Situs Sejarah

Keraton Sumenep

di Sumenep, Jawa Timur

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Asal-Usul dan Periode Pembangunan

Sejarah berdirinya Keraton Sumenep yang ada saat ini tidak lepas dari sosok Bindara Saod, yang memerintah pada tahun 1750-1762, dan putranya, Panembahan Somala (Ario Sumadiningrat), yang memerintah pada tahun 1762-1811. Meskipun Sumenep telah memiliki pusat pemerintahan sejak masa Arya Wiraraja pada abad ke-13, kompleks keraton yang kita saksikan sekarang adalah hasil pembangunan besar-besaran pada abad ke-18.

Pembangunan kompleks utama dimulai pada tahun 1781 di bawah kepemimpinan Panembahan Somala. Beliau menunjuk seorang arsitek keturunan Tionghoa bernama Lauw Piango sebagai perancang utama. Keputusan ini merupakan fakta sejarah yang unik, karena menunjukkan keterbukaan pemikiran penguasa Sumenep kala itu terhadap keberagaman etnis dan keahlian teknis dari luar Nusantara.

Keunikan Arsitektur dan Detail Konstruksi

Arsitektur Keraton Sumenep dikenal sebagai gaya "Eclectic" yang memadukan unsur Jawa, Islam, Tiongkok, dan Belanda (Indische). Struktur utamanya didominasi oleh warna kuning gading dan putih, yang mencerminkan pengaruh Eropa, sementara bentuk atapnya mengadopsi gaya bangunan Jawa dan Tiongkok.

Satu elemen yang paling ikonik adalah Labang Mesem (Pintu Tersenyum). Gerbang utama ini memiliki filosofi mendalam; dinamakan demikian karena para penjaga keraton selalu menyambut tamu dengan ramah dan senyuman. Secara arsitektural, pintu gerbang ini memiliki paviliun di atasnya yang dahulu digunakan oleh raja untuk memantau situasi di luar keraton.

Di dalam kompleks, terdapat bangunan utama yang disebut Pendopo Agung. Bangunan ini memiliki tiang-tiang penyangga yang besar dengan ukiran khas Madura yang rumit, sering kali menampilkan motif flora dengan warna-warna berani seperti merah dan emas. Selain itu, terdapat Kantor Pengadilan dan Gedong Negeri yang dibangun pada masa pemerintahan Sultan Abdurrahman Pakunataningrat (1811-1854), yang menunjukkan fungsi keraton sebagai pusat administrasi hukum dan pemerintahan.

Signifikansi Sejarah dan Tokoh Kunci

Tokoh paling menonjol dalam sejarah Keraton Sumenep adalah Sultan Abdurrahman Pakunataningrat. Ia bukan hanya seorang penguasa politik, tetapi juga seorang cendekiawan, ahli bahasa, dan kolektor benda seni. Kehebatannya diakui secara internasional; ia pernah menerima gelar kehormatan dari Kerajaan Belanda berkat jasanya membantu Thomas Stamford Raffles dalam menerjemahkan naskah-naskah kuno serta memberikan wawasan mendalam untuk buku The History of Java.

Keraton ini juga menjadi saksi bisu transisi kekuasaan dari sistem kerajaan tradisional menuju birokrasi kolonial hingga akhirnya menjadi bagian dari Republik Indonesia. Pada masa keemasannya, Keraton Sumenep adalah pusat intelektual di Madura, tempat para ulama, seniman, dan pemikir berkumpul.

Pemandian Keraton: Taman Sare

Salah satu bagian yang paling menarik secara kultural adalah Taman Sare. Ini merupakan kolam pemandian para putri keraton. Menurut legenda setempat yang masih dipercaya hingga kini, air di Taman Sare memiliki khasiat tertentu. Terdapat tiga pintu masuk ke kolam yang masing-masing diyakini memberikan berkah berbeda: pintu pertama untuk awet muda dan kemudahan jodoh, pintu kedua untuk peningkatan karier atau jabatan, dan pintu ketiga untuk keteguhan iman. Terlepas dari mitos tersebut, Taman Sare adalah contoh nyata dari estetika taman air yang memadukan unsur ketenangan dan privasi bagi penghuni istana.

Fungsi Religius dan Masjid Jami’

Keraton Sumenep tidak dapat dipisahkan dari Masjid Jami’ Sumenep (Masjid Agung) yang terletak di sebelah barat keraton. Masjid ini juga dirancang oleh Lauw Piango dan selesai dibangun pada tahun 1787. Keberadaan masjid yang megah di dekat keraton menegaskan peran raja sebagai Khalifatullah (wakil Tuhan di bumi) yang bertanggung jawab atas urusan duniawi sekaligus spiritual rakyatnya. Gerbang masjid yang tinggi dengan pengaruh arsitektur Tiongkok yang kental menjadikannya salah satu masjid paling unik di Indonesia.

Status Konservasi dan Upaya Restorasi

Saat ini, Keraton Sumenep dikelola sebagai museum dan situs cagar budaya oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep. Koleksi di dalamnya mencakup kereta kencana hadiah dari Kerajaan Belanda, senjata tradisional (keris dan tombak), furnitur antik, hingga naskah-naskah kuno yang ditulis di atas daun lontar.

Pemerintah secara berkala melakukan restorasi untuk menjaga keaslian material bangunan, terutama pada bagian kayu ukiran yang rentan terhadap rayap dan cuaca. Area keraton kini menjadi destinasi wisata sejarah utama di Madura yang menarik ribuan wisatawan setiap tahunnya. Transformasi dari pusat kekuasaan menjadi museum publik ini memungkinkan nilai-nilai sejarah dan filosofi luhur masyarakat Sumenep tetap terjaga dan dapat dipelajari oleh generasi mendatang.

Kesimpulan Fakta Unik

Beberapa fakta unik yang membedakan Keraton Sumenep dari keraton lainnya di Jawa adalah:

1. Satu-satunya keraton di Jawa yang arsitek utamanya adalah warga keturunan Tionghoa (Lauw Piango).

2. Memiliki koleksi Al-Qur'an raksasa yang ditulis tangan oleh Sultan Abdurrahman dalam waktu singkat.

3. Struktur bangunan yang tetap utuh tanpa mengalami kehancuran besar selama masa perang kemerdekaan, sehingga orisinalitasnya sangat terjaga.

Melalui keberadaan Keraton Sumenep, kita dapat melihat potret masa lalu Madura yang sangat maju, inklusif terhadap pengaruh asing tanpa kehilangan jati diri lokal, serta memiliki penghargaan yang sangat tinggi terhadap ilmu pengetahuan dan seni.

📋 Informasi Kunjungan

address
Jl. Dr. Sutomo No. 6, Pajagalan, Kota Sumenep
entrance fee
Rp 5.000 - Rp 10.000
opening hours
Setiap hari, 07:00 - 17:00

Tempat Menarik Lainnya di Sumenep

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Sumenep

Pelajari lebih lanjut tentang Sumenep dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Sumenep