Tanggamus

Rare
Lampung
Luas
2.915,63 km²
Posisi
barat
Jumlah Tetangga
6 wilayah
Pesisir
Tidak

Dipublikasikan: Januari 2025

History

#

Sejarah dan Perkembangan Kabupaten Tanggamus, Lampung

Asal-Usul dan Masa Kolonial

Nama Tanggamus diambil dari Gunung Tanggamus yang berdiri megah di jantung wilayah ini. Secara historis, wilayah ini merupakan bagian penting dari Keresidenan Lampung pada masa Hindia Belanda. Pada abad ke-19, wilayah ini dikenal sebagai bagian dari Onderafdeling Semaka yang berpusat di Kota Agung. Kawasan Teluk Semaka menjadi titik strategis bagi kolonial Belanda untuk mengontrol jalur perdagangan lada, yang merupakan komoditas emas dari Lampung Barat dan sekitarnya.

Pada masa kepemimpinan kolonial, sistem pemerintahan lokal melibatkan para pemimpin adat yang dikenal sebagai Penyimbang. Masyarakat Tanggamus secara tradisional terbagi dalam dua kelompok adat besar (Saimenyak), yaitu Saibatin dan Pepadun, meskipun pengaruh Saibatin sangat dominan di wilayah pesisir dan pegunungan. Hubungan antara otoritas kolonial dan struktur adat ini menciptakan dinamika sosial yang kompleks, di mana pelabuhan Kota Agung berfungsi sebagai gerbang utama distribusi logistik di bagian barat Lampung.

Perjuangan Kemerdekaan dan Era Transisi

Selama masa revolusi fisik (1945-1949), Tanggamus menjadi basis pertahanan pejuang kemerdekaan di wilayah Lampung Selatan (sebelum pemekaran). Topografi yang berbukit dan hutan yang lebat di lereng Gunung Tanggamus memberikan keuntungan gerilya bagi para pejuang lokal untuk menghadang agresi militer Belanda yang mencoba masuk dari arah pesisir. Tokoh-tokoh lokal bersama masyarakat bahu-membahu dalam mempertahankan kedaulatan di wilayah Semaka.

Setelah kemerdekaan, Tanggamus secara administratif merupakan bagian dari Kabupaten Lampung Selatan. Namun, seiring dengan meningkatnya populasi dan kebutuhan akan percepatan pembangunan di wilayah barat, aspirasi untuk membentuk daerah otonom sendiri mulai menguat. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1997, Kabupaten Tanggamus resmi berdiri pada tanggal 21 Maret 1997. Pelantikan Achmad Syahputra sebagai Penjabat Bupati pertama menandai babak baru pemerintahan mandiri di wilayah seluas 2.915,63 km² ini.

Warisan Budaya dan Situs Bersejarah

Tanggamus memiliki kekayaan budaya yang unik, salah satunya adalah tradisi Nyambai, sebuah tarian adat yang dilakukan dalam upacara pernikahan atau penyambutan tamu agung. Selain itu, terdapat tradisi lisan Pepadun yang masih terjaga. Salah satu situs sejarah yang menonjol adalah prasasti dan peninggalan megalitik di beberapa titik di sekitar kaki Gunung Tanggamus, yang menunjukkan bahwa wilayah ini telah dihuni sejak zaman prasejarah. Keberadaan Bendungan Batutegi, meskipun merupakan proyek modern, kini menjadi monumen pembangunan yang penting sekaligus saksi bisu transformasi ekosistem dan ekonomi di wilayah ini.

