Tanjungbalai
RareDipublikasikan: Januari 2025
History
#
Sejarah dan Perkembangan Kota Tanjungbalai: Mutiara Selat Malaka
Tanjungbalai merupakan sebuah kota bersejarah di Sumatera Utara yang memiliki posisi strategis di muara Sungai Asahan. Dengan luas wilayah sekitar 61,02 km², kota ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Asahan di sisi selatan dan barat, menjadikannya salah satu kota pesisir paling ikonik di wilayah utara pulau Sumatera. Keberadaan Tanjungbalai tidak dapat dipisahkan dari sejarah panjang Kesultanan Asahan dan dinamika perdagangan di Selat Malaka.
##
Cikal Bakal dan Era Kesultanan Asahan
Akar sejarah Tanjungbalai bermula pada tahun 1620 dengan berdirinya Kesultanan Asahan. Kota ini awalnya merupakan sebuah "balai" atau tempat pertemuan yang terletak di sebuah "tanjung" (semenanjung kecil) di pertemuan Sungai Asahan dan Sungai Silau. Sultan pertama Asahan, Raja Abdul Jalil, yang merupakan putra dari Sultan Iskandar Muda dari Aceh, menjadikan wilayah ini sebagai pusat pemerintahan dan perdagangan. Nama "Tanjungbalai" sendiri secara spesifik merujuk pada balai pertemuan yang dibangun oleh masyarakat di ujung tanjung tersebut.
##
Masa Kolonial Belanda dan Penjajahan Jepang
Pada masa kolonial, posisi Tanjungbalai yang strategis menarik perhatian Belanda. Berdasarkan Perjanjian London tahun 1824, pengaruh Eropa mulai menguat. Pada tahun 1917, pemerintah Hindia Belanda secara resmi menetapkan Tanjungbalai sebagai Gemeente (Kota Madya) berdasarkan Stadsblad No. 673. Belanda membangun infrastruktur pelabuhan untuk mengangkut hasil perkebunan seperti karet dan tembakau dari pedalaman Asahan menuju pasar internasional. Masa ini meninggalkan jejak arsitektur kolonial, salah satunya adalah Gedung Balai Kota Lama. Selama pendudukan Jepang (1942-1945), Tanjungbalai menjadi basis pertahanan laut yang penting karena aksesnya yang terbuka menuju Selat Malaka.
##
Era Kemerdekaan dan Perjuangan Rakyat
Pasca proklamasi kemerdekaan 1945, rakyat Tanjungbalai terlibat aktif dalam mempertahankan kedaulatan. Salah satu peristiwa tragis dan bersejarah adalah "Revolusi Sosial Sumatera Timur" pada Maret 1946. Konflik ini melibatkan kaum pergerakan melawan keluarga bangsawan Kesultanan Asahan yang dianggap pro-Belanda. Peristiwa ini mengubah tatanan sosial politik di Tanjungbalai secara permanen, mengakhiri kekuasaan monarki tradisional dan mengintegrasikan wilayah ini sepenuhnya ke dalam struktur Negara Kesatuan Republik Indonesia.
##
Warisan Budaya dan Identitas Modern
Secara budaya, Tanjungbalai dikenal sebagai pusat budaya Melayu Asahan. Tradisi seni seperti Tari Gubang dan musik zapin tetap lestari hingga kini. Salah satu peninggalan sejarah yang paling menonjol adalah Masjid Raya Sultan Ahmadsyah yang dibangun pada abad ke-19, menampilkan perpaduan arsitektur Melayu dan Timur Tengah yang megah. Kota ini juga memiliki julukan unik, "Kota Kerang," karena melimpahnya hasil laut berupa kerang yang menjadi tulang punggung ekonomi rakyat selain sektor perdagangan lintas batas dengan Malaysia.
##
Penutup: Koneksi Historis dan Masa Depan
Kini, Tanjungbalai terus berkembang sebagai kota pelabuhan yang menghubungkan Indonesia dengan kawasan regional ASEAN. Meskipun ukurannya relatif kecil dibandingkan daerah tetangganya, nilai sejarahnya sebagai pintu gerbang perdagangan internasional menjadikannya aset penting bagi Sumatera Utara. Transformasi dari pusat kesultanan menjadi kota perdagangan modern mencerminkan ketangguhan masyarakat Tanjungbalai dalam melintasi berbagai zaman.
