Sintang

Common
Kalimantan Barat
Luas
22.028,68 km²
Posisi
utara
Jumlah Tetangga
9 wilayah
Pesisir
Ya

Dipublikasikan: Januari 2025

History

#

Sejarah Kabupaten Sintang: Permata di Pertemuan Sungai Kapuas dan Melawi

Kabupaten Sintang merupakan salah satu wilayah tertua dan paling strategis di Kalimantan Barat, yang secara geografis terletak di bagian utara provinsi ini dan berbatasan langsung dengan Malaysia (Sarawak). Dengan luas wilayah mencapai 22.028,68 km², Sintang memiliki sejarah panjang yang berakar dari pertemuan dua sungai besar, yakni Sungai Kapuas dan Sungai Melawi.

##

Akar Sejarah dan Berdirinya Kerajaan Sintang

Sejarah Sintang dimulai dari berdirinya Kerajaan Sintang pada abad ke-13. Tokoh kunci yang dianggap sebagai pendiri adalah Demong Irawan, yang memindahkan pusat kekuasaan dari daerah hulu ke pertemuan sungai (Saka Dua). Kerajaan ini awalnya bercorak Hindu, namun mengalami transformasi signifikan pada masa pemerintahan Sultan Nata (Sultan Muhammad Syamsuddin Saidul Khairiwaddin) pada abad ke-17, yang menjadikan Islam sebagai agama resmi kesultanan. Keberadaan Keraton Al-Mukarrammah yang masih berdiri kokoh hingga saat ini menjadi saksi bisu kejayaan masa lalu tersebut.

##

Masa Kolonial dan Perlawanan Rakyat

Kedatangan Belanda melalui *Algemeene Toezicht* pada pertengahan abad ke-19 mengubah peta politik Sintang. Salah satu peristiwa paling heroik adalah perlawanan yang dipimpin oleh Pangeran Kuning dan Pangsuma. Pangeran Kuning dikenal karena taktik gerilyanya yang menyulitkan militer Belanda di sepanjang aliran sungai. Pada masa kolonial, Sintang berfungsi sebagai pusat administratif Afdeeling Sintang yang membawahi wilayah pedalaman Kalimantan Barat. Di era ini pula, pengaruh misionaris mulai masuk, yang kemudian membentuk keberagaman identitas budaya antara masyarakat Melayu pesisir dan Dayak di pedalaman.

##

Era Kemerdekaan dan Kontribusi Nasional

Pasca Proklamasi 1945, Sintang memainkan peran krusial dalam integrasi Kalimantan ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sultan Hamid II dari Pontianak memang merancang lambang negara, namun dukungan dari tokoh-tokoh lokal Sintang, seperti Oevang Oeray, sangat penting dalam pembentukan Provinsi Kalimantan Barat. Oevang Oeray merupakan tokoh Dayak asal Sintang yang kemudian menjadi Gubernur Kalimantan Barat pertama. Perjuangan masyarakat Sintang juga tercatat dalam upaya mempertahankan kedaulatan saat masa Konfrontasi dengan Malaysia di tahun 1960-an, mengingat letak geografisnya yang berada di garis depan bagian utara.

##

Warisan Budaya dan Perkembangan Modern

Sintang memiliki kekayaan budaya yang unik, salah satunya adalah Tenun Ikat Sintang yang telah diakui secara internasional. Motif-motif tenun ini bukan sekadar hiasan, melainkan catatan sejarah dan spiritualitas suku Dayak Desa dan Dayak Iban. Selain itu, situs sejarah seperti Makam Jubair dan Bukit Kelam—monolit batu terbesar di dunia—menjadi identitas geografis dan mistis bagi warga lokal.

Saat ini, Sintang berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah timur Kalimantan Barat. Sebagai daerah yang bertetangga dengan sembilan kabupaten/kota dan negara tetangga, Sintang bertransformasi menjadi simpul transportasi dan perdagangan darat. Pembangunan Bandara Tebelian dan revitalisasi kawasan keraton menunjukkan keseimbangan antara modernitas dan penghormatan terhadap akar sejarah yang telah terbentuk selama lebih dari tujuh abad.

