Kuliner Legendaris

Kampung Pejabat (Pusat Jamu Banjarbaru)

di Banjarbaru, Kalimantan Selatan

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Menelusuri Jejak Rempah di Kampung Pejabat: Episentrum Jamu Tradisional Banjarbaru

Kalimantan Selatan tidak hanya dikenal dengan hamparan intan di Martapura atau kelezatan Soto Banjar yang mendunia. Di jantung Kota Banjarbaru, tepatnya di Kelurahan Loktabat Selatan, terdapat sebuah destinasi kuliner dan wisata herbal yang unik bernama Kampung Pejabat. Meski namanya terdengar formal, "Pejabat" di sini merupakan akronim jenaka dari "Pengolah Jamu Loktabat". Destinasi ini telah bertransformasi dari sekadar permukiman perajin jamu menjadi pusat pelestarian warisan pengobatan tradisional Banjar yang legendaris.

#

Sejarah dan Akar Budaya: Dari Perantauan Menjadi Identitas

Eksistensi Kampung Pejabat tidak terlepas dari arus migrasi penduduk Jawa, khususnya dari daerah Sukoharjo dan Solo, yang membawa tradisi meracik jamu ke tanah Kalimantan pada dekade 1970-an. Awalnya, para perajin ini menjajakan jamu dengan cara digendong (jamu gendong) berkeliling wilayah Banjarbaru dan sekitarnya.

Seiring berjalannya waktu, para perajin ini menetap di satu wilayah yang sama di Gang Sumba, Kelurahan Loktabat Selatan. Keahlian mereka dalam meracik rempah-rempah menjadi obat tradisional mulai mendapat perhatian luas. Alih-alih hilang tergerus zaman modern, komunitas ini justru menguatkan identitasnya. Pada tahun 2016, pemerintah setempat meresmikan wilayah ini sebagai Kampung Tematik "Pejabat". Kini, Kampung Pejabat bukan sekadar tempat produksi, melainkan laboratorium hidup bagi kebudayaan herbal Nusantara di tanah Banjar.

#

Ragam Jamu Khas dan Khasiatnya

Di Kampung Pejabat, jamu tidak hanya dipandang sebagai minuman pahit, melainkan sebagai ramuan seni yang menyegarkan. Terdapat beberapa menu andalan yang menjadi magnet bagi wisatawan:

1. Beras Kencur Banjarbaru: Berbeda dengan beras kencur pada umumnya, versi Kampung Pejabat memiliki tekstur yang lebih kental dengan aroma kencur yang tajam namun segar. Penggunaan beras pilihan yang disangrai memberikan sentuhan rasa nutty yang khas.

2. Kunyit Asam Sirih: Ramuan ini merupakan favorit bagi kaum wanita. Perpaduan kunyit segar yang diparut manual dengan asam jawa dan tambahan daun sirih menciptakan keseimbangan rasa manis, asam, dan sedikit getir yang berfungsi sebagai antiseptik alami.

3. Pahitan Spesial: Diracik dari rempah brotowali, sambiloto, dan akar-akaran hutan Kalimantan. Meskipun rasanya sangat pahit, jamu ini diburu karena khasiatnya dalam membersihkan darah dan meningkatkan nafsu makan.

4. Jamu Seduh Telur Bebek: Untuk stamina pria, para perajin menyediakan jamu seduh yang dicampur dengan kuning telur bebek dan madu hutan asli Kalimantan, menciptakan paduan rasa yang kaya dan menghangatkan tubuh.

#

Rahasia Dapur: Bahan Baku dan Teknik Tradisional

Keunggulan jamu di Kampung Pejabat terletak pada komitmen mereka terhadap bahan baku organik dan teknik pengolahan yang masih sangat tradisional. Sebagian besar bahan seperti kunyit, jahe, temulawak, dan kencur ditanam sendiri oleh warga di pekarangan rumah mereka dengan konsep apotek hidup.

Teknik Pengolahan:

Para perajin di sini masih mempertahankan teknik memarut dan menumbuk manual menggunakan lumping batu atau kayu. Mereka percaya bahwa penggunaan blender listrik dapat mengubah suhu bahan baku dan merusak zat aktif dalam rempah. Proses perebusan pun dilakukan menggunakan kuali tanah liat atau panci berbahan stainless steel tebal untuk menjaga kemurnian rasa. Air yang digunakan berasal dari sumur gali yang jernih, yang disaring secara alami untuk memastikan tidak ada bau kaporit yang mengganggu aroma jamu.

