Barito Selatan
CommonDipublikasikan: Januari 2025
History
#
Sejarah dan Perkembangan Barito Selatan: Gerbang Sungai Barito
Asal-Usul dan Masa Kerajaan
Barito Selatan, yang beribu kota di Buntok, memiliki akar sejarah yang erat dengan peradaban sungai di Kalimantan Tengah. Secara historis, wilayah ini dihuni oleh suku Dayak Maanyan dan Dayak Ngaju yang mendiami sepanjang aliran Sungai Barito. Sebelum kedatangan bangsa Eropa, wilayah ini berada di bawah pengaruh Kesultanan Banjar. Nama "Barito" sendiri merujuk pada sungai besar yang menjadi urat nadi transportasi dan perdagangan. Pada masa ini, sistem pemerintahan lokal dipimpin oleh kepala adat yang mengatur tata kelola hutan dan sungai berdasarkan hukum adat Dayak yang kuat.
Masa Kolonial Hindia Belanda
Kehadiran Belanda di Barito Selatan dimulai melalui perjanjian antara VOC dengan Kesultanan Banjar pada abad ke-17 dan ke-18. Ketertarikan kolonial terutama pada potensi sumber daya alam dan jalur perdagangan sungai. Pada abad ke-19, wilayah ini menjadi saksi perlawanan rakyat dalam rangkaian Perang Banjar-Barito (1859-1905). Tokoh-tokoh pejuang lokal seperti Panglima Batur dan Tumenggung Surapati memiliki keterikatan perjuangan yang meluas hingga ke wilayah Barito Selatan, menentang monopoli perdagangan dan pajak kolonial yang memberatkan. Belanda kemudian membentuk Onderafdeeling Barito untuk mempermudah kontrol administratif.
Era Kemerdekaan dan Pembentukan Wilayah
Pasca proklamasi kemerdekaan Indonesia tahun 1945, Barito Selatan menjadi bagian integral dari perjuangan mempertahankan kedaulatan di Kalimantan. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1959, Kabupaten Barito Selatan secara resmi dibentuk pada 21 September 1959. Tokoh penting seperti G.M.S. Imbar tercatat dalam sejarah awal kepemimpinan daerah ini. Awalnya, wilayah ini jauh lebih luas sebelum mengalami pemekaran yang melahirkan Kabupaten Barito Timur pada tahun 2002. Dengan luas wilayah 6.398,61 km², Barito Selatan memegang posisi strategis sebagai poros tengah yang menghubungkan Kalimantan Tengah dengan Kalimantan Selatan.
Warisan Budaya dan Tradisi
Kekayaan sejarah Barito Selatan tercermin dalam tradisi lisan dan upacara adatnya. Salah satu yang paling menonjol adalah ritual Wahas, yaitu upacara syukur atas hasil panen bagi masyarakat Dayak Maanyan. Selain itu, tradisi Wara (upacara kematian) menunjukkan kedalaman spiritualitas masyarakat setempat. Kerajinan anyaman rotan dan tradisi "Manugal" (menanam padi gunung) tetap dilestarikan hingga kini sebagai jati diri agraris daerah ini. Secara arkeologis, terdapat situs-situs makam kuno dan peninggalan rumah betang yang menjadi bukti arsitektur tradisional masa lalu.
Pembangunan Modern dan Konektivitas
Sebagai wilayah yang memiliki karakteristik pesisir sungai, Barito Selatan berkembang dari ketergantungan pada transportasi air menuju integrasi jalur darat. Pembangunan Jembatan Kalahien menjadi tonggak sejarah modern yang memecah isolasi geografis, menghubungkan Buntok dengan Palangka Raya secara lebih efisien. Meskipun kini bertransformasi menjadi pusat perdagangan dan jasa di wilayah tengah Kalimantan, Barito Selatan tetap mempertahankan identitasnya sebagai "Bumi Dahani Dahanai Tuntung Tulus", yang mencerminkan semangat persatuan dan kedamaian dalam bekerja demi kesejahteraan bersama.
