Istana Al-Mukarramah Sintang
di Sintang, Kalimantan Barat
Dipublikasikan: Januari 2025
Tentang
Istana Al-Mukarramah Sintang: Simbol Peradaban Sungai dan Jejak Kesultanan di Kalimantan Barat
Istana Al-Mukarramah Sintang bukan sekadar bangunan tua yang berdiri kokoh di tepian sungai; ia adalah saksi bisu perjalanan panjang kekuasaan, penyebaran agama Islam, dan diplomasi politik di wilayah hulu Kalimantan Barat. Terletak strategis di pertemuan dua sungai besar, Sungai Kapuas dan Sungai Melawi, istana ini merepresentasikan identitas kultural masyarakat Sintang yang telah berakar selama berabad-abad.
#
Asal-Usul Historis dan Periode Pendirian
Akar sejarah Kesultanan Sintang dapat ditelusuri hingga abad ke-13, berawal dari Kerajaan Hindu-Buddha di bawah kepemimpinan Demong Irawan. Namun, transformasi menjadi kesultanan Islam terjadi secara signifikan pada abad ke-17 di bawah pemerintahan Sultan Muhammad Syamsuddin. Kompleks Istana Al-Mukarramah yang kita lihat hari ini merupakan hasil rekonstruksi dan pembangunan kembali yang dilakukan pada masa pemerintahan Sultan Abdurrasyid Muhammad Jamaluddin (1851–1855).
Pilihan lokasi istana di kawasan yang dikenal sebagai "Saka Tiga" (persimpangan tiga jalur air) bukan tanpa alasan. Secara geopolitik, lokasi ini memungkinkan pengawasan lalu lintas perdagangan komoditas pedalaman seperti emas, karet, dan hasil hutan yang menjadi tulang punggung ekonomi kerajaan saat itu.
#
Arsitektur dan Detail Konstruksi
Istana Al-Mukarramah menampilkan gaya arsitektur khas Melayu Kalimantan yang berpadu dengan pengaruh kolonial Belanda. Struktur utamanya didominasi oleh penggunaan kayu ulin atau kayu besi (Eusideroxylon zwageri), material asli Kalimantan yang dikenal karena ketahanannya terhadap cuaca ekstrem dan air selama ratusan tahun.
Bangunan ini mengikuti tipologi rumah panggung untuk menghindari luapan air sungai. Atapnya berbentuk limasan dengan ornamen ukiran yang halus pada bagian puncaknya. Salah satu ciri khas yang mencolok adalah penggunaan warna kuning—warna kebangsawanan Melayu—pada dinding dan pagar istana. Bagian dalam istana terbagi menjadi beberapa area fungsional: Balairung (ruang pertemuan utama), singgasana raja, kamar pribadi keluarga sultan, serta deretan jendela besar yang berfungsi sebagai ventilasi alami sekaligus pos pemantauan ke arah sungai.
#
Signifikansi Sejarah dan Peristiwa Penting
Istana ini menjadi pusat perlawanan diplomatik sekaligus saksi tekanan kolonial. Pada pertengahan abad ke-19, Belanda mulai menanamkan pengaruh kuat di Sintang melalui perjanjian-perjanjian politik yang membatasi ruang gerak kesultanan. Meskipun demikian, Istana Al-Mukarramah tetap menjadi simbol kedaulatan rakyat Sintang.
Peristiwa bersejarah yang paling menonjol adalah peran istana dalam mempertahankan integritas wilayah dari ancaman luar serta fungsinya sebagai pusat koordinasi para pemimpin lokal dalam menentang kebijakan pajak kolonial yang memberatkan. Di masa pendudukan Jepang, istana ini juga melewati masa kelam di mana banyak kerabat kesultanan menjadi korban dalam peristiwa Mandor, sebuah tragedi pembersihan intelektual dan bangsawan di Kalimantan Barat.
