Situs Sejarah

Vihara Dharma Sasana

di Tanjungpinang, Kepulauan Riau

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Asal-Usul dan Periode Pendirian

Sejarah Vihara Dharma Sasana berakar kuat pada kedatangan etnis Tionghoa ke Kepulauan Riau, khususnya pada masa kejayaan Kesultanan Riau-Lingga. Kawasan Senggarang, tempat vihara ini berada, merupakan salah satu pemukiman Tionghoa tertua di Tanjungpinang. Secara historis, kompleks ini tidak dibangun dalam satu waktu tunggal, melainkan merupakan akumulasi dari beberapa struktur yang dibangun sejak abad ke-17 dan ke-18.

Bangunan tertua di kompleks ini diyakini telah berdiri lebih dari 300 tahun yang lalu. Pada awalnya, tempat ini berfungsi sebagai kuil kecil bagi para migran yang mencari perlindungan spiritual saat beradaptasi dengan lingkungan baru di kepulauan ini. Seiring dengan berkembangnya komunitas perdagangan di Senggarang, bangunan ini terus diperluas hingga membentuk kompleks megah yang kita kenal sekarang sebagai Vihara Dharma Sasana.

Arsitektur dan Detail Konstruksi

Kompleks Vihara Dharma Sasana terdiri dari empat bangunan utama: Vihara Dharma Sasana (sebagai bangunan inti), Kelenteng Fu De Zheng Shen, Kelenteng Tian Hou Sheng Mu, dan Kelenteng Yuan Chen Dian. Arsitekturnya mencerminkan gaya Tiongkok Selatan yang sangat kental, khususnya pengaruh dari provinsi Fujian (Hokkien).

Karakteristik utama bangunannya adalah atap melengkung yang dihiasi dengan ornamen naga dan burung phoenix, yang dalam kosmologi Tionghoa melambangkan keseimbangan antara kekuatan maskulin dan feminin. Dindingnya didominasi oleh warna merah dan emas, yang secara tradisional melambangkan keberuntungan dan kemuliaan. Salah satu detail konstruksi yang unik adalah penggunaan material kayu yang tahan lama serta teknik sambungan tanpa paku pada struktur atap asli yang masih dipertahankan hingga kini.

Di halaman kompleks, terdapat patung-patung dewa-dewi dalam ukuran besar yang dibangun pada periode selanjutnya, termasuk patung Dewi Kwan Im dan patung Buddha setinggi puluhan meter. Keberadaan patung-patung ini memberikan kontras visual antara arsitektur klasik abad pertengahan dengan seni patung modern, menciptakan harmoni estetika yang memukau.

Signifikansi Sejarah dan Peristiwa Penting

Vihara Dharma Sasana memiliki peran krusial dalam sejarah sosial Tanjungpinang. Pada masa penjajahan Belanda, kawasan Senggarang merupakan pusat aktivitas ekonomi yang penting. Vihara ini berfungsi sebagai pusat komunitas (community hub) di mana berbagai urusan sosial dan perdamaian antar kelompok masyarakat diselesaikan.

Salah satu fakta sejarah yang unik adalah lokasi vihara ini yang menghadap langsung ke laut. Hal ini bukan tanpa alasan; menurut prinsip feng shui, posisi ini dipercaya memberikan perlindungan bagi para nelayan dan pelaut yang melintasi perairan Kepulauan Riau. Selama berabad-abad, vihara ini menjadi titik navigasi spiritual bagi para pedagang yang berlayar dari Tiongkok menuju Selat Malaka.

Tokoh dan Periode Terkait

Nama tokoh-tokoh lokal dari marga Tan dan Lim sangat lekat dengan pemeliharaan vihara ini pada masa lampau. Mereka adalah saudagar-saudagar yang mengelola perdagangan gambir dan lada di Kepulauan Riau. Dukungan finansial dari para saudagar ini memastikan Vihara Dharma Sasana tetap berdiri teguh meskipun terjadi pergolakan politik di daratan Tiongkok maupun perubahan kekuasaan di Nusantara.

Secara periodisasi, vihara ini mengalami masa emas pada abad ke-19 ketika industri pertambangan timah dan perkebunan gambir mencapai puncaknya di Kepulauan Riau. Pada periode ini, Vihara Dharma Sasana tidak hanya menjadi tempat doa, tetapi juga menjadi simbol kesejahteraan komunitas Tionghoa di bawah naungan Kesultanan Riau-Lingga yang inklusif.

Status Pelestarian dan Restorasi

Sebagai salah satu situs cagar budaya di Kota Tanjungpinang, Vihara Dharma Sasana mendapatkan perhatian khusus baik dari pemerintah daerah maupun komunitas internasional. Upaya restorasi dilakukan dengan sangat hati-hati untuk menjaga keaslian struktur kayu dan ubin lantai yang sudah berusia ratusan tahun.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau secara aktif mempromosikan situs ini sebagai bagian dari rute wisata sejarah "Heritage Trail". Meskipun telah mengalami beberapa kali renovasi, terutama pada area luar dan penambahan patung-patung baru, bangunan inti kelenteng tetap dipertahankan sesuai bentuk aslinya. Penggunaan bahan-bahan tradisional dalam perbaikan atap menunjukkan komitmen kuat terhadap pelestarian nilai historis.

Pentingnya Budaya dan Religiusitas

Hingga saat ini, Vihara Dharma Sasana tetap menjadi pusat perayaan hari besar keagamaan seperti Imlek, Cap Go Meh, dan hari lahir para dewa (Sejit). Namun, nilai pentingnya melampaui batas agama. Kompleks ini adalah simbol toleransi beragama di Tanjungpinang. Masyarakat Melayu setempat dan etnis Tionghoa telah hidup berdampingan secara harmonis di sekitar kawasan Senggarang selama berabad-abad, menciptakan model kerukunan yang kuat.

Setiap sudut vihara menyimpan filosofi mendalam. Misalnya, terdapat relief-relief pada dinding yang menceritakan kisah-kisah tentang bakti anak kepada orang tua dan ajaran moralitas. Hal ini menjadikan vihara sebagai sekolah kehidupan bagi generasi muda untuk mempelajari nilai-nilai etika yang bersifat universal.

Penutup: Warisan untuk Masa Depan

Vihara Dharma Sasana bukan sekadar tumpukan batu dan kayu tua. Ia adalah memori kolektif masyarakat Kepulauan Riau tentang masa lalu yang kosmopolitan. Di tengah modernisasi Kota Tanjungpinang, keberadaan vihara di Senggarang ini mengingatkan kita bahwa identitas suatu daerah dibangun melalui perjalanan sejarah yang panjang dan penuh keberagaman. Melestarikan Vihara Dharma Sasana berarti menjaga narasi sejarah Nusantara sebagai titik temu berbagai peradaban dunia. Dengan keindahan arsitekturnya dan kedalaman nilai sejarahnya, situs ini akan terus menjadi mercusuar budaya bagi generasi mendatang.

πŸ“‹ Informasi Kunjungan

address
Senggarang, Kecamatan Tanjungpinang Kota
entrance fee
Gratis (Donasi sukarela)
opening hours
Setiap hari, 07:00 - 18:00

Tempat Menarik Lainnya di Tanjungpinang

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Tanjungpinang

Pelajari lebih lanjut tentang Tanjungpinang dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Tanjungpinang