Tebing Tinggi
RareDipublikasikan: Januari 2025
History
#
Sejarah dan Perkembangan Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara
Asal-usul dan Masa Kerajaan
Kota Tebing Tinggi memiliki akar sejarah yang kuat yang bermula dari pemukiman di sepanjang tepian Sungai Padang dan Sungai Bahilang. Nama "Tebing Tinggi" secara etimologis berasal dari kondisi geografis wilayahnya yang berupa tebing-tebing curam dan tinggi di pinggiran sungai. Secara historis, wilayah ini merupakan bagian dari wilayah kekuasaan Kerajaan Padang yang didirikan oleh Maharaja Bongsu pada abad ke-17. Salah satu tokoh sentral dalam sejarah awal adalah Datuk Bandar Kajum, seorang bangsawan yang membuka pemukiman di wilayah Tebing Tinggi pada tahun 1864. Ia dikenal sebagai sosok yang meletakkan fondasi sosial-kemasyarakatan sebelum masuknya pengaruh kolonial yang lebih masif.
Era Kolonial dan Transformasi Ekonomi
Pada masa kolonial Belanda, Tebing Tinggi bertransformasi menjadi pusat administratif dan ekonomi yang vital. Berdasarkan catatan sejarah, status wilayah ini meningkat secara signifikan pada 1 Juli 1917, ketika pemerintah Hindia Belanda menetapkannya sebagai Gemente (Kotapraja). Langkah ini diambil karena posisi strategis Tebing Tinggi sebagai titik simpul transportasi antara pedalaman Simalungun yang kaya akan komoditas perkebunan dengan pelabuhan di pantai timur Sumatera. Pembangunan jalur kereta api oleh Deli Spoorweg Maatschappij (DSM) memperkuat peran kota ini sebagai "Kota Transit". Di era ini pula, infrastruktur bergaya Eropa mulai dibangun, termasuk gedung-gedung pemerintahan yang beberapa di antaranya masih bertahan hingga saat ini.
Zaman Kemerdekaan dan Peristiwa Berdarah
Dalam lembaran sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, Tebing Tinggi mencatatkan peristiwa heroik sekaligus tragis yang dikenal sebagai "Peristiwa Berdarah 13 Desember 1945". Tragedi ini bermula dari ketegangan antara pemuda pejuang setempat dengan tentara Sekutu (NICA/Jepang) yang memicu pertempuran hebat di pusat kota. Ribuan warga gugur dalam upaya mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia. Untuk mengenang pengorbanan tersebut, didirikanlah Monumen Perjuangan 13 Desember di Lapangan Merdeka, yang hingga kini menjadi simbol patriotisme masyarakat Tebing Tinggi.
Warisan Budaya dan Identitas Lokal
Sebagai wilayah yang dihuni oleh beragam etnis—seperti Melayu, Batak, Jawa, dan Tionghoa—Tebing Tinggi memiliki kekayaan budaya yang unik. Tradisi Melayu yang kental tercermin dalam arsitektur dan adat istiadat, sementara akulturasi kuliner melahirkan identitas khas seperti "Roti Kacang" dan "Lemang", yang membuat kota ini dijuluki sebagai Kota Lemang. Secara administratif, kota seluas 40,11 km² ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Serdang Bedagai di hampir seluruh sisinya, mencerminkan karakteristik wilayah kantong (enclave) yang langka.
Pembangunan Modern dan Masa Depan
Memasuki era modern, Tebing Tinggi terus berkembang menjadi pusat perdagangan dan jasa di Sumatera Utara bagian utara. Meskipun tidak memiliki garis pantai secara langsung di dalam batas kotanya, posisinya yang sangat dekat dengan akses pesisir Selat Malaka menjadikannya hub logistik penting. Integrasi dengan jalan tol Trans-Sumatera kini semakin mempertegas peran strategis Tebing Tinggi dalam konstelasi ekonomi regional, menghubungkan ibu kota provinsi Medan dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei. Kota ini berhasil menjaga keseimbangan antara pelestarian situs sejarah dan tuntutan pembangunan urban yang dinamis.