Geography
#
Profil Geografis Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara
Tanjungbalai merupakan sebuah entitas wilayah yang unik di Provinsi Sumatera Utara. Secara administratif, wilayah ini memiliki luas daratan sekitar 61,02 km², menjadikannya salah satu kota dengan densitas tinggi namun memiliki karakteristik bentang alam yang spesifik. Posisinya berada di bagian utara dari provinsi Sumatera Utara, tepatnya pada koordinat geografis antara 2°58' LU dan 99°48' BT. Sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka, Tanjungbalai memiliki garis pantai yang membentang di sepanjang perairan strategis tersebut, menjadikannya gerbang bahari yang krusial.
##
Topografi dan Karakteristik Bentang Alam
Topografi Tanjungbalai didominasi oleh dataran rendah yang sangat landai dengan elevasi rata-rata hanya berkisar antara 0 hingga 3 meter di atas permukaan laut. Karakteristik medan ini menyebabkan wilayah Tanjungbalai sangat dipengaruhi oleh dinamika pasang surut air laut. Tidak ditemukan pegunungan atau lembah yang dalam di wilayah ini; sebaliknya, lanskapnya didominasi oleh sedimentasi alluvial. Kota ini dijuluki sebagai "Kota Kerang" karena kekayaan sedimentasi lautnya. Secara spasial, Tanjungbalai bersifat "rare" atau langka karena posisinya yang terkunci secara geografis, di mana wilayahnya hanya berbatasan dengan satu daerah tetangga utama, yaitu Kabupaten Asahan, yang mengelilingi hampir seluruh batas daratannya.
##
Hidrologi dan Jaringan Sungai
Fitur geografis yang paling mencolok dari Tanjungbalai adalah pertemuan dua sungai besar, yaitu Sungai Asahan dan Sungai Silau. Pertemuan kedua arus sungai ini membentuk muara yang lebar sebelum mengalir menuju Laut Indonesia (Selat Malaka). Keberadaan sungai-sungai ini sangat vital karena berfungsi sebagai drainase alami sekaligus jalur transportasi utama bagi masyarakat nelayan. Area di sekitar bantaran sungai cenderung berupa tanah rawa yang subur namun rentan terhadap genangan saat intensitas hujan tinggi bersamaan dengan pasang laut (rob).
##
Iklim dan Pola Cuaca
Tanjungbalai memiliki iklim tropis basah dengan variasi musiman yang dipengaruhi oleh angin monsun. Suhu udara rata-rata berkisar antara 23°C hingga 34°C dengan tingkat kelembapan yang cukup tinggi sepanjang tahun. Musim hujan biasanya terjadi antara bulan Oktober hingga Januari, dipicu oleh angin monsun timur laut, sementara musim kemarau yang relatif singkat terjadi di pertengahan tahun. Pola cuaca pesisir ini memberikan pengaruh besar pada aktivitas ekonomi masyarakat yang sangat bergantung pada kondisi laut.
##
Sumber Daya Alam dan Biodiversitas
Sebagai wilayah pesisir, sumber daya alam utama Tanjungbalai berasal dari sektor kelautan dan perikanan. Meskipun tidak memiliki kawasan kehutanan yang luas atau pertambangan mineral, wilayah ini kaya akan ekosistem mangrove di sepanjang garis pantainya. Zona ekologi ini menjadi habitat bagi berbagai jenis krustasea, moluska (terutama kerang), dan burung migran. Di sektor agraris, pemanfaatan lahan terbatas pada perkebunan kelapa dan tanaman pangan skala kecil di area yang tidak terpengaruh salinitas tinggi. Keanekaragaman hayati perairannya menjadi tulang punggung ekonomi, menjadikannya salah satu pusat pengolahan hasil laut terbesar di pesisir timur Sumatera Utara.
