Wisata Alam

Hutan Magrove Sungsang

di Banyuasin, Sumatera Selatan

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Karakteristik Alam dan Lanskap Pesisir

Hutan Mangrove Sungsang memiliki karakteristik geomorfologi yang unik. Kawasan ini didominasi oleh endapan lumpur yang subur, membentuk hamparan hutan bakau yang sangat luas dan lebat. Berbeda dengan pantai berpasir, pemandangan di sini adalah siluet akar-akar tunjang yang mencuat dari permukaan air saat pasang, dan hamparan lumpur hitam yang berkilau saat air surut.

Vegetasi di kawasan ini sangat beragam. Pengunjung dapat menjumpai spesies mangrove dominan seperti Rhizophora apiculata (Bakau Minyak), Avicennia marina (Api-api), dan Sonneratia alba (Pedada). Pohon-pohon ini tumbuh menjulang, menciptakan kanopi hijau yang meneduhkan saluran-saluran air sempit yang membelah hutan. Keunikan visualnya terletak pada kontras antara langit biru yang luas dengan gradasi warna hijau daun dan cokelat batang pohon yang terpantul di permukaan air yang tenang.

Biodiversitas dan Ekosistem yang Tak Ternilai

Keistimewaan utama Hutan Mangrove Sungsang terletak pada kekayaan hayatinya. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu persinggahan terpenting bagi burung migran dari Siberia dan Australia. Fenomena migrasi burung ini biasanya terjadi antara bulan Oktober hingga Maret, di mana ribuan burung dari berbagai spesies berhenti di hamparan lumpur Sungsang untuk mencari makan dan beristirahat.

Selain avifauna, ekosistem ini merupakan rumah bagi mamalia langka seperti Kucing Bakau dan Lumba-lumba Irawady (Orcaella brevirostris) yang terkadang menampakkan diri di muara sungai. Di sela-sela akar bakau, hidup berbagai jenis krustasea seperti kepiting bakau yang berukuran besar serta udang galah yang menjadi komoditas unggulan daerah Sungsang. Kehadiran monyet ekor panjang yang bergelantungan di dahan-dahan pohon menambah nuansa liar yang memikat bagi para fotografer alam liar.

Ragam Aktivitas Luar Ruangan dan Pengalaman Wisata

Mengunjungi Hutan Mangrove Sungsang bukan sekadar melihat pohon, melainkan merasakan denyut nadi kehidupan pesisir. Berikut adalah beberapa aktivitas yang dapat dilakukan:

1. Menyusuri Alur Sungai dengan Perahu: Cara terbaik menikmati keindahan ini adalah dengan menyewa perahu motor tradisional (ketek) milik warga setempat. Wisatawan akan dibawa masuk ke dalam lorong-lorong hijau yang sempit, merasakan kesunyian hutan yang hanya dipecah oleh suara kicauan burung dan riak air.

2. Pengamatan Burung (Birdwatching): Bagi pecinta ornitologi, Sungsang adalah surga. Dengan teropong, Anda bisa melihat aksi burung-burung langka mencari ikan di hamparan lumpur.

3. Wisata Kuliner dan Budaya Nelayan: Karena lokasinya yang berdekatan dengan Desa Sungsang (desa nelayan tertua di Sumatera Selatan), wisatawan dapat mencicipi hidangan laut segar, kerupuk kemplang asli, dan pempek udang yang khas. Melihat aktivitas nelayan menjemur ikan dan memperbaiki jaring memberikan dimensi budaya pada perjalanan alam Anda.

4. Fotografi Alam dan Matahari Terbenam: Kawasan ini menawarkan pemandangan matahari terbenam yang dramatis. Pantulan warna jingga di permukaan air muara dengan latar belakang siluet hutan bakau menciptakan komposisi foto yang luar biasa.

Waktu Terbaik untuk Berkunjung

Waktu kunjungan sangat menentukan pengalaman yang akan didapatkan. Jika tujuan utama Anda adalah melihat burung migran, datanglah pada rentang bulan Oktober hingga Maret. Namun, untuk menikmati cuaca yang cerah dan akses perairan yang lebih tenang, bulan Mei hingga Agustus adalah waktu yang ideal karena curah hujan cenderung lebih rendah.

Sangat disarankan untuk memulai perjalanan sejak pagi buta agar bisa menyaksikan matahari terbit di muara dan menghindari terik matahari yang menyengat di siang hari. Perhatikan juga siklus pasang surut air laut, karena beberapa jalur perahu hanya bisa dilewati saat air sedang pasang.

Konservasi dan Perlindungan Lingkungan

Hutan Mangrove Sungsang memegang peranan vital sebagai pelindung daratan dari abrasi air laut dan intrusi air asin. Selain itu, hutan ini berfungsi sebagai penyerap karbon yang efektif dalam mitigasi perubahan iklim global. Statusnya sebagai bagian dari lanskap Sembilang menjadikannya kawasan yang dilindungi secara ketat.

Upaya konservasi di sini melibatkan masyarakat lokal melalui program ekowisata berbasis komunitas. Pengunjung sangat ditekankan untuk tidak membuang sampah ke perairan, tidak mengganggu satwa, dan tidak merusak dahan-dahan mangrove. Kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem ini terus ditingkatkan agar manfaat ekonomi dari pariwisata tidak mengorbankan kelestarian alam.

Aksesibilitas dan Fasilitas

Menuju Hutan Mangrove Sungsang memerlukan sedikit usaha ekstra yang akan terbayar lunas oleh pemandangannya. Dari Kota Palembang, perjalanan darat menuju Pelabuhan Tanjung Api-Api atau langsung ke Desa Sungsang memakan waktu sekitar 2 hingga 3 jam. Setelah mencapai Desa Sungsang, perjalanan dilanjutkan dengan menyewa perahu motor menuju titik-titik hutan mangrove yang diinginkan.

Fasilitas di sekitar kawasan terus dikembangkan. Di Desa Sungsang, sudah tersedia penginapan berupa homestay yang dikelola warga, warung makan yang menyajikan kuliner lokal, serta pusat informasi wisata. Meskipun fasilitas di dalam hutan mangrove itu sendiri masih sangat terbatas (demi menjaga keaslian alam), terdapat dermaga-dermaga kayu kecil yang dibangun untuk memudahkan wisatawan turun dari perahu guna melihat vegetasi lebih dekat.

Hutan Mangrove Sungsang bukan sekadar destinasi wisata, melainkan sebuah pengingat akan keajaiban alami yang tercipta dari pertemuan darat dan laut. Keheningannya, kekayaan satwanya, dan keramahan penduduk lokalnya menjadikan tempat ini sebagai destinasi wajib bagi siapa saja yang ingin melarikan diri sejenak dari hiruk-pikuk perkotaan menuju pelukan alam yang murni.

πŸ“‹ Informasi Kunjungan

address
Desa Sungsang, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin
entrance fee
Gratis (Sewa perahu mulai dari Rp 100.000)
opening hours
Setiap hari, 24 jam

Tempat Menarik Lainnya di Banyuasin

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Banyuasin

Pelajari lebih lanjut tentang Banyuasin dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Banyuasin