Pembangunan Modern dan Konektivitas Kawasan

Berbatasan langsung dengan enam wilayah—Lampung Barat, Pringsewu, Pesawaran, Lampung Tengah, serta berbatasan laut dengan Samudra Hindia di sisi selatan—Tanggamus kini berkembang menjadi pusat agribisnis dan energi. Pengembangan Kawasan Industri Tanggamus (KIT) dan eksplorasi panas bumi (geotermal) di Ulu Belu menjadi pilar ekonomi modern yang menghubungkan sejarah agraris masa lalu dengan industrialisasi masa depan. Meskipun tidak lagi terisolasi, Tanggamus tetap mempertahankan identitasnya sebagai "Bumi Begawi Jejama," yang mencerminkan semangat gotong royong masyarakatnya dalam memajukan daerah di gerbang barat Provinsi Lampung.

Geography

#

Profil Geografis Kabupaten Tanggamus, Lampung

Kabupaten Tanggamus merupakan salah satu wilayah administratif di Provinsi Lampung yang memiliki karakteristik bentang alam sangat kontras dan unik. Terletak di bagian barat provinsi, kabupaten ini mencakup luas wilayah sekitar 2.915,63 km². Secara administratif, Tanggamus berbatasan langsung dengan enam wilayah di sekelilingnya, yaitu Kabupaten Lampung Barat, Pesisir Barat, Lampung Tengah, Pringsewu, Pesawaran, serta berbatasan langsung dengan perairan Teluk Semaka di sisi selatan. Meskipun memiliki garis pantai yang panjang di Teluk Semaka, inti daratan wilayah ini didominasi oleh topografi pegunungan yang menjulang tinggi.

##

Topografi dan Bentang Alam

Karakteristik utama Tanggamus adalah reliefnya yang sangat variatif, mulai dari dataran rendah pesisir hingga pegunungan tinggi yang merupakan bagian dari rangkaian Bukit Barisan Selatan. Di wilayah ini berdiri tegak Gunung Tanggamus yang menjadi ikon daerah dengan ketinggian mencapai 2.102 meter di atas permukaan laut. Keberadaan gunung ini menciptakan lembah-lembah subur di sekitarnya, seperti Lembah Semaka yang menjadi pusat aktivitas pertanian. Selain itu, terdapat patahan besar Semaka yang membentuk morfologi lembah sempit dan dalam, memberikan pemandangan geologis yang dramatis namun juga rawan terhadap aktivitas tektonik.

##

Hidrologi dan Sumber Daya Air

Sistem hidrologi Tanggamus didominasi oleh keberadaan Way Semaka, sungai besar yang mengalir membelah lembah dan bermuara di Teluk Semaka. Sungai-sungai di wilayah ini berperan vital sebagai sumber irigasi bagi lahan pertanian luas. Selain sungai, daya tarik geografis yang langka adalah keberadaan Bendungan Batutegi, salah satu bendungan terbesar di Asia Tenggara yang berfungsi sebagai pengatur air, pembangkit listrik, dan sarana konservasi.

##

Iklim dan Variasi Musiman

Tanggamus memiliki iklim tropis basah dengan curah hujan yang cukup tinggi, terutama karena pengaruh topografi pegunungan yang memicu hujan orografis. Suhu udara di wilayah pesisir relatif panas, namun berubah menjadi sejuk hingga dingin di area lereng Gunung Tanggamus dan wilayah Gisting. Pola musim terdiri dari musim kemarau dan penghujan yang sangat memengaruhi siklus tanam komoditas unggulan daerah.

##

Sumber Daya Alam dan Biodiversitas

Kekayaan alam Tanggamus terbagi dalam sektor kehutanan dan pertanian. Sebagian wilayahnya masuk dalam kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) yang merupakan zona ekologi penting bagi fauna langka seperti Harimau Sumatera, Gajah Sumatera, dan Badak Sumatera. Dalam sektor agraris, tanah vulkanik yang subur menjadikan kabupaten ini penghasil kopi, lada, dan cengkeh berkualitas tinggi. Secara geologis, wilayah ini juga menyimpan potensi energi panas bumi (geotermal) yang besar di sekitar kawasan Ulu Belu, yang kini telah dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan. Karakteristik geografis yang kompleks ini menjadikan Tanggamus sebagai salah satu pilar ekologi dan ekonomi terpenting di ujung barat Pulau Sumatera.