Culture
#
Kemilau Budaya Kota Kerang: Warisan Pesisir Tanjungbalai
Tanjungbalai, sebuah kota pelabuhan bersejarah di Sumatera Utara, berdiri megah di muara Sungai Asahan. Dengan luas wilayah 61,02 km², kota ini memiliki identitas budaya yang kental dengan nafas Melayu Pesisir yang berkelindan dengan sejarah Kesultanan Asahan. Sebagai wilayah yang strategis, Tanjungbalai menjadi titik temu berbagai etnis, namun tetap mempertahankan akar tradisi yang unik dan langka.
##
Tradisi dan Upacara Adat
Salah satu tradisi yang paling khas adalah Upacara Jamu Laut. Ritual ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur nelayan atas hasil laut yang melimpah sekaligus doa keselamatan saat melaut. Selain itu, dalam siklus kehidupan, masyarakat Tanjungbalai memegang teguh adat Tepung Tawar. Upacara ini dilakukan dalam berbagai kesempatan, mulai dari pernikahan hingga menempati rumah baru, dengan menggunakan bahan-bahan simbolis seperti beras kuning dan daun-daunan yang dipercikkan air mawar sebagai simbol pemberkatan dan tolak bala.
##
Kesenian dan Seni Pertunjukan
Seni pertunjukan di Tanjungbalai didominasi oleh pengaruh Melayu yang dinamis. Tari Gubang adalah tarian tradisional yang paling ikonik; sebuah tarian yang awalnya berfungsi sebagai ritual pemanggil angin bagi para nelayan, namun kini menjadi tari penyambutan tamu. Dalam aspek musik, Senandung Asahan menjadi nyanyian jiwa yang melankolis, sering dibawakan saat acara adat dengan iringan biola dan akordeon. Alunan musik ini mencerminkan kehidupan masyarakat pesisir yang tangguh namun puitis.
##
Kuliner Khas: Identitas Kota Kerang
Dijuluki sebagai "Kota Kerang", kuliner Tanjungbalai tidak lepas dari hasil lautnya. Sate Kerang Tanjungbalai memiliki cita rasa rempah yang tajam dan tekstur yang khas, berbeda dari sate kerang di daerah lain. Selain itu, terdapat Bubur Pedas, kuliner warisan kesultanan yang kaya akan rempah dan sayuran, biasanya disajikan saat bulan Ramadhan. Jangan lupakan pula Ikan Terubuk, kuliner langka yang menjadi kebanggaan lokal karena telurnya yang sangat digemari dan memiliki nilai ekonomi tinggi.
##
Bahasa dan Dialek Lokal
Masyarakat setempat menggunakan Bahasa Melayu dialek Asahan. Dialek ini memiliki ciri khas pada intonasi yang mengayun dan penggunaan akhiran yang unik. Beberapa ungkapan lokal yang sering ditemui adalah kata "Cakap" untuk berbicara dan "Tengok" untuk melihat, yang disampaikan dengan aksen pesisir yang lugas namun tetap santun.
##
Busana dan Tekstil Tradisional
Dalam berpakaian, Baju Kurung bagi perempuan dan Baju Teluk Belanga bagi laki-laki tetap menjadi pakaian utama dalam acara resmi. Yang membedakan adalah penggunaan Songket Asahan dengan motif pucuk rebung atau motif bunga bakung yang ditenun dengan benang emas. Penggunaan kain samping bagi pria diatur sedemikian rupa untuk menunjukkan status pernikahan seseorang.
##
Praktik Keagamaan dan Festival
Sebagai kota dengan sejarah kesultanan Islam, kehidupan religi sangat kental di Tanjungbalai. Gema Muharram dan perayaan Maulid Nabi seringkali dirayakan dengan pawai obor dan festival hadrah. Selain itu, Pesta Kerang yang diadakan setiap hari jadi kota menjadi festival budaya terbesar yang menampilkan berbagai perlombaan tradisional dan pameran kerajinan tangan dari kulit kerang, menegaskan posisi Tanjungbalai sebagai permata di pesisir Sumatera Utara.
