Wisata Alam

Cagar Alam Pulau Dua (Pulau Burung)

di Serang, Banten

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Menjelajahi Surga Avifauna: Cagar Alam Pulau Dua (Pulau Burung), Banten

Terletak di lepas pantai utara Teluk Banten, tepatnya di Desa Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Cagar Alam Pulau Dua merupakan salah satu permata ekowisata paling berharga di Provinsi Banten. Meski menyandang nama "pulau", daratan seluas kurang lebih 30 hektar ini secara geografis telah menyatu dengan daratan Jawa akibat sedimentasi muara sungai selama puluhan tahun. Namun, perubahan fisik ini tidak melunturkan pesonanya sebagai "Kingdom of Birds" atau Kerajaan Burung, sebuah ekosistem unik yang menjadi titik krusial bagi migrasi burung lintas benua.

#

Ekosistem Mangrove dan Vegetasi Pesisir yang Rimbun

Cagar Alam Pulau Dua menyajikan perpaduan kontras antara hutan mangrove yang lebat dengan padang lamun dan terumbu karang di sisi lautnya. Vegetasi di pulau ini didominasi oleh pohon-pohon besar yang menjadi tempat bersarang favorit bagi ribuan burung. Anda akan menemukan tegakan pohon Api-api (Avicennia marina), Bakau (Rhizophora mucronata), dan Ketapang (Terminalia catappa) yang tumbuh menjulang.

Keunikan vegetasi di sini bukan hanya pada jenisnya, melainkan pada fungsinya sebagai struktur vertikal berlapis. Bagian bawah yang berlumpur menjadi rumah bagi kepiting biola dan berbagai jenis moluska, sementara tajuk pohon yang rapat menciptakan kanopi yang melindungi ribuan sarang burung dari terik matahari pesisir utara Banten yang menyengat.

#

Keanekaragaman Hayati: Dari Asia hingga Australia

Daya tarik utama Pulau Dua terletak pada biodiversitas avifaunanya. Tempat ini merupakan habitat bagi sekitar 10.000 hingga 40.000 ekor burung dari kurang lebih 108 spesies yang berbeda. Keunikan yang paling menonjol adalah peran pulau ini sebagai "stasiun transit" bagi burung-burung migran dari belahan bumi utara (seperti Siberia dan Asia Timur) serta Australia.

Beberapa spesies penghuni tetap maupun migran yang dapat dijumpai antara lain Cangak Abu (Ardea cinerea), Kuntul Putih Besar (Egretta alba), Pecuk Ular (Anhinga melanogaster), serta Burung Roko-roko. Suara riuh ribuan burung yang saling bersahutan menciptakan simfoni alam yang tidak akan ditemukan di tempat lain di Banten. Selain burung, kawasan ini juga dihuni oleh berbagai jenis reptil seperti biawak air dan berbagai jenis ikan yang menghuni rawa-rawa payau di sekitarnya.

#

Pengalaman Wisata: Birdwatching dan Fotografi Alam

Aktivitas utama bagi pengunjung di Cagar Alam Pulau Dua adalah birdwatching atau pengamatan burung. Pengelola telah menyediakan menara pandang yang memungkinkan wisatawan melihat hamparan hutan mangrove dari ketinggian. Dari atas menara ini, Anda bisa menyaksikan pemandangan luar biasa saat ribuan burung terbang kembali ke sarang mereka saat senja tiba, dengan latar belakang matahari terbenam di ufuk Teluk Banten.

Bagi pecinta fotografi, Pulau Dua adalah surga tersembunyi. Momen burung-burung yang sedang memberi makan anaknya, manuver burung Pecuk saat menyelam mencari ikan, hingga detail artistik dari akar-akar mangrove yang mencuat ke atas (pneumatofora) menjadi objek yang sangat menarik. Selain itu, menyusuri jalan setapak di tengah hutan mangrove memberikan sensasi petualangan yang tenang dan edukatif.