Geography

#

Profil Geografis Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat

Kabupaten Sintang merupakan salah satu entitas administratif terbesar di Provinsi Kalimantan Barat dengan luas wilayah mencapai 22.028,68 km². Secara astronomis, wilayah ini terletak di antara koordinat 1°05' Lintang Utara serta 0°46' Lintang Selatan dan 110°50' hingga 113°20' Bujur Timur. Sebagai daerah yang memiliki posisi strategis di bagian utara provinsi, Sintang berbatasan langsung dengan sembilan wilayah administratif dan negara tetangga, termasuk Sarawak (Malaysia) di sisi utara, serta Kabupaten Kapuas Hulu, Melawi, dan Sekadau di sisi lainnya.

##

Topografi dan Bentang Alam

Karakteristik fisik Sintang didominasi oleh perpaduan dataran rendah yang luas dan jajaran perbukitan hingga pegunungan. Di bagian tengah dan selatan, topografi cenderung landai hingga bergelombang, sementara di zona utara yang berbatasan dengan Malaysia, medan berubah menjadi terjal dengan kemiringan lereng yang signifikan. Fenomena geografis yang paling ikonik adalah keberadaan Bukit Kelam, sebuah monolit granit raksasa yang menjulang setinggi 900 meter di atas permukaan laut. Selain itu, terdapat lembah-lembah subur di sepanjang DAS (Daerah Aliran Sungai) yang menjadi pusat pemukiman dan aktivitas ekonomi penduduk.

##

Hidrologi dan Garis Pantai

Meskipun secara administratif memiliki pusat pemerintahan di pedalaman, wilayah Sintang memiliki dimensi geografis yang unik dengan garis pantai yang membentang di sepanjang perairan utara yang bersinggungan dengan Laut Indonesia. Namun, denyut nadi utama wilayah ini tetap terletak pada sistem sungai. Sintang merupakan titik pertemuan dua sungai besar, yakni Sungai Kapuas dan Sungai Melawi. Pertemuan kedua arus ini membentuk sebuah delta dan kawasan perairan yang sangat vital bagi transportasi air dan ekosistem lahan basah di Kalimantan Barat.

##

Iklim dan Variasi Musiman

Sintang memiliki iklim tropis basah (Af menurut klasifikasi Köppen) dengan tingkat curah hujan yang tinggi sepanjang tahun, rata-rata berkisar antara 3.000 hingga 4.500 mm. Suhu udara rata-rata berada pada rentang 24°C hingga 33°C. Musim kemarau biasanya terjadi dalam durasi singkat antara bulan Juli hingga September, namun kelembapan udara tetap tinggi karena pengaruh tutupan hutan hujan tropis yang luas.

##

Sumber Daya Alam dan Biodiversitas

Kekayaan alam Sintang terbagi dalam tiga sektor utama: kehutanan, perkebunan, dan pertambangan. Hutan Sintang merupakan bagian dari "Heart of Borneo" yang menyimpan keanekaragaman hayati tinggi, termasuk spesies endemik seperti Orangutan (Pongo pygmaeus) dan berbagai jenis Kantong Semar (Nepenthes) yang tumbuh subur di sekitar Bukit Kelam. Di sektor ekstraktif, wilayah ini memiliki cadangan mineral berupa emas, bauksit, dan batu bara, sementara sektor agraris didominasi oleh perkebunan karet dan kelapa sawit yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal. Zonasi ekologisnya mencakup hutan rawa gambut, hutan dipterokarp dataran rendah, hingga hutan pegunungan bawah.