Culture

#

Pesona Kebudayaan Tanggamus: Jejak Peradaban di Lampung Barat

Kabupaten Tanggamus, yang terletak di bagian barat Provinsi Lampung, merupakan wilayah seluas 2915,63 km² yang menyimpan kekayaan budaya tak ternilai. Meski berbatasan dengan enam wilayah administratif lainnya, Tanggamus memiliki identitas kultural yang sangat spesifik, terutama karena pengaruh kuat masyarakat adat Lampung Saibatin yang mendiami pesisir Teluk Semaka hingga pegunungan di pedalaman.

##

Tradisi dan Adat Istiadat Saibatin

Masyarakat Tanggamus mayoritas memegang teguh adat *Saibatin*, yang memiliki struktur aristokratis yang jelas. Salah satu tradisi yang paling sakral adalah Pepadun/Sakai Sambayan, namun dalam konteks Tanggamus, nilai *Piil Pesenggiri* menjadi landasan moral utama. Keunikan tradisi di sini terlihat pada upacara Nayuh, sebuah pesta adat besar untuk merayakan pernikahan atau khitanan yang melibatkan seluruh penyimbang (pemuka adat). Dalam prosesi ini, gelar adat atau Adok diberikan kepada seseorang sebagai simbol status sosial dan tanggung jawab baru dalam komunitas.

##

Kesenian, Tari, dan Musik Tradisional

Seni pertunjukan di Tanggamus sangat dipengaruhi oleh lingkungan alamnya. Tari Kipas Serumpun dan Tari Sembah Pengunten menjadi sajian utama dalam penyambutan tamu agung. Yang paling langka adalah Seni Pencak Silat Lampung yang sering dipadukan dengan iringan Talo Balak (set gong besar). Alunan musik tradisional di Tanggamus didominasi oleh instrumen perkusi kayu dan logam yang menciptakan ritme cepat namun harmonis, mencerminkan semangat masyarakatnya yang tangguh.

##

Kuliner Khas dan Cita Rasa Lokal

Kuliner Tanggamus menawarkan kedalaman rasa yang unik. Salah satu hidangan yang wajib disebut adalah Seruit, olahan ikan bakar yang dinikmati dengan sambal terasi, tempoyak (durian fermentasi), dan berbagai lalapan segar. Selain itu, terdapat Otak-otak Tanggamus yang memiliki tekstur lebih kenyal dan aroma daun pisang yang kuat. Untuk kudapan, Kue Tat menjadi simbol penghormatan yang sering disajikan dalam upacara adat dan hari raya keagamaan.

##

Bahasa dan Dialek

Masyarakat Tanggamus menggunakan Bahasa Lampung Dialek A (Api). Dialek ini memiliki ciri khas vokal yang tegas dan intonasi yang berayun. Terdapat ekspresi lokal yang unik seperti penggunaan partikel "kh" yang kental, yang membedakannya dengan dialek di wilayah Lampung Tengah atau Timur. Penggunaan aksara Had Lampung juga masih dipelihara dalam dokumen-dokumen adat dan dekorasi resmi pemerintahan.

##

Tekstil dan Pakaian Adat

Kain Tapis adalah mahakarya tekstil dari wilayah ini. Di Tanggamus, motif Tapis cenderung merepresentasikan flora dan fauna laut serta pegunungan, mengingat topografinya yang puncaknya berujung di Gunung Tanggamus. Penggunaan Siger (mahkota pengantin wanita) di Tanggamus memiliki lekukan berjumlah tujuh atau sembilan yang masing-masing melambangkan silsilah kepemimpinan adat.

