Masjid Apung Ziyadatul Abrar
di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan
Dipublikasikan: Januari 2025
Tentang
Masjid Apung Ziyadatul Abrar: Simfoni Arsitektur Bahari di Tanah Bumbu
Masjid Apung Ziyadatul Abrar bukan sekadar tempat ibadah; ia adalah manifestasi fisik dari filosofi "Bumi Bersujud" yang menjadi semboyan Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Berdiri megah di kawasan Pantai Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir, masjid ini merepresentasikan keberanian arsitektural yang memadukan spiritualitas Islam dengan karakteristik geografis pesisir Kalimantan yang dinamis. Sebagai masjid terapung pertama di Kalimantan Selatan, struktur ini telah menjadi ikon baru yang mengubah wajah lanskap urban dan pariwisata religi di wilayah tersebut.
#
Konteks Historis dan Visi Pembangunan
Pembangunan Masjid Apung Ziyadatul Abrar digagas sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) oleh PT Adaro Energy Indonesia melalui anak usahanya. Proyek ini dimulai dengan peletakan batu pertama pada tahun 2020 dan diresmikan secara fungsional untuk masyarakat pada akhir tahun 2023. Motivasi utama di balik pembangunannya adalah menciptakan sebuah landmark yang mampu menyatukan elemen keindahan alam pantai dengan kekhusyukan beribadah, sekaligus sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi bahari masyarakat Bugis dan Banjar yang mendiami pesisir Pagatan.
Pemilihan nama "Ziyadatul Abrar" sendiri memiliki makna mendalam, yang secara harfiah berarti "bertambahnya kebaikan". Arsitektur masjid ini dirancang untuk mencerminkan nama tersebut, di mana setiap jengkal bangunannya diharapkan mampu memberikan dampak positif, baik secara spiritual bagi jemaah maupun secara ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui sektor pariwisata.
#
Filosofi Desain dan Gaya Arsitektur
Secara visual, Masjid Apung Ziyadatul Abrar mengadopsi gaya arsitektur Timur Tengah modern yang disesuaikan dengan elemen lokal. Struktur ini tidak menggunakan kubah bawang tradisional yang berat, melainkan menggunakan bentuk-bentuk geometris yang lebih ramping dan futuristik. Salah satu elemen yang paling mencolok adalah desain atap dan menara yang menjulang, memberikan kesan vertikalitas yang kuat di tengah hamparan laut yang horizontal.
Desain masjid ini sangat menekankan pada konsep transparansi dan keterbukaan. Penggunaan jendela kaca berukuran besar di sekeliling ruang utama memungkinkan cahaya alami masuk secara maksimal, sekaligus memberikan pemandangan 180 derajat ke arah Laut Jawa. Hal ini menciptakan pengalaman spiritual yang unik, di mana jemaah seolah-olah sedang bersujud di atas air dengan latar belakang deburan ombak dan angin laut.
#
Inovasi Struktural dan Rekayasa Teknik
Membangun masjid di atas permukaan laut memerlukan ketelitian rekayasa yang luar biasa. Masjid Apung Ziyadatul Abrar berdiri di atas ratusan tiang pancang yang dipasang jauh ke dalam dasar laut untuk memastikan stabilitas terhadap arus dan pasang surut air laut. Fondasi ini dirancang untuk tahan terhadap korosi air garam, menggunakan spesifikasi beton tinggi dan pelapis khusus (coating) untuk melindungi tulangan baja di dalamnya.
Bangunan ini terdiri dari dua lantai utama. Lantai dasar difungsikan sebagai ruang serbaguna, tempat wudu, dan fasilitas penunjang lainnya, sementara lantai atas berfungsi sebagai ruang salat utama. Akses menuju masjid dihubungkan oleh jembatan yang cukup lebar, yang juga berfungsi sebagai area transisi bagi pengunjung untuk menyesuaikan diri dari kebisingan jalan raya menuju ketenangan ruang ibadah. Inovasi lainnya terletak pada sistem sirkulasi udara alami yang memanfaatkan angin laut, sehingga meminimalisir penggunaan pendingin ruangan mekanis (AC) di area-area tertentu.