Geography
#
Profil Geografis Kabupaten Barito Selatan
Kabupaten Barito Selatan merupakan salah satu wilayah strategis yang terletak tepat di jantung atau bagian tengah Provinsi Kalimantan Tengah. Membentang di atas area seluas 6.398,61 km², kabupaten ini memiliki karakteristik geografis yang unik karena memadukan ekosistem air tawar pedalaman dengan garis pantai yang bersentuhan langsung dengan Laut Indonesia di sisi selatan, menjadikannya gerbang ekologi yang krusial bagi provinsi ini.
##
Topografi dan bentang Alam
Secara topografis, Barito Selatan didominasi oleh dataran rendah dan kawasan rawa tergolong wetlands yang luas. Wilayah ini berada pada koordinat antara 1°20’ Lintang Selatan hingga 2°35’ Lintang Selatan. Fitur geografis paling mencolok adalah aliran Sungai Barito yang membelah wilayah ini, menjadi urat nadi transportasi dan ekonomi. Selain sungai utama, terdapat banyak anak sungai dan danau-danau tapal kuda (oxbow lakes) yang terbentuk secara alami, menciptakan lembah-lembah sungai yang subur. Meski didominasi dataran rendah dengan ketinggian rata-rata 10-50 meter di atas permukaan laut, di bagian utara terdapat perbukitan bergelombang yang menjadi batas alam dengan wilayah tetangga.
##
Batas Wilayah dan Konektivitas
Barito Selatan memiliki posisi geopolitik yang penting dengan berbatasan langsung dengan tujuh wilayah administratif. Di sebelah utara berbatasan dengan Barito Utara, sebelah timur dengan Barito Timur dan Provinsi Kalimantan Selatan, sebelah selatan dengan Kabupaten Kapuas dan Laut Indonesia, serta sebelah barat dengan Kabupaten Pulang Pisau. Kedekatan dengan tujuh tetangga ini menjadikan Barito Selatan sebagai titik temu perdagangan antarwilayah di Kalimantan Tengah.
##
Iklim dan Pola Cuaca
Wilayah ini memiliki iklim tropis basah dengan curah hujan yang tinggi sepanjang tahun. Suhu udara rata-rata berkisar antara 24°C hingga 34°C dengan tingkat kelembapan yang sangat tinggi. Musim hujan biasanya terjadi antara Oktober hingga April, di mana luapan Sungai Barito sering kali membentuk genangan musiman yang menyuburkan lahan pertanian di sekitarnya. Sebaliknya, pada musim kemarau, penurunan debit air sungai mengungkap hamparan pasir sungai yang luas di sepanjang tepian aliran Barito.
##
Sumber Daya Alam dan Biodiversitas
Kekayaan alam Barito Selatan bertumpu pada sektor kehutanan dan pertambangan. Hutan hujan tropis di wilayah ini menyimpan cadangan kayu yang melimpah serta hasil hutan non-kayu seperti rotan. Di perut buminya, terdapat deposit batubara dan cadangan bijih besi yang signifikan. Dalam sektor pertanian, lahan rawa pasang surut dimanfaatkan secara optimal untuk penanaman padi dan perkebunan kelapa sawit serta karet.
Secara ekologis, Barito Selatan adalah rumah bagi biodiversitas lahan basah yang kaya. Kawasan hutan rawa gambutnya menjadi habitat bagi spesies ikonik seperti orangutan Kalimantan dan bekantan. Ekosistem perairannya juga menjadi tempat berkembang biak ikan air tawar endemik, termasuk ikan betutu dan arwana, yang bergantung pada kelestarian sistem sungai dan danau di wilayah tengah Kalimantan ini.
Culture
#
Kekayaan Budaya Barito Selatan: Jantung Tradisi di Aliran Sungai Barito
Kabupaten Barito Selatan, yang beribu kota di Buntok, merupakan wilayah strategis di Kalimantan Tengah yang memadukan ekosistem sungai dan daratan seluas 6.398,61 km². Dikenal dengan julukan "Dahani Dahanai Tuntung Tulus", kawasan ini menjadi titik temu budaya Dayak yang kental, khususnya sub-suku Dayak Ngaju dan Dayak Maanyan, yang hidup berdampingan di sepanjang tepian sungai besar Barito.