##

Praktik Keagamaan dan Festival Budaya

Kehidupan beragama di Tanggamus sangat harmonis, di mana nilai-nilai Islami berakulturasi dengan tradisi lokal. Festival tahunan yang paling dinanti adalah Festival Teluk Semaka. Festival ini bukan sekadar perayaan pariwisata, melainkan panggung bagi ritual Larung Sesaji dan perlombaan perahu tradisional, yang menegaskan hubungan erat masyarakat dengan perairan Teluk Semaka meskipun secara administratif wilayah ini memiliki keragaman topografi yang luas. Melalui pelestarian tradisi ini, Tanggamus tetap menjaga eksistensinya sebagai permata budaya di ujung barat Lampung.

Tourism

Menjelajahi Pesona Tanggamus: Permata Tersembunyi di Lampung Barat

Kabupaten Tanggamus, yang terletak di bagian barat Provinsi Lampung, merupakan destinasi wisata yang menawarkan kombinasi langka antara pegunungan yang megah dan garis pantai yang dramatis. Dengan luas wilayah mencapai 2.915,63 km², kabupaten ini berbatasan langsung dengan enam wilayah administratif, menjadikannya titik temu budaya dan alam yang kaya di ujung selatan Pulau Sumatera.

#

Keajaiban Alam: Dari Puncak Hingga Kedalaman Laut

Tanggamus memiliki ikon wisata yang mendunia, yaitu Teluk Kiluan. Tempat ini merupakan habitat alami lumba-lumba hidung botol dan lumba-lumba paruh panjang yang dapat dilihat langsung dari perahu cadik tradisional. Selain laut, Tanggamus dianugerahi Gunung Tanggamus yang berdiri gagah sebagai surga bagi para pendaki yang mencari hutan lumut yang eksotis. Bagi pecinta air tawar, Air Terjun Way Lalaan dan Lembah Pelangi menawarkan kesegaran air pegunungan dengan formasi batuan yang unik. Jangan lewatkan pula fenomena langka Gigi Hiu di Pegadungan, sebuah pantai dengan gugusan karang tajam yang menjulang seperti deretan gigi predator, menciptakan lanskap yang luar biasa untuk fotografi.

#

Warisan Budaya dan Situs Bersejarah

Secara kultural, Tanggamus adalah rumah bagi masyarakat adat Lampung Saibatin. Pengunjung dapat melihat rumah adat Nuwou Balak yang mencerminkan arsitektur tradisional Lampung. Di beberapa sudut kabupaten, sisa-sisa peninggalan masa lalu dan situs lokal memberikan gambaran tentang sejarah panjang wilayah ini sebagai bagian penting dari jalur penyebaran budaya di Lampung.

#

Petualangan dan Pengalaman Luar Ruang

Bagi jiwa petualang, berenang di Danau Hijau Ulu Belu memberikan sensasi yang berbeda karena gradasi warna airnya yang unik akibat kandungan mineral alami. Selain itu, kawasan Ulu Belu juga menawarkan wisata geothermal (panas bumi) di mana pengunjung dapat menikmati kepulan uap air dari perut bumi yang berpadu dengan sejuknya udara perbukitan.

#

Kuliner dan Keramahtamahan Lokal

Perjalanan ke Tanggamus tidak lengkap tanpa mencicipi Seruit, makanan khas Lampung berupa ikan bakar yang dinikmati dengan sambal terasi, tempoyak (durian fermentasi), dan lalapan segar. Cobalah juga kopi robusta khas Tanggamus yang memiliki cita rasa kuat dan aroma yang khas. Masyarakat setempat dikenal dengan filosofi Piil Pesenggiri, yang menjunjung tinggi kehormatan dan keramahtamahan, memastikan setiap wisatawan merasa disambut layaknya keluarga.

#

Akomodasi dan Waktu Terbaik Berkunjung

Akomodasi di Tanggamus bervariasi dari *homestay* apung di Teluk Kiluan hingga penginapan nyaman di pusat kota Kota Agung. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pada musim kemarau antara Mei hingga September, saat ombak cukup tenang untuk melihat lumba-lumba dan jalur pendakian gunung tidak licin, memberikan pengalaman wisata yang maksimal di jantung Lampung Barat.

