Benteng Tahula
di Tidore Kepulauan, Maluku Utara
Dipublikasikan: Januari 2025
Tentang
Asal-Usul dan Periode Pembangunan
Pembangunan Benteng Tahula dimulai pada tahun 1610, hanya beberapa tahun setelah Spanyol berhasil mengusir pengaruh Belanda dari Tidore dengan bantuan armada dari Manila, Filipina. Perintah pembangunan datang dari Gubernur Spanyol pertama di Maluku, Cristóbal de Azcueta Menchaca. Namun, proses konstruksinya tidak berjalan instan. Pembangunan dilakukan secara bertahap dan baru benar-benar rampung sepenuhnya di bawah pengawasan Gubernur Jerónimo de Silva pada tahun 1615.
Nama "Santiago" diberikan untuk menghormati Santo Pelindung Spanyol, sementara nama "Tahula" diyakini berasal dari dialek lokal yang merujuk pada lokasi benteng yang berada di ketinggian atau bukit. Keputusan Spanyol untuk membangun benteng di titik ini didasari oleh kebutuhan strategis untuk mengawasi pergerakan kapal-kapal VOC (Belanda) yang berbasis di Ternate, serta untuk memperkuat aliansi mereka dengan Kesultanan Tidore.
Arsitektur dan Detail Konstruksi
Secara arsitektural, Benteng Tahula memiliki karakteristik yang unik dibandingkan dengan benteng-benteng buatan Belanda di Maluku. Benteng ini dibangun mengikuti kontur alami bukit karang yang terjal, sehingga denahnya tidak simetris sempurna. Struktur utamanya menggunakan batu gunung (andesit) dan potongan karang yang direkatkan dengan campuran kapur, pasir, dan cairan putih telur sebagai perekat tradisional yang sangat kuat.
Salah satu fitur paling mencolok dari Benteng Tahula adalah letaknya yang berada di ketinggian sekitar 35 meter di atas permukaan laut. Untuk mencapai area utama benteng, pengunjung harus menaiki ratusan anak tangga yang cukup curam. Benteng ini memiliki tiga bastion utama yang dirancang untuk menempatkan meriam-meriam besar guna menyapu pandangan ke arah laut. Di dalam area benteng, terdapat sisa-sisa ruang amunisi, barak prajurit, dan sebuah kapel kecil yang dulu digunakan oleh para garnisun Spanyol untuk beribadah.
Bagian fondasi benteng tertanam langsung pada batuan induk (bedrock), menjadikannya sangat kokoh terhadap getaran gempa yang sering melanda wilayah Maluku Utara. Luas total area situs ini mencapai sekitar 4.000 meter persegi, memberikan ruang yang cukup bagi pertahanan artileri berat pada masanya.
Signifikansi Historis dan Peristiwa Penting
Benteng Tahula merupakan jantung dari operasi militer Spanyol di Maluku selama lebih dari setengah abad. Di sinilah koordinasi militer dilakukan untuk mempertahankan kedaulatan Spanyol di pusat penghasil cengkih. Signifikansi sejarah yang paling menonjol adalah peran benteng ini sebagai simbol kemitraan politik antara Kerajaan Spanyol dan Kesultanan Tidore. Berbeda dengan hubungan kolonial yang seringkali bersifat penaklukan murni, di Tidore, Spanyol hadir sebagai "sekutu" Sultan untuk mengimbangi kekuatan Ternate yang didukung oleh Belanda.
Pada tahun 1662, terjadi perubahan besar dalam politik global Spanyol. Ancaman dari bajak laut Koxinga di Taiwan memaksa pemerintah Spanyol di Manila untuk menarik mundur seluruh pasukannya dari Maluku. Benteng Tahula pun dikosongkan secara resmi pada tahun 1663. Setelah kepergian Spanyol, benteng ini tidak lantas ditinggalkan begitu saja. Sultan Tidore mengambil alih struktur tersebut dan menjadikannya sebagai kediaman keluarga kerajaan serta benteng pertahanan lokal hingga awal abad ke-18.
Tokoh dan Periode Terkait
Beberapa tokoh penting yang namanya terukir dalam sejarah benteng ini antara lain Sultan Saidi Berkat dari Tidore, yang menjalin hubungan diplomatik erat dengan Spanyol. Selain itu, nama Juan de Esquivel, gubernur pertama Spanyol di Ternate dan Tidore, juga berperan besar dalam menetapkan fondasi kekuasaan Spanyol di wilayah ini. Periode 1610 hingga 1663 dikenal sebagai "Golden Era" pengaruh Hispanik di Tidore, di mana budaya, bahasa, dan agama Katolik sempat tumbuh di sekitar benteng sebelum akhirnya memudar setelah evakuasi besar-besaran ke Filipina.
Pelestarian dan Upaya Restorasi
Setelah berabad-abad terpapar cuaca ekstrem dan vegetasi liar, Benteng Tahula sempat mengalami kerusakan berat. Banyak bagian dinding yang runtuh dan tertutup tanah. Namun, menyadari nilai sejarahnya yang tak ternilai, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Maluku Utara telah melakukan serangkaian upaya restorasi besar-besaran sejak tahun 1990-an hingga awal 2000-an.
Restorasi dilakukan dengan prinsip anastilosis, yaitu menyusun kembali blok-blok batu asli yang ditemukan di lokasi ke posisi semula. Saat ini, Benteng Tahula berdiri dalam kondisi yang sangat terawat. Lingkungan sekitarnya telah ditata menjadi taman yang asri, dengan anak tangga beton yang memudahkan akses wisatawan. Meskipun beberapa bagian interior sudah hilang, struktur dinding luar dan bastion tetap utuh dan memberikan gambaran visual yang jelas tentang keperkasaan militer masa lampau.
Makna Budaya bagi Masyarakat Tidore
Bagi masyarakat Tidore saat ini, Benteng Tahula bukan lagi simbol penjajahan, melainkan monumen identitas yang menunjukkan betapa pentingnya posisi Tidore dalam kancah politik internasional di masa lalu. Situs ini sering menjadi lokasi upacara adat atau bagian dari rute festival budaya tahunan, seperti Pesta Rakyat Tidore. Dari atas benteng ini, masyarakat dan wisatawan dapat melihat panorama Pulau Ternate, Gunung Gamalama, dan Pulau Maitara dengan jelas, yang sering disebut sebagai pemandangan yang tertera pada uang kertas seribu rupiah lama.
Keberadaan benteng ini juga menjadi pengingat akan toleransi sejarah, di mana di satu sisi terdapat Kesultanan Islam yang kuat, dan di sisi lain terdapat benteng pertahanan bangsa Eropa beragama Katolik yang hidup berdampingan demi kepentingan perdagangan dan kedaulatan wilayah. Benteng Tahula tetap berdiri teguh, menjadi jembatan antara masa lalu yang penuh gejolak dan masa depan Tidore sebagai pusat warisan budaya di Maluku Utara.
📋 Informasi Kunjungan
Tempat Menarik Lainnya di Tidore Kepulauan
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiJelajahi Tidore Kepulauan
Pelajari lebih lanjut tentang Tidore Kepulauan dan tempat-tempat menarik lainnya.
Lihat Profil Tidore Kepulauan