##
Tradisi dan Upacara Adat
Salah satu pilar budaya Barito Selatan adalah upacara Wara. Ini merupakan ritual kematian masyarakat Dayak Maanyan yang bertujuan mengantarkan roh leluhur menuju *Nayu Senyang* (surga). Berbeda dengan Tiwah pada Dayak Ngaju, Wara memiliki kekhasan dalam struktur pelaksanaannya yang melibatkan pembacaan mantra-mantra kuno yang disebut *Panyampur*. Selain itu, terdapat tradisi Balian, sebuah ritual penyembuhan mistis yang menggunakan mediator roh. Dalam aspek sosial, masyarakat masih memegang teguh Huma Betang, filosofi hidup kebersamaan dalam satu rumah panjang yang mengajarkan toleransi mutlak antarumat beragama.
##
Kesenian: Tari dan Musik
Seni pertunjukan di Barito Selatan sangat dinamis. Tari Giring-Giring adalah ikon yang merepresentasikan kegembiraan, ditandai dengan hentakan tongkat bambu berisi biji giring-giring yang menghasilkan suara ritmis. Ada pula Tari Wira Pahlawan yang menggambarkan ketangkasan prajurit Dayak dalam menjaga wilayah. Musik tradisional didominasi oleh dentuman Garantung (gong khas Dayak) dan petikan Kecapi Kalimantan. Keunikan vokal dapat ditemukan dalam Karungut, sebuah seni sastra lisan berupa pantun yang dilagukan untuk menyampaikan pesan moral atau sejarah lokal.
##
Kuliner dan Gastronomi Lokal
Kekayaan sungai Barito memberikan pengaruh besar pada kuliner lokal. Hidangan yang paling dicari adalah Wadi, yakni proses fermentasi ikan (biasanya ikan patin atau papuyu) menggunakan garam dan *samu* (kerak nasi/sangrai beras). Rasanya yang asam-asin memberikan sensasi unik. Selain itu, terdapat Kandas Sarai, sejenis sambal serai khas Dayak yang dicampur dengan suwiran ikan bakar, memberikan aroma aromatik yang tajam. Masyarakat juga gemar mengonsumsi umbut rotan yang dimasak menjadi sayur gurih.
##
Bahasa dan Busana Tradisional
Masyarakat menggunakan bahasa Dayak Maanyan dan Dayak Ngaju sebagai dialek utama, dengan serapan bahasa Banjar karena posisi geografisnya yang bertetangga dengan Kalimantan Selatan. Dalam hal sandang, Serat Nanas dan Serat Doho pernah menjadi bahan utama tekstil kuno, namun kini masyarakat lebih sering mengenakan batik khas Barito Selatan dengan motif Anggrek Hitam dan Batang Garing. Pakaian adat pria biasanya dilengkapi dengan Sapei Sapaq dan penutup kepala yang dihiasi bulu burung Enggang, sementara wanita mengenakan rok pendek berhias manik-manik (Ta'a).
##
Festival dan Keagamaan
Kehidupan religius di Barito Selatan sangat plural, di mana Islam, Kristen, dan Kaharingan (kepercayaan asli Dayak) hidup harmonis. Festival tahunan yang paling meriah adalah perayaan HUT Kabupaten yang biasanya menampilkan lomba perahu naga di Sungai Barito serta pameran kerajinan rotan dari Desa Mengkatip. Kerajinan anyaman rotan Barito Selatan, seperti Lanjung dan Tikar Lampit, telah dikenal karena ketahanan dan detail motifnya yang rumit, mencerminkan ketekunan masyarakat dalam mengolah kekayaan alam sekitarnya.
Tourism
#
Menjelajahi Pesona Barito Selatan: Jantung Eksotis Kalimantan Tengah
Kabupaten Barito Selatan, yang dikenal dengan semboyan "Dahani Dahanai Tuntung Tulus", merupakan permata tersembunyi di tengah Provinsi Kalimantan Tengah. Dengan luas wilayah mencapai 6.398,61 km², daerah ini menawarkan perpaduan unik antara ekosistem sungai yang megah, rawa gambut yang misterius, dan keramahan budaya Dayak yang autentik. Berbatasan dengan tujuh wilayah tetangga, Barito Selatan menjadi titik temu strategis yang kaya akan biodiversitas dan warisan leluhur.