Economy

#

Profil Ekonomi Kabupaten Tanggamus: Kekuatan Agraria dan Potensi Energi Terbarukan

Kabupaten Tanggamus, yang terletak di bagian barat Provinsi Lampung, merupakan wilayah strategis dengan luas mencapai 2.915,63 km². Meskipun secara geografis berbatasan langsung dengan Teluk Semaka di sisi selatan, karakteristik intinya didominasi oleh bentang alam pegunungan dan dataran tinggi yang menjadikannya sebagai lumbung komoditas unggulan di Pulau Sumatera. Berbatasan dengan enam wilayah administratif—termasuk Lampung Barat, Pringsewu, dan Pesisir Barat—Tanggamus berfungsi sebagai simpul ekonomi penting yang menghubungkan wilayah pedalaman dengan jalur distribusi pesisir.

##

Sektor Pertanian dan Perkebunan Unggulan

Sektor pertanian merupakan tulang punggung ekonomi Tanggamus, menyumbang porsi terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Kabupaten ini dikenal secara nasional sebagai produsen utama kopi robusta dan lada. Selain itu, hilirisasi produk hortikultura seperti pisang mas menjadi fenomena ekonomi unik; melalui kemitraan strategis dengan perusahaan besar (seperti PT Great Giant Pineapple), petani lokal berhasil menembus pasar ekspor ke China dan Timur Tengah. Keberadaan komoditas kakao dan kelapa di dataran rendah juga memperkuat struktur pendapatan masyarakat perdesaan.

##

Industri Strategis dan Energi

Salah satu aspek langka yang membedakan ekonomi Tanggamus adalah pemanfaatan energi panas bumi (geotermal). Kehadiran Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulubelu oleh Pertamina Geothermal Energy menjadikannya sebagai pusat energi hijau di Lampung, yang memberikan kontribusi signifikan melalui Dana Bagi Hasil (DBH) bagi pembangunan daerah. Di sektor industri pengolahan, terdapat aktivitas galangan kapal dan industri pengolahan pakan ternak di kawasan sekitar pesisir Teluk Semaka yang menyerap ribuan tenaga kerja lokal.

##

Ekonomi Maritim dan Pariwisata

Walaupun wilayah utaranya didominasi daratan, ekonomi maritim di pesisir selatan tetap krusial. Teluk Semaka menjadi pusat perikanan tangkap dan budidaya laut (seperti kerapu dan udang). Sektor ini bersinergi dengan pariwisata bahari, di mana destinasi seperti Teluk Kiluan dengan atraksi lumba-lumba liar dan Gigi Hiu menjadi penggerak ekonomi kreatif melalui penyediaan jasa homestay, pemandu wisata, dan transportasi air.

##

Kerajinan Tradisional dan Infrastruktur

Produk lokal yang menjadi kebanggaan adalah Kain Tapis dengan motif khas Tanggamus yang dipadukan dengan anyaman bambu dari pengrajin lokal. Upaya penguatan ekonomi juga didukung oleh perbaikan infrastruktur Jalan Lintas Barat (Jalinbar) Sumatera yang mempermudah konektivitas logistik menuju Pelabuhan Panjang. Transformasi digital dalam pemasaran UMKM kini mulai menggeser tren lapangan kerja dari sektor informal tradisional menuju kewirausahaan berbasis teknologi, guna memastikan ekonomi Tanggamus tetap kompetitif di era modern.

Demographics

#

Profil Demografis Kabupaten Tanggamus, Lampung

Kabupaten Tanggamus, yang terletak di posisi kardinal barat Provinsi Lampung, memiliki karakteristik demografis yang unik sebagai wilayah non-pesisir dengan luas daratan mencapai 2.915,63 km². Meskipun memiliki garis pantai di Teluk Semaka, konsentrasi kependudukannya secara administratif dan geografis sangat dipengaruhi oleh lanskap pegunungan, terutama keberadaan Gunung Tanggamus yang menjadi ikon wilayah ini.

