Bangunan Ikonik

Masjid At-Taqarrub Trienggadeng

di Pidie Jaya, Aceh

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Masjid At-Taqarrub Trienggadeng: Simbol Resiliensi dan Estetika Arsitektur Modern Pidie Jaya

Masjid At-Taqarrub yang terletak di Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, bukan sekadar tempat ibadah biasa. Bangunan ini berdiri sebagai monumen ketangguhan masyarakat Aceh dalam menghadapi cobaan alam, sekaligus menjadi representasi transisi arsitektur religius dari gaya tradisional menuju modernitas yang fungsional. Sebagai bangunan ikonik di lintas Banda Aceh-Medan, masjid ini memadukan estetika visual yang megah dengan rekayasa struktur tahan gempa yang canggih.

#

Konteks Historis: Kebangkitan dari Reruntuhan

Sejarah Masjid At-Taqarrub tidak dapat dipisahkan dari peristiwa gempa bumi tektonik berkekuatan 6,5 SR yang mengguncang Pidie Jaya pada 7 Desember 2016. Bangunan masjid lama hancur total akibat getaran tersebut, menyisakan duka mendalam bagi warga Trienggadeng. Namun, kehancuran ini menjadi titik balik pembangunan kembali yang diprakarsai langsung oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), atas instruksi Presiden Joko Widodo.

Pembangunan kembali masjid ini memakan waktu sekitar satu tahun dan diresmikan pada tahun 2018. Masjid At-Taqarrub yang baru dirancang untuk menjadi standar baru bagi bangunan publik di zona rawan gempa, menjadikannya simbol "Aceh Membangun" yang lebih kuat dan lebih aman.

#

Filosofi Desain dan Gaya Arsitektur

Secara arsitektural, Masjid At-Taqarrub mengusung gaya Modern Kontemporer dengan sentuhan pengaruh Timur Tengah yang disederhanakan. Desainnya meninggalkan kesan berat dan kaku, berganti dengan garis-garis bersih dan bentuk geometris yang tegas. Salah satu ciri khas yang paling menonjol adalah penggunaan kubah utama yang besar serta menara yang menjulang tinggi, yang memberikan orientasi visual bagi pelancong yang melintasi jalan raya nasional.

Fasad bangunan didominasi oleh warna putih bersih dengan aksen abu-abu dan detail ornamen geometris islami pada bagian ventilasi dan jendela. Penggunaan kaca-kaca besar pada beberapa sisi bangunan bertujuan untuk memaksimalkan pencahayaan alami (natural lighting), menciptakan efek ruang yang luas dan transparan di dalam ruang utama shalat.

#

Inovasi Struktural dan Ketahanan Gempa

Mengingat sejarah lokasinya, aspek paling krusial dari Masjid At-Taqarrub adalah rekayasa strukturnya. Masjid ini dibangun dengan spesifikasi Building Risk Category IV, kategori tertinggi untuk bangunan publik yang harus tetap berfungsi setelah bencana besar.

Struktur bawah menggunakan fondasi tiang pancang yang dikombinasikan dengan struktur beton bertulang yang memiliki daktilitas tinggi. Sistem rangka pemikul momen khusus (SRPMK) diterapkan untuk memastikan bangunan mampu menyerap dan menyalurkan energi gempa tanpa mengalami kegagalan struktural yang fatal. Inovasi ini menjadikan At-Taqarrub sebagai prototipe bangunan tahan gempa di wilayah pesisir timur Aceh.

#

Detail Interior dan Ruang Utama

Memasuki bagian dalam masjid, pengunjung akan disambut dengan ruang utama yang lapang tanpa banyak pilar tengah yang menghalangi pandangan ke arah mihrab. Hal ini dimungkinkan berkat penggunaan balok bentang panjang yang presisi. Langit-langit di bawah kubah dihiasi dengan kaligrafi yang melingkar, memberikan kesan spiritual yang mendalam saat jamaah menengadah ke atas.

