Kenapa Ini Lebih Rumit dari Kelihatannya
Makanan Indonesia dibangun dari beberapa bahan yang muncul hampir di mana-mana tanpa terlihat jelas dari nama hidangannya: kacang tanah yang dihaluskan, terasi, kecap ikan, dan kaldu makanan laut. Menu yang menulis "salad sayur" atau "tahu tempe goreng" terdengar seperti pilihan paling aman di ruangan itu untuk seseorang dengan alergi kacang atau makanan laut โ padahal justru bisa jadi yang paling berbahaya, karena saus yang disiramkan di atasnya sering kali adalah alergen persis yang sedang kamu hindari. Ini bukan berarti masakan Indonesia luar biasa berisiko. Bahan tersembunyi di sini tidak benar-benar disembunyikan โ cuma dianggap sudah pasti ada, seperti saus Prancis yang menganggap mentega pasti dipakai atau kari Thailand yang menganggap kecap ikan pasti dipakai, dan tidak ada yang terpikir untuk menyebutkannya kecuali kamu bertanya.
Wisatawan dengan alergi makanan tetap bisa makan enak di Indonesia. Yang dibutuhkan cuma tahu hidangan mana yang menyembunyikan apa, dan beberapa kalimat yang bisa menyampaikan maksudmu dengan jelas.
Alergen Tersembunyi yang Perlu Diwaspadai
Kacang tanah: Ini yang paling sering membuat orang terkejut. Bumbu kacang atau sambal kacang jadi bahan dasar gado-gado, ketoprak, ketupat sayur, ketupat tahu, dan menjadi saus cocolan klasik untuk sate. Bumbu ini juga muncul sebagai pengental di beberapa gulai daerah dan sebagai taburan yang โ setidaknya terlihat โ ada di atas pecel dan rujak. Taburan yang terlihat mudah diminta untuk tidak dipakai. Saus yang dicampur langsung ke dalam hidangan tidak bisa dipisahkan dengan aman.
Terasi dan kerupuk udang: Terasi adalah tulang punggung sebagian besar sambal Indonesia, yang berarti sering ada di hidangan yang terlihat sepenuhnya vegetarian. Semangkuk tumis sayur, sup sayur, atau nasi goreng "sayur" semuanya bisa mengandung terasi dalam bumbu yang dipakai memasaknya, bahkan ketika tidak ada udang yang terlihat sama sekali di piring. Kerupuk, yang disajikan otomatis hampir di setiap makan, sangat sering berbahan udang (kerupuk udang) bahkan saat warnanya putih polos atau merah muda dan sama sekali tidak terlihat seperti makanan laut.
Kecap ikan dan kaldu makanan laut: Tidak sedominan di masakan Thailand atau Vietnam, tapi tetap ada di beberapa sup daerah dan saus botolan yang dipakai sebagai jalan pintas di dapur warung rumahan. Soto dan beberapa kuah mi kadang memakai kaldu dasar berbahan makanan laut bahkan dalam sup ayam atau sapi, terutama untuk menambah rasa di daerah pesisir.
Gluten: Makanan Indonesia sebagian besar berbasis nasi, bukan gandum, yang menjadi kabar baik bagi siapa pun yang menghindari gluten, tapi kecap manis dan kecap asin sebagian besar merek dibuat dengan gandum, dan kecap ada di hampir semua hidangan โ nasi goreng, mi goreng, bumbu marinasi sate, masakan berkuah. Gorengan juga sering dilapisi tepung berbahan gandum. Bihun bebas gluten; mi (terigu) tidak, dan keduanya cukup mirip di piring sehingga sebaiknya tanya langsung.
Cara Menyampaikannya dalam Bahasa Indonesia
Kalimat pendek dalam bahasa Indonesia jauh lebih dianggap serius di warung dibanding bahasa Inggris, dan sebagian besar orang di industri makanan Indonesia sudah pernah dengar kata "alergi" meski bahasa Inggris mereka terbatas.
- "Saya alergi kacang" โ untuk alergi kacang tanah.
- "Saya alergi udang / makanan laut" โ untuk alergi udang atau seafood.
- "Tolong tanpa terasi" โ minta tanpa terasi.
- "Tolong tanpa kacang, termasuk sausnya" โ minta tanpa kacang, termasuk di sausnya.
- "Ini bisa bikin saya sakit parah" โ berguna dipakai kalau permintaan pertama cuma dijawab dengan angkat bahu, karena ini menandakan bukan sekadar preferensi.