Culture

Harmoni Sungai dan Bukit: Warisan Budaya Sintang

Sintang, sebuah kabupaten luas di Kalimantan Barat yang terletak di pertemuan Sungai Kapuas dan Sungai Melawi, merupakan titik temu peradaban Dayak dan Melayu yang luhur. Sebagai wilayah yang menghubungkan jalur air ke pedalaman utara, Sintang menyimpan kekayaan budaya yang berakar pada filosofi alam dan kebersamaan.

#

Tradisi, Ritual, dan Adat Istiadat

Salah satu pilar budaya Sintang adalah filosofi "Sintang sebagai Senentang," yang merujuk pada pertemuan dua sungai besar. Masyarakat Dayak di Sintang, khususnya kelompok Dayak Desa dan Dayak Seberuang, memiliki ritual Gawai Dayak sebagai bentuk syukur atas panen padi. Uniknya, di Sintang terdapat tradisi Nyelapat Tahun, sebuah upacara adat untuk membersihkan desa dari kemalangan. Sementara itu, Kesultanan Al-Mukarramah Sintang melestarikan tradisi Saprahan, sebuah jamuan makan duduk bersama yang melambangkan kesetaraan dan persaudaraan tanpa memandang status sosial.

#

Kesenian dan Kerajinan Tangan

Sintang adalah pusat dari Tenun Ikat Dayak yang telah mendunia. Kain ini bukan sekadar tekstil, melainkan media bercerita. Motif-motif seperti *pucuk rebung* atau siluet flora-fauna ditenun menggunakan pewarna alami dari akar mengkudu dan daun rengat. Dalam bidang pertunjukan, Tari Kondan menjadi identitas lokal yang sering dipentaskan dalam penyambutan tamu. Instrumen musik Sape mengiringi tarian ini dengan melodi yang meditatif, seringkali dipadukan dengan pukulan gong dan gendang yang dinamis.

#

Kuliner Khas dan Cita Rasa Lokal

Kuliner Sintang sangat dipengaruhi oleh ekosistem sungai. Lempok Durian Sintang dikenal memiliki tekstur yang kenyal dan aroma yang kuat karena menggunakan durian hutan asli Kalimantan. Hidangan ikonik lainnya adalah Ikan Semah, ikan sungai langka yang dahulu hanya disajikan untuk bangsawan, biasanya dimasak dengan cara dipindang atau dibakar bambu. Masyarakat lokal juga gemar mengonsumsi Kue Lapis Belacan, sebuah varian lapis legit dengan sentuhan rasa yang unik, serta Kerupuk Basah yang gurih dengan sambal kacang pedas.

#

Bahasa dan Ekspresi Budaya

Masyarakat menggunakan Bahasa Melayu Sintang dengan dialek khas yang mengakhiri banyak kata dengan vokal yang tajam. Ekspresi lokal seperti "Aok" (Ya) atau kata sapaan "Abang" dan "Kakak" digunakan secara luas untuk menunjukkan rasa hormat. Bahasa Dayak setempat juga tetap lestari, menciptakan lanskap linguistik yang heterogen namun tetap rukun.

#

Busana Tradisional dan Tekstil

Pakaian adat Sintang didominasi oleh perpaduan kain tenun ikat dan manik-manik. Untuk pria, Baju Burung dengan motif tegas sering dikenakan bersama penutup kepala berhias bulu burung enggang. Wanita mengenakan Kancat yang dihiasi koin perak kuno, melambangkan kemakmuran. Kain Songket Sintang dengan benang emas juga menjadi busana wajib dalam upacara pernikahan adat Melayu Sintang.

#

Praktik Religi dan Festival Budaya

Keberadaan Bukit Kelam, monolit raksasa di Sintang, dianggap sakral bagi masyarakat adat. Selain hari besar Islam dan Kristen, Sintang merayakan Festival Bukit Kelam yang memadukan kompetisi olahraga modern dengan ritual adat. Di Keraton Sintang, peringatan Maulid Nabi selalu dirayakan dengan tradisi zikir dan pawai air di sepanjang Sungai Kapuas, menegaskan identitas Sintang sebagai kota sungai yang religius dan berbudaya.