Mihrab masjid didesain dengan minimalis namun elegan, menggunakan material marmer berkualitas tinggi dengan detail ukiran yang halus. Pencahayaan di dalam ruangan dirancang sedemikian rupa sehingga pada siang hari, cahaya matahari yang masuk melalui celah-celah arsitektural menciptakan pola bayangan yang artistik di atas lantai granit, menambah kekhusyukan dalam beribadah.

#

Keunikan Elemen Arsitektural: Menara dan Kubah

Kubah Masjid At-Taqarrub memiliki profil yang unik, tidak sepenuhnya bulat sempurna melainkan sedikit meruncing di bagian atas, memberikan kesan dinamis. Material penutup kubah menggunakan teknologi modern yang tahan terhadap korosi air laut, mengingat lokasinya yang tidak jauh dari garis pantai.

Menara masjid berdiri terpisah dari bangunan utama, sebuah elemen desain yang sering ditemukan dalam arsitektur masjid modern untuk memberikan keseimbangan komposisi massa bangunan. Menara ini berfungsi sebagai landmark yang terlihat dari kejauhan, sekaligus sebagai tempat peletakan sistem pengeras suara yang dirancang terintegrasi agar tidak merusak estetika visual bangunan.

#

Signifikansi Sosial dan Budaya

Bagi masyarakat Trienggadeng dan Pidie Jaya secara umum, Masjid At-Taqarrub adalah "jantung" aktivitas sosial. Keberadaannya di pinggir jalan lintas provinsi menjadikannya sebagai rest area spiritual bagi para musafir. Area pelataran masjid yang luas dan tertata rapi dengan taman-taman kecil sering kali menjadi tempat interaksi sosial warga setelah waktu shalat.

Masjid ini juga menjadi bukti nyata dari konsep build back better (membangun kembali dengan lebih baik). Keberhasilannya berdiri kokoh setelah tragedi gempa meningkatkan kepercayaan diri masyarakat lokal terhadap keamanan infrastruktur di daerah mereka. Secara budaya, masjid ini merepresentasikan identitas masyarakat Aceh yang religius namun terbuka terhadap kemajuan teknologi dan desain modern.

#

Pengalaman Pengunjung dan Fungsi Saat Ini

Saat ini, Masjid At-Taqarrub berkapasitas sekitar 2.000 jamaah. Pengunjung yang datang akan merasakan sirkulasi udara yang baik berkat sistem ventilasi silang yang dirancang secara cermat, membuat ruangan tetap sejuk meski tanpa penggunaan pendingin udara yang berlebihan. Hal ini sejalan dengan prinsip arsitektur hijau (green architecture) yang mencoba beradaptasi dengan iklim tropis Aceh yang panas.

Fasilitas pendukung seperti area wudhu dan toilet dirancang dengan standar kebersihan tinggi dan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, sebuah detail yang sering terabaikan pada bangunan lama namun menjadi prioritas pada desain masjid baru ini.

#

Penutup: Warisan Arsitektur untuk Masa Depan

Masjid At-Taqarrub Trienggadeng adalah perpaduan sempurna antara fungsi religius, keamanan struktural, dan keindahan estetika. Ia berdiri bukan hanya sebagai tempat bersujud, melainkan sebagai monumen sejarah yang menceritakan sebuah transisi: dari duka akibat bencana menuju kejayaan melalui arsitektur yang tangguh. Sebagai ikon Kabupaten Pidie Jaya, masjid ini akan terus menjadi inspirasi bagi pembangunan infrastruktur religius di Indonesia, di mana keselamatan jamaah dan keindahan desain berjalan beriringan dalam harmoni yang sempurna.

๐Ÿ“‹ Informasi Kunjungan

address
Gampong Keude, Kec. Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya
entrance fee
Gratis
opening hours
24 Jam (Untuk Ibadah)

Tempat Menarik Lainnya di Pidie Jaya

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Pidie Jaya

Pelajari lebih lanjut tentang Pidie Jaya dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Pidie Jaya