Wisata Alam

Wisata Alam Hutan Mangrove Pulau Burung

di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Ekosistem Unik dan Biodiversitas yang Melimpah

Wisata Alam Hutan Mangrove Pulau Burung berdiri di atas lahan basah yang didominasi oleh vegetasi bakau yang rapat dan rimbun. Keunikan utama pulau ini terletak pada struktur tanahnya yang merupakan sedimen lumpur subur, menjadi rumah bagi berbagai jenis spesies mangrove seperti Rhizophora (bakau), Avicennia (api-api), dan Sonneratia (pedada).

Sesuai dengan namanya, Pulau Burung adalah surga bagi para pengamat burung (birdwatching). Hutan mangrove yang lebat menyediakan tempat bersarang dan mencari makan bagi puluhan spesies burung lokal maupun burung migran. Jika beruntung, pengunjung dapat menyaksikan bangau putih yang berdiri anggun di akar-akar bakau atau burung elang laut yang menukik tajam ke permukaan air untuk mencari mangsa. Selain burung, ekosistem ini juga dihuni oleh fauna khas lahan basah seperti kepiting bakau berwarna-warni, ikan glodok (mudskipper) yang unik, hingga monyet ekor panjang yang sering terlihat bergelantungan di pucuk-pucuk pohon.

Pengalaman Menyusuri Lorong Hijau

Pengalaman utama di Pulau Burung dimulai sejak perjalanan menuju pulau. Pengunjung harus menaiki perahu motor atau "klotok" dari dermaga di Batulicin. Selama perjalanan sekitar 10-15 menit, Anda akan disuguhi pemandangan muara sungai yang lebar dengan latar belakang aktivitas kapal-kapal besar di kejauhan, menciptakan kontras yang menarik antara industri dan alam.

Setibanya di pulau, sebuah jembatan kayu (wooden boardwalk) yang tertata rapi akan menyambut Anda. Jembatan ini dirancang membelah hutan mangrove, memungkinkan pengunjung untuk berjalan jauh ke dalam jantung hutan tanpa merusak akar-akar sensitif di bawahnya. Berjalan di atas jembatan ini memberikan sensasi seolah berada di dalam lorong hijau yang sejuk. Kanopi daun mangrove yang rapat di atas kepala berfungsi sebagai payung alami, menghalau teriknya sinar matahari Kalimantan.

Di beberapa titik, terdapat menara pandang yang cukup tinggi. Dari puncak menara ini, mata Anda akan dimanjakan dengan pemandangan permadani hijau hutan mangrove yang luas, berpadu dengan birunya air laut dan langit. Ini adalah spot terbaik bagi para fotografer untuk mengabadikan lanskap Pulau Burung dari sudut pandang mata burung (bird's eye view).

Aktivitas Luar Ruangan dan Edukasi

Selain menyusuri jembatan kayu, Wisata Alam Hutan Mangrove Pulau Burung menawarkan berbagai aktivitas menarik:

1. Wisata Edukasi: Pengelola sering mengadakan sesi edukasi bagi sekolah atau kelompok lingkungan mengenai pentingnya mangrove dalam mencegah abrasi pantai dan sebagai penyerap karbon yang efektif.

2. Fotografi Alam: Dengan latar belakang akar-akar bakau yang eksotis dan pencahayaan alami yang menembus celah daun, tempat ini menjadi lokasi favorit untuk fotografi landskap maupun pre-wedding.

3. Menikmati Kuliner Lokal: Di area sekitar desa wisata di dalam pulau, pengunjung dapat mencicipi hidangan laut segar dan olahan khas buah mangrove, seperti sirup atau selai buah pedada yang memiliki rasa asam manis yang segar.

4. Memancing: Bagi mereka yang hobi memancing, terdapat beberapa titik di pinggiran pulau yang menjadi habitat ikan-ikan muara.

Waktu Terbaik untuk Berkunjung

Untuk mendapatkan pengalaman maksimal, waktu terbaik mengunjungi Pulau Burung adalah pada pagi hari antara pukul 08.00 hingga 10.00 WITA atau sore hari mulai pukul 16.00 WITA. Pada sore hari, suhu udara lebih sejuk dan Anda berkesempatan menyaksikan kawanan burung kembali ke sarangnya saat matahari terbenam (sunset), yang menciptakan siluet indah di cakrawala.

Variasi musiman juga perlu diperhatikan. Pada musim hujan, hutan akan terlihat sangat hijau dan segar, namun debit air sungai menuju pulau mungkin lebih tinggi. Sebaliknya, pada musim kemarau, akses lebih mudah meski cuaca bisa menjadi sangat terik. Sangat disarankan untuk memeriksa jadwal pasang surut air laut sebelum berkunjung, karena pemandangan akar mangrove yang terlihat saat air surut memberikan estetika yang berbeda dibandingkan saat air pasang.

Konservasi dan Perlindungan Lingkungan

Pulau Burung bukan sekadar tempat wisata, melainkan kawasan konservasi yang sangat vital bagi keseimbangan ekosistem di Tanah Bumbu. Mangrove di sini berfungsi sebagai benteng alami terhadap intrusi air laut dan pelindung garis pantai dari hantaman gelombang besar.

Upaya pelindungan lingkungan dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Masyarakat Pulau Burung sangat sadar akan pentingnya menjaga kebersihan; pengunjung sangat dilarang membuang sampah sembarangan, terutama sampah plastik yang dapat mengganggu pernapasan akar mangrove. Program penanaman kembali bibit mangrove secara berkala juga sering dilakukan untuk memastikan regenerasi hutan tetap terjaga.

Aksesibilitas dan Fasilitas

Akses menuju Kabupaten Tanah Bumbu dapat ditempuh melalui jalur darat dari Banjarmasin (sekitar 5-6 jam) atau melalui jalur udara melalui Bandara Bersujud di Batulicin. Dari pusat kota Batulicin, Anda hanya perlu menuju dermaga penyeberangan rakyat.

Fasilitas di Wisata Alam Hutan Mangrove Pulau Burung sudah cukup memadai untuk kenyamanan wisatawan, di antaranya:

  • Jembatan Kayu (Boardwalk): Akses utama mengelilingi hutan.
  • Gazebo: Tempat istirahat yang tersebar di beberapa titik strategis.
  • Menara Pandang: Untuk melihat pemandangan dari ketinggian.
  • Warung Makan: Menyediakan makanan dan minuman ringan serta kuliner khas.
  • Toilet Umum: Tersedia di area dekat pintu masuk desa.
  • Perahu Wisata: Tersedia untuk disewa bagi pengunjung yang ingin berkeliling pulau dari sisi perairan.

Wisata Alam Hutan Mangrove Pulau Burung adalah bukti bahwa pariwisata dan konservasi dapat berjalan beriringan. Destinasi ini menawarkan pelarian sempurna dari hiruk-pikuk perkotaan, mengajak setiap pengunjung untuk kembali mencintai alam sambil memahami betapa pentingnya menjaga ekosistem pesisir bagi masa depan bumi. Jika Anda berada di Kalimantan Selatan, meluangkan waktu sejenak di Pulau Burung akan memberikan kesegaran pikiran dan pengalaman spiritualitas alam yang tak terlupakan.

πŸ“‹ Informasi Kunjungan

address
Desa Pulau Burung, Kecamatan Simpang Empat
entrance fee
Rp 20.000 (Termasuk penyeberangan kapal)
opening hours
Setiap hari, 09:00 - 17:00

Tempat Menarik Lainnya di Tanah Bumbu

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Tanah Bumbu

Pelajari lebih lanjut tentang Tanah Bumbu dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Tanah Bumbu