Situs Sejarah

Pesanggrahan BTW (Bank Tin Winning)

di Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Jejak Sejarah Pesanggrahan BTW: Simbol Kejayaan Timah dan Perjuangan Kemerdekaan di Bangka Barat

Pesanggrahan BTW (Bank Tin Winning), yang juga dikenal oleh masyarakat lokal sebagai Wisma Ranggam, bukan sekadar bangunan tua yang berdiri kokoh di Mentok, Bangka Barat. Bangunan ini merupakan monumen bisu yang merekam dua narasi besar dalam sejarah Indonesia: eksploitasi industri pertambangan timah oleh kolonial Belanda dan perjuangan diplomasi para pendiri bangsa dalam mempertahankan kemerdekaan. Terletak di kawasan strategis yang menghadap ke arah pelabuhan, Pesanggrahan BTW menjadi saksi bisu transformasi Mentok dari pusat administrasi pertambangan menjadi panggung politik nasional.

#

Asal-Usul dan Konteks Pembangunan

Pesanggrahan BTW dibangun pada tahun 1827 oleh perusahaan tambang milik pemerintah kolonial Belanda, Banka Tin Winning Bedrijf (BTW). Pada masa itu, Mentok telah ditetapkan sebagai pusat administrasi (Hoofdplaats) Keresidenan Bangka. Pembangunan pesanggrahan ini awalnya bertujuan untuk menyediakan fasilitas penginapan bagi para pejabat tinggi perusahaan tambang, tamu-tamu Eropa, serta inspektur kolonial yang berkunjung ke Pulau Bangka untuk memantau produksi timah yang menjadi komoditas primadona dunia saat itu.

Nama "Bank Tin Winning" sendiri merujuk pada badan usaha milik negara Belanda yang mengelola seluruh rantai produksi timah di Bangka. Pesanggrahan ini dirancang sebagai simbol prestise dan dominasi ekonomi Belanda. Keberadaannya menandai era di mana Bangka bukan lagi sekadar pulau terpencil, melainkan pusat perhatian ekonomi global yang menyokong pundi-pundi keuangan Kerajaan Belanda di Eropa.

#

Karakteristik Arsitektur dan Detail Konstruksi

Secara arsitektural, Pesanggrahan BTW menampilkan gaya Indies Empire Style, sebuah gaya arsitektur yang berkembang di Hindia Belanda pada abad ke-18 dan ke-19 yang mengadopsi elemen neoklasik Eropa namun disesuaikan dengan iklim tropis. Bangunan ini memiliki ciri khas pilar-pilar besar yang megah, langit-langit tinggi untuk sirkulasi udara yang optimal, serta jendela dan pintu berukuran masif yang terbuat dari kayu jati berkualitas tinggi.

Dinding bangunan dibangun menggunakan susunan bata tebal dengan plesteran kapur yang sangat kuat, khas konstruksi kolonial yang tahan terhadap cuaca ekstrem pesisir. Salah satu keunikan konstruksinya adalah penggunaan lantai ubin bercorak yang didatangkan langsung dari Eropa. Tata ruangnya mengikuti pola simetris dengan koridor panjang di bagian tengah yang menghubungkan kamar-kamar luas di sisi kiri dan kanan. Di bagian depan, terdapat teras luas yang berfungsi sebagai ruang penerima tamu, memberikan kesan terbuka sekaligus berwibawa.

#

Peran Strategis dalam Perjuangan Kemerdekaan

Meskipun dibangun untuk kepentingan kolonial, sejarah mencatat Pesanggrahan BTW sebagai tempat yang sangat penting bagi kedaulatan Republik Indonesia. Antara tahun 1948 hingga 1949, pasca Agresi Militer Belanda II, bangunan ini dijadikan tempat pengasingan bagi para tokoh utama kemerdekaan Indonesia. Proklamator Bung Karno (Soekarno), bersama dengan tokoh lain seperti Agus Salim, Mohammad Roem, dan Ali Sastroamidjojo, pernah ditempatkan di sini.

