Situs Sejarah

Museum Mpu Tantular

di Sidoarjo, Jawa Timur

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Jejak Peradaban di Museum Negeri Mpu Tantular: Warisan Budaya Jawa Timur

Museum Negeri Mpu Tantular merupakan salah satu institusi pelestarian sejarah paling signifikan di Jawa Timur. Berlokasi strategis di Jalan Raya Buduran, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, museum ini berdiri sebagai gerbang waktu yang menghubungkan masyarakat modern dengan kejayaan masa lalu Nusantara, khususnya wilayah Jawa Timur yang menjadi pusat pemerintahan berbagai kerajaan besar.

#

Sejarah Pendirian dan Evolusi Lokasi

Asal-usul Museum Mpu Tantular tidak terlepas dari inisiatif seorang warga negara asing yang memiliki kecintaan mendalam terhadap budaya Jawa, yaitu Godfried Hariowald von Faber. Pada tahun 1933, pria keturunan Jerman tersebut mendirikan Stedelijk Historisch Museum Surabaya. Awalnya, koleksi museum ini dipamerkan di sebuah ruangan kecil di Raadhuis (Balai Kota) Surabaya.

Seiring bertambahnya koleksi, museum ini mengalami beberapa kali perpindahan lokasi. Pada tahun 1937, museum menempati bangunan di Jalan Pemuda No. 3, Surabaya. Setelah wafatnya Von Faber, pengelolaan museum sempat mengalami masa sulit hingga akhirnya diambil alih oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Pada tanggal 1 November 1974, museum ini diresmikan sebagai Museum Negeri Provinsi Jawa Timur dan menyandang nama "Mpu Tantular". Nama ini dipilih untuk menghormati pujangga besar dari era Kerajaan Majapahit yang menggubah kitab Sutasoma, sumber dari semboyan negara kita, Bhinneka Tunggal Ika.

Karena kebutuhan akan lahan yang lebih luas guna menampung koleksi yang terus berkembang, pada tahun 2004, museum resmi dipindahkan dari Surabaya ke lokasi saat ini di Buduran, Sidoarjo. Perpindahan ini menandai babak baru dalam upaya modernisasi tata pamer dan konservasi benda cagar budaya di Jawa Timur.

#

Arsitektur dan Tata Ruang

Kompleks Museum Mpu Tantular di Sidoarjo menempati lahan seluas kurang lebih 3,5 hektar. Secara arsitektural, gedung ini mengadopsi gaya bangunan modern yang fungsional namun tetap menyelipkan elemen-elemen tradisional. Bangunan utama dirancang untuk memberikan sirkulasi udara dan pencahayaan yang optimal bagi pelestarian benda-benda kuno.

Area museum terbagi menjadi beberapa zona utama, termasuk gedung pameran tetap, gedung pameran temporer, laboratorium konservasi, perpustakaan, dan auditorium. Tata ruang pameran disusun secara kronologis dan tematik, memungkinkan pengunjung untuk memahami alur sejarah secara sistematis, mulai dari zaman prasejarah, masa klasik (Hindu-Buddha), masa Islam, hingga masa kolonial dan kemerdekaan.

#

Koleksi Unggulan dan Signifikansi Sejarah

Museum Mpu Tantular menyimpan lebih dari 15.000 koleksi yang dikategorikan dalam berbagai disiplin ilmu, seperti Geologika, Biologika, Etnografika, Arkeologi, Historika, Numismatika, Filologika, Keramologika, Seni Rupa, dan Teknologika.

Salah satu koleksi paling ikonik dan memiliki nilai sejarah tinggi adalah Telepon Meja yang pernah digunakan oleh tokoh-tokoh penting di masa lampau, serta berbagai replika prasasti. Namun, daya tarik utama bagi para peneliti arkeologi adalah koleksi mahkota emas dan perhiasan peninggalan kerajaan-kerajaan di Jawa Timur yang menunjukkan kemajuan teknologi kriya logam pada masa itu.

Di bidang literatur, museum ini menyimpan berbagai naskah kuno (manuskrip) yang ditulis di atas daun lontar. Koleksi filologika ini mencakup aspek hukum, pengobatan tradisional, hingga ajaran spiritual yang menjadi fondasi kebudayaan masyarakat Jawa. Keberadaan naskah-naskah ini mempertegas posisi Mpu Tantular sebagai pusat studi naskah kuno di wilayah timur Pulau Jawa.