Tourism

Menjelajahi Sintang: Permata Alam dan Budaya di Jantung Kalimantan Barat

Terletak di bagian utara Kalimantan Barat, Kabupaten Sintang menawarkan pesona wisata yang autentik dengan luas wilayah mencapai 22.028,68 km². Sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia, Sintang merupakan titik temu keanekaragaman hayati dan kekayaan budaya Dayak serta Melayu yang memikat.

#

Keajaiban Alam dan Ikon Geologi

Daya tarik utama Sintang adalah Bukit Kelam, sebuah monolit granit raksasa yang diklaim sebagai salah satu yang terbesar di dunia. Pengunjung dapat mendaki via ferrata atau tangga beton untuk mencapai puncaknya guna menyaksikan hamparan hutan tropis yang berkabut. Selain itu, Sintang memiliki sisi pesisir dan perairan sungai yang luas. Kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya menawarkan petualangan rimba yang tak tertandingi, menjadi rumah bagi flora langka serta air terjun tersembunyi seperti Air Terjun Nokan Nayan yang megah.

#

Warisan Sejarah dan Budaya

Menelusuri jejak sejarah Sintang dapat dimulai dari Istana Al-Mukarramah, kediaman Kesultanan Sintang yang menyimpan bukti akulturasi budaya. Di sini, pengunjung bisa melihat lambang negara Indonesia, Garuda Pancasila, yang desain awalnya terinspirasi dari patung burung garuda di istana ini. Untuk pengalaman budaya Dayak yang kental, kunjungilah Rumah Betang Ensaid Panjang. Di sana, Anda bisa berinteraksi langsung dengan pengrajin tenun ikat khas Sintang yang motifnya diwariskan secara turun-temurun.

#

Wisata Kuliner dan Cita Rasa Lokal

Pengalaman di Sintang tidak lengkap tanpa mencicipi kuliner lokal. Ikan Semah yang berasal dari sungai-sungai jernih di pedalaman adalah hidangan prestisius yang wajib dicoba. Selain itu, nikmatilah Gurihnya Kue Lapis Sintang atau menyeruput kopi di kawasan tepian Sungai Kapuas dan Sungai Melawi yang ikonik. Bagi pecinta buah-buahan, musim durian di Sintang menawarkan varietas lokal dengan rasa yang sangat legit dan unik.

#

Petualangan dan Aktivitas Luar Ruangan

Bagi pencari adrenalin, menyusuri jeram di hulu sungai dengan longboat atau melakukan trekking menembus hutan primer adalah pilihan utama. Sintang juga menawarkan pengalaman memancing ikan air tawar raksasa yang menantang di sepanjang aliran sungai besarnya.

#

Akomodasi dan Waktu Kunjungan Terbaik

Sintang memiliki berbagai pilihan akomodasi, mulai dari hotel berbintang di pusat kota hingga pengalaman *homestay* di desa wisata seperti Ensaid Panjang untuk merasakan keramahtamahan lokal yang hangat. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah antara bulan Juli hingga September, saat cuaca cenderung cerah untuk pendakian, atau bertepatan dengan perayaan Gawai Dayak untuk menyaksikan festival budaya yang meriah. Sintang bukan sekadar destinasi transit, melainkan sebuah perjalanan spiritual dan petualangan di jantung Kalimantan.

Economy

#

Profil Ekonomi Kabupaten Sintang: Pusat Pertumbuhan Kalimantan Barat Bagian Timur

Kabupaten Sintang merupakan salah satu pilar ekonomi utama di Provinsi Kalimantan Barat dengan luas wilayah mencapai 22.028,68 km². Terletak di posisi strategis utara-tengah provinsi, Sintang berfungsi sebagai hub transportasi dan perdagangan bagi wilayah pedalaman (Hulu Kapuas). Meskipun dikenal dengan topografi perbukitan dan aliran sungai besar, wilayah ini secara administratif memiliki akses strategis yang mendukung aktivitas ekonomi maritim dan perdagangan lintas batas.