Tourism
Menjelajahi Tanjungbalai: Pesona Kota Kerang di Pesisir Sumatera Utara
Tanjungbalai, sebuah permata pesisir yang terletak di timur Sumatera Utara, menawarkan pengalaman wisata yang unik dan autentik. Dengan luas wilayah sekitar 61,02 km², kota ini secara geografis berbatasan langsung dengan Kabupaten Asahan di sisi utara, selatan, dan barat. Sebagai kota pelabuhan bersejarah yang berada di muara Sungai Asahan, Tanjungbalai menyuguhkan perpaduan harmonis antara kehidupan air, warisan budaya Melayu, dan kekayaan kuliner laut.
#
Keindahan Bahari dan Wisata Air
Meskipun tidak memiliki pegunungan, daya tarik alam utama Tanjungbalai terletak pada ekosistem sungainya. Pengunjung dapat menikmati Wisata Susur Sungai Asahan menggunakan perahu motor tradisional. Menjelang senja, panorama matahari terbenam di cakrawala pertemuan sungai dan Selat Malaka memberikan pengalaman visual yang langka. Selain itu, kedekatannya dengan wilayah pesisir memungkinkan wisatawan melakukan perjalanan singkat ke pulau-pulau kecil di sekitarnya untuk memancing atau sekadar menikmati angin laut yang segar.
#
Warisan Budaya dan Arsitektur Bersejarah
Sebagai kota yang kaya akan nilai sejarah, Tanjungbalai memiliki Istana Indra Sakti, simbol kejayaan Kesultanan Asahan. Arsitektur bangunan ini mencerminkan estetika Melayu yang kental dengan dominasi warna kuning. Tak jauh dari sana, berdiri Masjid Raya Sultan Ahmadsyah yang megah dengan ukiran detail khas lokal. Bagi pecinta wisata religi dan sejarah, keberadaan Vihara Tri Ratna yang ikonik di tepi sungai menjadi bukti toleransi dan keberagaman budaya yang telah terjaga selama berabad-abad di kota ini.
#
Surga Kuliner: Kota Kerang
Dijuluki sebagai "Kota Kerang", pengalaman kuliner di Tanjungbalai adalah wajib. Anda harus mencicipi Kerang Rebus yang disajikan dengan saus nanas kacang yang khas. Jangan lewatkan pula Ikan Bakar Sembilang dan Gulai Asam Padeh yang menggunakan rempah lokal segar. Bagi pencinta kudapan tradisional, Bolukhas Tanjungbalai dan Manisan Buah khas daerah ini menjadi buah tangan yang paling dicari karena cita rasanya yang tidak ditemukan di daerah lain.
#
Petualangan dan Aktivitas Luar Ruangan
Bagi jiwa petualang, Tanjungbalai menawarkan pengalaman memancing di laut dalam yang menantang. Anda dapat menyewa kapal nelayan lokal untuk menuju titik-titik pemancingan strategis di Selat Malaka. Selain itu, menjelajahi pasar tradisional Pajak Bahagia memberikan sensasi petualangan urban, di mana Anda bisa berburu barang-barang "thrifting" berkualitas atau monza, yang telah menjadi bagian dari gaya hidup lokal.
#
Akomodasi dan Keramahtamahan
Masyarakat Tanjungbalai dikenal dengan keterbukaan dan keramahtamahannya yang hangat. Tersedia berbagai pilihan akomodasi, mulai dari hotel melati yang ekonomis hingga hotel berbintang yang nyaman di pusat kota. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah antara bulan September hingga Desember, bertepatan dengan perayaan Hari Jadi Kota Tanjungbalai yang biasanya dimeriahkan oleh Pesta Kerang dan berbagai festival budaya pesisir yang meriah.
Economy
#
Profil Ekonomi Kota Tanjungbalai: Hubungan Maritim dan Perdagangan Lintas Batas
Tanjungbalai, sebuah kota otonom di Sumatera Utara dengan luas wilayah hanya 61,02 km², memegang peranan strategis sebagai salah satu pintu gerbang ekonomi internasional di pesisir timur Pulau Sumatera. Meskipun secara geografis tergolong kecil dan hanya berbatasan langsung dengan Kabupaten Asahan di hampir seluruh sisinya, posisi uniknya di muara Sungai Asahan menjadikannya pusat pertumbuhan ekonomi maritim yang vital.