#

Waktu Terbaik untuk Berkunjung

Waktu kunjungan sangat menentukan pengalaman yang akan didapat. Musim migrasi burung biasanya terjadi antara bulan Maret hingga Juli. Pada periode ini, jumlah burung di Pulau Dua akan meningkat drastis karena kedatangan tamu-tamu dari luar negeri yang menghindari musim dingin di habitat asal mereka.

Untuk pengamatan harian, waktu terbaik adalah pada pagi hari (pukul 06.00 - 08.00) saat burung-burung mulai terbang mencari makan ke arah laut atau tambak di sekitar, serta sore hari (pukul 16.00 - 18.00) saat mereka kembali ke pepohonan untuk beristirahat. Pastikan datang saat cuaca cerah untuk mendapatkan visibilitas maksimal dari menara pandang.

#

Status Konservasi dan Perlindungan Lingkungan

Cagar Alam Pulau Dua ditetapkan sebagai kawasan dilindungi berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada tahun 1937, yang kemudian diperkuat oleh pemerintah Indonesia. Status "Cagar Alam" berarti kawasan ini memiliki tingkat perlindungan tertinggi. Fokus utamanya adalah perlindungan habitat burung air dan pelestarian ekosistem mangrove.

Wisatawan diharapkan mematuhi aturan ketat: dilarang membuang sampah sembarangan (terutama plastik yang bisa membahayakan burung), dilarang berburu, dan dilarang membuat suara gaduh yang dapat menyebabkan burung stres dan meninggalkan sarangnya. Kelestarian Pulau Dua sangat bergantung pada keseimbangan antara fungsi ekologisnya sebagai tempat mencari makan dan ketenangan lingkungan sekitarnya.

#

Aksesibilitas dan Fasilitas

Secara geografis, lokasi ini terletak sekitar 30 kilometer dari pusat Kota Serang. Akses menuju lokasi bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat melalui jalur Karangantu. Setelah mencapai area parkir di Desa Sawah Luhur, pengunjung biasanya harus berjalan kaki menyusuri jalan setapak di pinggir tambak atau menggunakan jasa perahu nelayan menyusuri sungai kecil untuk mencapai inti cagar alam.

Fasilitas di lokasi masih tergolong terbatas karena sifatnya yang merupakan kawasan konservasi, bukan tempat hiburan komersial. Namun, tersedia beberapa fasilitas dasar seperti:

  • Pusat Informasi dan Pos Jaga BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam).
  • Menara pandang kayu untuk pengamatan burung.
  • Jalan setapak (boardwalk) kayu yang membelah hutan mangrove (meski di beberapa titik memerlukan perawatan ekstra).
  • Warung-warung kecil milik warga lokal di luar area inti yang menyediakan makanan dan minuman ringan.

#

Penutup: Mengapa Harus ke Pulau Dua?

Mengunjungi Cagar Alam Pulau Dua memberikan perspektif baru tentang kekayaan alam Banten yang lebih dari sekadar pantai populer seperti Anyer. Di sini, pengunjung diajak untuk meresapi ketenangan, mengagumi keajaiban migrasi fauna, dan menyadari pentingnya menjaga ekosistem pesisir. Pulau Dua bukan sekadar destinasi wisata, melainkan laboratorium alam hidup yang mengajarkan kita tentang harmoni antara daratan, laut, dan udara. Jika Anda mencari pelarian dari hiruk-pikuk perkotaan sambil menambah wawasan tentang dunia avifauna, Pulau Dua adalah destinasi yang wajib masuk dalam daftar perjalanan Anda di Banten.

πŸ“‹ Informasi Kunjungan

address
Sawah Luhur, Kasemen, Kota Serang
entrance fee
Perizinan khusus dari BKSDA
opening hours
Setiap hari, 08:00 - 16:00

Tempat Menarik Lainnya di Serang

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Serang

Pelajari lebih lanjut tentang Serang dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Serang