Geography
#
Profil Geografis Tebing Tinggi, Sumatera Utara
Tebing Tinggi merupakan entitas administratif unik yang terletak di konvergensi strategis lintas timur Sumatera. Secara geografis, wilayah ini membentang pada koordinat 3°19′–3°21′ Lintang Utara dan 99°07′–99°11′ Bujur Timur. Dengan luas wilayah daratan mencapai 40,11 km², kota ini memiliki karakteristik morfologi yang didominasi oleh dataran rendah yang relatif landai dengan elevasi rata-rata berkisar antara 26 hingga 34 meter di atas permukaan laut.
Topografi dan Hidrologi
Meskipun secara administratif dikelilingi oleh daratan Kabupaten Serdang Bedagai di dua sisi utamanya (utara dan selatan), posisi geografis Tebing Tinggi di bagian utara Provinsi Sumatera Utara memberikannya aksesibilitas yang krusial terhadap dinamika pesisir. Wilayah ini memiliki keunikan langka di mana garis pantainya membentang di sepanjang Laut Indonesia, memberikan pengaruh maritim yang signifikan terhadap kelembapan udara dan pola angin lokal.
Fitur hidrologis utama yang membelah kota ini adalah aliran Sungai Padang dan Sungai Bahilang. Sungai Padang berfungsi sebagai arteri drainase utama yang mengalir dari dataran tinggi menuju Selat Malaka. Keberadaan lembah-lembah sungai kecil di sekitar bantaran ini menciptakan variasi mikrotografi yang subur, meskipun juga menghadirkan tantangan berupa kerentanan terhadap luapan air musiman akibat sedimentasi dari wilayah hulu.
Iklim dan Pola Cuaca
Tebing Tinggi diklasifikasikan ke dalam zona iklim tropis basah (Af menurut klasifikasi Köppen). Suhu udara rata-rata harian berkisar antara 24°C hingga 32°C. Pola curah hujan di wilayah ini dipengaruhi secara kuat oleh angin muson, dengan puncak musim hujan biasanya terjadi antara bulan Oktober hingga Desember. Kelembapan udara yang tinggi, yang sering kali mencapai 80-90%, dipengaruhi oleh kedekatannya dengan garis pantai di utara, menciptakan stabilitas suhu yang mencegah fluktuasi ekstrem antara siang dan malam.
Sumber Daya Alam dan Ekologi
Sektor agraris merupakan pilar utama sumber daya alam di Tebing Tinggi. Tanah di wilayah ini didominasi oleh jenis tanah aluvial dan podsolik merah kuning yang sangat mendukung perkebunan skala besar, khususnya karet dan kelapa sawit. Selain komoditas perkebunan, deposit mineral berupa pasir sungai berkualitas tinggi menjadi komoditas tambang galian golongan C yang signifikan untuk pembangunan infrastruktur regional.
Zona ekologis di Tebing Tinggi didominasi oleh vegetasi riparian di sepanjang aliran sungai serta sisa-sisa hutan sekunder. Biodiversitas lokal mencakup berbagai spesies burung air dan fauna sungai yang beradaptasi dengan lingkungan air tawar yang dinamis. Keberadaan ekosistem pesisir di garis pantai utaranya menambah kekayaan biodiversitas melalui kawasan bakau yang berfungsi sebagai benteng alami terhadap abrasi air laut. Secara keseluruhan, integrasi antara dataran rendah, aliran sungai besar, dan akses pantai menjadikan Tebing Tinggi sebuah anomali geografis yang kaya di Sumatera Utara.
Culture
#
Harmoni Budaya di Kota Lemang: Tebing Tinggi, Sumatera Utara
Kota Tebing Tinggi, yang secara administratif terletak di posisi utara Provinsi Sumatera Utara, merupakan sebuah entitas wilayah seluas 40,11 km² yang memiliki karakteristik unik sebagai kota transit yang strategis. Meskipun secara geografis dikelilingi oleh Kabupaten Serdang Bedagai dan berbatasan dengan Kabupaten Simalungun, Tebing Tinggi memiliki identitas budaya yang kuat sebagai titik temu berbagai etnis, mulai dari Melayu, Batak, Jawa, hingga Tionghoa.