#
Tokoh Penting dan Hubungan Kekuasaan
Nama-nama besar seperti Sultan Nata Muhammad Syamsudin (Sultan Sintang pertama yang memeluk Islam) selalu dikaitkan dengan fondasi spiritual istana ini. Namun, sosok Sultan Abdurrasyid adalah yang paling berjasa dalam mempercantik fisik istana.
Selain itu, terdapat hubungan unik antara Sintang dengan Kerajaan Majapahit di masa lampau. Legenda mengenai Pangeran kuno dari Jawa yang menikahi Putri Sintang memberikan warna akulturasi pada narasi sejarah istana ini, yang dibuktikan dengan adanya peninggalan berupa arca dan artefak kuno di dalam museum istana.
#
Pentingnya Budaya dan Religi
Istana Al-Mukarramah adalah pusat penyebaran Islam di wilayah hulu Kapuas. Di dalam kompleks istana, terdapat Masjid Jami' Sultan Nata yang berdiri berdampingan. Keberadaan istana dan masjid dalam satu kompleks mencerminkan konsep "Manunggalnya Raja dan Ulama," di mana kekuasaan politik harus berjalan selaras dengan nilai-nilai spiritual.
Setiap tahun, istana menjadi pusat perayaan adat dan keagamaan, seperti perayaan Maulid Nabi dan ritual adat setelah masa panen. Istana ini juga menyimpan artefak bersejarah seperti Meriam Anak Naga, naskah khutbah kuno, serta silsilah raja-raja Sintang yang ditulis di atas kulit kayu, yang semuanya memiliki nilai sakral bagi masyarakat setempat.
#
Upaya Pelestarian dan Status Saat Ini
Saat ini, Istana Al-Mukarramah berfungsi sebagai Museum Daerah yang dikelola bersama oleh ahli waris kesultanan dan pemerintah daerah. Mengingat usianya yang tua dan ancaman pelapukan pada kayu ulin, beberapa tahap restorasi telah dilakukan. Pemerintah Indonesia telah menetapkan situs ini sebagai Cagar Budaya nasional untuk memastikan perlindungan hukumnya.
Restorasi dilakukan dengan sangat hati-hati untuk mempertahankan keaslian material. Misalnya, jika ada bagian kayu yang lapuk, penggantinya haruslah kayu ulin dengan kualitas yang sama. Selain sebagai objek wisata sejarah, istana ini tetap menjadi kediaman resmi bagi Sultan Sintang saat ini, meskipun perannya kini lebih bersifat seremonial dan sebagai penjaga adat (pemangku adat).
#
Fakta Unik: Lambang Burung Garuda
Salah satu fakta paling menarik dan unik tentang Istana Al-Mukarramah Sintang adalah kaitannya dengan lambang negara Indonesia. Sultan Hamid II dari Pontianak, perancang lambang Garuda Pancasila, kabarnya melakukan riset mendalam terhadap berbagai simbol kerajaan di Kalimantan Barat, termasuk simbol-simbol yang ada di Kesultanan Sintang. Di dalam istana ini, terdapat ukiran burung Garuda kuno yang diyakini telah ada jauh sebelum kemerdekaan Indonesia, menunjukkan bahwa inspirasi visual lambang negara memiliki akar yang kuat pada tradisi lokal Sintang.
Dengan segala kemegahan dan sejarah yang melingkupinya, Istana Al-Mukarramah Sintang bukan hanya sekadar destinasi wisata, melainkan sebuah ensiklopedia hidup yang menceritakan bagaimana sebuah peradaban dibangun di atas pertemuan sungai, agama, dan semangat pantang menyerah. Menjaga istana ini berarti menjaga martabat dan memori kolektif masyarakat Kalimantan Barat untuk generasi mendatang.
📋 Informasi Kunjungan
Tempat Menarik Lainnya di Sintang
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiJelajahi Sintang
Pelajari lebih lanjut tentang Sintang dan tempat-tempat menarik lainnya.
Lihat Profil Sintang