#

Tokoh dan Periode Terkait

Nama Mpu Tantular sendiri merujuk pada sosok intelektual abad ke-14 di bawah pemerintahan Raja Hayam Wuruk. Pemilihan nama ini bukan tanpa alasan; semangat toleransi yang diusung Mpu Tantular dalam tulisannya mencerminkan keberagaman koleksi di dalam museum yang berasal dari berbagai latar belakang agama dan etnis.

Koleksi di museum ini mencakup periode yang sangat luas, mulai dari fosil manusia purba Pithecanthropus erectus hingga peninggalan masa perjuangan kemerdekaan melawan Belanda dan Jepang. Museum ini secara khusus menyoroti kejayaan Kerajaan Kediri, Singhasari, dan Majapahit, yang semuanya berpusat di Jawa Timur. Benda-benda seperti arca dewa-dewi Hindu dan Buddha di sini bukan sekadar objek seni, melainkan bukti nyata sinkretisme agama yang pernah tumbuh subur di tanah ini.

#

Pelestarian dan Upaya Restorasi

Sebagai museum tingkat provinsi, Mpu Tantular memegang tanggung jawab besar dalam konservasi. Banyak benda koleksi, terutama yang berbahan logam dan kayu, memerlukan perawatan khusus karena faktor usia dan iklim tropis. Pihak pengelola secara rutin melakukan proses pembersihan mekanis dan kimiawi untuk mencegah korosi serta pelapukan.

Restorasi juga dilakukan pada naskah-naskah lontar yang mulai rapuh. Proses digitalisasi kini tengah digalakkan agar isi dari naskah kuno tersebut dapat diakses oleh masyarakat luas tanpa harus menyentuh fisik naskah yang rentan rusak. Selain itu, museum ini aktif menjalin kerja sama dengan balai pelestarian cagar budaya untuk memastikan setiap temuan arkeologis baru di wilayah Sidoarjo dan sekitarnya mendapatkan penanganan yang tepat.

#

Keunikan Fakta Sejarah

Salah satu fakta unik mengenai Museum Mpu Tantular adalah kepemilikan koleksi instrumen musik tradisional yang sangat lengkap, termasuk seperangkat gamelan kuno yang masih bisa dimainkan. Selain itu, museum ini menyimpan koleksi alat transportasi kuno, termasuk kereta kencana yang pernah digunakan oleh keluarga bangsawan di Jawa Timur.

Fakta menarik lainnya adalah keberadaan koleksi Numismatik yang mencakup uang "Gobog" dari masa Majapahit. Uang logam ini tidak hanya berfungsi sebagai alat tukar, tetapi juga sebagai benda ritual yang dipercaya memiliki kekuatan magis, memberikan gambaran unik tentang sistem ekonomi dan kepercayaan masyarakat kuno.

#

Peran Budaya dan Edukasi

Bagi masyarakat Sidoarjo dan Jawa Timur, Museum Mpu Tantular bukan sekadar "gudang barang antik". Tempat ini berfungsi sebagai pusat edukasi formal dan informal. Setiap tahunnya, ribuan siswa mengunjungi museum ini untuk mempelajari sejarah lokal secara langsung. Keberadaan museum di Sidoarjo juga memberikan identitas budaya yang kuat bagi kabupaten tersebut, menepis anggapan bahwa Sidoarjo hanya dikenal sebagai kawasan industri atau lokasi bencana lumpur.

Secara religius dan kultural, benda-benda suci seperti arca dan perlengkapan upacara yang tersimpan di sini tetap dihormati nilai spiritualnya. Museum ini sering menjadi tempat kajian bagi komunitas pencinta budaya dan sejarah yang ingin menggali lebih dalam tentang jati diri bangsa.

Dengan segala kekayaan koleksi dan sejarah panjangnya, Museum Mpu Tantular tetap berdiri kokoh sebagai penjaga memori kolektif bangsa. Melalui upaya pelestarian yang berkelanjutan, museum ini memastikan bahwa nilai-nilai luhur dari masa lalu tetap relevan bagi generasi mendatang.

πŸ“‹ Informasi Kunjungan

address
Jl. Raya Buduran, Kec. Buduran, Kabupaten Sidoarjo
entrance fee
Rp 4.000 - Rp 5.000
opening hours
Selasa - Minggu, 08:00 - 15:00

Tempat Menarik Lainnya di Sidoarjo

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Sidoarjo

Pelajari lebih lanjut tentang Sidoarjo dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Sidoarjo