##

Sektor Pertanian dan Perkebunan

Sektor agrikultur tetap menjadi tulang punggung ekonomi Sintang. Komoditas unggulan yang mendominasi adalah kelapa sawit dan karet. Perkebunan kelapa sawit di Sintang didukung oleh keberadaan pabrik pengolahan CPO (Crude Palm Oil) yang menyerap ribuan tenaga kerja lokal. Selain itu, Sintang merupakan salah satu penghasil lada dan kakao potensial. Hilirisasi produk pertanian mulai berkembang dengan munculnya industri pengolahan pakan ternak dan pengemasan beras lokal guna meningkatkan nilai tambah petani.

##

Ekonomi Maritim dan Pemanfaatan Perairan

Meskipun pusat kotanya berada di pertemuan Sungai Kapuas dan Sungai Melawi, Sintang memiliki garis pantai yang membentang di sepanjang perairan strategis yang terhubung ke Laut Indonesia. Hal ini memungkinkan pengembangan ekonomi maritim, baik dalam sektor perikanan tangkap maupun jasa logistik laut. Pelabuhan-pelabuhan sungai di Sintang memainkan peran krusial dalam distribusi logistik dari Pontianak menuju wilayah perbatasan Malaysia, menjadikannya titik transit vital bagi komoditas ekspor-impor.

##

Industri Kreatif dan Kerajinan Khas

Sintang memiliki keunikan ekonomi melalui Tenun Ikat Sintang. Produk ini bukan sekadar kerajinan, melainkan industri rumah tangga yang telah menembus pasar internasional. Pewarnaan alami dan motif Dayak yang khas membuat nilai jualnya sangat tinggi. Selain itu, potensi batu mulia dan kerajinan anyaman rotan menjadi produk unggulan yang menopang ekonomi kreatif kerakyatan di sembilan wilayah yang berbatasan langsung dengan Sintang.

##

Infrastruktur dan Pariwisata

Pertumbuhan ekonomi Sintang didorong oleh keberadaan Bandara Tebelian, yang memfasilitasi konektivitas udara bagi para pelaku bisnis. Infrastruktur jalan nasional yang menghubungkan Sintang dengan negara tetangga (Sarawak, Malaysia) melalui PLBN Jasa di Ketungau Hulu membuka peluang perdagangan lintas batas. Di sektor pariwisata, Bukit Kelam, yang merupakan salah satu monolit terbesar di dunia, menjadi penggerak ekonomi jasa melalui sektor perhotelan, kuliner, dan pemandu wisata.

##

Tren Ketenagakerjaan dan Masa Depan

Tren ketenagakerjaan di Sintang mulai bergeser dari sektor primer (ekstraktif) menuju sektor tersier (jasa dan perdagangan). Pertumbuhan pusat perbelanjaan, lembaga keuangan, dan jasa pendidikan tinggi menjadikan Sintang sebagai pusat edukasi dan bisnis di wilayah timur Kalimantan Barat. Dengan posisi geografis yang berbatasan dengan sembilan wilayah administratif lainnya, Sintang diproyeksikan menjadi pusat logistik utama dalam rantai pasok Kalimantan di masa depan.

Demographics

#

Profil Demografis Kabupaten Sintang: Harmoni di Jantung Kalimantan Barat

Kabupaten Sintang merupakan salah satu wilayah strategis di Provinsi Kalimantan Barat dengan luas wilayah mencapai 22.028,68 km². Sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia, di sisi utara, Sintang memiliki peran penting dalam dinamika kependudukan lintas batas dan distribusi populasi di pedalaman Kalimantan.