##
Keajaiban Alam dan Ekosistem Perairan
Daya tarik utama Barito Selatan terletak pada perairannya. Meskipun tidak berbatasan langsung dengan laut lepas, kabupaten ini memiliki karakteristik pesisir sungai dan danau yang sangat kuat. Danau Sadar di Buntok merupakan ikon wisata yang menawarkan pemandangan matahari terbenam yang memukau di atas permukaan air yang tenang. Selain itu, Rawa Danau merupakan surga bagi pengamat burung dan pemancing yang ingin merasakan sensasi menangkap ikan tawar endemik. Bagi pecinta petualangan air, menyusuri Sungai Barito dengan perahu tradisional (klotok) memberikan perspektif mendalam tentang kehidupan masyarakat bantaran sungai yang harmonis dengan alam.
##
Warisan Budaya dan Situs Sejarah
Barito Selatan kaya akan nilai spiritual dan sejarah. Salah satu destinasi yang wajib dikunjungi adalah Betang (Rumah Panjang) di desa-desa adat, di mana pengunjung dapat melihat arsitektur tradisional Dayak yang kokoh. Di sini, wisatawan bisa menyaksikan upacara adat seperti Wara (upacara kematian) yang penuh dengan ritual magis dan tarian sakral. Keberadaan situs-situs keramat di sepanjang aliran sungai juga menambah daya tarik bagi mereka yang tertarik pada sejarah lisan dan mitologi lokal Borneo.
##
Pengalaman Kuliner dan Gastronomi
Wisata kuliner di Barito Selatan adalah tentang mengeksplorasi rasa dari sungai. Hidangan khas seperti Ikan Jelawat Bakar dan Wadi (ikan yang difermentasi dengan nasi sangrai) menawarkan cita rasa asam-gurih yang unik. Jangan lewatkan pula Umbut Rotan, rebung rotan muda yang dimasak dengan bumbu kuning, memberikan tekstur renyah dan pahit yang menyegarkan.
##
Aktivitas Luar Ruangan dan Petualangan
Bagi pencari adrenalin, kawasan hutan di Barito Selatan menawarkan jalur trekking menantang untuk melihat anggrek hutan langka dan primata seperti Orangutan atau Bekantan di habitat aslinya. Memancing ikan air tawar seperti Toman dan Kerandang di rawa-rawa dalam juga menjadi magnet bagi komunitas pemancing nasional.
##
Akomodasi dan Waktu Kunjungan Terbaik
Kota Buntok, sebagai pusat administrasi, telah menyediakan berbagai pilihan hotel melati hingga hotel berbintang yang nyaman dengan pelayanan khas lokal yang hangat. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pada musim kemarau (Mei hingga September), saat debit air sungai stabil dan akses menuju desa-desa pedalaman lebih mudah ditempuh melalui jalur darat maupun sungai. Kunjungan pada bulan-bulan ini juga sering bertepatan dengan festival budaya daerah yang meriah.
Economy
#
Profil Ekonomi Kabupaten Barito Selatan: Optimasi Potensi Sungai dan Sumber Daya Alam
Barito Selatan, sebuah kabupaten strategis di Kalimantan Tengah dengan luas wilayah 6.398,61 km², memegang peranan vital dalam koridor ekonomi DAS (Daerah Aliran Sungai) Barito. Meskipun berada di pedalaman Kalimantan, wilayah ini memiliki karakteristik unik karena terhubung dengan akses perairan yang masif, yang menjadi urat nadi pengangkutan komoditas unggulan menuju Laut Jawa.
##
Sektor Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan
Sektor pertanian dan perikanan air tawar merupakan pilar utama ekonomi kerakyatan di Barito Selatan. Kabupaten ini dikenal sebagai salah satu lumbung padi sawah dan keramba ikan di Kalimantan Tengah. Budidaya ikan lokal seperti Jelawat, Baung, dan Nila di sepanjang aliran Sungai Barito dan danau-danau oxbow (seperti Danau Sadar) memberikan kontribusi signifikan terhadap PDRB. Selain itu, sektor perkebunan kelapa sawit dan karet tetap menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di wilayah perdesaan, meskipun fluktuasi harga komoditas global sering memengaruhi daya beli masyarakat setempat.
