Roti Ketawa dan Selai Srikaya Ganda
di Pematangsiantar, Sumatera Utara
Dipublikasikan: Januari 2025
Tentang
Roti Ketawa: Simbol Kebahagiaan dari Tekstur yang Merekah
Roti Ketawa adalah kudapan khas Pematangsiantar yang secara visual menyerupai onde-onde, namun memiliki karakteristik tekstur yang sangat berbeda. Nama "Ketawa" disematkan karena bentuk roti ini yang pecah atau merekah di empat sisi saat digoreng, menyerupai mulut yang sedang tertawa lebar. Secara teknis, fenomena merekah ini terjadi karena komposisi adonan yang padat bertemu dengan suhu minyak panas yang tepat, menciptakan ekspansi mekanis pada permukaan roti.
#
Bahan Baku dan Rahasia Tekstur
Keunikan Roti Ketawa terletak pada kontras antara bagian luar yang sangat renyah (crunchy) dan bagian dalam yang padat namun rapuh. Bahan utamanya terdiri dari tepung terigu protein sedang, gula pasir, telur, margarin, dan sedikit soda kue sebagai agen pengembang yang memicu keretakan khas tersebut. Seluruh permukaan roti dibalut dengan biji wijen putih yang memberikan aroma kacang (nutty) yang kuat setelah melewati proses penggorengan.
Proses pembuatannya membutuhkan ketelitian. Adonan tidak boleh diuleni terlalu kalis agar teksturnya tidak menjadi alot seperti roti biasa. Setelah dibentuk bulat, adonan biasanya digunting sedikit di bagian atas untuk memandu arah rekahan. Penggorengan dilakukan dengan teknik deep frying menggunakan api sedang yang stabil. Jika api terlalu panas, bagian luar akan hangus sebelum roti sempat "tertawa", namun jika terlalu dingin, roti akan menyerap terlalu banyak minyak dan kehilangan kerenyahannya.
Di Pematangsiantar, Roti Ketawa tersedia dalam dua ukuran: ukuran besar (sebesar kepalan tangan anak-anak) dan ukuran mini yang sekali lahap. Versi mini kini menjadi favorit wisatawan karena lebih praktis dikonsumsi sebagai camilan di perjalanan.
Selai Srikaya Ganda: Legenda dari Jalan Sutomo
Berbicara tentang Pematangsiantar tidak akan lengkap tanpa menyebut Toko Roti Ganda. Berdiri sejak tahun 1979 di Jalan Sutomo, toko ini telah menjadi kiblat bagi para pemburu selai srikaya autentik. Nama "Ganda" sendiri memiliki filosofi tentang keberlimpahan dan keberlanjutan. Toko ini bukan sekadar toko roti, melainkan penjaga resep rahasia selai srikaya yang tekstur dan rasanya sulit ditiru oleh produsen lain.
#
Keistimewaan Selai Srikaya Ganda
Berbeda dengan selai buah pada umumnya, Selai Srikaya Ganda sama sekali tidak mengandung buah srikaya. Nama "srikaya" merujuk pada tekstur yang kaya (rich) dan warna kuning keemasan yang mewah. Bahan dasarnya sangat sederhana namun membutuhkan kualitas premium: santan kelapa kental, kuning telur ayam kampung, dan gula pasir.
Keunggulan Selai Ganda terletak pada aromanya yang harum alami tanpa tambahan esens kimiawi. Aroma ini didapat dari penggunaan daun pandan segar yang dimasak bersama adonan selai dalam waktu yang sangat lama dengan teknik double boiling (tim). Proses pengadukan yang konstan selama berjam-jam menghasilkan tekstur yang sangat halus (silky), kental, dan tidak mudah berair. Rasanya manis legit dengan sentuhan gurih dari santan yang dominan, menciptakan keseimbangan rasa yang sempurna di lidah.
Roti Tawar Ganda: Medium Sempurna bagi Sang Selai
Selai srikaya yang legendaris ini selalu dipasangkan dengan Roti Tawar Ganda. Berbeda dengan roti tawar pabrikan yang ringan dan penuh udara, Roti Tawar Ganda memiliki tekstur yang lebih padat, empuk, dan memiliki aroma ragi yang khas. Di toko aslinya, pengunjung dapat menyaksikan langsung para pelayan membelah roti tawar raksasa secara memanjang, lalu mengoleskan selai srikaya dengan sangat royal di tengahnya.
