Bangunan Ikonik

Masjid Hibbah

di Pelalawan, Riau

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Masjid Hibbah: Keagungan Arsitektur dan Simbol Sejarah Kesultanan Pelalawan

Masjid Hibbah bukan sekadar tempat ibadah; ia adalah monumen hidup yang merekam jejak kejayaan Islam di tanah Melayu Pelalawan, Riau. Terletak di pusat sejarah Kabupaten Pelalawan, masjid ini berdiri sebagai representasi visual dari perpaduan estetika tradisional Melayu dengan pengaruh kolonial dan nuansa religius yang mendalam. Sebagai salah satu bangunan ikonik di Provinsi Riau, Masjid Hibbah memancarkan wibawa arsitektural yang menceritakan kisah kedermawanan penguasa masa lalu dan keteguhan iman masyarakatnya.

#

Konteks Historis: Warisan Sang Sultan

Nama "Hibbah" sendiri memiliki makna mendalam, yang dalam bahasa Arab berarti "pemberian" atau "hadiah". Secara historis, masjid ini merupakan persembahan dari Sultan Pelalawan ke-10, Sultan Syarif Harun (berkuasa 1940-1946), kepada rakyatnya. Pembangunannya dimulai pada tahun 1935 dan selesai pada tahun 1936. Kehadiran masjid ini menggantikan fungsi masjid lama yang sudah tidak mampu menampung jamaah, sekaligus simbol stabilitas sosial-politik Kesultanan Pelalawan di tengah tekanan kolonialisme Belanda pada masa itu.

Pembangunan Masjid Hibbah melibatkan gotong royong masyarakat lokal dan pengawasan langsung dari pihak kesultanan. Hal ini memastikan bahwa setiap jengkal bangunan memiliki nilai emosional dan spiritual bagi warga Pelalawan. Hingga saat ini, masjid ini tetap berdiri kokoh sebagai saksi bisu transisi zaman dari era kesultanan, masa kemerdekaan, hingga perkembangan modernitas di Riau.

#

Gaya Arsitektur dan Prinsip Desain

Masjid Hibbah menampilkan tipologi arsitektur yang unik, di mana elemen tradisional Melayu berpadu harmonis dengan gaya arsitektur "Indische" yang populer di awal abad ke-20. Struktur utamanya mencerminkan adaptasi terhadap iklim tropis yang cerdas dan fungsional.

Salah satu ciri khas yang paling menonjol adalah bentuk atapnya. Berbeda dengan masjid-masjid modern yang didominasi kubah beton, Masjid Hibbah mempertahankan bentuk atap tumpang atau limas bertingkat. Bentuk ini merupakan ciri khas arsitektur masjid Nusantara yang melambangkan tingkatan spiritualitas dalam Islam. Atap ini dirancang dengan kemiringan yang curam untuk memastikan drainase air hujan yang cepat, mengingat curah hujan yang tinggi di wilayah Riau.

Dinding masjid terbuat dari perpaduan material batu bata dan kayu pilihan yang masih bertahan hingga sekarang. Jendela-jendela besar dengan kisi-kisi kayu menghiasi sekeliling bangunan, memungkinkan sirkulasi udara alami (cross ventilation) yang maksimal dan pencahayaan alami yang lembut ke dalam ruang utama salat.

#

Detail Konstruksi dan Inovasi Struktural

Meskipun dibangun pada tahun 1930-an, Masjid Hibbah menunjukkan kecanggihan teknis pada zamannya. Penggunaan pilar-pilar penyangga yang masif di dalam ruang utama memberikan kesan megah sekaligus kokoh. Pilar-pilar ini tidak hanya berfungsi sebagai penopang beban atap, tetapi juga dihiasi dengan ornamen ukiran khas Melayu "Pucuk Rebung" dan "Selembayung" pada bagian kapitalnya.