##
Industri Pertambangan dan Energi
Sektor industri di Barito Selatan didominasi oleh ekstraksi sumber daya alam, khususnya pertambangan batu bara. Keberadaan perusahaan besar yang beroperasi di wilayah ini menciptakan efek pengganda (multiplier effect) terhadap jasa pendukung pertambangan, logistik, dan penyewaan alat berat. Pelabuhan khusus (jetty) di sepanjang tepian sungai menjadi titik krusial dalam rantai pasok energi nasional, di mana emas hitam dimuat ke tongkang untuk dikirim ke berbagai PLTU di Pulau Jawa dan luar negeri.
##
Ekonomi Maritim dan Transportasi Sungai
Walaupun tidak berbatasan langsung dengan garis pantai samudera secara geografis administratif di peta pesisir utama, Barito Selatan memiliki "ekonomi maritim sungai" yang sangat kuat. Sungai Barito berfungsi sebagai "jalan tol air" yang membentang luas. Aktivitas pelabuhan di Buntok dan sekitarnya menjadi pusat distribusi barang pokok dari Banjarmasin menuju wilayah hulu (Barito Utara dan Murung Raya). Infrastruktur pelabuhan yang memadai sangat krusial dalam menekan biaya logistik di wilayah tengah Kalimantan ini.
##
Kerajinan Tradisional dan Produk Lokal
Sektor kreatif di Barito Selatan bertumpu pada anyaman rotan dan purun. Kerajinan khas seperti Lanjung dan tikar motif lokal tidak hanya menjadi konsumsi domestik tetapi juga mulai merambah pasar ekspor sebagai produk ramah lingkungan. Selain itu, pengembangan produk turunan nanas dan madu hutan menjadi fokus pemerintah daerah dalam menggerakkan UMKM spesifik lokal.
##
Infrastruktur dan Tren Ketenagakerjaan
Pembangunan Jembatan Kalahien telah mengubah lanskap ekonomi secara drastis, menghubungkan Buntok dengan Palangka Raya dan kota-kota lain lewat jalur darat yang lebih cepat. Tren ketenagakerjaan saat ini menunjukkan pergeseran dari sektor primer ke sektor jasa dan perdagangan di pusat kota Buntok. Tantangan utama ke depan adalah diversifikasi ekonomi agar tidak terlalu bergantung pada sektor ekstraktif, dengan mendorong pariwisata berbasis sungai (river cruise) dan konservasi anggrek hitam sebagai daya tarik ekonomi baru yang berkelanjutan.
Demographics
#
Profil Demografis Kabupaten Barito Selatan
Kabupaten Barito Selatan, yang beribukota di Buntok, merupakan wilayah strategis di Kalimantan Tengah dengan luas wilayah 6.398,61 km². Sebagai daerah yang dialiri oleh ekosistem Sungai Barito, karakteristik demografinya sangat dipengaruhi oleh dinamika perairan dan posisi geografisnya yang berbatasan dengan tujuh wilayah administratif lainnya.
##
Struktur dan Kepadatan Penduduk
Berdasarkan data terbaru, jumlah penduduk Barito Selatan mencapai lebih dari 136.000 jiwa. Dengan luas wilayah tersebut, kepadatan penduduk rata-rata berada pada kisaran 21 jiwa/km². Distribusi penduduk terkonsentrasi di Kecamatan Dusun Selatan, khususnya di Kota Buntok yang berfungsi sebagai pusat administrasi dan ekonomi. Sebaliknya, wilayah seperti Dusun Hilir memiliki kepadatan yang lebih rendah karena didominasi oleh lahan basah dan kawasan rawa.