Tradisi unik di Toko Ganda adalah penggunaan meses cokelat sebagai alternatif atau pendamping selai srikaya. Kombinasi roti tawar yang diolesi krim putih (mentega putih manis) lalu ditaburi meses cokelat melimpah menjadi varian yang tak kalah populer. Namun, tetap saja, olesan srikaya adalah alasan utama mengapa orang rela mengantre panjang hingga memadati trotoar Jalan Sutomo.
Konteks Budaya dan Tradisi Kuliner Siantar
Keberadaan Roti Ketawa dan Selai Srikaya Ganda mencerminkan keragaman budaya di Pematangsiantar. Roti Ketawa diyakini memiliki pengaruh dari kuliner Tionghoa yang telah beradaptasi dengan selera lokal. Sementara itu, selai srikaya adalah elemen penting dalam tradisi sarapan masyarakat Melayu dan Peranakan di Sumatera Utara yang biasanya dinikmati bersama kopi hitam (Kopi Sidikalang).
Di Siantar, menikmati Roti Ketawa atau Roti Srikaya bukan sekadar aktivitas makan, melainkan ritual sosial. Roti Ketawa seringkali menjadi teman setia saat berbincang di kedai kopi (lapak) sambil menunggu waktu sore. Sifatnya yang tahan lama (bisa mencapai 2-3 minggu tanpa pengawet) menjadikannya oleh-oleh wajib yang melambangkan buah tangan khas dari "Kota Paling Toleran" di Indonesia ini.
Menjaga Warisan dan Keaslian
Meskipun saat ini banyak bermunculan gerai roti modern dan selai srikaya dalam kemasan pabrik, Roti Ketawa dan Selai Srikaya Ganda di Pematangsiantar tetap mempertahankan teknik tradisional. Penggunaan kayu bakar atau oven klasik di beberapa rumah produksi Roti Ketawa skala rumahan masih dipertahankan untuk menjaga konsistensi rasa. Begitu pula dengan Toko Ganda yang tetap memilih untuk tidak membuka cabang di luar kota demi menjaga kontrol kualitas dan eksklusivitas rasa yang hanya bisa ditemukan di Siantar.
Keluarga pemilik Toko Ganda secara turun-temurun menjaga rahasia perbandingan antara santan dan telur agar selai tidak berbau amis. Ketelitian dalam memilih kelapa yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda menjadi kunci konsistensi rasa gurih yang tidak bisa digantikan oleh santan instan.
Penutup: Lebih dari Sekadar Rasa
Roti Ketawa dan Selai Srikaya Ganda adalah dua kutub kuliner yang menyatukan Pematangsiantar. Yang satu menawarkan kerenyahan dan kegembiraan lewat bentuknya yang merekah, sementara yang lain menawarkan kelembutan dan kemewahan rasa melalui resep warisan keluarga. Mengunjungi Pematangsiantar tanpa mencicipi keduanya adalah sebuah kehilangan besar.
Bagi para pelancong, aroma wijen yang terpanggang dari Roti Ketawa dan manisnya Selai Srikaya Ganda akan selalu menjadi memori sensorik yang membawa mereka kembali ke sudut-sudut kota Siantar. Kuliner ini bukan hanya tentang memuaskan rasa lapar, melainkan tentang menghargai sejarah, ketekunan para pengrajin makanan, dan kekayaan tradisi kuliner Sumatera Utara yang tetap tegak berdiri menantang zaman. Di setiap gigitan Roti Ketawa dan setiap olesan Selai Ganda, terdapat cerita tentang kota yang ramah dan warisan rasa yang abadi.
π Informasi Kunjungan
Tempat Menarik Lainnya di Pematangsiantar
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiJelajahi Pematangsiantar
Pelajari lebih lanjut tentang Pematangsiantar dan tempat-tempat menarik lainnya.
Lihat Profil Pematangsiantar