Satu elemen yang sangat unik adalah teknik penyambungan kayu dan peletakan batu pondasi yang menggunakan metode tradisional namun sangat stabil terhadap pergeseran tanah. Lantai masjid yang awalnya menggunakan tegel bermotif klasik memberikan nuansa dingin dan tenang bagi siapa pun yang bersujud di atasnya. Struktur interiornya dirancang sedemikian rupa sehingga menciptakan akustik alami, memungkinkan suara imam terdengar jelas hingga ke barisan belakang tanpa bantuan pengeras suara yang berlebihan.

#

Ornamen dan Estetika Melayu

Estetika Masjid Hibbah tidak lepas dari filosofi "Alam Melayu". Warna kuning keemasan dan hijau mendominasi detail eksterior dan interior, melambangkan kemuliaan kesultanan dan kesuburan serta kedamaian Islam. Ukiran-ukiran pada ventilasi dan pintu masuk tidak sekadar hiasan; mereka adalah manifestasi dari pantun dan petatah-petitih Melayu yang dituangkan dalam bentuk visual. Motif sulur-suluran dan bunga-bungaan yang tidak terputus melambangkan kesinambungan hidup dan hubungan manusia dengan Sang Pencipta.

Mimbar masjid merupakan karya seni tersendiri. Terbuat dari kayu jati tua dengan ukiran tangan yang sangat detail, mimbar ini merupakan replika keagungan singgasana sultan, menandakan bahwa pesan-pesan agama yang disampaikan dari sana memiliki kedudukan yang sangat terhormat.

#

Signifikansi Budaya dan Sosial

Bagi masyarakat Pelalawan, Masjid Hibbah adalah jantung kehidupan sosial. Sejak masa pembangunannya, masjid ini telah menjadi tempat musyawarah, pendidikan agama, dan pusat perayaan hari besar Islam. Di sinilah tradisi-tradisi lokal seperti "Mandi Belimau" menjelang Ramadhan sering kali berpusat.

Secara kultural, masjid ini mempertegas identitas Pelalawan sebagai bagian dari tamadun Melayu yang agamis. Keberadaannya menjadi pengingat bahwa kemajuan suatu daerah tidak boleh meninggalkan akar sejarah dan nilai-nilai religius. Masjid ini juga menjadi objek penelitian bagi para arsitek dan sejarawan yang ingin mempelajari evolusi bangunan peribadatan di Sumatera.

#

Pengalaman Pengunjung dan Penggunaan Saat Ini

Saat ini, Masjid Hibbah tetap berfungsi sebagai masjid jamik yang aktif. Pengunjung yang datang akan merasakan suasana yang kontras dengan hiruk pikuk modernitas di luar. Begitu memasuki gerbang masjid, aroma kayu tua dan hembusan angin sepoi-sepoi dari sungai memberikan ketenangan instan.

Pemerintah Kabupaten Pelalawan telah menetapkan bangunan ini sebagai cagar budaya yang dilindungi. Upaya konservasi dilakukan dengan hati-hati untuk memastikan bahwa setiap renovasi tidak menghilangkan karakter aslinya. Bagi wisatawan religi, Masjid Hibbah menawarkan pengalaman otentik melihat bagaimana Islam berasimilasi dengan budaya lokal tanpa kehilangan esensinya.

Struktur bangunan yang simetris, detail ukiran yang halus, serta aura sejarah yang kental menjadikan Masjid Hibbah sebagai subjek fotografi arsitektur yang luar biasa. Namun, lebih dari sekadar objek visual, ia adalah ruang suci yang terus memancarkan cahaya spiritual bagi masyarakat Riau. Masjid Hibbah bukan hanya sisa kejayaan masa lalu, melainkan fondasi bagi identitas masa depan Pelalawan yang tetap bersandar pada nilai-nilai luhur dan keindahan arsitektur yang abadi.

πŸ“‹ Informasi Kunjungan

address
Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, Riau
entrance fee
Gratis
opening hours
Setiap hari, Waktu Shalat

Tempat Menarik Lainnya di Pelalawan

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Pelalawan

Pelajari lebih lanjut tentang Pelalawan dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Pelalawan