Ada baiknya menuliskan kalimat-kalimat ini di ponselmu, atau lebih baik lagi, mencetak kartu kecil yang menyebutkan alergimu dalam bahasa Indonesia, karena pekerja dapur yang tidak menerima pesananmu langsung mungkin tidak mendapat pesan yang akurat lewat pelayan. Ada beberapa templat kartu alergi yang bisa dicari daring khusus untuk ini โ cari "kartu alergi terjemahan bahasa Indonesia" sebelum berangkat dan cetak satu.
Panduan Risiko per Hidangan
- Gado-gado, ketoprak, pecel: Hampir selalu memakai bumbu kacang sebagai komponen utama, bukan sekadar taburan. Anggap tidak aman untuk alergi kacang kecuali sausnya dipastikan dibuat terpisah.
- Sate: Dagingnya sendiri bebas kacang, tapi hampir selalu disajikan dengan bumbu kacang disiram di atasnya atau di sampingnya. Minta polos (sate tanpa saus kacang) dan biasanya mudah diganti dengan saus kecap atau saus polos.
- Nasi goreng / mi goreng: Mengandung kecap (gluten) secara default; bisa mengandung terasi atau udang kering tergantung resepnya, dan sering disajikan dengan telur ceplok serta kerupuk yang mungkin berbahan udang.
- Rendang, gulai, soto: Berbasis santan dan bumbu rempah, umumnya bebas kacang dan makanan laut kecuali resep daerah tertentu memakai terasi di bumbu dasarnya โ perlu dicek cepat khusus untuk alergi makanan laut.
- Tahu dan tempe: Bahan dasarnya sendiri bebas alergen, tapi sering disajikan dengan bumbu kacang (seperti kerabat hidangan tahu gejrot) atau digoreng di minyak yang sudah dipakai untuk gorengan berbahan udang di kios yang sibuk.
- Kerupuk: Anggap berbahan udang kecuali dinyatakan sebaliknya; disajikan otomatis di hampir setiap makan, jadi tolak secara proaktif daripada menunggu ditanya.
- Rujak: Buahnya sendiri aman; sausnya hampir tanpa kecuali berbahan kacang dan terasi.
Makan Aman: Warung vs Restoran vs Hotel
Warung kecil memasak sesuai pesanan dari menu harian tetap, dan orang yang melayanimu sering kali orang yang memasaknya juga, yang sebenarnya menguntungkanmu โ pertanyaan langsung dan sederhana mendapat jawaban langsung dan sederhana, tanpa lapisan pelayan yang mungkin tidak tahu resepnya. Kekurangannya, bahasa Inggris kurang bisa diandalkan di sini, jadi di sinilah kalimat-kalimat alergimu paling penting.
Restoran kelas menengah dan yang melayani wisatawan, terutama di Canggu, Seminyak, dan Ubud di Bali, atau di lingkungan yang banyak dihuni ekspatriat seperti Jakarta Selatan, sudah terbiasa dengan pertanyaan alergi dan sering punya staf berbahasa Inggris yang bisa mengecek ke dapur. Menu di kawasan ini makin sering menandai alergen umum, meski belum semua melakukannya, jadi tetap tanya.
Sarapan prasmanan hotel justru salah satu situasi paling berisiko, bukan yang paling aman โ sendok saji yang sama berpindah antar hidangan, saus berbahan kacang diletakkan terbuka di sebelah makanan lain yang tidak berhubungan, dan kontaminasi silang umum terjadi bahkan ketika daftar bahannya terlihat aman. Kalau alergimu parah, minta staf menyiapkan piring segar langsung dari dapur daripada mengambil sendiri dari jalur prasmanan bersama.
"Vegetarian" Tidak Berarti Bebas Alergen
Kalau kamu juga menjalani pola makan vegetarian selain mengelola alergi kacang atau makanan laut, jangan mengandalkan label "vegetarian" atau "vegan" sebagai jaminan keamanan โ keduanya kategori yang tidak berhubungan di dapur Indonesia. Warung vegetarian dengan senang hati menyajikan gado-gado, yang sepenuhnya berbahan nabati sekaligus penuh bumbu kacang, atau sup sayur berbumbu terasi yang tidak terpikir untuk disebutkan si juru masak karena, dari sudut pandang vegetarian, itu bumbu penyedap, bukan bahan "daging". Dua pertanyaan โ "apakah ini vegetarian?" dan "apakah ini mengandung kacang atau makanan laut?" โ perlu ditanyakan terpisah, setiap kali, bahkan di restoran yang secara khusus memasarkan diri untuk pemakan nabati.