Struktur Populasi dan Kepadatan

Berdasarkan data terkini, jumlah penduduk Tanggamus telah melampaui angka 640.000 jiwa. Dengan luas wilayah yang ada, kepadatan penduduk rata-rata berkisar di angka 220 jiwa per km². Namun, distribusi ini tidak merata; konsentrasi tertinggi ditemukan di koridor timur dan tengah yang berbatasan dengan Kabupaten Pringsewu dan Pesawaran, sementara wilayah barat yang berbatasan dengan Lampung Barat memiliki kepadatan yang lebih rendah akibat topografi hutan lindung.

Komposisi Etnis dan Keragaman Budaya

Tanggamus menampilkan fenomena "Rarity" dalam hal integrasi budaya. Sebagai daerah tujuan transmigrasi historis, komposisi etnis di sini merupakan perpaduan harmonis antara masyarakat adat Lampung Saibatin dengan suku pendatang seperti Jawa, Sunda, dan Bali. Keunikan demografis ini terlihat dari penggunaan dialek Lampung Api yang tetap eksis berdampingan dengan bahasa Jawa banyumasan di wilayah perdesaan, menciptakan struktur sosial multidimensi yang jarang ditemukan di wilayah barat Lampung lainnya.

Piramida Penduduk dan Usia

Struktur kependudukan Tanggamus berbentuk ekspansif, dicirikan oleh persentase penduduk usia muda (0-19 tahun) yang besar. Kelompok usia produktif (15-64 tahun) mendominasi lebih dari 65% populasi, memberikan potensi bonus demografi bagi sektor pertanian dan perkebunan kopi yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal.

Pendidikan dan Literasi

Tingkat melek huruf di Tanggamus telah mencapai angka di atas 96%. Meskipun demikian, jenjang pendidikan didominasi oleh lulusan pendidikan menengah. Pemerintah daerah terus berupaya menekan angka putus sekolah di wilayah terpencil melalui program pendidikan inklusif guna meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Dinamika Urbanisasi dan Migrasi

Urbanisasi di Tanggamus tidak terpusat pada satu titik, melainkan menyebar di pusat-pusat pertumbuhan seperti Kota Agung, Talang Padang, dan Gisting. Gisting menonjol sebagai wilayah urban dataran tinggi dengan pola migrasi masuk yang tinggi karena faktor iklim dan ekonomi perdagangan. Sebaliknya, pola migrasi keluar (merantau) banyak dilakukan oleh kelompok usia muda menuju Bandar Lampung atau Jakarta untuk menempuh pendidikan tinggi atau bekerja di sektor industri. Dengan enam wilayah tetangga yang berbatasan langsung, mobilitas lintas batas harian menjadi ciri khas dinamika kependudukan di perbatasan timur kabupaten ini.

💡 Fakta Unik

  • 1.Wilayah ini merupakan lokasi penempatan pertama program transmigrasi pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1905, yang awalnya dikenal dengan nama kolonisasi Gedong Tataan.
  • 2.Tradisi kain tenun ikat yang sangat langka dan khas bernama Tenun Tapis Inuh berasal dari daerah ini, menampilkan motif kapal dan makhluk laut meskipun wilayahnya tidak berbatasan dengan laut.
  • 3.Sebagian besar wilayahnya merupakan daerah penyangga bagi Taman Nasional Bukit Barisan Selatan dan menjadi habitat penting bagi flora endemik serta satwa yang dilindungi.
  • 4.Kabupaten ini merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Lampung Selatan pada tahun 2007 dan memiliki pusat pemerintahan yang terletak di Kecamatan Gedong Tataan.

Destinasi di Tanggamus

Semua Destinasi

Tempat Lainnya di Lampung

Lokasi Serupa

Panduan Perjalanan Terkait

Memuat panduan terkait...

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Uji Pengetahuanmu!

Apakah kamu bisa menebak Tanggamus dari siluet petanya?