##
Tradisi dan Upacara Adat
Sebagai wilayah yang akar budayanya kental dengan nuansa Melayu Deli, Tebing Tinggi masih melestarikan tradisi Tepung Tawar. Upacara ini merupakan bentuk syukur dan doa keselamatan yang dilakukan dalam berbagai prosesi kehidupan, seperti pernikahan, khitanan, hingga memasuki rumah baru. Keunikan tradisi di sini terletak pada perpaduan tata cara Melayu yang santun dengan pengaruh nilai-nilai keislaman yang mendalam. Selain itu, masyarakat pesisir di sekitar wilayah ini sering kali melakukan ritual Jamuan Laut sebagai bentuk penghormatan terhadap alam.
##
Kesenian dan Pertunjukan Rakyat
Dalam bidang seni pertunjukan, Tebing Tinggi membanggakan Tari Persembahan atau Tari Sirih yang menjadi simbol keramah-tamahan penduduknya. Alat musik tradisional seperti Gendang Ronggeng dan Biola sering mengiringi lagu-lagu Melayu yang mendayu di berbagai perhelatan kota. Seni bela diri Silat Melayu juga masih diajarkan di beberapa perguruan sebagai upaya menjaga warisan leluhur. Selain itu, akulturasi budaya terlihat jelas melalui pagelaran Barongsai yang kerap tampil berdampingan dengan kesenian lokal saat perayaan hari besar.
##
Kuliner Khas: Identitas Kota Lemang
Berbicara tentang Tebing Tinggi tidak lengkap tanpa menyebut Lemang. Panganan berbahan dasar beras ketan dan santan yang dimasak di dalam bambu ini telah menjadi ikon budaya. Cara pembakaran tradisional menggunakan kayu bakar memberikan aroma asap yang khas, yang tidak ditemukan di daerah lain. Selain Lemang, kota ini terkenal dengan Halua—manisan buah-buahan tropis seperti pepaya, cabai, dan labu yang diukir indah sebelum diawetkan. Jangan lupakan pula Roti Kacang yang menjadi buah tangan wajib, mencerminkan pengaruh kuliner Tionghoa yang telah menyatu dengan lidah lokal.
##
Bahasa dan Dialek
Masyarakat Tebing Tinggi menggunakan bahasa Indonesia dengan dialek Medan yang kental, namun dalam pergaulan sehari-hari, penggunaan bahasa Melayu lokal dengan akhiran "e" yang lembut masih sering terdengar, terutama di kalangan tetua. Ungkapan "Cakap sikit" atau penggunaan kata ganti "Awak" menunjukkan keakraban dan identitas sosial yang khas di wilayah ini.
##
Busana dan Tekstil Tradisional
Pakaian adat yang dominan adalah Baju Kurung untuk wanita dan Baju Teluk Belanga untuk pria yang dilengkapi dengan kain samping berupa songket. Penggunaan Tengkuluk (penutup kepala) pada busana wanita menunjukkan pengaruh budaya Melayu pesisir yang menjunjung tinggi kehormatan.
##
Praktik Religi dan Festival
Kehidupan beragama di Tebing Tinggi sangat harmonis. Perayaan Ramadhan Fair menjadi agenda tahunan yang meriah dengan bazar kuliner dan lomba religi. Di sisi lain, keberadaan Vihara Dharma Asri yang megah menjadi pusat perayaan Imlek yang menarik wisatawan. Festival budaya tahunan biasanya dipusatkan pada perayaan ulang tahun kota, di mana seluruh etnis menampilkan parade budaya masing-masing, menegaskan semboyan "Esa Hilang Dua Terbilang" dalam bingkai keberagaman.
Tourism
#
Menjelajahi Pesona Tebing Tinggi: Kota Lemang di Jantung Sumatera Utara
Terletak strategis di jalur lintas timur Sumatera, Kota Tebing Tinggi merupakan permata tersembunyi di Provinsi Sumatera Utara. Dengan luas wilayah sekitar 40,11 km², kota ini secara geografis berada di wilayah utara provinsi dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Serdang Bedagai di hampir seluruh sisinya. Meskipun dikenal sebagai kota transit, Tebing Tinggi menawarkan pengalaman wisata yang langka dan otentik bagi para pelancong.
