Situs Sejarah

Asta Tinggi

di Sumenep, Jawa Timur

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Asal-Usul Historis dan Garis Keturunan Dinasti

Pembangunan kompleks Asta Tinggi dimulai secara bertahap sejak abad ke-16, tepatnya sekitar tahun 1644 Masehi. Situs ini menjadi saksi bisu transisi kekuasaan di Sumenep, mulai dari era kepemimpinan Pangeran Anggadipa hingga masa pemerintahan Sultan Abdurrahman Pakunataningrat yang tersohor.

Secara garis besar, kompleks ini terbagi menjadi beberapa area utama yang mencerminkan silsilah kepemimpinan. Area paling awal ditempati oleh makam Pangeran Anggadipa, seorang bangsawan asal Jepara yang memerintah Sumenep. Namun, tokoh yang paling sentral dalam sejarah Asta Tinggi adalah Bindara Saod (Tumenggung Tirtonegoro) dan putranya, Panembahan Somala. Bindara Saod adalah sosok yang memulai garis keturunan penguasa Sumenep yang memiliki latar belakang santri kuat, yang kemudian membawa Sumenep ke masa keemasan arsitektur dan kebudayaan.

Arsitektur: Harmoni Akulturasi Budaya

Daya tarik utama Asta Tinggi terletak pada gaya arsitekturnah yang unik, yang merupakan perpaduan antara elemen Islam, Jawa, Tiongkok, dan Eropa (Belanda). Keberagaman ini mencerminkan keterbukaan masyarakat Sumenep terhadap pengaruh luar serta kepiawaian para arsitek lokal saat itu.

Pintu gerbang utama atau kori agung di kompleks makam tertua menunjukkan pengaruh kuat gaya Hindu-Jawa dengan struktur candi bentar yang megah. Sebaliknya, pada bagian makam Sultan Abdurrahman, pengaruh Eropa sangat kental terlihat pada pilar-pilar bergaya Dorik dan ornamen-ornamen yang lebih simetris dan masif.

Salah satu detail konstruksi yang unik adalah penggunaan batu kapur putih khas Madura yang dipahat dengan sangat halus. Ukiran-ukiran pada nisan dan dinding makam menampilkan motif bunga, daun-daunan, dan kaligrafi Arab yang rumit. Di beberapa sudut, terdapat sentuhan keramik Tiongkok yang ditempelkan pada dinding, sebuah praktik lazim pada masa itu sebagai simbol kemakmuran dan hubungan perdagangan yang erat dengan daratan Tiongkok.

Signifikansi Sejarah dan Peran Sultan Abdurrahman

Sultan Abdurrahman Pakunataningrat, yang dimakamkan di sini, adalah tokoh intelektual yang diakui oleh pemerintah kolonial Belanda maupun para ulama Nusantara. Beliau dikenal sebagai ahli bahasa, hukum, dan seni. Kehadiran makamnya di Asta Tinggi menjadikannya pusat perhatian sejarah. Di bawah pemerintahannya, Sumenep mencapai stabilitas politik yang luar biasa, dan Asta Tinggi menjadi simbol kedaulatan yang tidak hanya tunduk pada administrasi kolonial, tetapi tetap memegang teguh nilai-nilai tradisional dan agama.

Peristiwa sejarah yang tak terlepas dari situs ini adalah momentum pemberian gelar "Sultan" kepada Abdurrahman oleh pemerintah Belanda, sebuah gelar yang jarang diberikan kepada penguasa lokal di Madura. Hal ini menandakan posisi strategis Sumenep dalam politik regional saat itu.

Pembagian Kompleks dan Tokoh-Tokoh Penting

Kompleks Asta Tinggi dibagi menjadi beberapa bagian utama (kubah):

1. Kubah Pangeran Anggadipa: Terletak di bagian barat, mencerminkan era awal pengaruh Mataram di Sumenep.

2. Kubah Bindara Saod: Tokoh yang memulai era baru kedaulatan Sumenep yang berbasis pada kekuatan spiritual.

3. Kubah Panembahan Somala: Pembangun Masjid Jami’ Sumenep dan Keraton Sumenep yang monumental.

4. Kubah Sultan Abdurrahman: Puncak kejayaan intelektual dan politik Sumenep.

Setiap kubah memiliki karakteristik nisan yang berbeda. Nisan di Asta Tinggi seringkali dibungkus dengan kain kuning—warna kebesaran bangsawan Madura—sebagai bentuk penghormatan tertinggi dari para peziarah.

Kepentingan Budaya dan Religi

Bagi masyarakat Madura dan Jawa Timur secara luas, Asta Tinggi adalah situs keramat. Setiap hari, ratusan peziarah datang untuk mendoakan para leluhur sekaligus mencari keberkahan. Praktik nyekar dan pembacaan tahlil secara kolektif menjadi pemandangan harian yang memperkuat identitas religius Sumenep sebagai "Kota Keris" yang agamis.

Situs ini juga menjadi pusat pembelajaran bagi para sejarawan dan arsitek yang ingin mempelajari bagaimana sebuah kerajaan di pinggiran Pulau Jawa mampu menciptakan mahakarya arsitektur yang melampaui zamannya. Adanya makam para ulama di sekitar makam raja menunjukkan bahwa di Sumenep, kekuasaan politik (Umara) dan otoritas agama (Ulama) selalu berjalan berdampingan.

Status Pelestarian dan Restorasi

Sebagai Situs Cagar Budaya yang dilindungi oleh Undang-Undang, Asta Tinggi mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Sumenep dan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK). Upaya restorasi dilakukan secara berkala untuk menjaga keaslian batu kapur yang rentan terhadap cuaca ekstrem dan lumut.

Salah satu tantangan dalam pelestarian adalah menjaga keseimbangan antara fungsi situs sebagai tempat ibadah (ziarah) yang sangat aktif dengan kebutuhan konservasi struktur bangunan yang sudah berusia ratusan tahun. Namun, melalui manajemen yang dikelola oleh Yayasan Penjaga Makam Asta Tinggi (Yapasta), situs ini tetap terjaga kebersihan dan kelestariannya tanpa mengurangi aksesibilitas bagi publik.

Fakta Unik: Sistem Penguncian dan Rahasia Konstruksi

Terdapat fakta unik bahwa beberapa gerbang di Asta Tinggi dibangun tanpa menggunakan semen modern, melainkan menggunakan campuran tradisional berupa putih telur, kapur, dan perekat alami lainnya yang terbukti mampu bertahan selama berabad-abad. Selain itu, tata letak makam yang semakin tinggi posisinya menunjukkan hierarki atau derajat kebangsawanan dan senioritas dalam silsilah kerajaan, menciptakan sebuah "tangga spiritual" bagi siapa saja yang mengunjunginya.

Dengan segala kemegahan arsitektur dan kedalaman sejarahnya, Asta Tinggi bukan sekadar tempat peristirahatan terakhir, melainkan sebuah monumen hidup yang terus memancarkan nilai-nilai luhur, toleransi budaya, dan kebanggaan identitas bagi masyarakat Sumenep hingga hari ini.

📋 Informasi Kunjungan

address
Jl. Asta Tinggi, Temor Lorong, Kebonagung, Sumenep
entrance fee
Donasi sukarela
opening hours
Setiap hari, 24 jam

Tempat Menarik Lainnya di Sumenep

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Sumenep

Pelajari lebih lanjut tentang Sumenep dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Sumenep