Bangunan Ikonik

Gedung Gonggong

di Tanjungpinang, Kepulauan Riau

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Kemegahan Gedung Gonggong: Manifestasi Identitas Bahari dalam Arsitektur Kontemporer Tanjungpinang

Kota Tanjungpinang, ibu kota Provinsi Kepulauan Riau, memiliki sebuah tengara arsitektural yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat informasi wisata, tetapi juga sebagai simbol kebanggaan budaya. Gedung Gonggong, atau secara resmi dikenal sebagai Gedung Pusat Informasi Pariwisata (Tourism Information Center), berdiri megah di kawasan Laman Boenda, tepi laut (waterfront) Tanjungpinang. Bangunan ini merupakan representasi fisik dari filosofi lokal yang dipadukan dengan teknik konstruksi modern.

#

Filosofi Desain: Metafora Siput Laut

Karakteristik paling mencolok dari Gedung Gonggong adalah bentuknya yang meniru "Gonggong" (*Laevistrombus canarium*), sejenis siput laut endemik yang menjadi kuliner khas dan ikon kebanggaan masyarakat Kepulauan Riau. Secara arsitektural, gedung ini menerapkan prinsip mimetik, di mana bentuk bangunan meniru objek alam untuk menyampaikan pesan kontekstual yang kuat.

Struktur bangunan ini didominasi oleh kurva asimetris yang melingkar, menyerupai cangkang gonggong yang meruncing di bagian atas. Desain ini bukan sekadar estetika dekoratif; lekukan-lekukan pada fasad bangunan dirancang untuk menciptakan permainan bayangan dan cahaya yang dinamis sepanjang hari. Warna kuning keemasan yang menyelimuti eksterior gedung dipilih untuk merepresentasikan warna asli cangkang gonggong sekaligus melambangkan kejayaan dan kemuliaan dalam budaya Melayu.

#

Konteks Sejarah dan Pembangunan

Gedung Gonggong diresmikan pada akhir Oktober 2016 oleh Menteri Pariwisata Republik Indonesia saat itu, bertepatan dengan perhelatan puncak Festival Bahari Kepri. Pembangunannya merupakan bagian dari proyek revitalisasi kawasan tepi laut Tanjungpinang untuk mengubah wajah kota menjadi destinasi wisata bertaraf internasional.

Pemerintah Kota Tanjungpinang merancang gedung ini sebagai "titik nol" bagi wisatawan yang baru tiba melalui Pelabuhan Sri Bintan Pura. Pemilihan lokasi di tepi laut sangat strategis, memberikan latar belakang pemandangan Pulau Penyengat yang bersejarah, sehingga menciptakan dialog visual antara arsitektur modern (Gedung Gonggong) dan warisan sejarah (Masjid Raya Sultan Riau).

#

Inovasi Struktural dan Material

Mewujudkan bentuk organik cangkang siput ke dalam struktur beton dan baja memerlukan ketelitian teknik yang tinggi. Gedung Gonggong menggunakan sistem rangka baja melengkung untuk menopang panel-panel eksteriornya. Penggunaan material komposit pada fasad memungkinkan pembentukan kurva halus yang sulit dicapai dengan beton konvensional.

Salah satu fitur uniknya adalah penggunaan kaca pada beberapa bagian sisinya, yang memungkinkan cahaya alami masuk ke dalam ruangan sekaligus memberikan pandangan panorama 360 derajat ke arah laut dan kota. Struktur atap yang meruncing (apex) berfungsi sebagai elemen penanda (landmark) yang dapat terlihat dari kejauhan, bahkan oleh kapal-kapal yang melintasi perairan Selat Riau.

#

Interior dan Tata Ruang

Interior Gedung Gonggong terdiri dari dua lantai yang dirancang dengan konsep terbuka (open plan) untuk memberikan kesan luas. Lantai dasar berfungsi sebagai pusat informasi bagi wisatawan, dilengkapi dengan perangkat digital interaktif yang menyajikan data mengenai destinasi wisata di seluruh Kepulauan Riau.

Di lantai atas, terdapat ruang pameran dan area serbaguna yang sering digunakan untuk memamerkan produk UMKM lokal, artefak budaya, dan foto-foto sejarah Tanjungpinang. Desain interior tetap konsisten dengan elemen kurva, menghindari sudut-sudut tajam untuk mempertahankan aliran ruang yang organik, selaras dengan cangkang luar bangunan.

#

Signifikansi Budaya dan Sosial

Gedung Gonggong melampaui fungsinya sebagai bangunan fisik; ia adalah pernyataan identitas. Dalam arsitektur tradisional Melayu, simbol-simbol alam sering diintegrasikan dalam ukiran, namun Gedung Gonggong membawa simbolisme ini ke skala makro. Dengan mengangkat biota laut sebagai inspirasi utama, arsitek gedung ini berhasil mempertegas jati diri Kepulauan Riau sebagai provinsi maritim.

Bagi masyarakat lokal, gedung ini telah menjadi ruang publik yang vital. Area pelataran atau Laman Boenda yang mengelilingi gedung berfungsi sebagai "ruang tamu" kota, tempat warga berkumpul, berolahraga, dan menyelenggarakan festival budaya. Kehadiran gedung ini telah meningkatkan rasa memiliki warga terhadap ruang publik di Tanjungpinang.

#

Pengalaman Pengunjung dan Estetika Malam Hari

Mengunjungi Gedung Gonggong menawarkan pengalaman sensorik yang unik. Pada siang hari, warna kuning keemasannya memantulkan sinar matahari tropis dengan cemerlang. Namun, transformasi paling dramatis terjadi pada malam hari. Sistem pencahayaan architectural lighting yang dipasang di sekeliling gedung mengubahnya menjadi lentera raksasa di tepi pantai. Lampu sorot warna-warni menonjolkan tekstur kurva bangunan, menjadikannya objek fotografi yang sangat populer.

Wisatawan yang datang tidak hanya mendapatkan informasi administratif mengenai perjalanan mereka, tetapi juga edukasi mengenai pentingnya menjaga ekosistem laut, tempat di mana gonggong hidup. Gedung ini secara tidak langsung berfungsi sebagai monumen ekologis yang mengingatkan manusia akan ketergantungan mereka pada kekayaan bahari.

#

Kesimpulan Arsitektural

Secara keseluruhan, Gedung Gonggong adalah contoh sukses dari arsitektur ikonik yang berhasil memadukan fungsi, estetika, dan narasi lokal. Meskipun tidak menggunakan ornamen ukiran tradisional secara eksplisit, bentuk totalitasnya telah memancarkan semangat lokalitas yang kuat. Ia berdiri sebagai bukti bahwa arsitektur modern di Indonesia dapat tetap berpijak pada nilai-nilai kearifan lokal tanpa harus terjebak dalam imitasi gaya masa lalu yang kaku. Sebagai jantung dari pariwisata Tanjungpinang, Gedung Gonggong akan terus menjadi mercusuar budaya yang menyambut siapa pun yang datang ke Tanah Melayu.

πŸ“‹ Informasi Kunjungan

address
Jl. Hang Tuah, Tepi Laut, Kecamatan Tanjungpinang Kota
entrance fee
Gratis
opening hours
Setiap hari, 24 jam (Halaman luar)

Tempat Menarik Lainnya di Tanjungpinang

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Tanjungpinang

Pelajari lebih lanjut tentang Tanjungpinang dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Tanjungpinang