##
Wisata Alam dan Lanskap Pesisir
Walaupun tidak didominasi oleh pegunungan tinggi, Tebing Tinggi memiliki karakter ekosistem sungai yang unik. Sungai Padang dan Sungai Bah Bolon yang membelah kota memberikan pemandangan tepian air yang menenangkan. Mengingat lokasinya yang dekat dengan pesisir timur Sumatera, wisatawan dapat menikmati hembusan angin laut yang segar. Taman Kota Tebing Tinggi menjadi paru-paru hijau di mana pengunjung dapat bersantai di bawah pepohonan rindang sembari menikmati tata kota yang rapi dan bersih.
##
Jejak Sejarah dan Warisan Budaya
Tebing Tinggi menyimpan kekayaan sejarah Kolonial Belanda yang masih terjaga. Salah satu ikon utamanya adalah Gedung Balai Kota dan Museum Kota Tebing Tinggi yang menempati bangunan bersejarah. Di sini, pengunjung dapat melihat artefak masa lalu dan foto-foto kuno yang menceritakan evolusi kota ini dari zaman perkebunan. Bagi pecinta wisata religi, Masjid Raya Nurul Ikhlas menampilkan arsitektur megah yang merefleksikan perpaduan budaya Melayu dan Islam yang kuat di wilayah ini.
##
Surga Kuliner: Pengalaman Cita Rasa Unik
Tidak lengkap mengunjungi Tebing Tinggi tanpa mencicipi Lemang Batok. Berbeda dengan daerah lain, Lemang Tebing Tinggi memiliki tekstur ketan yang sangat lembut dengan aroma santan yang kuat, dibakar menggunakan bambu pilihan. Selain lemang, kota ini adalah pusat bagi pecinta Roti Kacang Hj. Eliya yang legendaris. Pengalaman kuliner di sini menawarkan perpaduan unik antara pengaruh Melayu, Batak, dan Tionghoa, menciptakan harmoni rasa yang tidak ditemukan di tempat lain.
##
Aktivitas Luar Ruangan dan Petualangan
Bagi pencinta petualangan, menyusuri aliran Sungai Padang dengan perahu lokal memberikan perspektif berbeda tentang kehidupan masyarakat pinggir sungai. Anda juga dapat bersepeda keliling kota untuk menikmati arsitektur art deco yang masih tersisa di sudut-sudut jalan protokol. Keunikan kota ini terletak pada keramahan penduduk lokalnya yang menjunjung tinggi nilai gotong royong.
##
Akomodasi dan Waktu Kunjungan Terbaik
Kota ini menyediakan berbagai pilihan akomodasi, mulai dari hotel melati yang ekonomis hingga hotel berbintang dengan fasilitas lengkap. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah antara bulan Juni hingga Agustus, saat cuaca cenderung cerah, atau bertepatan dengan perayaan hari jadi kota untuk menyaksikan berbagai festival budaya dan bazar kuliner besar. Tebing Tinggi bukan sekadar tempat perlintasan, melainkan destinasi yang menawarkan kehangatan sebuah kota tua yang terus bersolek.
Economy
#
Profil Ekonomi Kota Tebing Tinggi: Simpul Strategis Sumatera Utara
Kota Tebing Tinggi, dengan luas wilayah sekitar 40,11 km², memegang peranan krusial sebagai kota transit utama yang menghubungkan Medan dengan wilayah Pantai Timur Sumatera Utara. Terletak di posisi kardinal utara provinsi dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Serdang Bedagai serta Kabupaten Simalungun, letak geografis ini menjadikan Tebing Tinggi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang dinamis meskipun luas wilayahnya relatif terbatas.
