Situs Sejarah

Benteng Speelwijk

di Serang, Banten

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Asal-Usul dan Periode Pembangunan

Pembangunan Benteng Speelwijk dimulai pada tahun 1682, masa yang krusial bagi Kesultanan Banten. Benteng ini dinamakan "Speelwijk" sebagai bentuk penghormatan kepada Cornelis Janszoon Speelman, Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang menjabat pada periode 1681–1684. Speelman adalah sosok yang berperan besar dalam memperluas pengaruh VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) di berbagai wilayah kepulauan Indonesia.

Pembangunan benteng ini tidak lepas dari drama politik internal Kesultanan Banten. Pasca perselisihan antara Sultan Ageng Tirtayasa dengan putranya, Sultan Haji (Sultan Abu Nashar Abdul Qahar), VOC berhasil menanamkan pengaruhnya. Sebagai imbalan atas bantuan militer yang diberikan kepada Sultan Haji untuk merebut takhta, VOC menuntut hak untuk mendirikan benteng pertahanan di lokasi strategis yang sebelumnya merupakan bagian dari pertahanan kota Banten Lama. Arsitek di balik struktur megah ini adalah Hendrick Lucaszoon Cardeel, seorang warga Belanda yang membelot ke pihak Kesultanan dan kemudian kembali memihak VOC.

Arsitektur dan Detail Konstruksi

Secara arsitektural, Benteng Speelwijk mencerminkan gaya pertahanan Eropa abad ke-17 yang diadaptasi dengan material lokal. Benteng ini memiliki denah berbentuk persegi empat yang tidak beraturan dengan bastion di setiap sudutnya. Bastion ini dirancang menjorok keluar untuk memungkinkan pasukan penjaga menembakkan meriam ke berbagai sisi tanpa ada titik buta (blind spot).

Material utama yang digunakan adalah kombinasi antara batu karang, batu bata, dan pasir laut yang direkatkan dengan campuran kapur. Penggunaan batu karang memberikan tekstur yang unik dan ketahanan tinggi terhadap korosi air laut, mengingat lokasinya yang sangat dekat dengan garis pantai pada masa itu. Dinding benteng memiliki ketebalan mencapai 1,5 hingga 2 meter dengan ketinggian sekitar 3 meter. Di dalam kompleks benteng, dahulu terdapat berbagai fasilitas militer yang lengkap, termasuk gudang mesiu (powder magazine), ruang komandan, barak prajurit, gereja kecil, hingga ruang bawah tanah yang berfungsi sebagai sel tahanan.

Signifikansi Sejarah dan Peristiwa Penting

Benteng Speelwijk berfungsi sebagai instrumen kontrol total VOC terhadap perdagangan rempah-rempah di pelabuhan Banten, khususnya lada. Dari atas bastionnya, meriam-meriam Belanda diarahkan ke arah laut untuk mengawasi lalu lintas kapal, sekaligus ke arah darat untuk mengintimidasi rakyat Banten yang masih setia pada semangat perlawanan Sultan Ageng Tirtayasa.

Satu fakta unik yang membedakan Speelwijk dari benteng lain di Jawa adalah fungsinya sebagai pusat pemerintahan administratif kecil di luar Batavia. Di sini, VOC menjalankan fungsi pengadilan dan pemungutan pajak. Benteng ini juga menjadi saksi penandatanganan berbagai perjanjian yang secara bertahap menggerus kedaulatan Kesultanan Banten hingga akhirnya kesultanan tersebut dihapuskan secara formal oleh Daendels pada tahun 1808.

Tokoh dan Periode Terkait

Selain Cornelis Speelman dan Sultan Haji, sosok Hendrick Lucaszoon Cardeel adalah figur yang paling kontroversial. Ia dianugerahi gelar Pangeran Wiraguna oleh Sultan Haji karena jasanya membangun berbagai infrastruktur di Banten sebelum akhirnya merancang benteng yang justru memenjarakan pengaruh kesultanan tersebut.

Periode emas Benteng Speelwijk berlangsung selama kurang lebih 130 tahun (1682-1810-an). Namun, seiring dengan pendangkalan pelabuhan Banten dan mewabahnya penyakit malaria di wilayah pesisir, fungsi benteng ini mulai menurun. Puncaknya, ketika Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels memerintahkan penghancuran sebagian besar bangunan di Banten Lama untuk memindahkan pusat pemerintahan ke daerah yang lebih sehat di Sirang (sekarang Serang), Speelwijk pun mulai ditinggalkan.

Situs Pemakaman Belanda (Kerkhof)

Salah satu bagian paling penting dan masih dapat disaksikan hingga kini adalah area pemakaman Belanda atau Kerkhof yang berada di sisi utara benteng. Pemakaman ini berisi nisan-nisan besar (mausoleum) dengan prasasti dalam bahasa Belanda kuno. Di tempat ini disemayamkan para pejabat tinggi VOC, komandan militer, hingga anggota keluarga mereka. Salah satu makam yang terkenal adalah makam komandan militer yang tewas dalam konflik lokal. Keberadaan makam ini menegaskan bahwa Speelwijk bukan sekadar pos militer sementara, melainkan sebuah komunitas kolonial yang mapan pada zamannya.

Status Konservasi dan Upaya Pelestarian

Saat ini, Benteng Speelwijk dikelola oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten. Meskipun sebagian besar bangunan utamanya telah runtuh dan menyisakan pondasi serta dinding, struktur bastion dan ruang bawah tanah masih dapat dilihat dengan jelas. Upaya restorasi terus dilakukan secara berkala, terutama untuk memperkuat dinding yang mulai rapuh akibat pelapukan alami dan tumbuhnya vegetasi liar.

Situs ini sekarang menjadi destinasi wisata sejarah utama di kawasan Banten Lama. Pengunjung dapat menaiki sisa-sisa bastion untuk melihat pemandangan ke arah Laut Jawa, membayangkan suasana pelabuhan Banten yang dahulu merupakan salah satu pelabuhan tersibuk di dunia.

Nilai Budaya dan Edukasi

Bagi masyarakat Serang dan Banten pada umumnya, Benteng Speelwijk adalah pengingat akan pentingnya menjaga kedaulatan. Secara budaya, situs ini memberikan pelajaran tentang teknik konstruksi masa lalu dan bagaimana infiltrasi politik dapat meruntuhkan sebuah kekaisaran besar dari dalam. Keberadaan benteng ini berdampingan dengan situs-situs Islam seperti Masjid Agung Banten dan Vihara Avalokitesvara menunjukkan lapisan sejarah Banten yang sangat multikultural dan kompleks.

Sebagai penutup, Benteng Speelwijk bukan sekadar tumpukan batu mati. Ia adalah narasi hidup tentang ambisi, pengkhianatan, pertahanan, dan perubahan zaman. Pelestarian situs ini sangat krusial agar generasi mendatang dapat memahami bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini adalah hasil dari proses sejarah panjang yang terekam dalam dinding-dinding kokoh Speelwijk.

πŸ“‹ Informasi Kunjungan

address
Kampung Pamarican, Kasemen, Kota Serang
entrance fee
Rp 5.000 - Rp 10.000
opening hours
Setiap hari, 08:00 - 17:00

Tempat Menarik Lainnya di Serang

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Serang

Pelajari lebih lanjut tentang Serang dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Serang