Kandank Jurank Doank
di Tangerang Selatan, Banten
Dipublikasikan: Januari 2025
Tentang
Kandank Jurank Doank: Episentrum Kreativitas dan Pelestarian Budaya di Jantung Tangerang Selatan
Di tengah pesatnya modernisasi dan deru pembangunan gedung bertingkat di wilayah Ciputat, Tangerang Selatan, terdapat sebuah oase hijau yang menjadi tempat persemaian nilai-nilai luhur dan kreativitas tanpa batas. Kandank Jurank Doank (KJD), sebuah pusat kebudayaan dan sekolah alam yang didirikan oleh seniman multitalenta Dik Doank pada tahun 1993, telah tumbuh menjadi simbol perlawanan terhadap kekakuan sistem pendidikan formal sekaligus menjadi benteng pelestarian budaya bagi generasi muda.
#
Filosofi "Kembali ke Alam dan Akar Budaya"
Kandank Jurank Doank bukan sekadar tempat rekreasi, melainkan sebuah manifestasi dari filosofi hidup yang menghargai keterkaitan antara manusia, alam, dan pencipta. Nama "Kandank Jurank" sendiri mencerminkan kerendahhatian—sebuah tempat yang mungkin terlihat marginal namun menyimpan kekayaan spiritual dan intelektual yang mendalam. Sejak awal berdirinya, KJD didedikasikan sebagai ruang publik di mana anak-anak dari berbagai lapisan sosial, terutama mereka yang kurang beruntung, dapat mengecap pendidikan berbasis seni dan budaya secara cuma-cuma.
Struktur bangunan di KJD sangat khas dengan material bambu, kayu, dan batu alam, menciptakan suasana pedesaan yang kental. Arsitektur ini bukan sekadar estetika, melainkan upaya sadar untuk mendekatkan masyarakat perkotaan dengan material lokal dan kearifan tradisional dalam rancang bangun Indonesia.
#
Ragam Aktivitas Seni dan Pertunjukan Tradisional
Sebagai pusat kebudayaan, Kandank Jurank Doank menawarkan spektrum aktivitas yang luas yang mencakup seni rupa, seni musik, dan seni pertunjukan. Salah satu program unggulan yang menjadi ciri khas KJD adalah kelas menggambar dan melukis. Di sini, anak-anak diajarkan untuk mengekspresikan imajinasi mereka tanpa batasan pakem, namun tetap diarahkan untuk mencintai objek-objek lokal dan pemandangan alam Nusantara.
Dalam bidang seni pertunjukan, KJD sering menyelenggarakan latihan dan pementasan teater rakyat. Pertunjukan musik di sini juga sangat unik, sering kali memadukan instrumen modern dengan alat musik tradisional seperti angklung, kendang, dan suling bambu. Dik Doank sebagai tokoh sentral sering memimpin sesi "Jamming Budaya", di mana musik balada bertemu dengan ritme perkusi tradisional, menciptakan harmoni yang merayakan keberagaman budaya Indonesia.
#
Pendidikan Berbasis Karakter dan Workshop Kriya
KJD mengadopsi kurikulum yang disebut "Sekolah Alam". Program edukasi di sini berfokus pada pengembangan karakter melalui interaksi langsung dengan lingkungan. Anak-anak diajak untuk "nyemplung" ke sawah, belajar menanam padi, dan memahami siklus hidup alam. Ini adalah bentuk pengenalan budaya agraris yang mulai luntur di kawasan urban Tangerang Selatan.
Workshop kriya atau kerajinan tangan juga menjadi pilar utama. Pengunjung dapat belajar membuat mainan tradisional dari bahan-bahan bekas atau material alam, seperti membuat "mobil-mobilan" dari kulit jeruk bali atau anyaman bambu sederhana. Kegiatan ini bertujuan untuk mengasah kreativitas sekaligus menanamkan kesadaran ekologis bahwa keindahan dapat diciptakan dari benda-benda di sekitar kita tanpa harus bergantung pada produk industri massal.
#
Festival Budaya dan Event Ikonik
Sepanjang tahun, Kandank Jurank Doank menjadi tuan rumah bagi berbagai festival budaya yang menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara. Salah satu acara yang paling dinanti adalah perayaan hari kemerdekaan Indonesia yang dikemas dalam "Pesta Rakyat KJD". Dalam event ini, berbagai permainan tradisional yang hampir punah seperti egrang, bakiak, dan gasing dilombakan kembali dengan penuh kemeriahan.