##
Sektor Perikanan dan Kelautan
Sebagai kota pantai yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka, ekonomi Tanjungbalai didominasi oleh sektor perikanan. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu produsen ikan laut terbesar di Sumatera Utara. Industri hilirisasi perikanan, seperti pengolahan ikan asin, pembekuan ikan (cold storage), dan ekspor komoditas laut seperti kerang dan udang ke Malaysia serta Singapura, menjadi tulang punggung pendapatan daerah. Pelabuhan Teluk Nibung memainkan peran sentral dalam memfasilitasi distribusi hasil laut dan logistik internasional.
##
Perdagangan dan Jasa Lintas Batas
Salah satu keunikan ekonomi Tanjungbalai adalah julukannya sebagai "Kota Kerang" dan pusat perdagangan barang impor. Sektor jasa dan perdagangan menyumbang persentase besar terhadap PDRB kota. Pasar "Pajak Baru" dan pusat perdagangan pakaian bekas bermerek (lebih dikenal dengan istilah monza) telah lama menjadi daya tarik ekonomi yang mengundang pembeli dari luar daerah, menciptakan ekosistem wirausaha mikro yang kuat bagi penduduk setempat.
##
Produk Lokal dan Kerajinan Tradisional
Di sektor industri kreatif, Tanjungbalai memiliki produk unggulan berupa kerajinan anyaman dan pengolahan makanan khas. Ikan Somat dan berbagai jenis terasi kualitas tinggi merupakan produk olahan tradisional yang telah menembus pasar nasional. Selain itu, pemanfaatan limbah cangkang kerang menjadi barang seni dan hiasan rumah tangga merupakan bentuk ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal yang terus dikembangkan untuk mendukung sektor pariwisata.
##
Infrastruktur dan Tren Ketenagakerjaan
Pemerintah kota fokus pada revitalisasi infrastruktur transportasi untuk mempercepat perputaran ekonomi. Pengembangan akses jalan menuju pelabuhan dan optimalisasi fungsi Pelabuhan Internasional Teluk Nibung terus dilakukan guna meningkatkan volume ekspor-impor. Tren ketenagakerjaan di Tanjungbalai mulai bergeser dari sekadar nelayan tradisional menuju sektor jasa transportasi laut, pergudangan, dan perdagangan ritel.
##
Tantangan dan Pengembangan Ekonomi
Meskipun memiliki potensi maritim yang besar, keterbatasan lahan menjadi tantangan dalam pengembangan sektor industri besar atau pertanian. Oleh karena itu, arah kebijakan ekonomi Tanjungbalai kini lebih difokuskan pada penguatan sektor UMKM dan optimalisasi sektor pariwisata sungai serta sejarah. Dengan integrasi transportasi yang lebih baik, Tanjungbalai diproyeksikan tetap menjadi titik simpul ekonomi yang langka namun krusial di bagian utara Sumatera, menghubungkan potensi lokal dengan pasar global di Selat Malaka.
Demographics
#
Profil Demografis Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara
Tanjungbalai merupakan entitas perkotaan pesisir yang unik di Sumatera Utara dengan luas wilayah administratif hanya 61,02 km². Meskipun wilayahnya relatif kecil dibandingkan daerah lain di provinsi ini, Tanjungbalai memiliki karakteristik demografis yang sangat padat dan dinamis.
Ukuran, Kepadatan, dan Distribusi Penduduk
Berdasarkan data terbaru, jumlah penduduk Tanjungbalai telah melampaui 175.000 jiwa. Hal ini menempatkan Tanjungbalai sebagai salah satu kota dengan tingkat kepadatan penduduk tertinggi di Sumatera Utara, mencapai lebih dari 2.800 jiwa per km². Distribusi penduduk terkonsentrasi di sepanjang aliran Sungai Asahan dan wilayah pesisir, khususnya di Kecamatan Teluk Nibung dan Tanjungbalai Selatan yang menjadi pusat aktivitas ekonomi dan pelabuhan.
