Parepare bukan sekadar pilihan kuliner, melainkan sebuah kewajiban untuk merasakan sejarah dalam setiap gigitannya.

📋 Informasi Kunjungan

address
Jl. Bau Massepe (Pusat Oleh-oleh), Kota Parepare
entrance fee
Mulai dari Rp 25.000 per kotak
opening hours
Setiap hari, 07:00 - 21:00

Tempat Menarik Lainnya di Parepare

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Parepare

Pelajari lebih lanjut tentang Parepare dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Parepare