Selain itu, KJD sering mengadakan "Malam Sastra dan Puisi" di bawah rimbunnya pepohonan. Acara ini menjadi wadah bagi para seniman lokal, penyair, dan budayawan untuk bertukar pikiran dan menampilkan karya terbaru mereka. Festival-festival ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai ruang dialog lintas generasi untuk memastikan bahwa estafet kebudayaan tetap berjalan.
#
Peran KJD dalam Pelestarian Warisan Budaya
Di era digital, tantangan pelestarian budaya semakin berat. Kandank Jurank Doank mengambil peran sebagai filter dan jembatan. KJD tidak menolak modernitas, namun mereka mengajarkan bagaimana teknologi bisa digunakan untuk mengamplifikasi nilai-nilai tradisional. Melalui konten-konten kreatif dan pendekatan yang santai (edutainment), KJD berhasil membuat budaya tradisional terlihat keren di mata anak muda (Gen Z dan Milenial).
Pelestarian di KJD juga mencakup aspek lingkungan sebagai bagian dari warisan budaya. Praktik pengelolaan sampah mandiri dan konservasi air di area KJD adalah edukasi nyata mengenai "Ethno-ecology"—bagaimana masyarakat tradisional Indonesia dahulu sangat menghormati alam melalui kearifan lokal.
#
Dampak Terhadap Pengembangan Budaya Lokal Tangerang Selatan
Berdirinya Kandank Jurank Doank telah memicu tumbuhnya komunitas-komunitas kreatif serupa di wilayah Banten. KJD berfungsi sebagai mentor bagi inisiatif lokal dalam mengelola ruang publik berbasis budaya. Keberadaannya telah mengubah citra Tangerang Selatan yang semula hanya dianggap sebagai kota satelit penyangga Jakarta, menjadi wilayah yang memiliki identitas budaya yang kuat dan mandiri.
Secara ekonomi, KJD juga memberdayakan masyarakat sekitar. Banyak warga lokal yang dilibatkan dalam operasional harian, pengelolaan kantin yang menyajikan kuliner tradisional, hingga menjadi instruktur dalam workshop-workshop tertentu. Ini menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang berakar pada kekuatan komunitas.
#
Keunikan Program "Outbound Budaya"
Berbeda dengan tempat outbound komersial lainnya, program outbound di Kandank Jurank Doank selalu disisipi dengan elemen budaya. Misalnya, tantangan fisik yang harus diselesaikan dengan kerja sama tim ala "Gotong Royong", atau sesi refleksi diri yang menggunakan media dongeng rakyat. Dongeng-dongeng nusantara diceritakan kembali dengan gaya yang komunikatif, menanamkan nilai moral dan etika ketimuran kepada para peserta.
Fasilitas seperti panggung terbuka (amfiteater) menghadap ke arah lembah kecil memberikan pengalaman menonton pertunjukan yang sangat organik. Suara gesekan bambu dan aliran air sungai di sekitar area menjadi latar suara alami yang menambah kekhusyukan setiap penampilan seni.
#
Penutup: Harapan bagi Masa Depan Budaya Indonesia
Kandank Jurank Doank adalah bukti nyata bahwa dedikasi seorang individu yang didukung oleh komunitas dapat menciptakan perubahan besar dalam lanskap budaya sebuah daerah. Tempat ini mengajarkan kita bahwa menjaga budaya bukan berarti terpaku pada masa lalu, melainkan membawa nilai-nilai masa lalu tersebut untuk mewarnai masa kini dan membentuk masa depan.
Bagi siapa pun yang berkunjung ke Kandank Jurank Doank, mereka tidak hanya akan membawa pulang kenangan visual yang indah, tetapi juga benih kesadaran tentang pentingnya menjaga jati diri bangsa di tengah arus globalisasi yang kencang. Sebagai pusat kebudayaan di Tangerang Selatan, KJD akan terus menjadi cahaya bagi mereka yang rindu akan ketulusan ekspresi seni dan kehangatan interaksi antarmanusia yang berlandaskan pada akar budaya Nusantara.
📋 Informasi Kunjungan
Tempat Menarik Lainnya di Tangerang Selatan
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiJelajahi Tangerang Selatan
Pelajari lebih lanjut tentang Tangerang Selatan dan tempat-tempat menarik lainnya.
Lihat Profil Tangerang Selatan