#
Ornamen dan Detail Interior
Masuk ke bagian interior, pengunjung akan disambut dengan kaligrafi yang estetik dan detail ornamen yang halus. Mihrab masjid dirancang dengan minimalis namun elegan, menggunakan material yang mampu memantulkan cahaya untuk menciptakan fokus visual bagi jemaah. Lantai masjid menggunakan marmer berkualitas tinggi yang memberikan kesan sejuk di tengah cuaca pesisir yang panas.
Salah satu fitur unik adalah pencahayaan artistik yang dipasang di bagian eksterior bangunan. Pada malam hari, lampu-lampu LED yang terintegrasi dengan struktur bangunan akan menyala, memberikan refleksi cahaya di permukaan air laut. Pemandangan ini menciptakan efek visual seolah-olah masjid sedang melayang di atas cahaya, menjadikannya objek fotografi yang sangat populer bagi wisatawan.
#
Makna Budaya dan Sosial
Bagi masyarakat Tanah Bumbu, Masjid Apung Ziyadatul Abrar lebih dari sekadar pencapaian teknik sipil. Masjid ini berdiri di dekat lokasi pelaksanaan budaya "Mappanre Ri Tasi", sebuah festival adat syukur laut masyarakat nelayan. Kehadiran masjid ini memperkuat integrasi antara nilai-nilai agama dan nilai budaya lokal. Ia menjadi titik temu di mana tradisi masa lalu dan modernitas masa kini bersinggungan secara harmonis.
Secara sosial, masjid ini telah menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Keberadaannya menarik ribuan pengunjung setiap pekannya, yang kemudian berdampak pada hidupnya UMKM di sekitar Pantai Pagatan. Masjid ini berhasil mengubah persepsi tentang tempat ibadah yang biasanya bersifat eksklusif-statik menjadi ruang publik yang inklusif dan dinamis.
#
Pengalaman Pengunjung dan Fungsi Saat Ini
Saat ini, Masjid Apung Ziyadatul Abrar berfungsi penuh sebagai tempat salat lima waktu dan pusat kegiatan hari besar Islam. Di luar waktu salat, pelataran dan jembatan penghubung masjid menjadi tempat favorit masyarakat untuk menikmati matahari terbenam (sunset). Suasana tenang dengan suara ombak yang memecah di bawah lantai masjid memberikan pengalaman meditasi yang jarang ditemukan di masjid-masjid perkotaan.
Pihak pengelola juga menyediakan fasilitas yang ramah bagi wisatawan, termasuk area parkir yang luas dan aksesibilitas yang baik. Kebersihan menjadi prioritas utama, mengingat lokasinya yang berada tepat di atas ekosistem laut. Sistem pembuangan limbah dirancang sedemikian rupa agar tidak mencemari perairan pantai, menunjukkan komitmen terhadap arsitektur berkelanjutan.
#
Kesimpulan: Ikon Masa Depan Kalimantan Selatan
Masjid Apung Ziyadatul Abrar adalah bukti bahwa arsitektur religi dapat beradaptasi dengan tantangan alam tanpa kehilangan esensi kesuciannya. Di Tanah Bumbu, masjid ini telah berdiri teguh sebagai simbol kemajuan, keimanan, dan keharmonisan dengan alam. Melalui perpaduan antara inovasi struktur, keindahan desain, dan kedalaman makna filosofis, Ziyadatul Abrar tidak hanya menjadi kebanggaan warga Pagatan, tetapi juga menjadi destinasi arsitektur yang patut diperhitungkan di tingkat nasional maupun internasional. Ia adalah "permata di atas air" yang akan terus menyinari pesisir Kalimantan Selatan untuk generasi yang akan datang.
π Informasi Kunjungan
Tempat Menarik Lainnya di Tanah Bumbu
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiJelajahi Tanah Bumbu
Pelajari lebih lanjut tentang Tanah Bumbu dan tempat-tempat menarik lainnya.
Lihat Profil Tanah Bumbu