Sektor Perdagangan dan Jasa
Sebagai kota jasa, sektor perdagangan menyumbang proporsi terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Kedudukannya sebagai titik simpul transportasi darat memicu pertumbuhan pesat pada sektor kuliner dan perhotelan. Tebing Tinggi dikenal luas melalui industri pengolahan makanan khas, terutama Lemang Batok dan Roti Kacang (seperti merk Rajawali), yang tidak hanya menjadi komoditi lokal tetapi juga komoditas ekspor ke daerah tetangga. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor ini menjadi penyerap tenaga kerja utama bagi penduduk lokal.
Potensi Maritim dan Ekonomi Pesisir
Meskipun pusat kotanya berada di daratan, wilayah administratif Tebing Tinggi memiliki akses strategis ke garis pantai yang membentang di sepanjang perairan Timur Sumatera. Hal ini memungkinkan pengembangan ekonomi maritim, khususnya dalam distribusi hasil laut dan industri pengolahan ikan. Keberadaan aliran Sungai Padang yang membelah kota juga dimanfaatkan untuk budidaya perikanan air tawar yang menyuplai pasar-pasar di wilayah pedalaman Sumatera Utara.
Industri dan Kerajinan Tradisional
Sektor industri manufaktur di Tebing Tinggi didominasi oleh pengolahan karet dan kelapa sawit, mengingat kota ini dikelilingi oleh perkebunan besar di wilayah tetangga. Selain itu, aspek kelangkaan (rarity) muncul pada kerajinan tangan spesifik seperti anyaman pandan dan kerajinan bambu yang tetap dipertahankan secara turun-temurun. Produk-produk ini mulai merambah pasar digital, meningkatkan pendapatan perkapita pengrajin lokal melalui platform e-commerce.
Infrastruktur dan Konektivitas
Transformasi ekonomi Tebing Tinggi dipercepat oleh pembangunan Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT). Infrastruktur ini telah memangkas waktu logistik secara signifikan, menjadikan kota ini lokasi yang menarik bagi investor pergudangan. Stasiun Tebing Tinggi juga berfungsi sebagai hub logistik kereta api yang mengangkut komoditas perkebunan menuju Pelabuhan Kuala Tanjung dan Belawan.
Tren Ketenagakerjaan dan Masa Depan
Pemerintah kota saat ini fokus pada diversifikasi ekonomi dari sektor agraris ke sektor jasa modern dan pariwisata perkotaan. Dengan pengembangan infrastruktur pendukung di sepanjang jalur lintas Sumatera, Tebing Tinggi bertransformasi menjadi "Smart City" yang mengintegrasikan pusat logistik dengan pusat pendidikan dan kesehatan regional, memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakatnya.
Demographics
#
Profil Demografis Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara
Kota Tebing Tinggi merupakan entitas urban yang unik di Provinsi Sumatera Utara. Meskipun secara geografis terletak di zona pesisir timur, kota ini memiliki karakteristik "enklave" yang langka karena seluruh wilayah daratannya seluas 40,11 km² dikelilingi secara administratif oleh satu daerah induk, yakni Kabupaten Serdang Bedagai di sisi utara dan selatan. Sebagai kota transit strategis yang menghubungkan Medan dengan wilayah Lintas Timur Sumatera, dinamika kependudukannya mencerminkan pusat pertumbuhan ekonomi yang intens.
Struktur Populasi dan Kepadatan
Berdasarkan data terbaru, Tebing Tinggi dihuni oleh lebih dari 172.000 jiwa. Dengan luas wilayah yang relatif kecil, kota ini memiliki kepadatan penduduk yang sangat tinggi, mencapai lebih dari 4.300 jiwa per km². Distribusi penduduk terkonsentrasi di lima kecamatan, dengan Kecamatan Padang Hilir dan Rambutan sebagai pusat pemukiman terpadat. Berbeda dengan daerah tetangganya yang masih memiliki lahan agraris luas, hampir 100% wilayah Tebing Tinggi telah mengalami urbanisasi penuh, menciptakan dinamika masyarakat perkotaan yang heterogen.