Membaca Label Kemasan di Minimarket dan Supermarket
Camilan kemasan, mi instan, dan saus yang dijual di Indomaret, Alfamart, dan supermarket lebih besar seperti Hypermart wajib mencantumkan daftar bahan dalam bahasa Indonesia, dan sebagian besar merek besar juga mencetak keterangan alergen mirip yang biasa kamu lihat di kemasan Barat โ cari tulisan "mengandung kacang" atau "mengandung udang" di dekat daftar bahan. Merek mi instan khususnya sangat bervariasi antar rasa dari perusahaan yang sama, jadi varian rasa udang dan varian rasa ayam dari merek yang sama bisa punya profil alergen yang sama sekali berbeda. Kalau ragu, mode kamera aplikasi penerjemah yang diarahkan ke label bahan bekerja cukup baik untuk makanan kemasan, meski kurang bisa diandalkan untuk percakapan lisan di restoran.
Penerbangan Domestik dan Makanan Bandara
Jangan berharap maskapai domestik Indonesia menyediakan menu khusus alergen seperti sebagian maskapai internasional โ maskapai murah seperti Lion Air dan Citilink biasanya menjual kotak camilan di pesawat daripada menjalankan sistem permintaan menu khusus, dan isinya bisa termasuk camilan berbahan kacang atau udang tanpa peringatan jelas di kemasannya. Rute domestik dan internasional Garuda Indonesia yang lebih panjang lebih mungkin mengakomodasi permintaan menu khusus saat pemesanan, tapi konfirmasi minimal 24 jam sebelumnya daripada berasumsi akan otomatis ditangani. Cara paling aman di rute domestik mana pun adalah membawa camilan sendiri melewati pemeriksaan keamanan dan menganggap apa pun yang disajikan di pesawat sebagai bonus, bukan makanan yang kamu andalkan.
Berbelanja di Food Court dan Pasar Swalayan
Food court di mal-mal besar Jakarta, Bali, dan Surabaya biasanya punya belasan kios kecil yang masing-masing masak sendiri, mirip warung tapi terkonsentrasi di satu ruangan. Ini sebenarnya cukup nyaman untuk yang punya alergi karena kamu bisa langsung bertanya ke kios yang membuat makananmu, bukan lewat pelayan yang meneruskan pesanan ke dapur di belakang. Tapi hati-hati dengan kios yang menjual banyak jenis gorengan dari satu wajan minyak yang sama โ gorengan berbahan udang dan tahu/tempe polos sering digoreng bergantian di minyak yang sama, jadi kontaminasi silang tetap mungkin terjadi meski hidangan yang kamu pesan sendiri tidak mengandung alergenmu.
Membawa Obat
Bawa alat suntik epinefrin sendiri (EpiPen atau sejenisnya) kalau kamu punya riwayat anafilaksis โ jangan berasumsi bisa membeli atau menggantinya di sini, karena ketersediaan dan mereknya bervariasi dan stok apotek di kota kecil bisa tidak bisa diandalkan. Antihistamin standar (loratadine, cetirizine) tersedia luas tanpa resep di apotek Kimia Farma, Guardian, atau Century dengan merek internasional atau lokal yang dikenal, jadi reaksi ringan mudah ditangani kalau terjadi. Pastikan asuransi perjalananmu secara eksplisit mencakup anafilaksis dan perawatan darurat sebelum berangkat, dan Bali, Jakarta, serta Yogyakarta semuanya punya rumah sakit swasta yang mampu menangani reaksi alergi berat dengan cepat.
Kesimpulan
Makanan Indonesia tidak harus jadi hal yang dihindari sepenuhnya oleh wisatawan dengan alergi โ cuma perlu menganggap kacang dan terasi sebagai standar, bukan pengecualian, dan bertanya secara spesifik sebelum berasumsi sebuah hidangan aman hanya karena terlihat vegetarian atau polos. Pelajari beberapa kalimat bahasa Indonesia di atas, andalkan staf warung yang memasak makananmu sendiri, dan lebih waspada di prasmanan dibanding makanan yang dipesan satuan. Lakukan itu, dan sebenarnya sangat sedikit menu Indonesia yang benar-benar perlu kamu hindari sama sekali.