Komposisi Etnis dan Keberagaman Budaya
Secara historis, Tanjungbalai dikenal sebagai "Kota Kerang" dengan akar budaya Melayu yang sangat kuat. Namun, lokasinya yang strategis sebagai pintu gerbang perdagangan internasional menciptakan struktur etnis yang heterogen. Suku Melayu pesisir menjadi pilar utama, diikuti secara signifikan oleh suku Jawa, Batak, Minangkabau, dan komunitas Tionghoa yang telah menetap selama beberapa generasi. Keberagaman ini menciptakan asimilasi budaya yang harmonis, tercermin dalam dialek lokal yang khas dan tradisi maritim yang kental.
Struktur Usia dan Piramida Penduduk
Struktur kependudukan Tanjungbalai didominasi oleh kelompok usia produktif (15-64 tahun), yang mencerminkan piramida penduduk ekspansif. Proporsi penduduk usia muda (0-14 tahun) masih cukup besar, menunjukkan angka kelahiran yang stabil. Hal ini memberikan peluang sekaligus tantangan bagi pemerintah setempat dalam penyediaan lapangan kerja di sektor perikanan dan perdagangan.
Pendidikan dan Literasi
Tingkat melek huruf di Tanjungbalai sangat tinggi, melampaui 98%. Sebagian besar penduduk usia sekolah telah menamatkan jenjang pendidikan menengah atas. Meskipun demikian, terdapat tantangan dalam akses pendidikan tinggi, di mana banyak pemuda memilih bermigrasi ke Medan atau luar provinsi untuk melanjutkan studi akademik dan vokasi.
Urbanisasi dan Pola Migrasi
Sebagai kota pelabuhan yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka dan dikelilingi oleh Kabupaten Asahan, Tanjungbalai mengalami pola urbanisasi yang konstan. Migrasi keluar (out-migration) sering terjadi ke Malaysia karena kedekatan geografis dan akses transportasi laut, sementara migrasi masuk didorong oleh daya tarik sektor perdagangan lintas batas dan industri pengolahan hasil laut. Dinamika ini menjadikan Tanjungbalai sebagai titik temu transnasional yang langka di wilayah utara Sumatera.
💡 Fakta Unik
- 1.Wilayah pesisir ini pernah menjadi pusat pemerintahan Karesidenan Tapanuli pada masa kolonial Belanda sebelum akhirnya ibu kota dipindahkan ke Tarutung.
- 2.Masyarakat setempat memiliki tradisi unik 'Malam Marhaban' yang dirayakan dengan membakar meriam bambu dan pawai obor di sepanjang garis pantai saat menyambut hari besar.
- 3.Kota pelabuhan ini secara geografis unik karena seluruh wilayah daratannya merupakan kantong (enclave) yang dikelilingi sepenuhnya oleh wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah.
- 4.Ikan Garopa dan olahan laut segar menjadi komoditas unggulan di pelabuhan bersejarah ini, yang juga dikenal sebagai gerbang utama menuju keindahan Kepulauan Nias.
Destinasi di Tanjungbalai
Semua Destinasi→Vihara Tri Ratna
Berdiri megah di tepi Sungai Asahan, vihara ini merupakan salah satu bangunan keagamaan Buddha terbe...
Situs SejarahBalai Di Ujung Tanjung
Kawasan ini merupakan titik nol kilometer Kota Tanjungbalai yang sarat akan nilai historis sebagai p...
Situs SejarahMasjid Raya Sultan Ahmadsyah
Sebagai peninggalan monumental dari Kesultanan Asahan, masjid ini memadukan estetika Melayu dan peng...
Tempat RekreasiWaterfront City Tanjungbalai
Area tepian sungai yang telah ditata apik ini menjadi tempat favorit warga lokal dan wisatawan untuk...
Kuliner LegendarisIkan Bakar Sembilang Tanjungbalai
Tanjungbalai tersohor dengan hidangan lautnya, terutama Ikan Sembilang yang dimasak dengan bumbu rem...
Pusat PerbelanjaanPasar Bahagia (Pasar Keramik)
Dikenal secara luas sebagai surga bagi pemburu barang-barang impor berkualitas, khususnya keramik, p...
Tempat Lainnya di Sumatera Utara
Lokasi Serupa
Panduan Perjalanan Terkait
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiUji Pengetahuanmu!
Apakah kamu bisa menebak Tanjungbalai dari siluet petanya?