Komposisi Etnis dan Keragaman Budaya
Demografi Tebing Tinggi ditandai oleh pluralisme yang kental. Suku Jawa merupakan kelompok mayoritas, disusul oleh suku Batak (Toba, Mandailing, Karo), Melayu sebagai penduduk asli, serta komunitas Tionghoa yang signifikan dalam sektor perdagangan. Heterogenitas ini menciptakan asimilasi budaya yang harmonis, di mana penggunaan Bahasa Indonesia dengan dialek Medan menjadi lingua franca utama, sementara identitas budaya lokal tetap terjaga melalui upacara adat dan festival keagamaan.
Piramida Penduduk dan Tingkat Pendidikan
Struktur kependudukan Tebing Tinggi berbentuk piramida ekspansif menuju stasioner, di mana kelompok usia produktif (15-64 tahun) mendominasi profil demografis. Hal ini menunjukkan adanya bonus demografi yang besar bagi kota ini. Dari sisi kualitas sumber daya manusia, Tebing Tinggi mencatatkan angka melek huruf yang mencapai hampir 99%. Akses terhadap pendidikan formal sangat merata, dengan rasio sekolah terhadap jumlah penduduk yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata kabupaten di sekitarnya, menjadikannya pusat pendidikan bagi wilayah penyangga.
Migrasi dan Urbanisasi
Sebagai kota jasa dan perdagangan, pola migrasi di Tebing Tinggi sangat dipengaruhi oleh sektor komersial. Terjadi arus migrasi masuk (in-migration) yang konstan dari wilayah pedesaan Serdang Bedagai dan Simalungun. Masyarakat pindah ke kota ini untuk mencari akses kesehatan dan pendidikan yang lebih baik. Mobilitas harian juga sangat tinggi, di mana ribuan komuter masuk ke Tebing Tinggi setiap pagi untuk beraktivitas di pusat pasar dan perkantoran, menjadikan kota ini tetap hidup selama 24 jam meskipun luas wilayahnya terbatas.
💡 Fakta Unik
- 1.Wilayah pesisir ini pernah menjadi pusat pemerintahan Karesidenan Tapanuli pada masa kolonial Hindia Belanda sebelum pusat administratif tersebut dipindahkan ke Tarutung.
- 2.Masyarakat setempat memiliki tradisi unik 'Malam 7 Likur' saat bulan Ramadan, di mana mereka menyalakan lampu colok atau obor bambu di sepanjang jalan dan halaman rumah.
- 3.Wilayah ini merupakan kota terkecil di Sumatera Utara dengan luas hanya sekitar 40 kilometer persegi dan seluruh daratannya dikelilingi oleh wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah.
- 4.Kota pelabuhan bersejarah di Teluk Tapian Nauli ini sangat terkenal dengan julukan 'Kota Ikan' karena hasil lautnya yang melimpah dan menjadi pusat perdagangan ikan utama di pantai barat Sumatera.
Destinasi di Tebing Tinggi
Semua Destinasi→Istana Negeri Padang
Saksi bisu kejayaan Kerajaan Padang di masa lampau, bangunan ini menyimpan nilai sejarah mendalam me...
Kuliner LegendarisLemang Batok Tebing Tinggi
Tebing Tinggi dijuluki sebagai Kota Lemang, dan mencicipi lemang hangat yang dimasak di dalam bambu ...
Situs SejarahMonumen Perjuangan 13 Desember
Monumen ini didirikan untuk memperingati peristiwa heroik rakyat Tebing Tinggi melawan tentara Sekut...
Bangunan IkonikMasjid Raya Nurul Huda
Sebagai pusat kegiatan religius dan salah satu bangunan tertua di kota, Masjid Raya Nurul Huda menam...
Tempat RekreasiTaman Kota Tebing Tinggi
Ruang terbuka hijau ini merupakan jantung interaksi sosial warga kota yang menawarkan suasana asri d...
Kuliner LegendarisKong Mah Café (Roti Kacang Hijau)
Selain lemang, Tebing Tinggi terkenal dengan produksi roti kacang hijaunya yang legendaris dan renya...
Tempat Lainnya di Sumatera Utara
Lokasi Serupa
Panduan Perjalanan Terkait
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiUji Pengetahuanmu!
Apakah kamu bisa menebak Tebing Tinggi dari siluet petanya?