##
Komposisi Etnis dan Budaya
Keunikan demografis Barito Selatan terletak pada keberagaman etnisnya. Suku Dayak Ngaju dan Dayak Maanyan merupakan penduduk asli dominan yang hidup berdampingan dengan komunitas Banjar yang signifikan. Interaksi budaya ini menciptakan lanskap sosial yang khas, di mana tradisi sungai berpadu dengan pengaruh religius yang kuat. Keberadaan etnis pendatang seperti Jawa dan Bugis juga memperkaya struktur sosial melalui program transmigrasi historis dan jalur perdagangan sungai.
##
Profil Usia dan Pendidikan
Struktur kependudukan Barito Selatan menunjukkan karakteristik "penduduk muda" dengan piramida ekspansif. Kelompok usia produktif (15-64 tahun) mendominasi struktur populasi, yang memberikan potensi bonus demografi bagi pembangunan daerah. Tingkat melek huruf di kabupaten ini telah mencapai angka di atas 98%, mencerminkan akses pendidikan dasar yang memadai. Meskipun demikian, terdapat tantangan dalam distribusi fasilitas pendidikan tinggi, yang seringkali memaksa lulusan sekolah menengah untuk bermigrasi ke Palangka Raya atau Banjarmasin.
##
Pola Urbanisasi dan Migrasi
Dinamika kependudukan Barito Selatan ditandai dengan pola pemukiman linear di sepanjang tepian sungai (riparian). Namun, terjadi pergeseran perlahan menuju urbanisasi di pusat-pusat kecamatan seiring dengan pembangunan infrastruktur jalan darat. Migrasi internal didorong oleh sektor perkebunan kelapa sawit dan pertambangan, yang menarik tenaga kerja dari luar daerah. Fenomena migrasi keluar juga tercatat cukup tinggi pada kelompok usia akademik, sementara migrasi masuk didominasi oleh sektor formal dan perdagangan.
Sebagai wilayah yang memiliki akses perairan sekaligus daratan, Barito Selatan terus mengalami transformasi demografis dari masyarakat agraris sungai tradisional menuju masyarakat yang lebih terdiversifikasi secara ekonomi dan spasial.
💡 Fakta Unik
- 1.Wilayah ini merupakan lokasi pendaratan pertama pasukan payung dalam operasi lintas udara pertama dalam sejarah militer Indonesia pada tahun 1947.
- 2.Masyarakat setempat melestarikan tradisi unik berupa ritual pemberian makan laut yang dikenal dengan sebutan Babukung untuk menghormati leluhur.
- 3.Taman Nasional Tanjung Puting yang menjadi pusat konservasi orang utan terbesar di dunia sebagian besar wilayahnya terletak di kabupaten ini.
- 4.Pelabuhan Panglima Utar merupakan pintu gerbang ekonomi utama yang menghubungkan Kalimantan Tengah dengan pulau Jawa melalui jalur laut.
Destinasi di Barito Selatan
Semua Destinasi→Danau Sanggu
Danau Sanggu merupakan permata tersembunyi di Barito Selatan yang menawarkan ketenangan air hitam kh...
Tempat RekreasiTaman Wisata Rawa Kanamit
Destinasi wisata keluarga ini memadukan keindahan ekosistem rawa dengan fasilitas rekreasi modern se...
Bangunan IkonikMasjid Agung Baiturrahman Buntok
Sebagai pusat peribadatan terbesar di Barito Selatan, masjid ini berdiri megah dengan arsitektur mod...
Situs SejarahSitus Cagar Budaya Makam Keramat Pambalah Batung
Situs ini merupakan makam tokoh ulama dan pejuang kharismatik yang sangat dihormati oleh masyarakat ...
Kuliner LegendarisWadi dan Kandas Sarai
Barito Selatan terkenal dengan olahan ikan fermentasi tradisional yang disebut Wadi, memberikan cita...
Wisata AlamHutan Kerangas Barito Selatan
Kawasan hutan spesifik ini tumbuh di atas tanah pasir kuarsa yang miskin hara, menciptakan ekosistem...
Tempat Lainnya di Kalimantan Tengah
Lokasi Serupa
Panduan Perjalanan Terkait
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiUji Pengetahuanmu!
Apakah kamu bisa menebak Barito Selatan dari siluet petanya?