#

Keunikan Kuliner: "Jamu Kekinian" dan Inovasi Menu

Untuk menarik minat generasi muda, Kampung Pejabat melakukan inovasi yang cerdas tanpa menghilangkan esensi tradisionalnya. Salah satu menu yang populer adalah Es Krim Jamu dan Puding Jamu. Mereka berhasil mengubah persepsi jamu yang kuno menjadi camilan yang modern.

Selain minuman, Kampung Pejabat juga menyajikan kuliner pendamping khas Banjar dan Jawa yang sulit ditemukan di tempat lain. Pengunjung dapat menikmati Nasi Jagung atau Nasi Tiwul dengan lauk ikan asin dan sambal terasi sambil menyeruput jamu hangat di saung-saung bambu yang asri. Atmosfer pedesaan yang kental di tengah kota membuat pengalaman bersantap di sini terasa sangat autentik.

#

Tokoh dan Warisan Keluarga

Keberhasilan Kampung Pejabat tidak lepas dari peran tokoh-tokoh lokal seperti Bapak Eko Sumardi, yang menjadi penggerak utama modernisasi kampung ini. Di sini, keahlian meracik jamu diwariskan secara turun-temurun. Anak-cucu dari para perintis awal kini mulai mengambil peran dalam pemasaran digital dan pengemasan produk yang lebih higienis dan menarik.

Keluarga-keluarga di Gang Sumba ini memiliki "resep rahasia" masing-masing (sering disebut sebagai racikan dapur) yang dijaga kerahasiaannya. Hal inilah yang membuat setiap kedai jamu di Kampung Pejabat memiliki karakteristik rasa yang sedikit berbeda, memberikan alasan bagi pengunjung untuk selalu kembali dan mencoba varian dari rumah yang berbeda.

#

Konteks Budaya dan Tradisi Minum Jamu

Di masyarakat Banjarbaru, mengunjungi Kampung Pejabat telah menjadi tradisi kesehatan mingguan. Ada kebiasaan unik di mana pengunjung tidak hanya datang untuk minum, tetapi juga untuk berkonsultasi mengenai keluhan kesehatan. Para perajin jamu di sini telah memiliki pengetahuan empiris tentang anatomi tubuh dan khasiat rempah yang mumpuni.

Budaya "Cangkrukan" atau duduk santai sambil berdiskusi sangat terasa di sini. Jamu menjadi jembatan sosial yang menyatukan berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pejabat pemerintahan (sesuai namanya yang unik) hingga masyarakat umum. Di sini, hirarki sosial seolah melebur dalam hangatnya segelas jamu jahe.

#

Destinasi Edukasi dan Wisata Berkelanjutan

Kini, Kampung Pejabat telah berkembang menjadi destinasi edukasi. Wisatawan tidak hanya datang untuk makan dan minum, tetapi juga bisa belajar cara menanam tanaman obat dan teknik dasar meracik jamu. Lingkungan kampung yang bersih, penuh dengan mural bertema herbal, dan keramahan penduduknya menjadikan tempat ini sebagai model percontohan bagi pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal di Indonesia.

Upaya pelestarian ini sangat krusial, mengingat gempuran obat-obatan kimia modern. Kampung Pejabat membuktikan bahwa jamu bukan sekadar komoditas dagang, melainkan identitas budaya yang mampu menghidupi sebuah komunitas sekaligus menjaga kesehatan bangsa.

#

Penutup: Mengapa Harus ke Kampung Pejabat?

Mengunjungi Kampung Pejabat adalah sebuah perjalanan sensorik. Aroma rempah yang menguar di udara, pemandangan jemuran kunyit di bawah sinar matahari, dan rasa hangat yang menjalar di kerongkongan saat menyesap ramuan tradisional adalah pengalaman yang tidak akan ditemukan di kafe-kafe modern.

Sebagai pusat jamu di Banjarbaru, tempat ini adalah simbol ketahanan pangan dan kesehatan mandiri. Bagi para pecinta kuliner legendaris, Kampung Pejabat menawarkan lebih dari sekadar rasa; ia menawarkan cerita tentang ketekunan para perantau, kearifan alam Kalimantan, dan tekad untuk menjaga warisan leluhur agar tetap lestari di tengah derasnya arus modernisasi. Jika Anda berada di Kalimantan Selatan, luangkanlah waktu untuk singgah, karena satu gelas jamu di Kampung Pejabat adalah satu langkah kecil dalam merayakan kekayaan rempah Nusantara.

πŸ“‹ Informasi Kunjungan

address
Kelurahan Loktabat Selatan, Banjarbaru
entrance fee
Gratis
opening hours
Setiap hari, 08:00 - 21:00

Tempat Menarik Lainnya di Banjarbaru

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Banjarbaru

Pelajari lebih lanjut tentang Banjarbaru dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Banjarbaru