Ukuran, Kepadatan, dan Distribusi Penduduk

Berdasarkan data terbaru, populasi Sintang melampaui 420.000 jiwa. Meskipun memiliki wilayah yang sangat luas, kepadatan penduduknya tergolong rendah, yakni sekitar 19 jiwa per km². Distribusi penduduk terkonsentrasi di Kecamatan Sintang sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi, sementara wilayah hulu seperti Ambalau dan Serawai memiliki kepadatan yang jauh lebih renggang karena topografi perbukitan dan aksesibilitas yang bergantung pada transportasi sungai.

Komposisi Etnis dan Keragaman Budaya

Demografi Sintang dicirikan oleh pluralitas etnis yang kental. Penduduk asli didominasi oleh berbagai subsuku Dayak (seperti Dayak Desa, Mualang, dan Uud Danum) serta etnis Melayu yang secara historis berpusat di sekitar Keraton Ismahayana. Kehadiran transmigran dari Jawa dan Madura, serta komunitas Tionghoa, memperkaya mosaik budaya lokal. Keunikan demografis ini tercermin dalam pola pemukiman, di mana komunitas Melayu banyak mendiami pesisir sungai (seperti Sungai Kapuas dan Melawi), sementara suku Dayak tersebar di wilayah daratan dan perbukitan.

Struktur Usia dan Piramida Penduduk

Sintang memiliki struktur penduduk muda dengan bentuk piramida ekspansif. Proporsi penduduk usia produktif (15-64 tahun) sangat dominan, memberikan peluang dividen demografis bagi pembangunan daerah. Tingkat ketergantungan (dependency ratio) berada pada level moderat, dengan tren penurunan angka kelahiran berkat program keluarga berencana yang mulai menjangkau area pedalaman.

Pendidikan dan Literasi

Angka melek huruf di Sintang terus menunjukkan peningkatan, mencapai lebih dari 95%. Meskipun akses pendidikan tinggi terkonsentrasi di wilayah perkotaan (dengan keberadaan Universitas Kapuas dan STKIP Persada Khatulistiwa), pemerintah daerah terus berupaya memerangi kesenjangan literasi di wilayah terpencil melalui pembangunan sekolah satu atap di kecamatan-kecamatan perbatasan.

Urbanisasi dan Pola Migrasi

Dinamika urbanisasi di Sintang didorong oleh pergeseran sektor agraris ke jasa dan industri pengolahan sawit. Migrasi masuk (in-migration) didominasi oleh tenaga kerja perkebunan yang berasal dari NTT dan Jawa. Selain itu, sebagai daerah "Utara" yang berbatasan dengan Malaysia, terdapat pola migrasi sirkuler di mana penduduk lokal melintasi batas negara di jalur-jalur tradisional (seperti Jasa dan Ketungau) untuk aktivitas ekonomi, menjadikannya salah satu wilayah dengan mobilitas penduduk lintas negara yang unik di Kalimantan Barat.

💡 Fakta Unik

  • 1.Wilayah ini merupakan lokasi berdirinya Kerajaan Tanjungpura, kerajaan tertua di Kalimantan Barat yang jejak sejarahnya tercatat sejak abad ke-14 dalam Kitab Negarakertagama.
  • 2.Masyarakat setempat melestarikan tradisi unik bernama Syair Gulung, sebuah karya sastra lisan berupa pantun bersambung yang dibacakan dalam acara adat dan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda.
  • 3.Kawasan ini menjadi rumah bagi Taman Nasional Gunung Palung, salah satu habitat alami paling penting di dunia bagi populasi orangutan Kalimantan dan hutan rawa gambut yang masih terjaga.
  • 4.Kabupaten pesisir ini dikenal sebagai penghasil utama komoditas bauksit terbesar di Indonesia dan memiliki ikon daerah berupa Tugu Ale-ale yang melambangkan kerang khas setempat.

Destinasi di Sintang

Semua Destinasi

Tempat Lainnya di Kalimantan Barat

Lokasi Serupa

Panduan Perjalanan Terkait

Memuat panduan terkait...

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Uji Pengetahuanmu!

Apakah kamu bisa menebak Sintang dari siluet petanya?