Berbeda dengan Pesanggrahan Menumbing yang berada di puncak bukit dan digunakan untuk mengasingkan Mohammad Hatta, Pesanggrahan BTW yang terletak di bawah (kawasan kota) sering menjadi tempat pertemuan diplomasi krusial. Di gedung inilah terjadi perundingan-perundingan awal antara para pemimpin Indonesia yang diasingkan dengan delegasi dari United Nations Commission for Indonesia (UNCI) serta perwakilan dari Bijeenkomst voor Federaal Overleg (BFO).

Salah satu fakta unik adalah peran Pesanggrahan BTW sebagai "kantor darurat" tempat para tokoh bangsa merumuskan strategi diplomasi untuk menghadapi meja perundingan internasional. Keberadaan para tokoh ini di Mentok justru memicu semangat patriotisme rakyat Bangka, di mana penduduk setempat sering berkerumun di sekitar pagar pesanggrahan hanya untuk melihat atau memberikan dukungan moral kepada para pemimpin mereka.

#

Signifikansi Tokoh dan Peristiwa

Nama "Wisma Ranggam" sendiri mulai populer digunakan berkaitan dengan lokasi bangunan ini yang terletak di Kampung Ranggam. Tokoh-tokoh yang diasingkan di sini tidak sekadar menjadi tahanan politik, tetapi mereka menjadikan pesanggrahan ini sebagai pusat intelektual. Bung Karno, misalnya, kerap berdiskusi mengenai filsafat dan strategi politik di teras bangunan ini.

Peristiwa bersejarah yang paling menonjol adalah proses penyusunan draf awal sebelum tercapainya Perjanjian Roem-Roijen. Mentok, melalui Pesanggrahan BTW, menjadi titik temu di mana kedaulatan Indonesia diperjuangkan melalui jalur meja perundingan, bukan lagi sekadar senjata. Hal ini mengubah status bangunan dari sekadar penginapan perusahaan tambang menjadi "Situs Diplomasi Kemerdekaan".

#

Pelestarian dan Upaya Restorasi

Sebagai Situs Cagar Budaya, Pesanggrahan BTW telah melalui beberapa tahap restorasi untuk menjaga keaslian strukturnya. Pemerintah Kabupaten Bangka Barat bekerja sama dengan Balai Pelestarian Kebudayaan secara rutin melakukan perawatan pada bagian atap dan kayu-kayu penyangga yang rentan terhadap rayap dan kelembapan laut.

Saat ini, fungsi utama bangunan ini adalah sebagai museum dan destinasi wisata sejarah. Beberapa ruangan di dalamnya masih dipertahankan sesuai dengan kondisi aslinya saat masa pengasingan, termasuk meja dan kursi yang pernah digunakan oleh Bung Karno. Upaya digitalisasi sejarah juga mulai dilakukan dengan menyediakan informasi melalui kode QR di area situs untuk memudahkan wisatawan memahami nilai historis setiap sudut bangunan.

#

Kesimpulan dan Makna bagi Identitas Lokal

Bagi masyarakat Bangka Barat, Pesanggrahan BTW adalah simbol kebanggaan ganda. Di satu sisi, ia merepresentasikan kejayaan industri timah yang telah membentuk identitas sosial-ekonomi pulau Bangka selama berabad-abad. Di sisi lain, ia adalah bukti nyata bahwa Bangka memiliki andil besar dalam perjalanan sejarah nasional Indonesia.

Keberadaan situs ini menjadi pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia diraih melalui proses yang panjang dan melibatkan banyak tempat di luar Pulau Jawa. Pesanggrahan BTW tetap berdiri tegak, menjembatani masa lalu yang kolonial dengan masa kini yang merdeka, mengajak setiap pengunjung untuk merenungi betapa berharganya kedaulatan yang pernah dirumuskan di dalam tembok-tembok tebalnya. Dengan arsitektur yang tetap terjaga dan narasi sejarah yang kuat, Pesanggrahan BTW bukan hanya aset daerah, melainkan pusaka bangsa yang tak ternilai harganya.

πŸ“‹ Informasi Kunjungan

address
Jl. Jenderal Sudirman, Muntok, Bangka Barat
entrance fee
Gratis
opening hours
Setiap hari, 08:00 - 16:00

Tempat Menarik Lainnya di Bangka Barat

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Bangka Barat

Pelajari lebih lanjut tentang Bangka Barat dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Bangka Barat